PENJAGA KUIL NAGA

PENJAGA KUIL NAGA
Bab 98. Ular Raksasa (Titanoboa)


__ADS_3

Lemon melihat kedua tangannya, dia merasakan kekuatannya sekarang berada ditingkat (Penempaan Bumi Lapisan Kedua) "Hemm.. Kekuatan saya berada di Penempaan Bumi Lapisan Kedua" Lemon membantin dalam hati.


Di Desa Suku Hilikara, Kepala Suku sedang menatap langit, ketika dia melihat Sinaran Cahaya yang sangat menyilaukan terpancar dari Arah Pegunungan Air Terjun.


Mereka telah mengungsi dari tempat mereka beberapa bulan yang lalu, karena mereka takut akan datang ancaman dari Pegunungan itu, dan akan terjadi sesuatu.


Devi datang menghampiri Ayahnya, kemudian dia berkata "Apa yang Ayah Pikirkan? Kenapa Ayah terus-terusan menatap Kearah Gunung itu".


"Heemm.. Saya tadi sempat melihat Kilatan Cahaya yang sangat menyilaukan dari Arah Gunung itu, tapi Ayah tidak melihatnya dengan Jelas" Kepala Suku hanya bisa menggelengkan kepalanya, seraya dia menghela nafas panjang.


"semoga saja tidak terjadi sesuatu Yah" Devi Laoli berkata sambil duduk disamping Ayahnya.


"Iya Nak.. Semoga saja tidak terjadi sesuatu, sebaiknya malam ini, kita Gelar Doa bersama dengan Para Tetua dan Pendeta Tao" Kepala Suku berkata lembut.


Tiba-tiba mereka mendegar raungan yang sangat menggelegar dari Arah Hutan, seketika semua binatang peliharaan mereka, keluar dari dalam hutan, termasuk Kerbau dan Babi Hutan.


Seekor Kerbau yang sangat besar, terlihat dari atas langit, kemudian terlempar jatuh ketanah dan menghancurkan sebuah Kemah warga Desa.


Warga Desa keluar dari dalam Gubuk, dan dari tenda mereka masing-masing, mereka menghampiri Tenda yang hancur karena hantaman Kerbau barusan.


"Ada apa ini?" "Kenapa bisa kerbau terbang dari atas langit" "jangan-jangan kerbau ini memiliki sayap seperti burung Phoenix" berbagai asumsi dari warga, mereka semua keheranan dengan kemunculan Kerbau dari atas langit.


Kepala Suku mendekati Kerbau itu, kemudian dia memindai secara inci, namun dia mengerutkan keningnya, ketika dia melihat bekas Luka ditubuh Kerbau tersebut, seperti sebuah bekas sayatan gigitan.


Mata kepala Suku tercengang, seperti akan keluar dari kelopak matanya, ketika dia melihat bekas gigitan itu, sehingga dia menjadi gemetar dan berkeringat dingin, kemudian da berkata dengan mulut yang masih gemetaran "Ular Titanoboa!! Ular Monster Pada Zaman Kerajaan Napoleon, bagaimana ini mungkin, jangan-jangan".

__ADS_1


Kepala Suku berdiri, kemudian dia membalikan tubuhnya menatap seluruh warga, dia berkata dengan berteriak "Cepat!! Kita lari dari tempat ini.. Ini Ulah dari Ular Monster Titanoboa".


Mendengar pernyataan dari Kepala Suku, wajah semua warga berubah menjadi kusam, mereka semua saling menatap satu dengan yang lain.


"Kepala Suku! Bagaimana anda mengetahui bahwa itu adalah ulah dari Ular Monster Titanoboa, apalagi itu hanyalah sejarah pada masa dulu" seorang warga berkata kepala suku.


Kepala Suku menggelengkan kepalanya, ketika dia mendegar pernyataan dari warga, yang seakan tidak percaya dengan perkataannya barusan.


"Coba Kalian perhatikan bekas Luka itu, itu ada dua bekas gigitan, dan ini bisa dipastikan bahwa luka itu bukan hasil dari perburuan, dan tidak ada yang memiliki kekuatan melempar bagaikan Dewa, dan saya juga mendengar suara raungan yang sangat mengerikan dari dalam hutan" Kepala Suku menjelaskan.


Tiba-tiba dari dalam Hutan, Pohon tumbang satu persatu, bagaikan ada yang melewati, dan benar saja apa yang dikatakan oleh kepala Suku, sebuah kepala menjulang tinggi diatas langit, sedang memperhatikan mereka semua.


Ular Titanoboa berdiri tegap dihadapan mereka, jaraknya dengan gubuk dan kemah warga, berkisar 30 meter, sedangkan ular Titanoboa tingginya diatas langit sekitar 15 meter.


Matanya terlihat sangat mengerikan, dan berwarna biru gelap, lidah telah menjulur keluar dengan desisannya yang sangat menggelegar.


"Pak Kepala Suku... Kita harus bagaimana sekarang?" Ucok berkata sambil bergidik ngeri.


"Biarkan saya mengalihkan perhatian Monster itu, sedangkan kalian berlarilah sekuat tenaga" Devi Laoli angkat bicara, yang telah berdiri dari belakang kerumunan.


"Iya Betul! Kalian harus menyelamatkan Anak-Anak, Kamu Ucok.. Tuntunlah mereka semua" Kepala Suku berkata, dia menyetujui tentang pendapat Devi, dan dia meminta Ucok untuk menuntun semua orang untuk pergi.


Devi dan kepala Suku, langsung terbang melesat kearah Ular Titanoboa, mereka ingin berencana mengalihkan perhatian ular tersebut.


Namun Ular itu tidak bergeming sama sekali, dia hanya terus mematung dan memperhatikan orang-orang dari kejauhan.

__ADS_1


Kepala suku langsung mengarahkan Anak Panahnya kearah Ular Titanoboa, sedangkan Devi menghunuskan Pedang panjangnya kebagian titik terlemah Ular Titanoboa.


Ular Titanoboa yang melihat serangan datang kepadanya, dalam sekejab dia meraung bagaikan suara dewa kematian, kemudian dia menggerakan kepalanya, dan sebuah sirip yang sangat lebar muncul dari belakang kepalanya, sirip itu bagaikan Formasi yang dapat dilihat dan tembus pandang.


Anak Panah yang ditembakan oleh kepala suku, ketika menabrak Sirip yang telah dipenuhi Mantra Formasi oleh Ular Titanoboa, dalam sekejab langsung patah dan menghilang.


Sedangkan serangan yang diluncurkan oleg Devi, dengan mudah dihindari oleh Ular Titanoboa, yang membuat Devi Laoli terpental kesamping, karena sasarannya sudah meleset kesamping.


Kepala Suku hanya bisa menghela nafas, kemudian menggelengkan kepalanya, ketika dia melihat kekuatan dari Monster itu sangatlah mengerikan.


Ular Monster ini merupakan peliharaan Raja pada zaman dahulu, Ular ini mampu membedakan antar musuh dan orang baik, Penjaranya telah runtuh, bersamaan dengan Goa di areal Air Terjun Hancur karena perbuatan dari Lemon, sehingga Ular ini dengan Mudah keluar dan bebas mencari makan.


Alasan kenapa Monster itu tidak langsung, Menyerang Warga Desa yang berada didalam Gubuk, Ular itu melihat sosok Devi yang sama dengan Permaisuri Rajanya pada zaman dahulu.


Melihat Ular Titanoboa yang berdiam diri, Devi dan Kepala Suku mengambil kesempatan untuk menyerang Makhluk itu, Ucok dan beberapa teman-temannya tak tinggal diam, mereka langsung menyerbu Ular Titanoboa dengan berbagai Macam Alat.


Ular Titanoboa yang sebelumnya masih berdiam diri, seketika matanya mengeluarkan sinar biru yang sangat menyilaukan, dalam sekejab dia menghempaskan Ekornya kepada seluruh warga yang ingin menyerangnya.


Devi, Kepala Suku dan Ucok bersama dengan beberapa warga lainnya, terpental jauh kebelakang ketika Ular Titanoboa menghantam mereka secara bersamaan.


Mereka semua terpental kesegala arah, ada yang patah tulang dan ada juga yang sudah kehilangan nyawanya, ucok terpental menabrak pohon kelapa yang ada disamping gubuknya, dia jatuh ketanah dengan suara gedebuk.


Kepala suku langsung jatuh diatas tanah kosong, dan membuat retakan tanah dipijakan kakinya, sedangkan Devi terlempar Jauh kearah Hutan, karena dia berada diarah depan dan mendapatkan tendangan kibasan ekor ular yang sangat keras.


Devi terlempar jauh kedalam hutan, yang membuat dia kewalahan untuk mencari keseimbangan tubuhnya sendiri.

__ADS_1


Namun secara tiba-tiba, sebuah lintasan cahaya langsung membungkus dirinya, dan mendaratkannya diatas tanah dengan santai.


__ADS_2