PENJAGA KUIL NAGA

PENJAGA KUIL NAGA
Bab 170. Cinta Dewi dan Lemon


__ADS_3

Lemon terus berkultivasi hingga sampai esok pagi.


Embun Pagi menghembuskan wajah tampan Lemon, yang membuat Lemon merasa Legah, kemudian dia membuka matanya secara perlahan.


Lemon merasakan kekuatan energi spiritualnya sudah terisi kembali.


Lemon menggerak-gerakan seluruh pergelangannya, sambil dia menghirup udara segar dipinggir Danau Nias.


Lemon kembali kedalam Vilanya, kemudian dia langsung membersihkan tubuhnya dengan dia langsung kekamar mandi.


Tak lama kemudian HPnya Lemon berdering, kemudian Lemon langsung menjawabnya.


"Hallo kak Lemon?! Bagaimana kabarmu? Sudah lama kita gak jumpa" Terdengar suara seorang gadis dari ujung telepon.


"Aku kabar baik kok" jawab Lemon singkat sambil dia mengulum senyuman lebarnya.


"Kapan kak Lemon datang ke Provinsi Tera? Karena kak Mawar sudah sangat sangat rindu sama kamu" Kata Gadis itu terus mengoceh


Gadis itu adalah Junis adiknya Mawar, yang berada di Provinsi Tera.


"iiisshh... Apa-apaan sih lu! Dia kira nanti kakak perempuan apaan lo" Bisik Mawar lirih sambil mengecup lengan adiknya itu.


"Eeeheemm.. Aku gak bisa janji, karena aku masih banyak pekerjaan disini" Ucap Lemon sambil berdehem karena mendengar bisikan Mawar yang berada disamping Junis.


"Baiklah kak? Gak apa-apa, tapi kaka janji ya? Kalau kakak datang berkunjung kesini, kak Lemon harus temui kita ya" Sahut Junis dengan senyuman sarkasnya.


Selesai bicara ditelepon, Lemon langsung memutuskan sambungan teleponnya dan mengambil Kunci Mobil Alpardnya, kemudian dia langsung menuju Perusahaan Yayasa Kuil Naga.


Didalam Mobil Lemon menerima panggilan Masuk dari Dewi, Lemon menekan Tombil Jawab: "Hallo".


"Lemon Kamu dimana? Aku menunggumu dirumah, antarkan aku kekampus" Suara Dewi terdengar manja dari ujung telepon.


"Baiklah.. Tunggu saja aku disana" Jawab Lemon tanpa ada penolakan, karena dia sadar kalau dia menolak, pastilah suara diujung telepon tidaklah berhenti.


Setelah Lemon menyimpan Handphonnya, dia langsung membantin setir kearah rumah Dewi, dan tidak menunggu lama dia melihat Dewi sedang berdiri diloby.


Lemon terpana dengan penampilan Dewi yang terlihat biasa saja, namun sangatlah membuat hati Lemon berdenyut kencang.


Lemon turun dari dalam Mobil, kemudian langsung membukakan Pintu untuk sang Dewi, tanpa banyak berkata-kata yang membuat Dewi sedikit mengernyitkan keningnya.

__ADS_1


Lemon langsung menyalakan staster mobilnya, kemudian setelah mereka sampai dipintu Pos Penjagaan, Lemon berhenti dan menurunkan jendela mobil, dia mengambil 2 bungkus rokok Dji Sam Soe dari dalam bagasi Mobil.


"Pak.. Ini ada hadiah buat bapak" Lemon kemudian kemudian menyodorkan Rokok Dji Sam Soe kepada bapak Tua itu.


"Makasih Den!? Aden tau saja rokok kesukaan saya... Hehehe" ujar Pak Udin piket penjaga keamanan.


"Hehehee... Iya Pak.. Saya tau rokok bapak, sewaktu bapak antarkan saya tempo hari" Sambut Lemon dengan senyuman lebarnya.


"Saohagolo Den (Makasih Den)" Ujar Pak Udin dengan membungkuk hormat kepada Lemon.


"Iya Pak sama-sama, kami permisi dulu ya pak" Sahut Lemon yang langsung menginjak pedal gasnya.


Pak udin tersenyum sumringah ketika dia melihat Lemon bersama Dewi, Pak Udin menggelengkan kepalanya pelan "Semoga saja mereka berjodoh, karena mereka berdua sama-sama orang baik" lirih pak Udin sambil dia melihat Rokok Dji Sam Soe yang ada digenggamannya.


Setelah Mobil Lemon keluar dari komplek Perumahan Chandra, Restu Chandra bersama Kenji keluar dari dalam rumah, kemudian Restu Chandra berjalan kearah Pak Udin kemudian dia lalu bertanya.


"Pak Udin? Siapa tadi yang menjemput Dewi?" Tanya Chandra yang masih menatap kearah jalan tempat Mobil yang membawa Dewi pergi.


"Ohh.. Itu Tuan Besar, tadi yang datang jemput Non Dewi adalag Den Lemon" Ujar Pak Udin menjawab pertanyaan Restu chandra.


"Ohh.. Kenapa dia tidak masuk kedalam rumah" Ujar Restu chandra ketus.


"Eemm.. Baiklah.. Makasih Pak Udin, silahkan teruskan pekerjaanmu" Ucap Restu chandra, sambil dia memutar tubuhnya menuju Mobil.


"Kalau sama orang lain dia senyam senyum, tapi kalau aku disampingnya! Dia bagaikan Batu Es.. Hemm.. Kesal Kesal" Ketus Dewi sambil dia memukul-mukul kursinya.


Lemon yang sudah melihat temperamen pacarnya itu, dia hanya bisa menggelengkan kepalanya pelan, kemudian dia menatap Kearah Dewi.


"Kamu jangan terus menggerutu seperti itu sayang... Aku disini disampingmu" Lemon berkata lembut sambil dia memegang tangan Dewi.


Hati Dewi langsung terasa lembut, setelah tangannya disentuh oleh Lemon, Dewi langsung melemparkan senyuman terindahnya.


"Aku bahagia berada disampingmu.. Aku ingin kebersamaan ini akan terus abadi untuk selamanya, sampai kita mempunyai banyak anak-anak" Kata Lemon lembut, sambil dia mengusap-ngusap punggung tangan Dewi.


"iiiss... Aku gak mau banyak anak, emangnya aku induk babi? Yang mempunyai banyak anak.. iiss.. Gak mau ah!!" Jawab Dewi dengan wajah sembabnya.


"Lalu kamu mau berapa anak kita kedepan?" Ujar Lemon ala-ala Pacaran anak Jaman Milenial.


"Heemm.. Aku mau kita punya anak, cukup 2 saja dan paling banyak 3, kita ikuti anjuran pemerintah saja" Jawab Dewi dengan senyuman lebarnya.

__ADS_1


Dewi membalas genggaman Lemon padanya, kemudian mereka berdua langsung menuju halaman Loby Kampus Universitas Kota Gowe.


"Apa kamu gak mau ikut masuk kedalam kelas?" Tanya Dewi kepada Lemon.


"Sepertinya aku sudah di keluarkan deh, dari daftar mahasiswa penerima bantuan dari pemerintah" Jawab Lemon dengan wajah sedihnya.


"Gak apa-apa, kalaupun kamu sudah dikeluarkan dari Biaya Pemerintah, kan kamu bisa menjadi mahasiswa biasa, dengan biaya sendiri, nanti aku akan bicara sama Ayah, supaya dia bisa memberikan bantuan lewat perusahaan" Ujar Dewi menjelaskan panjang lebar kali luasnya.


"Heemm.. Baiklah.. Aku sih gak apa-apa, cuman saya gak enak sama Pak Patriak Chandra, alias calon mertuaku" Ujar Lemon lirih namun ada kata-kata menenakan yang membuat Dewi langsung memutar pandangannya dan membuka lebar-lebar pendengarannya.


"Apa?? Coba katakan sekali lagi?" Ucap Dewi dengan terkejut sekaligus campur senang.


"Calon Mertuaku Dewi!! Sudah Jelas kan! Itupun kalau kamu gak selingkuh" Ucap Lemon dengan candaannya.


"wuiiiss... Bilang aja kalau kamu yang punya cewek lain diluar sana" balasDewi dengan wajah kesalnya lagi.


"Ya Sudah-sudah!! Gak usah dibahas soal itu lagi, yang penting sekarang kamu turun dan masuk kedalam kelas" Ujar Lemon dengan santai dan sedikit merayu.


"Aku gak mau masuk kedalam kelas, kalau kamu gak ikut" Ketus Dewi dengan memonyongkan bibir indahnya itu.


"Ya sudah! Ayo kita masuk kedalam kelas" jawab Lemon dengan nada sedikit berat, namun apalah Daya dia hanya bisa ikut perintah sang Dewi, karena kalau dia membantah mungkin saja sang Dewi akan banyak celotehnya.


Lemon dan Dewi berjalan bersama masuk kedalam kelas kampus, namun ratusan mata yang iri dan kesal, ketika melihat Dewi bersama Lemon sikurus miskin.


Terutama para kaum Lelaki Jomblo, mereka mengutuk Lemon dalam hati, karena Lemon bisa menenangkan hati Dewi.


Sesampainya mereka dikoridor kelas, mereka dihadang oleh Vina.


Lemon dan Dewi saling bertatapan, ketika Mereka melihat Vina dengan tatapan tajam menatap kearah mereka berdua.


Dewi menggenggam tangan Lemon erat, kemudian dia menarik Lemon untuk terus berjalan masuk kedalam kelas.


"Berhenti!! Dasar pembunuh!" Ucap Vina dengan suara yang bergetar karena amarahnya sangat meledak-ledak.


Dewi dan Lemon menghentikan langkah mereka, ketika mereka mendengar pihak lain mengatai mereka.


"Heii.. Wanita Gila! Siapa kau sebut pembunuh" tanyanDewi dengan menggertakan giginya.


Vina menatap tajam kearah Lemon, kemudian dia berkata.

__ADS_1


__ADS_2