PENJAGA KUIL NAGA

PENJAGA KUIL NAGA
Bab 40. Karen dihianati Farel


__ADS_3

Karen mendekati Meja Farel dan Kekasihnya Dian, Karen hanya bisa melangkah dengan perlahan.


Karena kakinya pada saat ini bagaikan kena sengatan Listrik yang 30Kv.


Karen yang berdiri dan beranjak dari Meja mereka, Junis Mawar dan Lemon hanya bisa memandang satu dengan yang lain.


Mereka tidak tahu tujuan Karen menghampiri Meja sebelah, yang sedang diduduki oleh seorang Pria tampan dan gadis cantik.


"Oh ternyata ini Meeting sama klien" Karen berkata dengan dingin.


Tiba-tiba Farel terkejut wajahnya Pucat bagaikan Es, dalam sekejab dia melepas pelukannya, karena dia mengenal suara yang barusan terdengar ditelinganya.


Farel menoleh kearah suara itu, dan *Boom* hatinya berdetak bagaikan dihantam palu.


"Eehh... Sayang.. Kamu kok ada disini?" Farel bertanya sambil berdiri dari Kursinya.


Karen menatap Farel dengan Tatapan dingin, dia menggertakan giginya dan berkata:


"Siapa Wanita ini?".


"Oh.. Ini.. Ini.. Dia.. Dia" Farel bersuara dengan nada terbata-bata.


Dian yang melihat Kejadian ini tidak tinggal diam, dia juga bertanya kepada Farel: "Honey.. Siapa dia? Kenapa kamu memanggilnya sayang!".


"Saya Pacarnya! Dan tidak lama lagi kami akan berTunangan!" Karen berteriak membentak Dian.


"Hemm... Beraninya kamu membentakku! Apakah kamu belum tahu siapa aku?" Dian menatap Karen dari atas sampai kebawah.


"Seharusnya kamu ngaca terlebih dahulu, apakah kamu pantas menjadi pasangan Farel, dengan penampilan kamu yang seperti ini! Terlihat sangat Murahan" Dian berkata menghina.


Dian adalah Wanita Sosialita dikota Gowe, karena Orang Tuanya merupakan Walikota di Kota Gowe, sehingga dia memandang rendah Karen yang hanya wanita Karir.

__ADS_1


Karen adalah Lulusan S-1 Manajemen Pemasaran dari Provinsi Toba, sehingga dia bekerja sebagai Manajer Pemasaran disebuah perusahaan Kosmetik kecantikan dikota Gowe.


"Plok..." Sebuah tamparan melayang dipipi kiri Dian.


"Saya tidak perlu mengenal Identitasmu, yang jelas kamu adalah seorang wanita m*rahan, yang suka merebut kekasih orang lain" Karen berkata dingin kepada Dian.


"Das*r wanita j*lang..!! Beraninya kamu menamparku..!!” Dian meneriaki Karen.


Lemon, Junis dan Mawar hanya bisa terpaku menonton perdebatan antara Karen dan Dian.


Terlebih lagi Farel yang hanya bisa berdiri mematung, diantara kedua gadis pujaannya itu, Farel tidak bisa berani berkata-kata, dan memihak salah satu.


Mengingat dia sama-sama menyukai kedua gadis tersebut.


Dian mendorong Karen, sehingga Karen terjatuh karena terdorong kebelakang.


Namun sebelum Karen Jatuh menyentuh lantai, sebuah tangan meraih punggungnya, dan menopangnya dari belakang sehingga dia tidak jatuh kelantai.


Melihat Adegan yang terjadi, Farel Junis dan Mawar, mata mereka hanya bisa melotot dan termangap, mereka seakan tidak percaya dengan


apa yang barusan mereka lihat.


Karen merasa sedang bermimpi, namun perasaan itu hanya sesaat ketika Lemon bersuara.


"Apakah kamu sudah selesai berkhayal..?" Lemon berkata Lembut didekat telinga Karen.


Karen yang mendengar perkataan Lemon, dia langsung menegakan tubuhnya kembali seperti semula, dengan dibantu oleh Lemon.


Farel yang melihat Karen berada didalam Pelukan Lemon, seketika wajahnya berubah bagaikan Wajah Mak Lampir, dia menatap Lemon dengan tatapan memprovokasi.


"Heeii.. Bocah Kecil.. Beraninya kamu menyentuh Calon Tunanganku...!!" Farel berkata dengan Suara keras, sambil menatap Lemon.

__ADS_1


Lemon menatap Farel dengan tatapan provokasi sambio berkata: "Lelaki sejati, harus tegas memilih pasangannya.. Bukan seperti kamu ini, tidak berani memutuskan Pilihan".


"Kamu jangan menggurui anak kecil, lebih baik kamu jangan ikut campur masalah antara kami" Farel berkata dingin.


"Saya memang tidak mau mencampuri urusan orang lain, apalagi tentang Perempuan, saya hanya mengingatkan kamu..!! Supaya kamu tidak menyesal dikemudian hari".


Selesai berkata, Lemon bergegas berjalan kembali kemejanya, karna Mawar dan Junis sedang menunggu disana.


Namun sebelum Lemon beranjak dari tempat itu, Farel meneriaki Lemon "Siapa bilang kamu boleh pergi, saya masih belum selesai denganmu".


Mendengar Farel berkata, Lemon menghentikan langkahnya dan berbalik melihat Farel, yang sedang berdiri.


"Ada apa lagi..?? Saya tidak ada urusan denganmu" Lemon berkata santai.


"Kamu masih ada urusan denganku, karena kamu sudah berani menyentuh Wanitaku.." Farel berkata dengan penuh provokasi.


Lemon hanya bisa menggelengkan kepalanya, sambil tersenyum mengangkat sedikit sudut bibirnya dan berkata: "Dasar Lelaki Benzong".


Farel yang mendengar cibiran Lemon seketika dia menjadi Murka, dia langsung menendang Perut Lemon, namun sebelum tendangan itu mendarat tepat pada sasarannya, dengan cepat Lemon memutar tubuhnya menggeser kesamping.


Sebuah tendangan yang sangat keras, terhempas dengan tendangan kosong yang sia-sia, tidak mengenai perut Lemon.


Dengan cepat Farel menarik kakinya, kemudian sebuah pukulan tinju kanannya, dilayangkan kearah Lemon.


Lemon yang melihat Pukulan tersebut, dia mencibir dan meliriknya dengan acuh tak acuh, kemudian dia teringat dengan terobosannya ditingkat Tahap Pembentukan Inedia, dia ingin mencobanya dengan membiarkan Pukulan Farel mendarat ditubuhnya.


"Preks.." Sebuah pukulan mendarat dipipi kiri Lemon.


Namun Reaksi Lemon tidak berubah, posisinya masih tegap ditempat dia berdiri, dan dia hanya mengelus bekas pukulan Farel.


Setelah satu pukulan, Farel merasa tangannya sedikit gemetar dan kebas, namun dia sama sekali tidak menghiraukannya, karna dalam pikirannya dia sudah berhasil membalaskan dendamnya.

__ADS_1


"Bocah Kecil... Pukulan yang kamu rasakan itu hanya masih 40%, Saya masih belum mengeluarkan semua kekuatannku yang sebenarnya" Farel berkata dengan bangga.


__ADS_2