
Selesai berkata Lemon dan Maret Silalahi langsung meninggalkan kelompok Sinta Zega.
"Kak.. Tolong kakak ceritain sama aku, kenapa kakak bisa bersama mereka, bukankah mereka dikapal itu, bukankah kakak" Yari Zega belum selesai bicara, Sinta sudah langsung memotong pembicaraannya.
"Iya Betul! Mereka yang sudah kakak bentak dikapal beberapa hari lalu" jawab Sinta Zega dengan menghela nafas panjang, sambil mereka berjalan pelan.
"Lalu.. Mereka belum ngapa-ngapain kakak kan?' Kata Yari penasaran, yang membuat Sinta sangat terkejut.
Sinta dengan terkejut langsung menjitak dahi Yari "wuuss.. Kamu ngomong apaan sih? Kamu pikir kakak sudah digitu-gituin sama mereka, hah!" Teriak Sinta yang membuat Yari Zega menjadi tersadar dari ucapannya, kemudian dia tersenyum menatap Sinta.
"Hehehee... Kak, aku cuman bercanda kok, siapa tau saja mereka berbuat yang gak-gak sama kakak, aku akan menghajar mereka" sahut Yari Zega dengan senyuman manisnya.
"Mereka yang menolong kaka dari serangan Harimau, sewaktu kaka tersesat semalam dihutan" Kata Sinta sembari mereka duduk berteduh dibawah pohon besar, dengan diikuti oleh beberapa orang yang menjaga mereka.
"Siapa namanya" tanya Yari dengan cerewetnya yang sangat berlebihan.
"Namanya adalah Lemon Nababan, sedangkan temannya tadi bernama Maret Silalahi" Ujar Sinta dengan menjelaskan kepada Adiknya itu.
"Kak.. Dia itu tampan ya, kalian sepertinya cocok deh kak! Apalagi kakak kan, gak punya pacar" Kata Yari dengan mulut embernya.
Sontak saja jidaknya Yari terkena pukulan untuk yang kedua kalinya "Aahh..Kak! Kenapa kaka memukulku lagi?". "Sudah-Sudah.. Ayo kita lanjutkan perjalanan, jangan sampai kita kemalaman dihutan" kata Sinta sambil berdiri mengajak orang-orangnya untuk melanjutkan perjalanan.
Dipedalaman Hutan dipulau itu, Pria Berkopiah dan pria berkalung telah sampai didepan pintu gapura yang terbuat dari Batu-Batu besar, dan tersusun secara alami.
"Kakak.. Apakah ini pintu dari Hutan Rahasia dipulau ini?" Tanya Lelaki berkalung dengan penasaran.
"Heeemm.. Sesuai dengan petunjuk dari Peta, sepertinya inilah tempatnya" Kata pria berkopiah sambil memejamkan matanya.
Pria berkalung berkata dengan wajah serius "lalu apa tindakan kita selanjutnya Kakak Senior?".
__ADS_1
"Biarkan aku mencobanya" Ujar Pria berkopiah sambil mengangkat tangannya, sebuah sinar samar muncul dari jari-jarinya yang membuat Mantra Portal dipintu itu langsung menghilang seketika, dan pintu masuk menuju hutan tersembunyi terlihat dengan transparan.
"Ayoo.. Cepat masuk sebelum pintunya tertutup dengan sendirinya" Kata Pria Berkopiah dengan nada suara memerintah.
Pria berkalung tanpa banyak kata, dia hanya mengangguk lalu berjalan menyusul pria berkopiah.
Setelah mereka masuk kedalam pintu rahasia, tanpa mereka sadari 2 pasang mata sedang memperhatikan mereka dari kejauhan.
Lemon dan Maret Silalahi, sedang memperhatikan kedua lelaki tua itu.
Mereka bergerak dengan langkah kaki yang secepat mungkin, Lemon dan Maret langsung bergegas menyusul masuk kedalam Pintu rahasia.
Setelah sampai kedalam Hutan Rahasia, Lemon dan Maret sangat terkejut ketika melihat Pria berkopiah dan Pria berkalung tasbih, sedang bertarung melawan 2 ekor Beruang Hutan yang sangat besar.
Kedua Pria itu kewalahan melawan kedua binatang itu, karena sekuat apapun mereka mengeluarkan tenaga, namun mereka tetap sia-sia.
Pria berkopiah langsung mengarahkan Anak Panas itu ke Beruang, namun dengan lihainya beruang itu mampu menghindari Panah Api.
Beberapa gerakan ulang dilakukan oleh Pria berkopiah, namun hasilnya masih tetap skor 0 \= 0.
Tiba-tiba tanpa disadari pria berkalung tasbih, satu tendangan diarahkan didadanya oleh Beruang, yang membuat dia langsung terpental jatuh kebelakang sekitar 10 meter, dia langsung jatuh ketanah dengan suara gedebuk.
Pria berkopiah melihat temannya yang sudah terpental ketanah, dalam kecepatan tinggi dia langsung menyerbu kearah beruang yang sedang menatap Pria berkalung.
"Duuaar" sebuah suara terdengar memekikan telinga, ketika Pria Berkopiah melepaskan sebuah pukulan, dia meninju beruang yang ganas dengan diikuti oleh sebuah sinar yang sangat menyilaukan.
Beruang ganas meraung dengan sangat mengerikan, kemudian dia menatap pria berkopiah dengan tatapan membunuh, karena pukulan dari pria berkopiah tidak terlalu memberikan kerugian besar.
Beruang ganas menyerbu kearah Pria berkopiah, yang membuat lelaki paruh baya itu memasangkan kuda-kuda bertarungnya dengan sangat hati-hati dan penuh perhatian.
__ADS_1
Namun tanpa disadari seekor beruang dari belakang, langsung menerkam lengan kiri pria berkopiah sampai putus, yang membuat pria berkopiah mengerang kesakitan, dia melihat lengan kirinya sudah putus dan berada didalam mulut beruang yang satu.
"Dasar kau beruang sialan!" Teriak Pris berkopiah dengan amarahnya yang memuncak, sehingga dia langsung mengayunkan tangan kananya, seberkas sinar muncul dan membentuk sebuah anak panah api, yang langsung ditancapkan kedalam perut Beruang, yang membuat beruang itu mengerang kesakitan karena perutnya sudah terkoyak oleh anak panah api.
Melihat temannya mengerang kesakitan, beruang ganas langsung meraung dengan ganas dia menampakan gigi taring-taring tajamnya, kemudian menyerbu kearah pria berkopiah, namun sebelum dia sampai kedekat pria berkopiah, pria berkalung tasbih melompat dengan kekuatan penuh, kakinya ingin menendang kearah beruang ganas.
Ketika kaki Pria berkalung melayang keatas langit menuju beruang ganas, tanpa dia sadari beruang ganas menghentikan langkahnya sehingga tendangan pria berkalung tidak sampai pada sasaran, yang mengakibatkan dia jatuh ketanah dengan bersalto dan langsung berjongkok diatas tanah, namun keberuntungan tidak berpihak kepadanya.
Ketika dia sudah berjongkok diatas tanah, tanpa mengelak dia sudah langsung berada dihadapan beruang ganas, sehingga dalam sekejab beruang ganas langsung menerkamnya dengan tanpa perasaan.
Hanya dalam satu gerakan gigitan beruang ganas, alam Pria berkalung tasbih sudah berpindah kedunia yang lain.
Matanya masih terbuka dan mulutnya yang masih ingin berkata, namun apalah daya beruang ganas dengan lahapnya dia menjadikan pria berkalung tasbih sebagai santapan makan siangnya.
Amarah pria berkopiah langsung meledak, ketika dia melihat pemandangan yang sangat mengerikan itu, dia tidak bisa berkata-kata hanya bisa menelan ludahnya memandangi temannya sudah tergeletak ditanah tanpa suara.
Pria berkopiah langsung mengerahkan sisa kekuatannya untuk menghabisi beruang yang masih berada dihadapannya.
Akhirnya beruang yang berada dihadapannya, berhasil dia taklukan dengan menebus nyawa pria berkalung, namun beruang ganas masih dalam keadaan baik-baik saja, ketika dia sedang asik menyantap hidangan makan siangnya.
Pria berkopiah berjalan perlahan mendekati beruang ganas, kemudian dia mengeluarkan anak panah apinya, namun sebelum dia melepas panah apinya, beruang ganas sudah melihatnya lebih duluan dengan tatapannya yang penuh dengan niat membunuh.
Beruang yang ganas itu meraung kearah pria berkopiah, yang membuat pria berkopiah sedikit gemetar, apalagi kekuatannya sekarang sudah mulai lemah karena lengan kirinya yang sudah terputus.
Beruang yang ganas menyerbu kearah pria berkopiah, dengan berlari dengan kecepatan penuh sehingga pria berkopiah hanya bisa pasrah dengan keadaan, dian memasang kuda-kuda bertarungnya dan langsung berlari kearah beruang yang ganas.
Pria berkopiah melompat ke atas langit, kemudian dia memutar tubuhnya ketika sampai diatas langit.
Pria berkopiah melepaskan anak panah apinya, dengan kakinya memegang gagang panah dan tangan kananya melepas anak busur panah api.
__ADS_1