PENJAGA KUIL NAGA

PENJAGA KUIL NAGA
Bab 123. Kembalinya Yerfan Laiya dari Ruangan Rahasia


__ADS_3

Marko duduk dikursinya sambil dia meletakan tanggannya diatas meja, sambil mengetuk-ngetuk meja dan menatap langit-langit Plafon dengan berpikir.


"Bagaimana Marko? Apakah Ki Buyut sudah berhasil, dan kembali di Kuil lembah Mondrowe?" Tanya David Laiya dengan wajah pemasaran.


"Heeemm" Marko tidak menjawab dia hanya berdehem dan menggelengkan kepalanya, ketika dia mendengar perkataan dari Ayahnya.


"Makanya kamu harus selidiki dulu, apakah Lemon itu masih berada dirumahnya ataukah tidak" Kata Davi Laiya terlihat kesal, setelah dia mendengat kebenaran tentang Lemon dan Ki Buyut.


David Laiya hanya bisa menghela nafas panjang, kemudian dia berdiri dan berjalan kembali kedalam ruangan tahanannya sendiri, sedangkan Marko ingin mengatakan sesuatu, namun dia tahan mengingat raut wajah Ayahnya sangat terlihat Kusam, setelah dia mendengar semua penjelasan tentang Ki Buyut dan Lemon.


Marko dan Vina juga langsung bergegas pergi dari tempat itu, mereka langsung menuju Kampus untuk mencari tau keberadaan Lemon.


Kembali didalam ruangan tahanannya, David Laiya duduk sambil merenung, kemudian dia bergumam dalam hatinya "Jangan-Jangan Ki Buyut sudah tewas ditangan bocah sialan itu, karena mengingat kekuatan Bocah itu tidak sesederhana yang dilihat orang-orang".


Kemudian David Laiya mengangkat kedua kakinya diatas tempat tidurnya, kemudian dia langsung bersilah dan meletakan kedua tangannya dikaki, kemudian dia memejamkan mata.


David Laiya membuka Indra Penglihatan dan pendengarannya, dia ingin berusaha berinteraksi dengan Ki Buyut, namun seberapa besar usahanya untuk ingin berinteraksi dengan Ki Buyut, dia tetap saja tidak bisa terhubung atau berinteraksi secara penglihatan maupun pendengaran kepada Ki Buyut.


David Laiya berkeringat dingin, sampai-sampai seluruh tubuhnya basah Kuyup, karena dia memaksakan Energi Spiritualnya untuk mencari tahu apa sebenarnya yang terjadi.


Karena David Laiya tidak bisa berinteraksi dengan Ki Buyut, sehingga dia bisa memastikan bahwa Ki Buyut dan beberapa saudaranya, telah tewas ditangan anak sialan itu, dengan Cepat Ki Buyut membuka mata bathinnya untuk berhubungan dengan Kakeknya Yerfan Laiya.


Ketika David Laiya membuka mata bathinnya dan berinteraksi dengan Yerfan Laiya, dalam sekejab Davi Laiya sudah berada ditempat yang gelap namun dipenuhi dengan cahaya-cahaya yang telihat sangat indah.

__ADS_1


David Laiya melihat Yerfan Laiya sedang duduk dan bersilah diatas sebuah batu, kemudian dia berkata "Ada apa kamu datang kemari? Kamu hanya bisa menggangguku tanpa kamu membawakanku Bahan-bahan peningkatan Kultivasi" ketus Yerfan Laiya yang masih menutup matanya.


"Maaf Kek, saya sudah dipenjara! Karena saya sudah menyandra keluarga Song, sehingga saya ditangkap! Itu semu karena Bocah sialan itu, namanya Lemon" David Laiya berkata tegas, terpancar hawa membunuh dimatanya.


Yerfan Laiya sangat terkejut, ketika dia mendengar pernyataan dari David Laiya, sehingga dia membuka kedua matanya kemudian dia berkata dengan berteriak: "Kurang Ajar! Siapa yang sudah berani menginjak-injak kehormatan keluarga Laiya, dia harus menerima hukuman yang setimpal" sambil dia mengepalkan tinjunya.


"Namanya Lemon Kek! Kakek bisa memanggil anak saya Marko, untuk mendapatkan Informasi yang lebih akurat, dia harus Mati Kek, supaya saya lepas dari penjara ini" kata David Laiya tergesag-gesa karena mata bathinnya akan segera menghilang, dan tidak menunggu lama jiwa David Laiya langsung tertarik kembali kedalam Jiwa Aslinya.


David Laiya sangat Ngos-ngosan, dengan seluruh tubuhnya berkeringat dingin, sehingga dia langsung turun dari tempat tidurnya dan berjalan kearah meja kecil disamping, dan meraih botol Minumannya.


David Laiya langsung meneguk Air Mineralnya, kemudian dia duduk lemas dilantai sambil dipenuhi dengan keringat dingin, karena Energi Qi Esensialnya telah terkuras habis.


Didalam lorong dan ruangan rahasia dikediaman Laiya, Yerfan Laiya membuka matanya dengan kaget, dia tidak menyangka David Laiya mengalami masalah yang sangat memilukan seperti itu.


"Siapa sebenarnya Anak itu, kenapa saya tidak bisa memindainya dari Jauh, hanya wajahnya saja yang bisa saya pindai" Ucap Yerfan didalam hatinya, setelah dia mengerutkan keningnya memindai Tentang Lemon.


Kemudian Yerfan Laiya berjalan keluar, dia sampai disamping rumah keluarga besar Laiya, dia melihat sinar matahari yang begitu cerah, kemudian dia mengangkat tangan kanannya untuk menahan pantulan sinar matahari yang menembus matanya.


"Sudah berapa lama saya tidak melihat sinar matahari, akhirnya hari ini saya baru bisa melihat lagi sinar matahari" Yerfan Laiya membantin dalam hati.


Yerfan Laiya bertahun-tahun bertapa didalam Ruangan Rahasia keluarga Laiya, untuk menaikan tingkatan Kultivasinya yang berada ditahap Inedia ingin melangkah ditahap penempaan Bumi Lapisan pertama.


Namun hal itu tidak berjalan sesuai dengan kehendaknya, karena energi spiritual yang tidak memadai yang tersedia ditempat kediaman Laiya.

__ADS_1


Yerfan Laiya hanya bisa menghela nafas panjang, ketika dia melihat tingkatan Kultivasinya hanya bisa mencapai, Awal penempaan bumi lapisan pertama.


Yerfan Laiya berjalan masuk kedalam Aula besar, dia langsung disambut oleh beberapa tetua keluarga Laiya, ketika mereka semua melihatnya, semuanya langsung berdiri dan membungkuk memberi hormat "Salam Hormat Tuan Patriak".


Yerfan Laiya hanya menganggukan kepalanya, kemudian dia berjalan melangkah duduk dikursi kepala keluarga yang berada ditengah-tengah Aula, dan kemudian dikelilingi oleh tetua-tetua keluarga Laiya.


"Selamat datang kembali Tuan Patriak, semenjak Patriak David Laiya dipenjara, kami semua menjadi kewalahan melakukan pekerjaan kami masing-masing" Kata salah satu tetua keluarga Laiya.


"Baik! Silahkan kalian lakukan pekerjaan kalian sepertinya biasanya, segera umumkan di siaran pers bahwa keluarga Laiya kembali lagi berjaya dikota Gowe, seperti biasanya" kata Yerfan Laiya kepada salah satu tetua keluarga.


Tetua keluarga tersebut langsung menganggukan kepalanya, kemudian dia langsung melangkahkan kakinya dari tempat itu.


Yerfan Laiya mengepalkan tinjunya, ketika berpikir tentang reputasi keluarganya yang hancur karena Lemon.


Ditempat lain didalam kampus, Marko bersama Vina masuk kedalam loby kampus, tiba-tiba mereka melihat Dewi yang bersama Lea yang sedang asik duduk santai dikursi dilorong ruangan kelas, sambil memegang buku ditangan mereka masing-masing.


Setelah Marko dekat dengan ditempat duduknya Dewi dan Lea, marko berkata sambil melemparkan senyuman congkaknya "Dewi yang cantik! Bagaimana keadaan pacarmu? Si Kurus Miskin itu? Hah".


Dewi sangat terkejut ketika dia mendengar pernyataan dari pihak lain, dia tiba-tiba teringat dengan kejadian dipantai Kute, sewaktu Marko bersama dengan beberapa orang-orang yang memakai Jubah dari Kuil.


Dewi langsung berdiri dan memberikan tatapan tajam kepada Marko, ketika dia mengingat kejadian beberapa hari yang lalu, yang membuat Marko mengangkat sedikit sudut bibirnya, ditambah lagi Vina yang menatap Dewi bagaikan Hantu.


"Aku kan hanya menanyakan saja, tentang keadaannya, apakah dia masih baik-baik saja ataukah bagaimana" kata Mako ketus.

__ADS_1


Marko sedang memprovokasi Dewi, supaya Dewi memberitahukan keberadaan Lemon, kalaupun Dewi tidak memberi Informasi yang banyak, setidaknya Dewi akan menelpon Lemon untuk memastikan keberadaannya.


Dan benar saja ketika Marko selesai berkata kepada Dewi.


__ADS_2