
Dennis hanya mengekor Lemon dari belakang, sehingga Lemon terus berjalan kedepan.
Sesampainya mereka didepan ruangan, Widya langsung menyambut Lemon dengan Hormat, Setelahnya Widya juga memperhatikan Dennis yang sedang bersama dengan Lemon.
"Selamat Siang Tuan! Selamat datang.. Silahkan Masuk" Kata Widya dengan membungkukkan sedikit tubuhnya kepada Lemon.
"Iya makasih" Jawab Lemon singkat sambil dia menekan tombol buka.
Lemon masuk kedalam Ruangan CEO, dengan diikuti oleh Widya dan Dennis.
Dennis menatap keatas pintu yang sudah bertuliskan Ruangan CEO Perusahaan Yayasan Kuil Naga.
Setelag sampai kedalam ruangan, Dennis menatap seluruh isi ruangan, Namun dia tidak menemukan ada orang lain disana.
Denni sedikit terkejut dengan mengerutkan keninganya, sewaktu dia melihat Lemon yang berjalan kearah Kursi CEO dan duduk disana.
"Mon! Ngapain kamu duduk disitu? Itu Kursi CEO Perusahaan ini" Ucap Dennis dengan sedikir berbisik kepada Lemon, sambil dia menggerak-gerakan tanganya mengusir Lemon.
Namun Lemon hanya tersenyum kecut, ketika melihat Sikap Dennis yang sangat terlihat frustasi dengan kelakuakn Lemon yang sudah berani duduk dikursi CEO.
"Silahkan Duduk" widya angkat bicara mempersilahkan Dennis untuk duduk dikursi sofa yang berada disamping Meja Kerja CEO.
Dennis hanya menurut dengan tatapannya masih saja terus tertuju kepada Lemon, Dennis duduk disofa bersebelahan dengan Widya Sirait.
"Kamu panggilkan Hasrat, biar datang kesini, ada yang mau ingin saya sampaikan" Lemon berkata tegas kepada Widya, yang langsung dianggukin oleh Widya.
Sekitar 3 Menit telah berlalu, Pintu terbuka dan Kepala Hasrat Naibaho muncul dari luar pintu.
"Salam Tuan! Selamat Siang" Sapa Hasrat dengan membungkukan badannya kearah Lemon, setelah itu dia menundukkan kepalanya kepada Dennis, yang membuat Dennis sontak sangat terkejut dengan apa yang baru saja dia lihat.
Lemon beranjak dari tempat duduknya, kemudian dia duduk disofa yang bersebelahan dengan Dennis.
__ADS_1
"Kalian berdua dengarkan! Ini adalah Dennis, dia teman saya kuliah dan sekaligus teman seasrama saya, jadi mulai besok dia akan menjadi Sekretaris Kedua CEO Perusahaan Yayasan Kuil Naga, silahkan diumumkan" Lemon berkata sambil memperkenalkan Dennis.
"Baik Tuan! Kami akan melakukan yang terbaik" Jawab Widya dan Hasrat bersamaan.
"Dennis... Mulai sekarang kamu menjadi Sekretaris CEO di Perusahaan ini, Perusahaan Yayasan Kuil Naga, saya berharap kamu bisa bekerjasama dengan Widya dengan baik, Jadi mulai besok kamu bisa mulai bekerja, artinya kamu yang mengatur Jadwalmu, selesai perkuliahan kamu langsung datang kesini" Ucap Lemon panjang lebar, yang membuat Dennis hanya menatap Lemon dengan menundukkan kepalanya.
Dennis benar-benar bagaikan terhipnotis dengan apa yang dia rasakan saat ini, dia sekarang memiliki perasaan yang campur aduk.
"Ba.. Baik Mon! Saya akan berusaha semaksimal mungkin, sesuai dengan kemampuan saya, dan saya berjanji akan terus belajar untuk menguasai cara mengelola perusahaan" Jawab Dennis terbata-bata.
Lemon menatap kearah Hasrat Naibaho, kemudian dia berkata: "Kamu berikan dia fasilitas perusahaan, biarlah mulai malam ini dia sudah tinggal diapartemen perusahaan".
"Baik Tuan! Saya akan mengaturnya dengan baik" Sahut Hasrat Naibaho dengan tegas.
"Dennis.. Mulai malam ini kamu akan langsung tinggal diapartemen Perusahaan, kamu akan mendapatkan fasilitas perusahaan, jadi saya harap kamu tidak mengecewakanku" Ujar Lemon sambil menepuk-nepuk pundak Dennis.
"Baik.. Saya akan terus melakukan yang terbaik" Jawan Dennis dengan membungkuk.
Selesai memberikan perintah, Lemon beranjak kembali dimeja kerjanya, dia melihat tumukkan berkas Kontrakan yang sudah sangat banyak, dia hanya menghela nafas panjang kemudian dia duduk dengan santai.
Hasrat langsung membawa Dennis untuk melihat ruangannya, dan sekalian melihat Apartemen tempatnya tinggal.
Dennis diberikan arahan oleh Hasrat setelah mereka sampai diruangan kerjanya, dengan masih ditemani oleh Widya Sirait.
"Saudara Dennis! Kamu dan Widya akan selalu bekerjasama, tapi ingat! Saudara Dennis kan temannya Tuan Lemon dikampus, saya berharap saudara Dennis tidak akan menceritakan tentang identitas Tuan Lemon kepada Siapapun, termasuk kepada kekasih Tuan Lemon, Nona Dewi" Hasrat Berkata memberitahukan segala macam peraturan yang berlaku diperusahaan Yayasan Kuil Naga.
"Baik Tuan! Saya berjanji demi hidup saya" Ucap Dennis dengan tegas sambil dia menundukkan kepalanya.
Widya juga tidak kalah diam, dia memperkenalkan dirinya kepada Dennis, dan setelah itu Hasrat Naibaho membawa Dennis untuk pergi keapartemen perusahaan yang akan menjadi tempat tinggalnya.
Kembali didalam ruangan Kerjanya, Lemon sedang berpacu dalam tanda tangan kontrak dengan berbagai Anak Cabang Perusahaannya yang tersebar diberbagai daerah Propinsi.
__ADS_1
Ketika Lemon sedang sibuk dengan tumpukan berkasnya, tiba-tiba hembusan angin kencang menerpa didepannya, yang membuat beberapa surat-surat kecil berterbangan diatas langit.
Namun sebelum kertas kecil itu jatuh kelantai, dengan sigap satu jari menahannya diatas langit, kemudian jari itu meletakan kembali surat kecil itu diatas Meja kerjanya Lemon.
Lemon mengerurkan keninganya, ketika dia melihat sosok yang berada dihadapannya saat ini, dengan membungkuk hormat Lemon langsung memberi salam.
"Salam Hormat Kek! Mohon maafkan saya yang masih labil pengetahuan ini, saya sudah lama tidak menemuimu" Ucap Lemon dengan nada penyesalan, sementara kepalanya masih menunduk.
"Heemm.. Itu bukan suatu perkara, kau menemuiku atau tidak , itu terserah kamu, yang jelas kamu harus pergi keGunung Silewe pada bulan purnama Bulam Dua belas" Sahut Elisama Seorang Kakek yang menjadi Guru Lemon dalam membukaa Mata Bathinnya.
"Tapi Kek!! Aku dilarang untuk pergi ketempat itu" Sergah Lemon dengan nada penasaran.
Elisama menatap Lemon dengan tatapan tajamnya, kemudian di menggeleng pelan lalu bertanya "Siapa yang melarangmu untuk pergi kesana?" Ujar Elisama dengan nada datarnya.
"Emm.. Emm.. Anu..anu.. Kek" Lemon berkata gelapan dia jadi takut untuk memberitahukan yang sebenarnya.
"Hemm.. Saya tahu yang melarangmu untuk pergi? Pasti dia seorang perempuan? Betulkan?" Tanya Elisama dengan senyuman yang tidak bisa diartikan.
Lemon mengerutkan keningnya, dia menjadi penasaran dengan perkataan Elisama padanya, sehingga dia hanya bisa menganggukan kepalanya.
"Kok bisa kakek tau? Apakah kakek sudah pernah bertemu dengannya?" Ucap Lemon dengan wajah penasarannya.
"Masih belum waktunya kamu tau tentang semua itu, itulah sebabnya saya menyuruhmu untuk pergi ketempat itu, supaya kamu bisa kuat dan mampuenghadapi berbagai macam kemungkinan dan kebenarannya" Ujar Elisama dengan wajah santainya.
"Segeralah tingkatkan kekuatanmu! Supaya kamu tidak kewalahan menghadapi berbagai macam kemungkinan yang terjadi" Elisama berkata memberi saran.
"Baik Kek.. Saya akan melakukan yang terbaik" Jawab Lemon dengan hormat sembari dia menundukkan kepala.
Tiba-tiba Lemon terkejut ketika dia melihat Elisama sudah tidak ada lagi dihadapannya.
Lemon hanya bisa menghela nafas panjang ketika dia menyadari Elisama sudah menghilang.
__ADS_1
Lemon menepuk-nepuk kepalanya, dia seakan tidak percaya dengan apa yang barusan dia lihat.