
Tidak berselang lama, Widya kembali dengan beberapa berkas ditangannya, kemudian dia meletakannya dimeja dihadapan Lemon.
Karena situasi yang sangat buru-buru, Lemon langsung menandatangani Kontrak Antara Perusahaan Yayasan Kuil Naga dengan Perusahaan Keluarga Chandra, Lemon tidak lagi meneliti satu persatu.
Sehingga setelah Lemon selesai menandatangani kontrak tersebut, Widya langsung membawa Kontrak tersebut kepada Dewi yang masih menunggu diruang tunggu bersama Lea.
Mendengar langkah kaki dari luar ruangan, Dewi kembali duduk dikursi sofa yang ada didalam ruangan itu.
"Maaf Non, agak sedikit terlambat, karena maklumlah, CEO kami terlalu banyak Dokumen yang harus dia tandatangani" Kata Widya tersenyum sambil dia meletakan Kontrak dimeja didepan Dewi.
"Oh Tidak apa-apa, saya yang seharusnya meminta maaf, karena sudah merepotkan kalian" Kata Dewi singkat dengan senyumannya yang sangat Ayu.
"Oh ya Non! Sedikit penjelasan, bahwa nama yang tertera didalam Kontrak ini adalah Namanya Non, karna CEO mengatakan kalau nama kepala keluarga yang dimuat di dalam Kontrak, akan semakin lama dan memakan waktu saja" Kata Widya sang Sekretaris CEO menjelaskan.
"Tidak masalah mba.. Asalkan perusahaannya mba mengijinkan saya untuk tandatangan" ujar Dewi seraya dia meraih Kontrak diatas Meja.
Ketika Dewi hendak menandatangani kontrak itu, tiba-tiba Hasrat Naibaho memanggil Widya, yang membuat Dewi dan Widya melihat kearah pintu, namun hanya suaranya yang terdengar sementara tubuhnya tidak kelihatan, sehingga Dewi buru-buru menandatangani Kontrak tersebut.
Namun sebelum Dewi menyerahkan Kontrak tersebut, Dewi sempat melirik nama CEO yang tertera dibawah namanya.
Namun Widya telah meraih Kontrak itu, karena dia buru-buru untuk mengejar Hasrat, karena ada sesuatu yang penting yang akan mereka bicarakan.
"Apa sudah selesai Nona? Karena Kontrak ini langsung diproses, supaya dananya langsung ditransfer direkening Perusahaan Keluarga Chandra" Kata Widya yang terlihat tergesa-gesa.
Setelah Widya meninggalkan ruangan itu, Dewi kembali merenung, kemudian dia berkata dalam hati "Lemon!! nama CEO perusahaan ini, namanya Lemon? Apakah itu Lemon? Aahh.. Tidak Mungkin" dia berpikir tentang Kekasihnya Lemon Nababan.
__ADS_1
Namu Dewi segera membuang pemikiran itu, bahwa Lemon pemilik perusahaan ini, karena dia sudah tau dengan detil keadaan Lemon yang berasal dari keluarga Miskin dari Desa Tora.
Widya sampai diruang kerja Lemon, dia langsung memberitahukan tentang Dana yang akan ditransfer ke keluarga chandra, kemudian Lemon langsung menyetujuinya kemudian dia berkata kepada Hasrat "Mana Berkas yang kamu bikang tadi, yang wajib saya tandatangani?".
"Oohh.. Maaf Tuan! Kita harus menunggu Pihak Bank langsung" Jawab Widya terburu-buru memotong perkataan Lemon.
"Menunggu dari Pihak Bank? Apa maksudnya itu" tanya Lemon penasaran, sambil dia mengerutkan keningnya.
"Maaf Tuan! Saya menjelaskan sedikit, Jadi! Perusahaan kita kan sedang mendapatkan transferan Dana dari berbagai cabang, jadi batas maksimum uang yang ditampung di Rekening Perusahaan kita, itu sudah melebihi ambang batas maksimum, jadi wajib uang itu ditransfer direkening Pribadi Tuan Lemon, supaya tidak terjadi erorr direkening Perusahaan" Dewi mejelaskan Panjang Lebar dikali dengan luasnya.
"Jadi seperti itu tuan, hal ini juga terjadi dibulan yang lalu, namin itu sudah teratasi ketika keluarga chandra mengajukan proposal, sehingga Uang direkening perusahaan menjadi Normal kembali" Ujar Hasrat dengan wajah jujur.
"Oohh.. Oke.. Tidak apa-apa, saya tunggu kalau begitu" Lemon menjawab dengan santai.
"Baik Tuan, kalau begitu saya pamit permisi, karena masih banyak yang harua saya kerjakan" Widya pamit untuk kembali keruangannya.
Tidak menunggu lama, Notifikasi masuk di HP Dewi, bahwa Uang sudah ditransfer kerening perusahaannya, sebesar 2,5 triliun.
Mata Dewi terbelalak dan terbuka lebar, ketika dia melihat Notifikasi tersebut, seakan dia tidak percaya, dan sedang bermimpi.
Lea yang melihat ekspresi tegang Dewi, dia langsung menghujat Dewi dengan pertanyaan: "Wii.. Kok wajah kamu tegang begitu? Ada apa?".
Dewi tidak menjawab apa-apa, namun dia hanya menggelengkan kepalanya, sambil dia menatap Lea dengan mencubit pipinya.
"Aaaooo.. Sakit!!" Dewi berteriak ketika dia mencubit pipinya dengan begitu keras.
__ADS_1
"Kok kamu cubit pipimu sendiri, emang kamu pikir kamu lagi berada di negeri dongeng" Ketus Lea sambil memonyongkan bibirnya, karena dia kesal dengan kelakuan Dewi yang seperti orang kesurupan.
"Bukan loh Lea, lihatlah ini" sambil memperlihatkan Notifikasi SMS yang masuk di HPnya "ini sudah sangat banyak, sudah gak sesuai dengan pengajuan diproposal" ujar Dewi keheranan.
"Apa jangan-jangan mereka salah ngirim?" Jawab Lea dengan wajah tak percaya, kemudian dia melanjutkan "Lebih baik kamu temui mba tadi yang mengurus dokumenmu".
Selesai berkata mereka langsung melangkah keluar, mereka hendak mencari Widya sang sekretaris CEO.
Namun sebelum mereka melangkah keruangan Widya, mereka berpapasan dengan Hasrat Naibaho, yang membuat Lea dan Dewi sangat terkejut, ketika mereka melihat Hasrat Naibaho yang memegang beberapa dokumen ditangannya.
Dewi terkejut ketika dia menatap Hasrat, kemudian dia hendak berkata, namun dengan cepat Hasrat membungkuk dan meninggalkan mereka berdua.
Namun sebelum Hasrat menghilang dari tempat itu, dia menghentikan langkahnya ketika dia mendengar suara Dewi.
"Tunggu!" Teriak Dewi kecil, ketika dia melihat Hasrat dengan terburu-buru meninggalkan mereka berdua.
Hasrat Naibaho membalikkan badannya perlahan, karena dia tidak berani tidak menghiraukan perkataan Dewi, karena selain Dewi adalah anak dari Keluarga Chandra dia juga termasuk kekasih dari Pimpinannya, sehingga mau tidak mau dia harus tetap tinggal sebentar untuk berhadapan dengan Dewi.
"Iya Non" Kata Hasrat pelan sambil membungkukan badannya, setelah dia sampai didepan Dewi.
Sambil mengangkat tangannya memikirkan sesuatu, sambil dia menggerak-gerakan jari-jarinya memukul-mukul lembut bibirnya, Dewi bertanya kepada Hasrat "bukankah kamu yang sering bersama Lemon kan?" Tanya Dewi dengan ekspresi penasaran.
"Em.eem..iya betul" Jawab Hasrat Singkat terbata.
"Lalu kenapa kamu berada disini? Tujuan apa kamu berada disini" kata Dewi kembali bertanya.
__ADS_1
"Eemm..saya. Saya bekerja disini Non" Kata Hasrat yang masih menundukan kepalanya.
Namun sebelum Dewi bertanya panjang lebar, Widya sudah muncul didalam ruangannya, kemudian menghampiri mereka.