
Lemon yang sangat kecapean, dalam sekejab dia sudah tertidur terlelap.
"Wuss..." Hembusan angin tiba-tiba terdengar, yang membuat Lemon terbangun.
Lemon langsung mengejar arah hembusan angin tersebut, dan dia melihat lintasan cahaya yang sangat menyilaukan bagaikan matahari, cahaya tersebut sedang berada diatas Danau dibelakang rumahnya.
Lemon mengamati cahaya itu dengan teliti, namun cahaya itu semakin lama semakin redup, cahaya itu berubah menjadi sebuah gumpalan Awan putih yang sangat cerah.
Cahaya itu kemudian berubah menjadi seekor naga yang sangat besar, hal ini membuat Lemon sangat terkejut dan seakan tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.
Namun Lemon tetap saja Memperhatikan Naga tersebut, ketika naga tersebut menatap Lemon dengan tatapan dipenuhi dengan Niat membunuh.
Tatapan Naga itu sangat dingin, membuat Lemon sedikit gemetar, namun Lemon tidak mau bergeming untuk menghadapi Naga itu.
Perlahan-lahan naga tersebut mendekat kearah Lemon, dengan mengibas-ngibaskan ekornya yang terlihat panjang itu.
Lemon membukakan Jendela, yang membuat Cahaya keemasan dari naga tersebut sangat terlihat menyilaukan.
"Kenapa kamu mendatangiku?" Lemon bertanya dengan suara lantang.
"Seharusnya kamu sudah lebih duluan tahu, tentang kedatanganku kemari" Naga itu berkata dengan suara yang bergema.
"Saya tidak pernah mengganggumu!! Saya rasa kita tidak ada rasa dendam satu sama lain" Lemon berkata dengan menatap tajam kearah naga emas itu.
"Kamu jangan pura-pura tidak tahu.. Saya mencium bau Raja Naga didalam dirimu"... Sambil mengangkat kepala tinggi-tinggi.
"Saya tidak salah lagi, Kamulah yang telah membunuh Raja kami" Naga itu terus berkata dengan tatapannya yang provokasi.
"Heemm... Sepertinya kamu sudah salah sangka, saya tidak pernah membunuh Raja kalian, Namun Raja kalianlah yang dengan ikhlas untuk meleburkan jiwanya" Lemon berkata sambil menggelengkan kepalanya.
"Dasar Bocah sialan.. Kamu masih saja mengelak" Naga itu berkata dengan dipenuhi rasa niat membunuh.
Naga Emas mengeluarkan raungan yang sangat menggelegar, dan dari dalam mulutnya keluar semburan Api yang sangat besar.
Semburan api disemburkan kepada Lemon, yang membuat Lemon menjadi kelabakan, dia tidak menyangka ada penyerangan Naga malam ini.
Lemon berhasil menghindar serangan Naga Emas tersebut, yang membuat meja Marmer dibelakang Lemon Hancur menjadi Abu gosong.
Lemon melihat meja yang telah hancur menjadi abu, dia sangat terkejut dengan keganasan serangan naga emas tersebut.
__ADS_1
"Dasar Naga sialan, ternyata dia tidak main-main dalam bertindak" Lemon bergumam dalam hatinya.
Melihat serangannya berhasil dihindari Oleh Lemon, Naga Emas itu kembali menyemburkan Kobaran Api, yang sangat besar 2 kali lipat dari Mulutnya.
Lemon lagi-lagi berhasil menghindar dari serangan naga emas itu, yang membuat Naga Emas semakin geram untuk menghajar Lemon.
"Kamu memang Dasar pengecut, Kamu tidak punya nyali untuk melawan, kamu memang tidak layak mendapatkan kekuatan Raja Naga" Naga berkata memelas, karena melihat Lemon yang tidak bisa memberikan perlawanan yang kuat.
"Hehehee.. Saya takut kamu akan langsung Musnah dari Muka Bumi ini, jika saya langsung menghadapi seranganmu itu" Lemon berkata mencibir.
"Bocah Sialan... Kamu memang hebat membual.. Ayoo... Buktikan apa yang kamu katakan barusan, kita buktikan diantara kita siapa yang pantas masih hidup dimuka bumi ini" Naga Emas berkata dengan Mata memerah, karena amarahnya yang meledak-ledak.
"Heemm..." Lemon hanya bisa menghela nafas panjang, mendengar kata-kata dari Naga Emas.
"Baik kalau itu yang kamu inginkan" Selesai berkata, Lemon langsung melompat keluar, dia terbang kearah Naga Emas.
Naga Emas melihat Lemon yang terbang kearahnya, dia langsung mengibaskan Ekornya, menghantam Lemon.
"Bruuk.." Suara Pukulan Ekor Naga yang mengenai tubuh Lemon, yang membuat Lemon terjatuh ketanah dengan suara yang keras, membuat tanah tersebut berlubang sangat besar.
Lemon tidak terlihat didalam lubang yang sangat besar, yang membuat Naga Emas itu menjadi tenang dan bangga.
Namu tiba-tiba, tangan Lemon terlihat bergerak dari dalam lubang, kemudian dia berjalan dengan tegak, sambil menatap Naga Emas dengan penuh Provokasi.
"Saya bisa mengampunimu, apabila kamu meleburkan jiwa sendiri" Lemon berkata sambil berjalan kearah Naga Emas.
Naga Emas terlihat marah, ketika dia mendengar perkataan Lemon.
"Bocah Sialan... Kamu memang pantas Mati" Naga Emas meraung dengan keras, sambil membuat kobaran api yang sangat besar.
Melihat Semburan Api dari Naga Emas, Lemon mengarahkan Energi Spiritualnya ke tangan kanannya, yang membuat tangan kanannya diselimuti oleh Asap Putih yang tebal.
Lemon mengarahkan pukulannya kearah semburab Api dari Naga Emas, yang seketika terdengar suara.
"Duuaar..." Suara tabrakan terdengar.
Lemon melompat kearah Naga Emas, kemudian tinjunya dia arahkan kemulut Naga Emas, yang membuat semburan Api Naga Emas menjadi hilang dan membakar dirinya sendiri.
Raungan Naga Emas sangat besar "Grooaar"..
__ADS_1
Jeritannya sangat besar karena rasa sakit, seluruh bagian kepalanya terbakar kobaran apinya sendiri.
Melihat Naga Emas yang kesakitan, Lemon tidak tinggal diam, dia melompat sekali lagi menendang kearah bagian leher kepala Naga Emas.
"Bruuk".. Suara patah tulang terdengar ketika kaki Lemon menendang leher Naga Emas.
Mata Naga Emas menjadi layu, namun sebelum dia menutup matanya dia berkata: "Kamu Memang Hebat, pantas kamu menjadi Raja Naga, kamu memang titisan Raja Dewa Perang, saya telah meremehkan kemampuanmu, saya akan meleburkan jiwaku untuk kupersembahkan padamu, saya berharap kamu tidak menolaknya" Selesai berkata Naga Emas, berubah menjadi sebuah cahaya yang sangat menyilaukan.
Cahaya Naga Emas berubah menjadi kecil, kemudian cahaya tersebut terbang kearah Lemon, kemudian Lemon membuka Mulutnya.
Cahaya Keemasan tersebut langsung terbang kedalam Mulut Lemon, kemudian Lemon menstabilkannya melalui Dantiannya.
Lemon merasakan sekujur tubuhnya terasa terbakar, kemudian dia bergegas berlari mencari tempat di hutan, karena dia tahu dia akan menerobos ketingkat tahapan selanjutnya, sehingga dia takut kembali masuk kedalam Rumahnya dan memilih untuk didalan hutan saja.
Setelah menemukan tempat yang tepat, dia langsung duduk bersilah dan menunggu tahapan selanjutnya.
Tiba-tiba Dunia menjadi Gelap Gulita, Kegelapan menyelimuti seluruh Kota Gowe, Petir tiba-tiba menggelegar diberbagai sudut kota.
Dari dalam tubuhnya, reaksi cahaya keemasan mulai membom-bardir tempat itu, Lemon mengerang kesakitan, seakan tubuhnya hancur berkeping-keping.
Tiba-tiba dia melayang diatas langit, petir tornado menghantam tubuhnya, yang membuat seluruh tubuhnya terbakar dan gosong.
Lemon tidak mampu menahan rasa sakitnya, sehingga hantaman petir pertama membuatnya pingsan.
Salakan petir terus saja membom-bardir tubuh Lemon, yang mengakibatkan tempat dia berada menjadi tanah tandus, semua pohon-pohon dan rumput menjadi kering, karena terbakar oleh hantaman petir.
Cahaya terang yang sangat menyilaukan terlihat dari tubuh Lemon, pancaran sinar itu bagaikan Matahari dipagi hari.
Perlahan-lahan Lemon membuka matanya, kemudian melihat seluruh tempat itu sudah sangat hancur berantakan, namun proses penerobosannya masih belum berakhir.
Tiba-tiba Petir yang sangat dahsyat menghantam Tubuhnya, yang mengakibatkan dia terlempar kedalam jauh ke dalam Danau.
Seluruh kota menjadi Sangat Gelap, terkecuali Danau dimana Lemon terjatuh, Danau tersebut mengeluarkan Cahaya yang sangat besar dan menyilaukan bagaikan siang hari.
Waktu terus berlalu hingga pagi hari tiba, keadaan sudah menjadi normal kembali.
Lemon terlihat telungkup jatuh diatas pasir, kemudian matanya pelahan-lahan terbuka, dia bangkit dan terbangun.
Lemon sedikit mengernyitkan keningnya, karena dia melihat sudah mau menjelang Pagi hari, Kemudian Lemon mengibaskan tangannya, tiba-tiba kekuatan Energi Spiritual menyelimuti seluruh tubuhnya.
__ADS_1
Wajah Lemon sedikit terkejut, namun dia mengingat kejadian semalam, yang membuat dia sektika menjadi tenang kembali, dia sekarang merasakan kekuatannya sudah meningkat dari tahap sebelumnya.