
Ardin langsung membungkuk hormat, kepada Anggota DPR tersebut, kemudian dia berkata: "mohon beri kami waktu tuan, kami akan bekerja keras, untuk mengungkap siapa dibalik masalah ini".
"Baik! Saya beri waktu anda 2 hari" selesai berkata orang itu langsung pergi.
"Sialan! Saya harus menemukan cara mengungkap kasus ini" Sambil menggertakan giginya, Ardin berlalu pergi kembali keruangan kerjanya.
Kehancuran dan Kehilangan Kepala Keluarga Song dan Putrinya, sudah menjadi berita utama dibeberapa Media, dan membuat kehebohan dikota Gowe, sampai Provinsi Tera.
"Buuks.. Bruks" suara tamparan dan tendangan, berulang-ulang terdengar, tamparan itu terus saja dilayangkan diwajah Valen Song.
"Kamu pikir kamu bisa keluar hidup-hidup dari tempat ini!" Rius menatap wajah Valen Song dengan jijik, dia memegangi kerah baju Valen Song, yang sudah kelihatan tidak lagi berdaya.
"Cepat Kamu tandatangan surat ini!" Rius memaksa Valen Song untuk menanda tangani surat, pemindahan harta Keluarga Song kepada David Laiya.
"Dasar b'jingan! Sampai matipun saya tidak akan menanda tangani surat itu" Valen Song berkata sambil mengangkat Wajahnya, yang sudah kehilangan tenaga itu, dan membengkak seperti wajah kerbau.
"Dasar Tua Bangka K'Parat!! Rasakan ini" Rius menyeret Valen Song ketanah dan membantingnya kedinding dengan suara Gedebuk.
Tiba-tiba suara langkah kaki terdengar dari luar, kemudian pintu Aula itu terbuka lebar "Hentikan!! Say ingin mengajak Tuan Song berbicara sebelum Ajal menjemputnya" Orang baru masuk itu adalah David Laiya.
"Cuuiih!!" Valen Song meludah ke David Laiya. "Kalau Kamu memang lelaki sejati, lepaskan saya! Kita bertarung satu lawan satu" Valen Song berkata sambil menggertakan giginya.
"Hahahaaa... Sudah didalam Kandang, masih saja menunjukkan kehebatan" David Laiya berkata sambil berjalan, kemudian dia memegang muka Valen Song "Lebih baik Tuan Song menandatangani surat itu, biar urusannya cepat selesai" David Laiya melepaskan tangannya dengan Kasar.
"Heheheee... Saya hanya kasihan padamu, kamu sepertinya sudah kehilangan Akal, walaupun saya mati, kamu tetap tidak bisa mendapatkan sedikitpun harta saya, karena Harta saya semuanya atas Nama Anak saya, jadi tidak ada gunanya kamu mengancamku" Valen Song tersenyum sambil mencibir.
"Dasar b'jingan Tua! Kau berani mempermainkanku!" David Laiya menggertakan giginya karena marah, dia langsung menampar Valen Song, sampai Valen Song terhempas Jatuh kelantai dengan Suara Gedebuk.
__ADS_1
David Laiya sangat marah, matanya merah bagaikan Aliran Darah, kemudian dia melihat Rius dan berkata: "Cepat kalian cari Putrinya! Bawa kemari hidup-hidup, saya ingin melihat? Apakah Valen Song mampu bertahan jika putrinya mati didepannya".
"Baik Tuan" Selesai berkata, Rius berbalik dan melakukan panggilan telepon.
Valen Song kembali diseret kedalam kurungan besi, kemudian dia hanya menggertakan giginya berharap ada bantuan yang datang.
"Kenapa masih belum ada tanda-tanda adanya bantuan, apakah semua keluargaku telah mati, sehingga tidak ada Informasi tentang saya yang masih hidup" Valen Song berkata dalam hatinya.
Waktu terus berputar hingga tengah malam, Suasana Malam dikota Gowe, sangat terlihat Sunyi, suasana Rumah David Laiya sudah hening.
Diujung jalan persimpangan, dekat rumah David Laiya, Lemon bersama Hasrat Naibaho dan beberapa bawahannya memberhentikan mobil.
Kemudian mereka berjalan kearah rumah David Laiya, mereka mendapati Pintu pagar telah terkunci dengan rapi, namun hanya satu gerakan tangan Lemon, gembok pagar langsung hancur seketika.
Hasrat Naibaho bersama bawahannya, perlahan-lahan membukakan pintu pagar, kemudian mereka langsung bergerak masuk kearah Aula belakang, berdasarkan GPS yang ada di Hp kedua bawahannya.
"Boom" suara pintu ketika ditendang, penjaga pintu langsung menyambut Hasrat dan bawahannya, namun dalam sekejab penjaga itu sudah tergeletak ditanah, dengan mata masih terbuka.
Hasrat mendekati Kandang tersebut, kemudian kaget ketika melihat Valen Song, sudah terikat dengan rantai, dia sedang telentang didalam kandang tersebut.
"Tuan Song! Saya adalah bawahannya Tuan Lemon, yang datang untuk membebaskan anda" Hasrat berkat sangat pelan.
"Terimakasih saudaraku, dimana tuan Lemon sekarang?" Valen Song sangat bersemangat, ketika dia mendengar nama penolongnya adalah Lemon.
"Ssst.. Suaranya jangan besar-besar! Tuan Lemon sekarang berada diluar, dia sedang memantau Situasi diluar" Hasrat berkat pelan.
Dengan keahlian Hasrat, dalam sekejab dia sudah membukakan pintu Jeruji besi, yang telah menyandera Valen Song, kemudian Hasrat langsung membawa Valen Song pergi.
__ADS_1
Namun sebelum mereka meninggalkan tempat itu, bawahan Hasrat yang berada didepan, tiba-tiba ditendang terlempar kebelakang, dan terbanting didinding besi, dalam sekejab bawahan itu sudah mati, dalam keadaan mulut dan mata masih terbuka ingin mengatakan sesuatu.
Selangkah demi selangkah, mereka masuk kedalam Aula tersebut, orang-orang itu adalah para Master yang dibayar David Laiya, mereka bersama dengan David Laiya.
"Plok Plok Plok" suara tepuk tangan David Laiya. "Tikus Kecil berani Memasuki sarang Harimau, sungguh keberanian yang sangat luar biasa" David Laiya berkata sambil bertepuk tangan.
Hasrat Naibaho mengernyitkan keningnya, ketika dia melihat David Laiya berkata mencibir.
Para Master dari keluarga Laiya, dalam sekejab mengepung Hasrat Naibaho, yang sedang bersama dengan Valen Song.
"Jangan berharap kalian bisa keluar dari tempat ini dengan kondisi masih hidup" David Laiya berkata dengan mata tajam.
Dia menyapu dengan tatapan tajam, Hasrat bersama Valen Song.
"Heeemm... Saya tidak pernah Gentar menghadapi siapapun, termasuk Anda! Tuan Laiya, saya punya prinsip! Lahir seorang diri matipun seorang diri" Hasrat menggertakan giginya, membalas cibiran David Laiya, sembari dia meletakan Valen Song.
"Hahahaa... Saya suka Nyali seperti itu, tak percuma kamu disebut sebagai Kepala Preman Jalanan Malam Kota Gowe, kamu memang memiliki cukup keberanian" David Laiya berkata tersenyum jahil sambil mengelus Jenggutnya.
Kemudian dian melanjutkan "Lebih baik kamu bergabung dengan saya, saya jamin kesejahteraanmu terpenuhi dengan benar".
"Cuuiih... Saya tidak sudi kerjasama dengan pecundang seperti anda! Anda menyerang orang lain dalam keroyokan" Hasrat meludah, dia membalas perkataan Davi Laiya.
"Kurang *jar! Kalian patahkan tangan dan kakinya, lalu buang disungai Gomo" David Laiya berkata memerintahkan para bawahannya.
Para Master dari Keluarga Laiya, langsung menerjang kearah Hasrat, yang membuat Hasrat sedikit kewalahan, karena serangan dan pukulan mereka cukup kuat.
Serangan mereka cukup diimbangi oleh Hasrat, karena Hasrat sendiri sudah berada ditahap Pembentukan Qi, dan sebentar lagi akan memasuki pembentukan Pondasi.
__ADS_1
"Boom.. Boom" 7 orang sekaligus terhempas kebelakang, mereka semua terkena pukulan dari tendangan Hasrat, Para Master itu terbang cukup jauh, yang mengakibatkan mereka semua tersungkur dan jatuh ketanah, dengan Suara Gedebuk.
Melihat Para Masternya jatuh ketanah dengan suara Gedebuk, David Laiya hanya bisa mengernyitkan keningnya.