
Orang-orang memberikan jalan, dengan serentak pengawal berjas membungkuk hormat, ketika seorang wanita dengan tubuh langsingnya memasuki ruangan itu, namun Lemon masih memasang ekspresi acuh tak acuh.
Seorang pengawal yang berbadan kekar menghampiri kasir, kemudian dengan satu pukulan dia memecahkan sebotol Anggur Merah yang bermerek sangat mahal.
Pelayan dikasir tidak bisa berkutik sama sekali, dia hanya mengalihkan pandangannya kearah Hastat Naibaho untuk meminta petunjuk.
Hasrat Naibaho melirik Lemon, namun Lemon masih tetap menatap lurus kedepan, seakan-akan tidak tahu apa yang telah terjadi.
"Siapa pemilik Klub ini? Hah! Cepat panggil dia datang kesini" Bentak Pengawal berbadan kekar kepada Kasir itu.
"Anda ini siapa? Berani sekali membuat keributan disini?" Jawab Pelayan itu dengan menggertakan giginya.
"Penjaga! Kalian lemparkan pengacau ini diluar, patahkan sebagian anggota tubuhnya untuk Tuan kita, sebagai tebusan karena dia sudah lancang membuat keributan disini" Sambut Pelayan Kasir dengan suara lantangnya.
"Kurang Ajar! Baak Buukk" suara pukulan terdengar, ketika Pengawal berbadan kekar meninju Pelayan Kasir.
Penjaga Keamanan Klub langsung menyerbu kearah pengawal berbadan kekar.
__ADS_1
Melihat para penjaga klub berhamburan, seluruh tamu klub langsung memilih untuk menyelamatkan diri mereka masing-masing, terkecuali para pengawal Gadis cantik yang sedang berdiri menatap seluruh isi ruangan tersebut.
Pengawal berbadan kekar hanya menyeringai, ketika dia melihat beberapa penjaga Klub mengelilingnya.
Hasrat Naibaho hanya menggeleng pelan, dia menatap jijik kepada pengawal berbadan kekar ditambah lagi dengan gadis yang arogan, sebagai pemimpin mereka.
Penjaga Klub dan Pengawal Gadis Cantik, saling serang menyerang dengan berbagai pukulan andalan mereka.
Dalam hitungan Detik setengah dari anggota penjaga klub sudah terkapar dilantai, begitu juga sebaliknya pengawal gadis Cantik.
Lemon menyaksikan semuanya dengan mata telanjang, namun dia hanya menganggap itu sebagai latihan biasa saja.
Pengawal itu langsung terhempas ke Meja kaca tepar dibelakang mereka, meja kaca langsung hancur berkeping-keping.
Melihat pengawal andalannya jatuh ketanah dengan begitu Mudah, Gadis Cantik yang berpenampilan bak Tuan Putri, langsung melompat keatas langit dengan menggunakan Sakto Cungkir balik.
Namun sebelum kakinya mengenai sasaran, kakinya ditendang kesamping, yang membuat Gadis Cantik itu berputar tendangan 180 derajat.
__ADS_1
Gadis Cantik itu memakai hak tinggi dengan tumitnya yang sangat tajam, bagaikan ketajaman pisau, jika sepatunya itu mengenai sasaran, maka pastilah mengalami kerugian yang sangat fatal.
Gadis Cantik langsung terhuyung kesamping, ketika kakinya sudah ditendang kesamping, dia jatuh ketanah dengan suara gedebuk.
Semua pengawalnya langsung menghampirinya, mereka membantu gadis cantik itu untuk berdiri.
Pengawal berbadan kekar berdiri, dengan masih memegangi dadanya yang sudah terkena tendangan dari Hasrat Naibaho, dia langsung berjalan menghampiri gadis cantik yang barusan saja jatuh ketanah.
"Nona Muda! Sebaiknya kita cabut dari tempat ini! Sepertinya klub ini bukanlah klub biasa, lebih baik kita mencari tempat yang lain, yang bisa kita taklukan sebagai sarang kita" bisik Pengawal yang bertubuh kekar ditelinga Gadis Cantik yang berdiri tegap, dengan masih memegangi kakinya.
"Pengecut!! Kau memang dasar pengecut! Dalam kamusku!? Tidak ada yang namanya lawan lebih hebat dari diriku" Sergah Gadis Cantik ketika dia mendengar ajakan lirih dari Pengawalnya.
"Sebaiknya kalau kalian mencari tempat untuk mengembangkan kekuasaan, bukan disini! Kalian carilah dulu tempat yang lain, seperti di tembung, tebing tinggi, atau di Marelan atau belawan, disana masih bisa kalian menunjukkan kehebatan yang tidak seberapa ini" Kata Hasrat Naibaho dengan nada meremehkan.
"Ciih... Aku bernama Wanti Ngurah, keluarga Nomor besar ternama dari Propinsi Tera, kalian jangan berani-berani memperlakukan saya seperti ini!!" Kata Gadis Cantik itu dengan aroganya, gadis cantik itu ternyata bernama Wanti Ngurah.
"Kalaupun kepala keluargamu yang datang kemari, saya pastikan dia akan berlutut dihadapanku, ini adalah kota Gowe, bukan propinsi Tera" Kata Lemon tegas dengan tanpa Ekspresi.
__ADS_1
Wajah semua pengawal keluarga Ngurah menjadi masam, ketika mereka medengar pernyataan dari pihak lain, Yang dengan sengaja meremehkan mereka semua.
"Bedebah!! Kau berani mengatai patriak keluarga Ngurah! Itu sama saja dengan pencemaran nama baik, kau harus membayarnya dengan nyawamu" Kata pengawal berbadan kekar yang sudah berdiri disamping Wanti Ngurah.