
Daman dan Berys saling bertatapan, kemudian mereka saling mengangguk, kemudian dalam sekejab mereka juga melepaskan serangan yang spektakuler.
"Sleessh" suara desingan angin terdengar ditelinga, ketika mereka berlari kearah Lemon bagaikan Peluru, kecepatan mereka sangatlah luar biasa.
Daman dan Berys melompat keatas langit bagaikan burung Elang, kemudian tendangan diarahkan kearah Lemon, dengan gerakan kaki yang saling bertukar diatas langit, membuat Lemon sedikit kelabakan sehingga dia mundur satu langkah, dan menarik kaki kanannya kebelakang dengan posisi kuda-kuda bertarungnya.
"Bruks! Brukss!" Suara terdengar nyaring, ketika tangan Lemon menahan gerakan kaki pihak lain, yang masih berada diatas langit.
Karena gerakan kaki yang begitu banyak, dan memiliki gerakan yang sangat cepat, yang membuat sedikit celah pada tangkisan Lemon, sehingga dua tendangan mendarat langsung didadanya, yang membuat dia terseret kebelakang berkisar 4 meter.
Daman dan Berys langsung turun mendarat ditanah, dengan posisi berdiri tegak dan menghadap Lemon. Dengan Senyuman Sinis mereka tertawa Kecil.
"Anak Ingusan yang banyak membual! Ternyata Kekuatannya hanya seperti itu, kami hanya masih menggunakan kekuatan 50% dari kekuatan kami, namun kamu sudah kewalahan mengahadapinya" Berys berkata ketus kepada Lemon.
"Ciihh!!" Lemon meludah dengan kasar, sambil dia melemparkan tatapan memprovokasi, kemudian dia berkata: "Pukulan ini yang kalian banggakan" sambil dia mengibas-ngibaskan tangannya, menyapu arah dadanya yang terkena tendangan Daman dan Berys.
"Masih setara dengan pukulan anak SD, saya sama sekali tidak bergetar, Ayoo... Kalian keluarkan semua Kekuatan kalian yang Masih tersisa itu" Lemon berkata terus memprovokasi mereka berdua.
Wajah berys berdenyut gemetaran karena marah, dia menggertakan giginya dan mengepalkan tinjunya, dari tinjunya terlihat mengeluarkan Sinar cahaya redup, karena dia mengerahkan seluruh Qi Esensialnya ditangannya.
Kemudian dia berlari secepat kilat, dan dalam sekejab terdengar suara "Boom!" Suara Tabrakan tinju terdengar, yang mengakibatkan seluruh debu-debu ditempat berterbangan disegala arah, yang paling aneh adalah Berys yang telah berantakan, Akibat dari tabrakan tersebut kaki berys tenggelam kedalam tanah sekitar setengah meter, dan seluruh Jubahnya telah hancur compang-camping.
__ADS_1
Berys kemudian berlutut sambil memegang tangannya, sementara Lemon masih berdiri tegap didepannya, dia berdiri dihadapan Lemon bagaikan seorang Kaisar Kerajaan, dengan bawahan dihadapannya.
Kemudian Lemon mengangkat kaki kanannya, kemudian "Boom Boom" dua tendangan menghantam dada Berys, yang membuat Berys terbang keatas langit bagaikan layang-layang putus, dan dia langsung terhempas menghantam Pohon kelapa dan dia jatuh ketanah dengan Suara Gedebuk.
Berys seakan tidak percaya dengan apa yang dirasakannya, dia mengangkat kepalanya sedikit namun tidak bisa, dia merasakan seluruh tulang-tulangnya telah remuk dan ada sebagian yang patah, dan dengan perlahan darah mengalir dari sudut mulutnya.
Berys melihat kearah Lemon, kemudian dia mengangkat telunjuknya dan berkata: "Ka. Kamu akan. Saya, balaskan!” belum selesai dia berkata, tangannya langsung jatuh ketanah dan dia sudah tidak sadarkan diri lagi.
Lemon memutar tubuhnya, dia melihat Daman yang sedang berdiri melamun, kemudian dia berkata: "Apakah kamu masih mau mencoba kekuatanmu?" Tanya Lemon singkat.
Daman memancarkan Aura Niat membunuhnya, kemudian dia menggertakan giginya sambil berkata: "Bangs"t! Kamu berani mengacaukan kami seperti ini" kemudian dia mengangkat tangannya keatas langit, dan dari tangannya muncul Tombak.
"Ini adalah Artefak Kuno, Tombak Leluhur kami, Nias Selatan, dengan tombak ini saya akan membuat kamu mati tanpa jiwa" Daman berkata sambil menatap Tombaknya dan perlahan dia menurunkan dari atas langit.
"Sleess" suara tombak berdengung, ketika daman melepaskan, dia mengarahkannya kepada Lemon yang membuat Lemon langsung melompat bersalto diatas langit, dengan beberapa kali gerakan.
Lemon melirik kearah Hutan, yang memiliki banyak pohon Karet, kemudian dia langsung berlari menuju hutan tersebut, yang mengakibatkan banyak pohon-pohon hancur dan patah, akibat serangan dari tombak tersebut.
Lemon kewalahan menghadapi tombak tersebut, sehingga dalam keadaan terpaksa dia memanggil Raja Naga, sebenarnya Lemon tidak ingin mengekspos senjata andalan itu, namun dia sekarang dalam keadaan mendesak, yang membuat dia tidak punya pilihan.
Seketika Raja Naga keluar dari dalam tubuh Lemon, dengan menjelma sebagai cahaya kecil yang semakin lama menjadi besar dan besar, sehingga berubah wujud menjadi Raja Naga, dengan raungan yang sangat besar, menggertakan seluruh tempat itu.
__ADS_1
Daman mengangkat sebelah alisnya, ketika dia dihadapkan dengan raja naga, kemudian dia menarik kembali tombaknya, dalam sekejab tombak itu sudah berada ditangannya.
Kemudian Daman memperhatikan Raja Naga yang telah terekspos dihadapannya, namun dia berkata mencibir dalam hati "ini hanyalah ilusi semata, mana mungkin ada Naga dalam dunia nyata sekarang ini".
"Heeii Bocah Ingusan! Kamu jangan menakut-nakuti saya dengan ilmu sihirmu itu! Saya tahu kalau ini hanyalah ilusi tiga dimensi, tombak saya ini akan menghancurkan pola dimensinya, dan membuatmu akan menyesal seumur hidupmu" Daman berkat ketus, lalu dia melemparkan Tombaknya kearah Raja Naga.
Melihat ancaman mengarah kepadanya, Raja Naga meraung dengan keras, yang mengakibatkan daun-daunan pohon karet berjatuhan, dan debu berterbangan menghalangi pandangan semua orang.
Raja Naga dan Tombak Arterfak Kuno, kedua senjata benda itu langsung saling tabrakan diudara, yang mengakibatkan Raja Naga mengibaskan Ekornya, dan dalam sekejab Tombak itu patah, sekitar 20 cm.
Raja Naga bergerak dengan cepat, dia menghindari setiap tusukan yang dikerahkan oleh tombak artefak kuno itu.
Tombak Artefak Kuno Daman itu adalah, Tombak andalan masyarakat Nias Selatan pada masa kerajaan Sriwijaya dan Deli. Tombak itu diakui oleh masyarakat zaman dahulu, telah merenggut ribuan nyawa pada saat perang melawan kompeni.
Raja Naga yang sangat murka, dia langsung menghadang Tombak itu, kemudian dia langsung menangkap Tombak itu dengan kakinya, yang mengakibatkan kakinya tertusuk oleh Tombak itu.
Suara Raja Naga begitu mengerikan, ketika kakinya telah ditembus oleh Tombak Artefak itu, yang kemudian Raja Naga itu langsung bergerak, mencabut tombak itu dengan mulutnya, kemudian dia langsung melemparkannya kearah Daman.
Karena debu yang memenuhi tempat itu, sehingga penglihatan Daman menjadi sedikit kabur, dia tidak menyadari ketika Raja Naga melemparkan tombak itu, yang dalam sekejab tombak itu tertancap dijantungnya, yang membuat dia langsung terjatuh ketanah, dengan posisi telentang dan terangkat keatas, karena Tombak yang langsung menembus dadanya sampai kebelekang tertancak ke tanah.
Dengan mata masih terbuka, Daman ingin mengatakan sesuatu, namun itu semua sia-sia karena sekarang dia sudah berada didunia lain.
__ADS_1
Dengan darah segar yang keluar dari sudut mulutnya, Daman Mati dalam keadaan mengenaskan, dia mati dengan senjata pusakanya sendiri.