
"Jangan sampai saya memaksamu untuk keluar, dan saya akan menghilangkan jiwamu untuk selamanya" Kata Lemon dengan penuh ketegasan.
"Heemm.. Kentut! Kamu jangan terlalu banyak berhayal, melihat tubuhmu saja saya sudah jijik, apalagi dengan kemampuanmu, asal kamu tahu? saya ini adalah kepala tentara perang kerajaan Majapahit, dan jiwa kami bebas untuk menempatkan tubuh siapa saja yang kami mau" ujar roh jiwa acuh tak acuh.
"Baiklah kalau kamu keras kepala" Lemon langsung menjetikkan jarinya, kemudian sinar keemasan langsung menyerang roh jiwa itu, namun Roh jiwa itu mampu menahan serangan Lemon dengan satu gerakan.
Kemudian Lemon kembali menjetikkan 2 jarinya sekaligus, dengan dia menggerakan Qi Esensialnya, yang membuat Roh Jiwa itu langsung terpental kebelakang.
Tanpa Lemon sadari, Tubuh Lili juga ikutan terpental ketika Roh Jiwa itu dihantam sinar keemasan dari Lemon, yang membuat semua orang tercengang tak percaya.
Melihat ibunya terpental dan menabrak Meja, Dewi langsung berlari menghampiri ibunya, dan dalam sekejab ibunya sudah jatuh pingsan.
Roh jiwa itu langsung lebur dan menghilang, namun masih ada beberapa jiwa lagi yang masih tersisa, yang membuat Lemon kelabakan, dan dia juga tidak bisa terus menerus menyerbu Roh Jiwa itu, mengingat jiwa-jiwa itu berada ditubuh Lili, karena kalau dia paksakan sekarang, bisa-bisa jiwa Lili ikut lebur dan menghilang, dan dapat menyebabkan Jiwa Lili terganggu dan kehilangan Jiwanya.
Lemon lebih baik memilih untuk menyegel Jiwa itu, untuk sementara sembari dia cara lain yang lebih Efektif, untuk membebaskan jiwa Lili terlebih dahulu.
"Lemon! Apa yang kamu lakukan? Kenapa kamu membunuh ibuku!" Teriak Dewi kearah Lemon, karena Lemon tidak bergerak sama sekali, dia hanya terus menatap ibunya dan mengakibatkan ibunya terlempar kebelakang dan Jatuh Pingsan.
Lemon kembali pada kesadarannya, setelah dia mencabut kesadaran ilahinya dari dalam jiwa Lili, kemudian dia langsung berlari menghampiri Lili yang sudah jatuh pingsan.
Kemudian Lemon langsung menyegel Jiwa itu, untuk sementara waktu, dan dalam sekejab Lili terbangun setelah dia diberikan segelas Air untuk dia minum.
"Apa yang terjadi? Aduuhh.. Kenapa sepertinya tubuhku terasa sakit sekali" Lili berkata dengan penasaran.
"Ibu tadi sudah pingsan, dan ibu ditolong oleh Lemon" Dewi menjelaskan kepada Ibunya.
__ADS_1
Lemon hanya bisa tersenyum menatap Lili, kemudian dia membantu memapah Lili untuk berdiri.
"Terimakasih Nak Lemon, mungkin kalau tidak ada kamu, saya ini tidak tahu harus bagaimana" Ujar Lili serius menatap Lemon.
Lemon tersenyum melihat Lili kemudian dia berkata: "Nyonya jangan terlalu sungkan, itu hanya bantuan kecil".
"Tuan Lemon! Tolong carikan cara untuk menyembuhkan istri saya, supaya Roh Jiwa itu musnah selamanya dan tidak mengganggunya lagi" Restu Chandra berlutut memohon dihadapan Lemon.
Mata semua orang tercengang, ketika Patraiak Keluarga Chandra, berlutut dihadapan Lemon, yang sebentar lagi akan menjadi menantunya.
"Oopss... Patriak tidak perlu melakukan hal ini, saya selalu siap membantu nyonya Lili, namun ini bukanlah saatnya untuk melakukannya" Lemon langsung bergegas memapah Restu Chandra untuk berdiri.
"Lalu kapan lagi kamu menyembuhkannya, apakah kamu tidak perduli dengan keselamatan Keluargaku, hah!" Dewi menggertakan giginya sambil menatap Lemon yang sedang berdiri.
Dewi sudah tidak bisa lagi, mengontrol bicaranya kepada Lemon, karena dia sudah sangat panik dengan keadaan ibunya.
Mendengar penjelasan dari Lemon, Dewi hanya bisa menunduk malu, kemudian dia berkata: "Maaf ya aku sudah menuduhmu yang tidak-tidak".
"Tidak masalah, saya ngerti kok perasaanmu" Lemon berkata sambil tersenyum, yang membuat Dewi menjadi Lega, karena Lemon tidak menanggapi Ocehan tuduhanya tadi.
"Saya akan menulis Bahan Obatnya, biarkan Tuan Kenji mencarinya, karena saya tidak bisa mencarinya, saya akan pergi kesuatu tempat dalam beberapa kedepan" Lemon berkata jujur.
"Oh Baik Tuan Lemon" Jawab Restu Chandra Singkat.
"Heeemm.. Kalau bisa tuan Patriak Panggil saya, seperti Nyonya memanggil saya, karena saya tidak sesuai sebutan Tuan" Lemon tersenyum sambil menyeduh tehnya, yang berada tepat disamping kursinya.
__ADS_1
"Baik Tuan!.. eh.. Nak Lemon" Restu Chandra terbata-bata menyebutnya, karena dia tidak terbiasa dengan panggilan itu.
"Untuk sementara waktu, Nyonya Lili aman dari Roh jahat itu, jadi Nyonya jangan lagi duduk didekat Patung itu" pungkas Lemon dengan tegas, terpancar dari matanya.
"Baik Nak Lemon saya pasti akan turuti" Kata Lili singkat.
Setelah semuanya dirasa beres, Lemon langsung berpamitan untuk pergi, namun Dewi menahannya untuk tidak pergi sekarang.
Dewi langsung menarik lengan Lemon ditaman, tanpa dia memperdulikan keluarganya, namun semua Anggota Keluarga Chandra hanya tersenyum bahagia, mereka semua sudah mengetahui hubungan Dewi dan Lemon, terlebih Restu Chandra beserta Istrinya, mereka hanya tersenyum-senyum, ketika Dewi menarik Lemon bagaikan Kelakuan Anak Kecil.
Setelah Dewi dan Lemon sampai ditaman, Dewi menatap Lemon dengan wajah cemberutnya, kemudian dia berkata "Kamu mau kemana? Seperti yang kamu katakan tadi kepada Ayah, Kenapa kamu tidak memberitahuku kalau kamu pergi kesuatu tempat" Gerutu Dewi cemberut.
Lemon menjaga sikap, berhubung dia berada dikediaman keluarga chandra, sehingga dia hanya bisa berkata: "Saya sengaja tidak memberitahumu, kalau saya pergi kesuatu tempat, karena mengingat tempat itu sangatlah Jauh, dan membutuhkan waktu yang cukup lama" Lemon berkata sambil menghela nafas panjang, sambil dia menatap Dewi dengan Penuh Kasih Sayang.
"Oohh.. Jadi itulah alasannya, Kenapa kamu tidak memberitahuku?" Tanya Dewi sambil dia menatap mata Lemon, dengan Mata berkaca-kaca.
Kemudian dia melanjutkan: "Atau kamu tidak akan kembali lagi, atau kamu sudah wanita lain disana, atau" Namun sebelum Gadis itu banyak mengoceh, terlebih dahulu jari telunjuk Lemon sudah mendarat dibibirnya, Lemon berani melakukan hal itu, karena dia sudah melirik kedalam rumah, dan jelas saja semua orang sudah pada pergi, mereka semua sengaja membiarkan kedua Pasangan yang baru menjalin cinta itu.
Kemudian Lemon berkata: "Sudah! Hentikan semua omong kosongmu itu, saya tidak pernah berpikir untuk mencari wanita lain, cuman saya" Lemon terhenti ketika dia berkata.
"Cuman Apa?" Tanya Dewi Penasaran.
"Heemm... Saya tidak tahu, apakah saya bisa kembali dengan waktu cepat atau bagaimana" Ucap Lemon sambil menghela Nafas.
Kedua tangan Mulus dan kurus, memeluk Lemon dari posisi belakang, dan memeluk Lemon dengan Penuh kasih sayang, Kemudian Lemon merasakan kehangatan Pelukan itu, dan punggungnya merasakan sesuatu hal yang berbeda, ketika kedua Gunung Krakatau milik Dewi mendarat Lembut bagaikan Balon dipunggungnya.
__ADS_1
Lemon hanya bisa memejamkan Matanya, dia merasakan aliran kekuatan yang menyatu, kemudian dia merasakan kebahagiaan yang tak pernah ia rasakan sebelumnya.
"Aku mohon, kamu harus kembali dalam waktu cepat, aku tidak sanggup sendiri jika tidak ada kamu disisiku" Kata-kata Dewi penuh kehangatan, dan satu persatu, Air matanya jatuh menetes dipipi.