PENJAGA KUIL NAGA

PENJAGA KUIL NAGA
Bab 82. Pengeran Misterius


__ADS_3

"Iya betul Pak, Tuan Lemon tidak usah sungkan kepada kami, Apalagi Dewi kan temannya Tuan" Lili juga menimpali berkata.


Sambil tersenyum Lemon melihat teman-temannya yang lain, kemudian dia berucap "Terimakasih juga untuk kalian, karena kalian adalah sahabat-sahabat saya yang baik".


"Aahh.. Bang Bro, tidak usah berterimakasih, anggap saja kita sedang kemping digunung Rinjani.. Hahahaa" Bryan Calvin menjawab sambil tertawa terbahak-bahak, Lemon sudah mengerti sifat Bryan, dia orangnya selalu ceria dan tersenyum.


"Baiklah Tuan Lemon! Kalau begitu kami pamit, kami takut mengganggu acara para kaum muda" Restu Chandra berkata sambil bercanda.


"Baik Tuan Patriak! Silahkan... Oh ya Tuan! Saya minta ijin Dewi untuk mengantarkan nanti saya pulang" Sambil membungkuk Lemon meminta ijin Restu Chandra.


"Tidak apa-apa, tapi ingat jangan terlalu kemalaman" Sambil tersenyum Lili langsung menjawab perkataan Lemon.


Restu Chandra hanya tertawa kecil, ketika dia melihat wajah Dewi yang merah merona karena malu, kemudian setelah berpamitan Restu Chandra dan Istrinya langsung meninggalkan tempat itu.


"Sekarang kita mau kemana?" Lea berbicara menatap Lemon dan Dewi.


"Okelah.. Sekarang kalian antarkan saya pulang" Lemon berkata santai.


"Maksudmu di Asrama?" Dennis membalas Perkataan Lemon.


Lemon menatap Dennis dengan wajah bangga, dia berkata "Bukan! Tapi disuatu tempat".


"Okey! Ayooo"... Tanpa banyak menjawab, Dewi langsung mengajak mereka semua untuk pergi.


Diperjalanan Lemon teringat dengan Mimpinya, sewaktu dia pergi ke Komplek Villa Ginting bersama Dewi, kemudian Lemon mengecup-ngecup pahanya sendiri, dia takut hal ini akan menjadi mimpi lagi.


Ketika sampai dipersimpangan, Lemon berkata untuk membelok, Dewi sangat terkejut ketika Lemon mengatakan untuk membelok, kemudian dia berkata: "Untuk apa kita masuk kekomplek Villa Ginting?.


"Sudahlah! Kamu jangan banyak nanya, ikuti saja!" Lemon berkata datar.


Dewi yang menjadi sebagai Supir mereka, dia langsung membanting setirnya, dia memasuki Gerbang Villa Ginting, sesampainya di Pos Penjagaan Dewi menurunkan jendela mobilnya.


Tiba-tiba Lemon mengernyitkan keningnya, ketika Penjaga itu membungkuk Hormat kepada Dewi.


"Nona Dewi.. Silahkan masuk non" Penjaga itu berkata hormat.

__ADS_1


Dewi menganggukan kepalanya sambil tersenyum, lalu dia melanjutkan perjalanan mereka untuk melewati pintu gerbang Villa Ginting.


Dennis yang berasal dari keluarga miskin, dia tidak pernah menginjakan kakinya dikomplek Villa Ginting, sehingga wajahnya sangat kagum ketika, dia masuk melewati pintu gerbang dengan pelan.


"Kenapa penjaga itu mengenalmu?” tanya Lemon keheranan, karena dia belum tahu tentang seluk beluk Keluarga Chandra.


"Heemm.. Siapa sih? Yang nggak kenal dengan bidadari" Jawab Dewi sembari sumringah dan menggoda Lemon.


"Ciihh!.. Bidadari darimana? Dari Hongkong!"


Balas Lemon mencibir sambil memutar pandangannya kearah Jendela Mobil.


"Hahahaa... Cemberut juga ternyata Pangeran Misteriusku" Ejek Dewi sembari memberhentikan Mobilnya.


Dewi menatap Lemon kemudian berkata: "Kita ini mau kemana?".


Mobil mereka berhenti dikaki Gunung yang menuju puncak Villa Ginting, Dewi menyadari bahwa dipuncak gunung hanya ada satu rumah, dan rumah itu jarang tau siapa pemiliknya.


"Kita lanjut saja keatas" Lemon menjawab datar.


"Aaahh.. Banyak bicara kamu! Minggir! Biar saya yang mengemudi" Lemon langsung bertukar posisi, kemudian dia langsung menancap Gas keatas puncak gunung.


Dennis hanya bisa menutup mulutnya, ketika dia melihat Lemon yang sudah hebat mengemudi, karena Dennis tahu persis Lemon tidak bisa mengemudi, berhubung karena mereka berasal dari keluarga Miskin.


Sesampainya mereka diatas puncak, mereka semua terkejut dengan Panorama keindahan, yang terpampang dihadapan mereka, ditambah lagi dengan nuansa pemandangan Arah Danau Nias yang sangat Jelas dari atas puncak.


Tanpa menghiraukan mereka semua, Lemon berjalan dengan santai karah Rumahnya, namun Dewi tiba-tiba menariknya kebelakang, sambil dia berteriak: "Heeii... Kamu jangan membuat masalah disini! Rumah itu adalah Rumah termahal di Komplek Villa Ginting, saya dengar yang membeli Villa itu adalah orang yang sangat misterius" Dewi berkata panjang Lebar.


Lemon yang merasa gendang Telinganya seakan pecah, dia langsung bergegas pergi dan masuk kedalam rumah.


Melihat Lemon yang masuk dengan menggunakan Kode Akses, dalam sekejab Dewi merasa panik, kemudian dia memegang kepalanya sambil berkata: "Sudah.. Sudah kacau!".


Lea yang melihat Lemon, dalam sekejab dia mengalihkan pandangannya kearah Dewi yang berteriak panik.


"Dewi! Kamu kenapa? Kok kamu merasa gugup seperti itu?" Tanya Lea penasaran, ketika dia melihat Ekspresi Dewi yang sangat Panik.

__ADS_1


Bryan dan Dennis juag ikut mematung, mereka hanya memperhatikan Lemon yang dengan santai membuka Pintu Rumah itu.


"Waaooww.. Rumah ini sangat megah, warnanya juga serasi dengan perpaduan langit yang biru, rumah ini pasti sangat mahal" Dennis berkata bergumam sambil menggelengkan kepalanya.


"Waaduuh! Lemon dapat darimana Kode Akses rumah ini? Bagaimana kalau pemilik rumah mengetahui, kalau ada yang membobol Akses Rumahnya, kan! Bisa masuk penjara" Dewi berkata sangat khawatir.


"Iya ya? Kenapa Lemon bisa masuk kedalam rumah itu?" Lea mengiyakan perkataan Dewi, karena mereka tidak tahu kalau Lemonlah Pemilik Asli dari Rumah itu.


Tanpa mereka sadari waktu terus berlalu, hingga Lemon yang mandi dan berganti pakaian sudah selesai, kemudian dia kembali keluar menemui mereka semua, sedangkan Dewi, Lea, Denis dan Bryan, mereka sudah terlena dengan suasana perdebatan hati mereka, sehingga mereka tidak sadar,


Kalau Lemon sudah berdiri dihadapan mereka.


"Bang Bro! Kok kamu bisa masuk rumah ini? Memangnya siapa yang punya rumah ini?" Ucap Bryan penasaran.


"Oh... ini rumahnya Tuan Saya, dia meminjamkannya sama saya, untuk saya tinggali sementara waktu" Lemon berkata santai.


"Oh... Ternyata Tuanmu" berkata semua berkata oh, sambil mengusap dada mereka masing-masing.


"Pasti Tuanmu itu orang yang sangat kaya ya Mon, sampai-sampai rumah yang semewah ini, bisa dipinjamkan sama kamu" Dennis berkata dengan wajah serius.


"Hehehee.. Iya! Tuan saya itu memang orang kaya" Ketus Lemon.


"Ya sudah sudah! Bagaimana kalau kita pergi Karaokean saja, mumpung ini masih belum sore" Ajak Dewi sambil mencari pembahasan yang lain.


"Iya ni, biar kita sekali-sekali fresh, biarkan Bryan mentraktir kita" Sambung Lemon perkataan Dewi.


"Woooii.. Seharusnya! pasangan yang baru jadian itu yang mentraktir kita "Ketus Bryan Calvin sambil mereka berjalan naik kedalam Mobil.


"Tidak masalah! Saya yang traktir kita hari ini" Jawab Dewi sambil dia membuka Pintu disamping Pengemudi, kemudian dia melemparkan Kunci Mobilnya kepada Lemon.


"Nah... Itu baru Pasangan sejati! Mentraktir teman-temannya" Bryan berkata sambil tertawa kegirangan.


"Dasar Korup lu" Dewi menatap Bryan sambil mobil melaju, menuruni gunung Vila Ginting.


Mereka menghabiskan sisa hari itu, dengan berjalan-jalan berkeliling Kota Gowe, yang membuat wajah Ayu Dewi terlihat semakin menawan, karena senyum-senyum melihat Lemon yang terus berada disampingnya.

__ADS_1


__ADS_2