
Tiba-tiba Hujanpun turun, cuaca menjadi gelap dan kilatan petir menggelegar dimana-mana, dengan cepat Lili bergegas menutup Jendela dan menutup jendela dengan Gorden.
Tanpa disadari ketika Sinar Matahari terhalang karena Gorden, tiba-tiba tubuh Dewi yang sedang melahap makanannya langsung terjatuh kembali diatas tempat tidurnya.
Dewi terjatuh ketempat tidur dengan suara gedebuk, yang membuat wajah semua orang menjadi sangat kaget dan panik.
Semua makanan yang berada dihadapanya Dewi, langsung berserakan jatuh keatas lantai.
Lili langsung meraih Dewi yang sudah tidak bisa bergerak lagi, dengan perasaan panik Restu Chandra membaringkan tubuh Dewi diatas tempat tidur.
"Ayah!! Apa yang terjadi? Kenapa dia kembali menjadi seperti ini?" Tanya Lili dengan deraian ait mata membasahi pipinya.
Restu Chandra tidak menjawab apa-apa, dia hanya bisa menggelengkan kepala kemudian dia duduk dengan lesuh dikaki tempat tidur.
"Mungkin harus Lemon yang menyembuhkannya, lebih baik kita tunggu saja dia kembali dari Pulau Tello" ujar Restu Chandra dengan suara lemah.
Lili hanya bergumam, dia tidak bisa berkata-kata lagi.
Sore hari menjelang malam, Lemon dan Maret Silalahi sampai dikaki Bukit Pedalaman Hutan Pulau Tello.
"Tuan Kita sudah sampai, kami hanya bisa mengantarkan kalian sampai disini, karena untuk masuk kedalam harus berjalan kaki" kata pria yang mengantarkan Lemon.
"Baik Terimakasih.. Mungkin saudara tau, berapa lama kita membutuhkan waktu untuk sampai dipedalaman hutan ini" Tanya Lemon sambil dia memperhatikan kearah Hutan yang berada didepannya dan memiliki Gunung Tinggi.
"Mohon maaf Tuan, kata orang-orang butuh waktu beberapa hari, saya kurang yakin karena saya belum pernah kesana" jawab pak Ojek.
Setelah semuanya beres, dan Lemon meminta mereka untuk menjemput mereka dalam jangka 6 hari lagi ditempat mereka berada sekarang, sehingga Para Ojek dan Lemonpun berpisah-pisah dari tempat itu.
Lemon dan Maret berjalan kaki menyusuri jalan setapak, Lemon mengedarkan pandangannya menyusuri kearah pedalaman Hutan, namun dia tidak menemukan hal-hal yang mencurigakan.
__ADS_1
Malampun tiba, hanya bulan purnama yang menerangi Bumi, begitu juga Lemon dan Maret mereka terpaksa menyalakan Senter untuk melihat jalan.
Setelah berjalan sekian lama, akhirnya mereka menemukan pondok mereka mengamati pondok itu dari jarak yang cukup jauh, Lemon memindai pondok itu dengan kesadaran ilahinya, namun dia tidak menemukam siapa-siapa didalam pondok itu.
Maret Silalahi yang hanya masih berada ditahap Pembentukan Qi, dia merasa ngeri ketika melihat Pondok yang tidak memiliki penerangan itu tiba-tiba muncul didepan mereka, bulu kuduknya berdiri tak terelakan.
"Tuan!! Apakah pondok ini benar-benar ada? Atau hanya ilusi semata" Jelas Maret bertanya dengan penasaran.
"Soal ilusi atau nyata! Nanti kita lihat, sekarang mari kita buktikan kalau ucapanmu itu benar adanya" ucap Lemon sambil dia berjalan bergerak kearah Pondok tua itu.
Maret Silalahi dengan rasa getirnya, dia berjalan mengekori Lemon dari belakang, sambil dia memperhatikan disekitar yang dipenuhi dengan aura-aura mistis.
Lemon mengetuk pintu "Punten!!.. Selamat Malam Kek, Nek... Apakah ada orang didalam??" Teriak Lemon sambil dia melirik Maret Silalahi yang bergidik ngeri.
Lemon melirik obor yang sudah terpasang ditiang Pondok itu, kemudian dalam sekejap dia meraih korek api yang ada didalam sakunya, langsung menyalakan satu obor.
Melihat ada beberapa obor lagi yang masih berada disekitar pondok, dengan sigap Maret Silalahi langsung meraih korek dari tangan Lemon dan langsung menyalakan semua obor yang ada di pondok itu.
Lemon hanya tersenyum miring ketika dia melihat Maret, keberaniannya sudah normal kembali.
Lemon langsung membuka pintu pondok dengan mendorong pintunya, kemudian dia langsung masuk kedalam dan dia mengecek seluruh isi pondok, namun dia tetap saja tidak menemukan siapa-siapa.
Kemudian Lemon Memanggil Maret "Ayoo.. Masuklah, tidak baik kau berada diluar sendirian". "ii..iya Tuan" Jawab Maret langsung berdiri dan berjalan masuk kedalam Pondok.
"Sebaiknya kamu tunggu disini, biar aki mencari makanan diluar" Lemon berkata kepada Maret, yang membuat Maret mengangguk.
Tanpa menunggu lama Lemon langsung bergegas pergi kehutan untuk mencari kelinci, setelah Lemon berjalan beberapa meter dari pondok, dia langsung menggunakan Kesadaran ilahinya untuk mencari keberadaan Hewan disekitarnya.
Dalam hitungan detik, Lemon mendapatkan seekor Rusa Kecil yang sedang tertidur lelap dibawah Pohon besar, sehingga Lemon menggunankan Mata Naga Emas untuk melihat jalan kedepan, dan dalam sepersekian detik dia sampai ditempat Rusa tersebut, dan langsung saja Tombak Artefaknya langsung menembak kearah Rusa kecil.
__ADS_1
Tanpa perlawanan Rusa Kecil tergeletak ditanah, sehingga Lemon tanpa susah payah langsung menganggkatnya dan membawanya kembali kepondok.
Sesampainya dipondok, Lemon memanggil Maret untuk membersihkan Rusa Kecil, dengan telaten Maret Silalahi langsung memanggang Rusa Kecil, karena Maret Silalahi merupakan mantan Anggota dari Rumah Makan BPK ditanah Karo.
Maret menyajikan makanan Lezat dihadapan Lemon, yang membuat mereka langsung merasakan Kekenyangan dan malampun sudah sangat larut, sehingga mereka memilih untuk istirahat.
Namun Lemon memilih untuk berKultivasi, karena dia merasakan Aura Energi yang sangat kuat berasal dari sekitar Pondok, sehingga dia memilih untuk meningkatkan kekuatannya.
Setelah melewati tengah malam, lampu oborpun diluar sudah mulai redup karena diterpa oleh angin malam, hanya Maret Silalahi yang sudah sangat terlelap tidur, sampai-sampai dia ngorok mengusir tikus.
Tiba-tiba Hembusan angin masuk kedalam Pondok, dan perlahan menyelimuti Maret Silalahi.
Lemon yang sedang berkultivasi, dia merasakan ada Aura lain yang menerobos masuk kedalam Pondok.
Lemon mengernyit memperhatikan pergerakan, dia mengedarkan kesadaran ilahinya dan dia mendapatkan seorang gadis cantik yang berbadan kucing sedang mengamati dengan senyuman Matet Silalahi.
Makhluk itu menyadari ada yang sedang mengamatinya dari belakang, sehingga dia langsung memutar tubuhnya, dan ternyata saja dia sangat terkejut ketika melihat Jiwa Lemon sedang menatapnya dengan tatapan tajam.
"Siapa kamu gadis manis? Kenapa kamu memperhatikan saudara saya?" Tanya Lemon pelan dengan senyuman miringnya.
Dengan mata tajamnya, makhluk itu berkata: "Kalian sudah berani memasuki wilayah kami tanpa ijin, maka kalian harus menanggung akibatnya, kalian harus ikut bersamaku menghadap Kanjeng Ratu".
"Heemm.. Sangat menarik! Tapi sayang sekali, dalam hidupku saya tidak pernah mengenal Kanjeng Ratumu!" Jawab Lemon dengan nada acuh tak acuh.
"Sialan kau!! Beraninya kau tidak mengakui kanjeng Ratu, kalian harus menerima hukuman yang setimpal" Makhluk itu berkata dengan menggertakan giginya.
"Hiiaatt" Suara Gadis itu menyerbu kearah Lemon, dan dengan sigap Lemon langsung berlari menggiringnya keluar.
"Hus, Hus, hiiat" Suara pedang sang Gadis, ketika dia melakukan serangan terbaiknya kepada Lemon, namun Lemon hanya bisa membalasnya dengan santai, dia tidak terlalu menanggapi serangan-serangan yang dikeluarkan oleh Makhluk itu.
__ADS_1
Lemon meraih pedang sang gadis, dan dengan tangan kirinya dia langsung meninju dada sang gadis, yang membuat sang gadis langsung terhempas jatuh kebelakang dan jatuh ketanah dengan suara gedebuk.
Makhluk yang berparas cantik itu, tersungkur ketanah bagaikan udang Goreng.