PENJAGA KUIL NAGA

PENJAGA KUIL NAGA
Bab 195. Cahaya Biru didalam Gua dan Sang Nenek


__ADS_3

Setelah Lemon memutar badannya dan melihat dari mana sumber suara tersebut secara ril dan inci, dia terkejut bukan main.


Lemon mendapatkan seorang nenek tua, yang penampilannya semrawutan dan nampak tidak terurus sama sekali, dengan satu tongkat ditangannya.


"Sa-saya mau pergi kepuncak Gunung Nek!" Jawab Lemon dengan terbata-bata sambil dia membungkuk hormat.


"Hemm.. Kamu pastinya ingin memperdalam Kekuatan Spiritualmu disana? iya kan? Hehehe.. saya sudah tahu tujuanmu, tanpa kamu kasitahu" Ledek sang nenek dengan suara yang terdengar bergema.


Lemon mengerutkan keningnya, dimulai mengedarkan kesadaran ilahinya, dia menyelidiki siapa manusia yang sedang berdiri dihadapannya.


Namun seberapa kuat Lemon memindai, dia sama sekali tidak mampu menembus alam sadar nenek yang sedang berada dihadapannya.


Lemon merasakan Aura besar dari sang Nenek, kemudian Lemon mulai memasang kuda-kuda waspada.


"Hahahaa... Anak Muda! Saya akui nyalimu memang berani, tapi.. Percuma saja kau menyelidikku, karena sampai lebaran monyet yang keberapa puluh, kau tidak akan bisa.... Hahahaaa" Sang Nenek berkata dengan tertawa terbahak-bahak.


Lemon memiringkan pandangannya, dia kemudian mendengus pelan, sembari dia berpikir sejenak.


"Maaf Nek! Saya buru-buru, jadi saya tidak bisa lama-lama disini" Ucap Lemon dengan tenang, sambil dia menyilangkan tangan didadanya.


"Heemm... Baiklah kalau kau memang bersikeras untuk pergi kesana, saya hanya cuman mengingatkanmu, kalau keadaan disana tidak semudah dengan apa yang kau lihat" Sahut Sang Nenek dengan tegas.


"Baiklah Nek, saya mengerti akan saya selalu berhati-hati, terimakasih karena Nenek telah mengingatkanku" Sambut Lemon dengan sedikit membungkukan badannya.


Tidak sampai mata berkedip, ketika Lemon mengangkat badannya, dia tercengang melihat sang Nenek sudah menghilang dari hadapannya.


Namun Lemon tidak terlalu memikirkan hal itu, dia terus melanjutkan perjalanannya, sambil tersenyum dia berkata dalam hati "Ternyata Masih banyak yang memiliki ilmu tinggi yang tersembunyi didunia ini".


Satu Jam Kemudian, Lemon akhirnya sampai dipuncak Gunung, dia menemukan sebuah Gua batu yang sangat besar, sehingga dia langsung menghampiri Gua tersebut, namum dia tidak menemukan siap-siapa disana.


Lemon kemudian memindai tempat tersebut dengan kesadaran Ilahinya, namun dia tidak menemukan siapa-siapa disana, sehingga dia terus melangkahkan kakinya semakin kedalam, ketika Lemon melewati Pintu Gua tersebut, dia langsung disambut dengan Aura Energi Spiritual yang sangat besar.


Lemon terasa sesak dengan Aura yang begitu kuat, sampai-sampai dia memejamkan matanya, dia langsung membuka Dantiannya dan menyedot langsung kekuatan Energi Spiritual yang ada.

__ADS_1


Namun tidak lama Lemon memejamkan mata, tiba-tiba dari kedalam Gua melesat sebuah sinar yang berwarna Biru Kilat, Sinar itu sangat berkilau bagaikan cahaya matahari.


Sinar itu langsung melesat kearah Lemon, yang membuat Lemon membuka matanya dan kemudian dia langsung terbang keatas langit.


Lemon berputar-putar diatas langit, kemudian dia jatuh ketanah dengan langsung memasang kuda-kuda bertarung.


Sinar Cahaya yang menyilaukan tiba-tiba menghilang, sehingga Lemon mengerutkan keningnya dan mengedarkan pandangannya keseluruh arah untuk mencari keberadaan Cahaya tersebut.


Beberapa menit kemudian, tiba-tiba cahaya melesat dari arah pintu Gua, yang membuat Lemon langsung bersiap untuk menyambut kedatangan Sinar tersebut.


Namun Sinar itu terbagi menjadi beberapa bagian, dan langsung mengelilingi Lemon yang membuat seluruh tempat itu menjadi terang, wajah Lemon menjadi terlihat sangat transparan karena sinar dari cahaya biru tersebut.


Ketika Seluruh tempat itu telah diterangi oleh cahaya itu, sehingga Lemon baru bisa melihat dengan jelas seluruh isi Gua.


Lemon melihat sekelilingnya, matanya bedenyut sedikit ketika dia melihat patung-patung Singa dan patung yang berbentuk Manusia.


Beberapa patung itu terlihat bagaikan hidup, namun jika diperhatikan secara seksama, patung itu tidak bereaksi sama sekali.


Beberapa cahaya langsung melesat masuk kedalam beberapa patung yang ada, yang membuat patung-patung itu langsung bergerak dan mengeluarkan Aura sangat ganas.


Patung-patung mulai bergerak kearah Lemon, yang membuat Lemon langsung memasangkan Kuda-kuda bertarungnya.


"Groaar" Suara dari patung-patung itu terdengar mengerikan, sampai-sampai seluruh tanah bergetar hebat.


Cahaya yang masih tersisa langsung melesat menghajar Lemon, namun Lemon mampu mengelak dengan bersalto keatas langit, yang membuat dinding Gua bergetar hebat karena ditabrak oleh Cahaya biru.


Serangan dari beberapa cahaya masih belum berhenti, serangan dari beberapa patung langsung ditangkis oleh Lemon, yang membuat Lemon menjadi sedikit kewalahan, karena serangan-serangan dari patung-patung itu sangatlah kuat.


Lemon mengarahkan Qi Esensialnya ditangan kanan, sehingga dia melompat keatas langit, dan langsung menghantamkan satu pukulan kepada patung singa, yang membuat patung itu hancur berkeping-keping menjadi debu.


Setelah Lemon berhasil menghancurkan satu patung singa, kemudian dia melihat beberapa patung lagi yang masih bereaksi melakukan serangan padanya.


Lemon menggunakan Jurus Gaele- Gaele, yang membuat kekuatannya menjadi beberapa kali lipat, sehingga dia langsung menghancurkan beberapa patung dengan hanya sekali pukulan.

__ADS_1


Merasa dia bisa mengendalikan keadaan, Lemon langsung berjalan menghampiri patung yang berbentuk Manusia, dengan bercirikan Budha sang petapa.


Ketika sampai didekat Patung itu, Lemon sedikit mencibir "Dasar Patung budak para siluman, kalian harus hancur ditanganku" ucap Lemon lirih.


Selesai Lemon berkat mencibir, tiba-tiba mata sang patung petapa membuka kedua matanya, sehingga dari matanya langsung mengeluarkan cahaya kilat, dan menghantam bidang dada Lemon yang sedang asik berdiri dihadapan sang patung.


"Boom" suara hantaman cahaya itu terdengar memilukan didada bidangnya Lemon.


Jika orang biasa yang terkena hantaman cahaya tersebut pastilah sudah hancur berkeping-keping, namun beda halnya dengan Lemon yang memiliki kemampuan ditahap Penempaan Lapisan Bumi.


Lemon terlempar kebelakang beberapa meter, yang mengakibatkan dia menabrak dinding Gua, yang membuat seluruh tempat itu bergetar hebat.


Beberapa Batu besar berguling ketanah, karena getaran yang dihasilkan Lemon ketika menabrak dinding gua.


Lemon tersungkur ketanah, dia merasakan dadanya terasa sesak, sehingga dia memegangi dadanya dengan tangan kanan.


"Sialan! Aku sudah menganggap remeh patung petapa itu, ternyata dialah wujud dari cahaya biru itu" ketus Lemon dengan kesal sambil dia masih memegangi dadanya.


Lemon merasakan bagian internalnya remuk, dan harus melakukan meditasi kesembuhan secepatnya, namun hal itu hanyalah hayalannya, karena sekarang dia sedang berada dihadapan lawan yang sangat ampuh.


Lemon menguatkan dirinya untuk berdiri, kemudian dia berjalan kearah Patung petapa, dengan perlahan dan penuh kehati-hatian dia berjalan mendekat.


Setelah sampai didekat patung petapa, Lemon langsung mengarahkan tinjunya, dengan kekuatannya yang masih tersisa dia meninju patung petapa, yang membuat dia langsung terlempar kembali kebelakang.


"Boom" Suara dentuman ketika Lemon menghantam sebuah patung Monyet, yang seketika patung tersebut hancur berkeping-keping dan menjadi debu.


Lemon terbatuk yang disertai dengan beberapa tetes darah segar keluar dari sudut mulutnya.


Lemon merasakan kekuatannya semakin terkuras, sehingga dia berencana untuk kabur.


Dia melirik kearah pintu masuk Gua, sehingga dia mampu memperkirakan dalam beberapa langkah dia sudah sampai diluar.


Sementara diluar Gua, suasana sudah Gelap Gulita karena malam sudah mulai larut.

__ADS_1


Lemon bergerak dengan sedikit sambil merangkak, dengan tangannya masih memegangi dadanya.


Namun Tiba-tiba Patung sang petapa sudah berada tepat dibelakangnya.


__ADS_2