
"Memangnya semalam kamu lembur apa?" Tanya Ardin penasaran.
"Saya bersama kawan-kawan dikost, Main Scater Komandan" Jawab Eben Haezer menundukkan kepalanya.
"Sial.. Dasar kau Bancet Loncat! Taunya kau hanya bisa main Scater setiap hari, soal urusan penyelidikan kasus ini, kau sama saja dengan bencong dipasar malam, huh" Ketus Ardin marah sambil dia meninggalkan Eben yang masih berdiri ketakutan.
"Oh ya! Jika kita tidak mampu memecahkan kasus ini, maka kita akan dikirim kecabang Polsek Pulau Tello" Kata Ardin Kenzo, sambil dia memutar tubuhnya mengingatkan Eben Haezer, setelah itu dia berlalu pergi.
Mendengar peringatan dari Ardin, Eben Haezer langsung merinding ketakutan dia tidak bisa berkata apa-apa lagi, mengingat peringatan Ardin sangat ngeri, bagaimana kalau dia akan dipindah tugaskan ditempat terkecil itu.
Kembali didalam pedalaman Hutan, Lemon dan Maret Silalahi berjalan menyusuri hutan sesuai dengan perkataan Tianus Lase semalam.
Lemon dan Maret Silalahi akhirnya sampai diujung hutan yang terdapat sungai kecil, dan terdapat Danau yang berwarna biru langit, sedangkan didanau tersebut terapat seperti sebuah palau kecil yang sangat indah.
Lemon menggunakan jurus meringankan tubuh, sehingga dalam satu kali lompatan dia sudah sampai dipulau kecil tersebut.
Matanya terbelalak ketika melihat Ginseng 1000 tahun, yang sudah tumbuh dengan tenang diatas tanah.
Ginseng 1000 tahun mengeluarkan Aura Aroma obat yang sangat menggiurkan, sampai-sampai Lemon menjulurkan lidahnya keluar, tangannya meremas jari-jarinya saking gugupnya dia melihat barang langka tersebut.
Tanpa menunggu lama Lemon langsung melakukan penggalian, dia melalukannya sendirian karena Maret Silalahi tidak bisa melompat tinggi seperti Lemon.
Setelah Lemon selesai menggali, dia langsung menyimpan Ginsengnya digubuk kecil disamping Sungai Susua, gubuk kecil yang berada dialam gelang Gioknya.
Lemon langsung melompat kembali kesamping Maret Silalahi, namun dia tiba-tiba terkejut ketika dia melihat Maret Silalahi, yang sudah babak belur dengan tangan terikat dibelakang punggungnya, Maret Silalahi berlutut ditanah dengan kepala yang menunduk kebawah.
"Serahkan Tumbuhan Ajaib itu, kalau kamu masih menginginkan temanmu ini hidup!" Kata seorang pria paruh baya yang memakai Jubah biksu, dengan beberapa orang dibelakangnya.
Lemon hanya bisa mengerutkan keningnya, ketika dia mendengarkan perkataan dari Jubah Biksu, kemudian dia menyeringai.
"Heemm.. Apa yang saya berikan? Bukankah itu namanya perampokan" Kata Lemon yang menyilangkan kedua tangannya dipunggung.
__ADS_1
"Anak Muda! Kamu jangan bermain-main denganku, apakah kamu tidak mengenal saya, biar saya kasitahu sama kamu! Saya dipanggil oleh warga sekte sebagai Biksu Ga Revons" Kata Biksu dengan menggertakan giginya.
Ternyata biksu itu bernama Ga Revons, sepertinya dia hanya mengatasnamakan Biksu saja, dia memang berasal dari aliran perguruan hitam.
"Saya tidak perlu mengenal namamu! Karena namamu tidak begitu penting untuk dikenali" Kata Lemon sambil menyeringai.
Ga Revons yang terprovokasi mata sangat gelap, dia mengepalkan tinjunya sambil menggertakan gigi, dia memerintahkan anak buahnya untuk menyerang Lemon.
"Kalian!! Serang dia! Bungkam mulutnya yang sangat sombong itu" Titah G Revons dengan tegas.
Mendengar perintah dari Pemimpinnya, semua bawahan itu langsung bergerak kearah Lemon dengan serangan yang tanpa ampun.
Lemon hanya mencibir dengan jijik, ketika dia melihat orang-orang itu bergerak kearahnya.
Lemon memutar tubuhnya dengan kecepatan tinggi, putaran tubuh itu mengakibatkan pusaran Tornado yang sangat besar.
Lemon langsung mengarahkan Pusaran itu kearah pihak lain, dalam sekejab dia langsung menumbangkan seluruh bawahan Ga Revons tanpa ampun.
Bawahan Ga Revons tidak sempat mereka menghindari serangan Tornado, sehingga mereka semua terpental jauh kebelakang dan jatuh ketanah dengan suara gedebuk.
Ga Revons dengan mata terbelalak, dia menelan ludahnya dengan gemetar, dia tidak percaya semua bawahannya akan mengalami nasib seperti ini.
Ga Revons menatap Lemon dengan menggertakan giginya, Ga Revons langsung menendang Maret Silalahi yang sedang berlutut diatanah.
Maret Silalahi dengan suara gedebuk, dia terseret kebelakang ketika dia ditendang oleh Ga Revons.
"Anak B"jingan!! Kau memilih untuk mati ditanganku" suara Ga Revons terdedengar serak karena amarahnya yang meledak-ledak.
Ga Revons langsung menyerbu kearah Lemon dengan kekuatan penuh, dalam sekejab terdengar suara "Boom" Ledakan terdengar diatas langit.
Lemon langsung jatuh kembali ketanah, sementara Ga Revons dengan pakaian Biksunya yang compang-camping, dia jatuh ketanah dengan kaki yang terkulai lemas.
__ADS_1
Lemon kemudian menyeringai, kemudian dia berjalan kearah Ga Revons, dengan tubuh yang tegap dia berdiri didepan Ga Revons bagaikan seorang Dewa pencabut nyawa.
Ga Revons telah duduk ditanah dengan mata yang sayu, dia sudah kehabisan tenaga, kemudian dia mengenadah kepalanya keatas sambil berkata: "Siapa kamu anak muda? Kamu sudah memiliki kekuatan yang sangat besar diusia Muda seperti ini".
Dengan tersenyum Lemon berjongkok dengan satu kaki berlutut ditanah, kemudian dia berkata: " Pak Tua! Saya bernama Lemon Nababan, saya berasal dari Kota Gowe, saya datang kepulau ini karena menginginkan Ginseng 1000 tahun, karena ada Nyawa yang harus saya selamatkan".
"Uhuuk.. Uhuuk" Ga Revons terbatuk-batuk, kemudian dia berkata: "Anak Muda! Mohon maafkan saya, saya sudah menilaimu saya memang serakah, saya tidak akan menginginkan tumbuhan langka itu lagi, silahkan kamu bawa untuk menyelamatkan nyawa orang itu" Ga Revons menundukkan kepalanya.
"Baiklah Pak Tuan! Terimakasih atas pengertianmu, kami mohon pamit" Ujar Lemon santai sambil dia berdiri.
Setelah Lemon berdiri dia langsung membukakan ikatan Maret Silalahi.
Maret Silalahi menggerak-gerakan tangannya yang terlihat kebas itu, kemudian dia menatap Ga Revons dengan tatapan dingin, namun Lemon memegangi Bahunya, Lemon menggelengkan kepalanya sambil berkata "Sudahlah maafkan dia, biarkan dia hidup".
"Baik Saya akan membiarkan dia hiduo! Tapi".. Maret Silalahi belum selesai berbicara, dia sudah melompat kearah Ga Revons, dengan tendangan penuhnya yang sudah dipenuhi dengan Qi Esensial Murninya, dia langsung menendang dada Ga Revons.
Dengan suara Gedebuk Ga Revons terpental dan terguling-guling kebelakang.
"Uhuuk Uhuukk... Mohon ampuni saya! Ampuni saya! Saya mengaku salah!" Kata Ga Revons memohon dengan berlutut dibawah kaki Maret Silalahi.
"Buuukk" satu tendangan lagi dilayangkan oleh Maret Silalahi.
Ketika Maret melihat Ga Revons sudah tersungkur ditanah tanpa ada peralwanan, Maret Silalahi mencibir dengan meludah kearah Ga Revons.
Lemon dan Maret Silalahi langsung meninggalkan tempat itu, mereka kembali ke Kota Gowe.
Dengan Sisa tenaganya, Ga Revons merangkak dari tanah, dia berjalan mendekat kearah Sungai Kecil yang terdapat disebelah Pulau Kecil, yang terdapat Ginseng 1000 tahun tadi.
Ga Revons menceburkan dirinya kedalam Sungai Kecil itu, barulah dia mendapatkan sedikit tenaganya setelah menengguk air sungai.
Ga Revons hanya bisa tidur telentang didalam Air, dia kemudian menatap langit cerah sambil bergumam dalam hatinya "Hari ini adalah hari sial! Saya tidak menyangka akan berhadapan dengan anak kecil yang memiliki kekuatan besar... Heeemm.. Bagaimana kalau sampai orang-orang di seni bela diri mengetahui hak itu? Heemm.. Mungkinkah saya akan merasa mati saja".
__ADS_1
"Itu dia disana!!" Seru beberapa orang ketika mereka melihat Ga Revons yang sedang berdiam diri didalam Air.
Sontak saja Ga Revons langsung memalingkan wajahnya, dia menoleh melihat kearah Sumber Suara yang baru saja dia dengar.