PENJAGA KUIL NAGA

PENJAGA KUIL NAGA
Bab 80. Mengadu Kekuatan


__ADS_3

Setelah Lemon membagi Tubuhnya, Tubuhnya yang satu langsung terbang dan menghilang, dia menuju kearah Yayasan Kuil Naga.


Cahaya Keemasan menyelimuti Lemon, namun Dewi masih belum menyadari apa yang terjadi, dia masih tertidur pulas disamping bangsal Lemon.


Kembali di tempat Hasrat Naibaho, di Markas Yayasan Kuil Naga, tiba-tiba sinar cahaya keemasan, yang sangat menyilaukan datang dan menyatu didalam tubuh Hasrat.


Seketika Tubuh berubah menjadi ringan, dan dia merasakan ada sesuatu yang lain didalam dirinya, namun dia tidak terlalu menghiraukannya.


Ki buyut juga mengernyitkan sedikit keningnya, kemudian dia memindai Hasrat dengan kesadaran ilahinya, dan dia sangat tercengang ketika dia menyadari, ada seseorang sosok yang berada didalam tubuh Hasrat.


Ki buyut mengarahkan Qi Esensialnya, untuk memindai lebih lanjut, dan untuk melemahkan pihak lain, namun seberapa kuat dia memindai, tetap saja dia selalu gagal, yang mengakibatkan dia menjadi keringat dingin.


Orang-orang sangat terkejut, ketika mereka melihat keanehan yang terjadi kepada Kibuyut, yang barusan menunjukan kehebatannya, dan menganggap orang lain, hanyalah sebagai sampah yang tidak ada apa-apanya.


Hasrat Nabaho menatap Ki Buyut dengan senyuman sinis, kemudian dia berkata: "Jangan membuang-buang waktumu ki, lebih baik kamu berlutut dan minta maaf, dan segera pergilah dari tempat ini, kalau tidak! Saya tidak menjamin keselamatan hidupmu!" Hasrat Berkata Tegas, namun Hasrat merasa lingkung, karena pada dasarnya dia tidak pernah berkata-kata.


Bayangan Lemon menyadari kepanikan Hasrat, kemudian dia berbisik Kepada Hasrat "Kamu jangan panik, ini saya Lemon, saya sengaja meminjam tubuhmu, karena tubuhku masih berada dirumah sakit".


"Baik Tuan! Silahkan, dengan senang hati" Hasrat berkata berbisik dengan hormat.


Ki Buyut menatap Tajam kearah Hasrat lalu dia berteriak "Siapa kamu! Tunjukan dirimu yang sebenarnya, saya tidak suka menghilangkan Nyawa yang hanya masih bayangan".


"Hahahaa.. Dasar Aki-Aki, banyak Membual!" Selesai berkata Hasrat langsung melompat tinggi, dia bersalto diatas langit, kemudian mengarahkan tendangannya kearah Ki Buyut.


Ki buyut yang melihat serangan Hasrat, dia mengangkat kaki kebelakang dengan memasangkan posisi Kuda-Kuda bertarung, Kemudian dia mengarahkan kekuatan esensialnya ditangan kanan.


"Boom" suara tabrakan terjadi, ketika kaki Hasrat menendang Dada Ki Buyut, namun ki Buyut dengan cepat menghindari serangan tersebut, Ki Buyut memukul mundur serangan Hasrat, yang mengakibatkan Hasrat terlempar kembali kebelakang, kemudian dia langsung terhempas ke tiang, yang berada tepat dibelakangnya.


Ki Buyut mengangkat sudut bibirnya, dia tersenyum sinis.

__ADS_1


"Hahahaaa.. Kemampuanmu masih sampah, tidak layak dihadapan saya!" Ki Buyut berkata menghina.


Lemon yang melihat tubuh Hasrat, yang tidak mampu menahan serangan, dalam sejenak dia berpikir.


Dari dalan Tubuh Hasrat, dia langsung mengeluarkan cahaya keemasan yang sangat menyilaukan, yang membuat wajah semua orang sangat terkejut, mereka membuka mulut lebar-lebar bisa dimasukan sebutir telur bebek, tidak terkecuali Ki Buyut, dia mengernyitkan keningnya ketika melihat sinar cahaya tersebut.


Kemudian Sinar itu berubah menjadi sosok Manusia, dia keluar dari dalam Tubuh Hasrat Naibaho.


Setelah bayangan Lemon keluar dari dalam Tubuh Hasrat, barulah Hasrat merasakan pergelangan Kakinya terasa kebas dan sangat Sakit.


"Aduuhhh".. Teriak Hasrat, ketika dia langsung terjatuh, kemudian Lemon langsung melihatnya, dengan satu jentikan jari, dia mengirimkan Hasrat Qi Esensial, sehingga rasa sakit yang dirasakan Hasrat sembuh dalam sekejab.


"Ki.. Sepertinya kami tidak pernah anda, kenapa anda ngotot melukai semua orang-orangku?" Lemon berkata santai.


"Maaf Tuan, dia adalah guru David Laiya, dia mencari anda untuk menuntut balas, namanya Ki Buyut" Hasrat berkata sambil berdiri.


"Kamu yang bernama Lemon Nababan?" Tanya Ki Buyut.


"Betul ki" jawab Lemon singkat.


"Bagus! Akhirnya kamu muncul juga, saya ingin menuntut balas, atas kekalahan muridku David Laiya" ucap kibuyut tegas.


"Heemm... Muridmu memang pantas mendapatkannya, karena dia sudah tidak punya perasaan seperti manusia pada umumnya" Ungkap Lemon sambil menyilangkan kedua tangannya di dada.


"B"jingan! Kamu harus mati ditanganku!" Teriak Ki buyut yang langsung mengarahkan tinjunya kearah Lemon.


Melihat Ki Buyut yang mengerahkan kekuatannya, Lemon langsung memghadangnya denga menggunakan Jurus Pamungkasnya, sehingga dalam sekejab suara tabrakan terdengar.


"Boom" Ledakan terdengar, Lemon memukul dada kibuyut, begitu juga sebaliknya yang membuat mereka terlempar sejauh 10 meter.

__ADS_1


Lemon jatuh keatas tanah dengan posisi berdiri, yang mengakibatkan tanah disekitar pijakannya, membuat lubang sangat besar satu meter persegi, sedangkan kakinya terbenam sampai lutut.


Kibuyut jatuh ketanah dengan suara gedebuk, dia tersungkur bagaikan udang rebus, yang dalam sekejab di memuntahkan seteguk darah.


Lemon melompat keluar dari dalam lubang, dia nampak terlihat masih dalam keadaan baik-baik saja, namun beda dengan pihak lain, Ki Buyut sangat terlihat amburadul, seluruh pakaiannya hancur acak-acakan compang-camping.


Kibuyut berdiri dengan masih memegang perutnya, dia berkata kepada Lemon "Bocah Kecil, tunggu pembalasanku! Kita masih belum selesai" setelah berkata dia langsung melemparkan serbuk hitam diatas langit, dalam sekejab dia dan beberapa orang-orangnya diselimuti oleh asap hitam gelap, dia langsung menghilang dalam sekejab.


Lemon tidak melakukan pengerjaran, mengingat tubuhnya yang sekarang merupakan hanya bayangannya saja, yang dalam sewaktu-waktu mengalami kelelahan dan kembali pada tubuh nyata.


Tanpa berkata-kata Lemon langsung terbang keatas langit, dengan di iring cahaya keemasan yang sangat menyilaukan, kemudian dia menghilang dari tempat itu.


Hasrat dan beberap anggota Yayasan Kuil Naga, hanya bisa menghela nafas dan menggelengkan kepala, ketika mereka melihat Lemon yang menghilang diatas langit, dengan cahaya yang sangat menyilaukan bagaikan Dewa.


Didalam kamar ICU Rumah sakit Gomo, Dewi perlahan membuka matanya, kemudian dia sangat terkejut melihat Lemon yang sudah duduk bersilah, diatas ranjang dengan sinar cahaya yanh sangat menyilaukan, dia mengangkat tangannya untuk menahan pantulan sinar itu, yang mengakibatkan dia tidak bisa melihat dengan jelas.


Dewi berdiri sambil melangkah perlahan mundur, dia gemetaran sangat ketakutan karena keanehan yang terjadi dihadapannya.


Namun perlahan-lahan Sinar itu redup dan menghilang, sembari dengan terbukanya mata Lemon secara perlahan.


Lemon membuka matanya dengan santai, kemudian dia melihat Dewi, yang masih berdiri disamping kursi Sofa, dengan wajah pucat dan sedikit gemetaran.


Setelah Lemon menyadari keberadaan Dewi, Lemon melemparkan senyum tampannya.


"Kamu! Kamu? Apakah itu betul kamu?" Dengan suara terbata-bata Dewi bertanya.


"Eemm.. Iya! Ini memang saya! Kenapa? Wajahku berubah? Ataukah saya telah menyakitimu?" Tanya Lemon dengan wajah heran.


Dengan rasa senang mata berkaca-kaca, Dewi langsung berjalan kearah Lemon dan melemparkan tubuh mungilnya kedalam pelukan Lemon.

__ADS_1


__ADS_2