
Lemon duduk bersilah, hantaman petir terus menggelegar di tubuhnya, dibawah hantaman petir tersebut, dia bersinar bagaikan Dewa yang sedang bersemedi.
Keesokan Paginya, burung-burung mulai berkicau dan embun pagi menyejukan dedaunan yang hijau, perlahan mata Lemon terbuka.
Dia menggerakan tangannya dan merasakan kekuatan yang sangat besar, kekuatannya sangat jauh beda dari hari sebelumnya.
Ternyata dia telah menerobos ketingkat Pembentukan Inedia, satu tingkat melompat dari Pembentukan Pondasi.
Lemon melirik Batu Besar yang berada ditengah-tengah Sungai, kemudian Lemon melompat bagaikan terbang.
"Duuarr".. Satu pukulan menghantam batu besar, dan batu itu retak terbagi menjadi 5 bagian.
Lemon tersenyum bahagia melihat kekuatannya sudah bertambah.
"Tuan sudah sepenuhnya mewarisi kekuatan dari Raja Naga, semoga kekuatan itu bisa membantu Tuan dalam menghadapi berbagai masalah". Terdengar Suara Raja Naga, yang jiwanya masih utuh didalam diri Lemon.
Lemon tersenyum dan berkata " Terimakasih atas kekuatan yang telah kau beri!" Lemon berkata hormat.
Setelah itu Lemon mengeluarkan Liontin Gioknya, dia merapalkan mantra dan dalam sekejab dia sudah kembali didalam Kamarnya.
Didalam kamar Asramanya, Lemon teringat dengan perkataan Elisama kepadanya.
Bahwa 2 hari lagi ada Pelelangan Ginseng 100 tahun dipuncak Gomo, hal itu sangat bagus untuk peningkatan Kultivasinya.
Lemon berpikir sejenak, mengingat hal ini adalah Pelelangan, maka dibutuhkan uang dalam jumlah yang sangat besar.
Sejenak berpikir dalam lamunanya, tiba-tiba handphonenya berdering, kemudian Lemon menekan tombol panggilan Jawab.
"Salam Hormat Tuan Nababan" Suara hormat terdengar diujung telepon, suara itu adalah Hasrat Naibaho.
"Ya.. Ada apa?" Tanya Lemon dengan suara datar.
"Maaf Tuan, saya mau memberitahu bahwa Semua Administrasi Organisasi kita sudah selesai, dan sudah mulai dijalankan" Hasrat berkata dengan pelan diujung telepon.
__ADS_1
"Baik.. Kamu bekerja tepat waktu! Oh ia.. Apakah kamu tahu Puncak Gomo?". Lemon bertanya dengan sungguh-sungguh.
"Saya Tahu Tuan? Kenapa? apa ada masalah?" Jawab Hasrat dengan penasaran.
"Tidak! Besok Temani saya pergi Kesana, bawa 2 orang bawahanmu untuk berjaga-jaga, karna saya mau mengikuti Pelelangan yang diadakan diPuncak Gomo" Ucap Lemon tegas.
"Baik Tuan" Jawab Hasrat.
Selesai berkata sambungan telepon langsung terputus.
Lemon berjalan keluar dia menuju kamar mandi Asrama.
Selesai Mandi Lemon menuju kamar Dennis, ingin mengajak Denis makan diluar.
Namun tiba-tiba handphonenya berdering, dia melihat nomor baru.
Lemon mengangkat dan suara Gadis terdengar dari telepon "Halo! Apakah ini kak Lemon?" Ucap gadis itu seraya bertanya ditelepon.
"Iya saya sendiri! Ini dengan siapa ya?" Jawab Lemon penasaran.
"Iya.. Saya masih ingat kok! Kan saya masih belum berumur tua".
Sahut Lemon tersenyum sembari duduk, diatas Batu beruang yang ada ditaman Asrama.
"Oh Iya.. Bagaimana Kabar Kalian, apakah kalian senang berada di Desa?" Lemon berkata melanjutkan.
"Kabar Baik! Oh ya kak, kami sekarang berada dikota Gowe, kakak alamatnya dimana? Bisa tidak kita ketemuan, sekaligus makan siang" Junis berkata seperti anak-anak yang cerewet.
Mendengar Ocehan Junis, Lemon langsung berkata: "Ups.. Sory.. Saya itu tinggal diAsrama, tapi kalau ketemuan tidak apa-apa, kita langsung ketemuan di Hotel Soechi satu jam lagi".
"Baik Kak" Sahut Junis dengan perasaan senang.
Selesai bicara ditelepon, Lemon langsung bergegas kekamar Dennis.
__ADS_1
Namun Dennis tidak ada dikamarnya, sehingga Lemon terpaksa pergi sendirian saja.
Sesampainya didepan pintu Asrama, Lemon sedang menunggu Taksi yang lewat, namun tiba-tiba mobil terhenti tepat didepan Lemon.
Mobil Toyota berwarna Merah Hati, Keluaran tahun 2020, Lemon hanya bisa mengamati mobil tersebut yang tiba-tiba berhenti didepannya.
Kemudian Jendela Mobil itu diturunkan, dan perlahan Sosok Wanita Cantik yang sangat anggun terlihat. Wanita itu adalah Tiwi Song, Tiwi sedang pulang dari Kampus namun tiba-tiba dia melihat Lemon yang sedang berdiri dipinggir Jalan.
"Haii Tampan!".. Teriak Tiwi menggoda.
Lemon mendekati Mobil Tiwi dan bertanya "Ternyata Kamu! Kenapa kamu berhenti? Apa kamu tidak bosan mengejarku!" Lemon berkata asal-asalan, sembari dia mecondongkan tubuhnya diJendela Mobil, dan dia tersenyum menatap Tiwi.
Melihat senyuman Lemon yang begitu tampan, membuat Tiwi salah tingkah.
"Tidak Masalah saya mengejarmu, asalkan hatimu bisa aku dapatkan!".
Tiwi membalas dengan senyuman yang manis "Saya harap kamu tidak lupa dengan Janjimu!" Ucap Tiwi serius.
"Oh.. Baiklah, nanti Malam saya akan berkunjung kerumahmu, tolong nanti suruh supirmu untuk menjemput saya" Lemon berkata sungguh-sungguh.
"Okey.. Siap bosku" jawab tiwi dengan perasaan senang.
Selesai berkata Tiwi langsung menancap Pedal Gas, dia langsung menghilang dari tempat itu.
Lemon hanya bisa menggelengkan kepalanya, ketika dia melihat Tiwi melaju dengan kecepatan tinggi. Kemudian dia memanggil taksi dia pergi ke hotel soechi.
Selang waktu beberapa menit Lemon sampai diloby Hotel Soechi, dia terkejut melihat Kenji dan Patriak chandra keluar dari Pintu masuk hotel.
"Salam Hormat Patriak" Lemon membungkuk memberi Hormat kepada Restu Chandra.
Restu Chandra terkejut merasa sungkan kepada Lemon.
"Aah.. Tuan Lemon terlalu berlebihan, saya merasa tidak Enak melihat Tuan Lemon memberi Hormat seperti itu" Restu Chandra berkata dengan wajah serius.
__ADS_1
"Itu sudah menjadi hal yang sewajarnya Tuan Patriak, bukankah yang muda wajib menghormati orang yang lebih Tua darinya" Lemon berkata sambil tersenyum.
"Hehehe.. Memang Tuan Lemon sangat berhati Mulia!.. Oh Iya.. Apakah Tuan Lemon ada Janji disini?" Restu Chandra bertanya sambil melihat dibelakang Lemon.