
Lemon duduk sejenak disofa ruang tamu, dia sejenak menghela nafas pelan, kemudian dia menutup matanya, menghirup udara segar.
"Siapa sebenarnya mereka? Apa motiv mereka melakukan penyerangan di perusahaan Chandra" Batin Lemon dalam hatinya.
"Diir.. Diirr" HP Lemon bergetar, kemudian dia menatap kelayar gawainya "Dewi" kata Lemon lirih, kemudian dia langsung menekan tombol jawab.
"Kamu dimana?" Ucap Dewi dengan penasaran.
"Aku sedang ada dirumahku, kenapa?" Jawab Lemon santai.
"Apakah kamu ada kesempatan pagi ini, temani aku pergi keperusahaan Yayasan Kuil Naga" Kata Dewi dengan sungguh-sungguh.
"Untuk apa kamu datang keperusahaan itu?" Tanya Lemon dengan santai.
"Eemm.. Nantilah aku jelasin, karena aku buru-buru datang kesana" Sahut Dewi dengan tergesa-gesa.
"Maaf Dewi, sepertinya aku tidak bisa temani kamu datang kesana, karena aku ada urusan yang lain" Jawab Lemon dengan jujur.
"Baiklah, tidak apa-apa, aku akan datang sendiri kesana" Ucap Dewi dengan nada datarnya.
"Oke.. Daaa" Ucap Lemon dengan kata-kata terakhirnya.
Hasrat Naibaho bersama Lemon dan orang-orangnya, mereka langsung bergerak menuju kearah Timur Kota Gowe.
Melalui GPS mereka melacak keberadaan Para Gangster tersebut.
Beberapa Menit kemudian, Lemon bersama orang-orangnya akhirnya sampai disebuah Gedung Tua yang sudah terlihat kusam.
Lemon mengedarkan pandangannya, dia memindai tempat tersebut dengan menggunakan kesadaran ilahinya, namun dia tidak menemukan kekuatan yang besar, selain orang-orang yang berada ditahap sabuk Taekwondo.
Lemon memicingkan bibirnya, kemudian dia menyuruh Hasrat Naibaho, Maret Silalahi, Roy Hitler Tambunan dan beberapa orang-orangnya yang lain, untuk lengsung melakukan penyerangan, tanpa memberi mereka peluang untuk melarikan diri.
Seluruh Gedung itu, dikeliling oleh orang-orang Lemon dalam waktu sekejab.
Gangster yang berada didalam Gedung itu, tidak menyadari kalau ada orang-orang disekitar mereka.
Seseorang berlari dengan tergesa-gesa, menghampiri seorang Bos Besar yang sedang duduk dikursi dan sedang mengesap Rokok Bullnya.
__ADS_1
"Boss.. Ada beberapa orang diluar, mereka sudah mengepung tempat ini" Namun belum sempat anggota itu berkata, tiba-tiba Pintu ditendang dengan keras.
"Boom" suara Pintu terdengar nyaring ketika daun pintu terlempar Jauh dan terhempas didinding.
"K-rang Ajar! Sopo yang berani memasuki tempat ini, mau cari Mati" Ucap Sang Bos dengan keras, dia langsung berdiri dan berlari kearah Pintu.
"Duuaar" satu tendangan langsung melesat kedada Bos Gangster itu, dia langsung terseret kebelakang dengan tangannya memegang dadanya.
Bos besar memiringkan pandangannya, ketika dia melihat Seseroang Masuk dengan beberapa orang yang berdiri dibelakangnya.
"K-parat! Siapa kalian? Hah, beraninya kalian datang membuat kekacauan" kata seorang anggota Gangster yang berdiri disamping Bos Besar.
"Cuuiihh... Kalian yang memulai, maka kami menerima permulaan itu, dan kalian wajib meladeni kami" Roy Hitler Tambunan berkata ketus kepada Anggota Gangster itu.
Bos besar berdiri tegap, dia mengenadah tanpa menghiraukan rasa perih didadanya, dia berdiri tegap bagaikan seorang penghakim.
"B'debah.. Kami tidak mengenal siapa kalian! Jadi kita tidak ada rasa dendam sama sekali" Ucap Sang Bos ketika dia sudah berdiri.
"Kalian tidak perlu tau siapa kami, yang Jelas kalian sudah membuat Perusahaan Keluarga Chandra berantakan, dan mengalami kerugian besar" Kata Maret Silalahi yang langsung melesat kearah Para Gangster.
Hasrat Naibaho memilih untuk duduk dipojok ruangan itu, dia menonton pertunjukan sengit dan spektakuler, secara Gratis tanpa membeli Tiket.
Bos besar melepaskan sebuah pukulan yang berkekuatan besar, setelah dia terseret kesamping sewaktu dia menghindari pukulan Roy.
Bos besar berhadapan dengan anggota Hasrat yang memiliki kemampuan dibawah rata-rata, sehingga Bos besar mampu membuat Anggota Hasrat tersebut langsung terkapar dilantai, hanya dengan menggunakan satu pukulan saja.
Roy Hitler melihat kearah temannya yang sudah terkapar dilantai, dia langsung menghampiri dan memapah untuk berdiri.
"Kamu tidak apa-apa?" Tanya Roy dengan raut penasaran.
"Saya tidak apa-apa senior, cuman sedikit pandanganku kabur" selesai berkata orang tersebut langsung terhuyung jatuh kelantai, kemudian dia pingsan.
Roy Hitler hanya bisa mengamankannya, dia mengangkat tubuh rekannya kesamping supaya tidak terpijak oleh orang-orang yang sedang melakukan pertarungan.
Sementara Maret Silalahi melesatkan Pukulan terkuatnya, dalam satu pukulan dia mampu melumpuhkan pihak lawan sebanyak 3 orang.
Maret Silalahi hanya mencibir ketika dia melihat orang-orang itu sudah jatuh tersungkur kelantai, dia hanya memicingkan pandanganya bagaikan di sedang melihat seekor semut.
__ADS_1
Sedangkan Bos besar menatap tajam kearah Maret Silalahi, dia geram dengan mengepalkan tinjunya dengan keras, dia langsung berjalan bagaikan berlari kearah Maret Silalahi, namun Maret Silalahi sedang meladeni sisa musuhnya, dengan tiba-tiba dia langsung ditendang dari samping.
Maret Silalahi langsung terlempar ketembok, dia terhempas dengan keras dengan suara Gadebuk.
Maret Silalahi jatuh kelantai dengan memegangi lengan sebelahnya.
"B-jingan Sialan! Beraninya dia maik tikung, dia tidak berani berhadapan" Ketus Maret Silalahi didalam hatinya.
Bos besar tanpa memberi kesempatan, dia menyerang Maret Silalahi untuk yang kedua kalinya, namun sebelum serangan tendangan Kaki Bos Besar mendarat ditubuh Maret Silalahi, terlebih dahulu Tendangan Bos besar langsung dihadang diatas langit oleh Hasrat Naibaho.
Maret Silalhi mendengus kasar, matanya masih melotot dengan diatas langit, dia seakan tidak percaya dengan satu kaki yang menahan tendangan pihak lain.
Menurut perkiraan maret silalahi, serangan dari Bos Gangster pastilah sangat berdampak, dan tidak memiliki banyak kesempatan untuk menghindari, untunglah Hasrat Naibaho datang tepat waktu menangkis serangan itu.
Bos Gangster membelalakan matanya ketika dia melihat kaki Hasrat berdiri diatas langit, dia baru melihat seorang yang memiliki kemampuan seperti itu.
"Buseet dah.. Ini orang darimana sih? Kok dia memiliki kemampuan seperti itu" Batin Bos Gangster dalam hatinya.
"Brruuum" Sebuah Suara tendangan terdengar nyaring, ketika tangan kiri Hasrat Naibaho mendarat didada sang Bos Gangster.
Bos Gangster langsung terjungkal kebelakang, dengan dia berguling-guling ketanah.
"Uhuuhk.. Uhuuuk" Bos Gangster langsung terbatuk-batuk ketika dia sudah berhasil berdiri, dia memegang dadanya yang terasa nyeri karena dampak dari serangan Hasrat.
Bos Gangster merasakan rasa asin dari sudut bibirnya, kemudian semakin lama semakin keras, hingga Bos Gangster membersihkannya dengan telapak tangannya.
Hasrat Hanya mengernyit melihat Bos Gangster itu, kemudian dia mencibir dengan kesal "Aahhh.. Ternyata kau hanya berpura-puran Hebat, Huh".
Wajah Bos Gangster langsung merah padam, ketika dia mendengar cibiran dari pihak lain.
Sementara disisi lain, Roy Hitler Tambunan dan Maret Silalahi, telah membereskan seluruh Anggota Gangster, semua Anggota Gangster terkapar dilantai tanpa bisa bergerak lagi.
"Aku mau memberimu kesempatan untuk mengaku, karna kamu tau sendiri kan? Semua orang-orangmu sudah jatuh tanpa sisa" Ucap Hasrat dengan tegas kepada Bos Gangster.
"Cuuuiihh.. Sampai matipun aku tidak akan pernag mengaku, lebih kalian semua maju dan membunuhku, biar semuanya cepat selesai" Jawab Bos Gangster tanpa bergeming.
Hasrat Naibaho hanya bisa menggelengkan kepala, dia tidak tau apa yang didalam Otak anak ini dihadapannya.
__ADS_1