PENJAGA KUIL NAGA

PENJAGA KUIL NAGA
Bab 69. Jurus Lae-Lae Mboda


__ADS_3

Para Master itu bangkit berdiri, dengan memegangi perut masing-masing.


Kemudian mereka tiba-tiba menyatukan kekuatan, yang membuat Hasrat Naibaho sedikit gemetar.


"Jurus Lae-Lae mboda" Suara mereka serentak, ketika kekuatan mereka bersatu, dan mereka langsung menyerang Hasrat Naibaho.


"Duaar" suara pukulan terdengar, ketika Hasrat Naibaho menghadang serangan orang-orang itu, yang membuat mereka terlempar kebelakang berkisar 5 meter, tidak terkecuali Hasrat, dia juga terlempar cukup jauh, yang mengakibatkan darah keluar dari sudut bibirnya.


Melihat darah sudut bibir Hasrat, David Laiya tiba-tiba tersenyum bangga, "Ternyata kemampuanmu hanya cukup sampai disitu" David berkata bahagia dalam hatinya.


Valen Song juga mengernyitkan keningnya, ketika dia melihat Hasrat sudah mulai lemah.


Sementara diluar Pagar, Lemon bersama beberapa orang bawahannya, masih menunggu dengan santai, mereka tidak menyadari jika Hasrat sedang kewalahan mengahadapi Musuh.


Tiba-tiba Maret Silalahi berkata: "Tuan Kenapa Tuan Naibaho lama sekali, apa jangan-jangan ada terjadi sesuatu didalam?" Dengan wajah penasaran dia berkata.


"Ya Sudah! Kita susul mereka didalam" Lemon berkata langsung bergegas pergi kedalam.


Rius tiba dilokasi pertempuran, dia sangat terkejut ketika melihat Para Master dan Hasrat Naibaho, sama-sama sudah ngos-ngosan karena kecapean.


"Cepat kamu bereskan Anak itu! Biar urusannya cepat kelar" David Laiya melihat Rius yang baru saja sampai, dan memerintahkannya.


"Baik Tuan Patriak!" Selesai berkata, Rius langsung terbang kearah Hasrat.


Melihat pergerakan Rius yang sangat Lincah, Hasrat memasang Kuda-kuda bertarungnya, kemudian dia mengeluarkan seluruh tenaga dalamnya, dia membayangkan dalam satu pukulan Pihak lain harus takluk.


"Buuk.. Buuk" suara tangan Rius dan Hasrat ketika saling melepaskan pukulan, dan menghindari pukulan masing-masing.


"Bruuks" Pukulan terkena didada Hasrat, yang membuat dia mengerang kesakitan, kemudian darah segar semakin mengalir dari sudut bibirnya, yang membuat Rius mengangkat sedikit sudut bibirnya, kemudian dia mencibir "Kamu harus berguru lagi, supaya kita seimbang".


"Mari kita lihat siapa yang pantas Mati? Saya atau Kamu!" Hasrat berkata menggertakan giginya, lalu dia berlari dengan mengarahkan pukulannya kearah Rius.

__ADS_1


"Heem.. Jurus Anak Kecil" selesai mencibir Rius langsung menyerbu serangan Hasrat, Rius melancarkan pukulan bertubi-tubi, namun pihak lain tidak berpengaruh, Hasrat juga terkejut tidak percaya, ketika gerakan tangannya bagaikan Gerakan tangan Dewa.


Rius semakin mengeluarkan Kekuatan tenaga dalamnya, yang membuat dia berkeringat dingin.


Namun tiba-tiba satu pukulan mengena wajahnya, yang membuat dia terlempar kebelakang sampai terhempas kedinding.


Wajah semua orang sangat terkejut, mereka semua tidak percaya dengan apa yang mereka lihat, wajah Rius berubah pucat, dia memuntahkan banyak darah, yang membuat dia terbatuk-batuk.


Rius melihat semua orang dengan sayu, tiba-tiba penglihatannya kabur, dan dalam sepersekian detik, dia ambruk jatuh ketanah tak sadarkan diri.


Hasrat Naibaho memutar tubuhnya, dia melihat kebelakang, dia sangat terkejut ketika dia melihat Lemon yang berada tepat dibelakangnya.


"Tuan! Sejak kapan Tuan berada disini?" Hasrat bertanya dengan wajah penasran.


Lemon tersenyum sumringah, ketika dia melihat Hasrat "Saya disini sewaktu tanganmu menangkis serangan lawan".


Hasrat Hanya bisa menggelengkan kepalanya, dia sangat tidak percaya keberadaan Lemon yang berada dibelakangnya.


Lemon mengernyitkan keningnya ketika melihat Valen Song, wajah Valen Song sudah sangat bengkak, bagaikan muka babi rebus yang sudah matang.


Kemudian Lemon berjalan menghampiri Valen Song, dia memapah Valen Song dengan Santai, lalu Valen Song baru bisa berdiri.


Lemon langsung menyuntikan Qi Esensialnya, yang membuat Valen Song Seketika menjadi kuat, wajahnya memerah bagaikan baru berendam kedalam kolam air panas.


Melihat Lemon yang berjalan tanpa menghiraukan mereka, David Laiya sangat murka kemudian dia berkata: "Dasar B'jingan kecil!berani kamu berbuat sesuka hatimu disini, kamu sudah tidak menganggap kami disini!".


Mendengar David Laiya berkata, Lemon memutar tubuhnya dia memandang David Laiya, kemudian dia berkata: "Tunggu saya disini! Saya kembali dalam 2 menit".


Selesai berkata Lemon langsung menyerahkan Valen Song kepada bawahannya, kemudian dia menyuruh mereka semua untuk pergi.


"Antarkanlah Tuan Song dikediaman Chandra, Suruh bawahanmu untuk berjaga dikediaman Chandra malam ini" Lemon berkata kepada Hasrat.

__ADS_1


"Bagaimana dengan Tuan! Biarkan saya menemanimu menghadapai keluarga Laiya" Hasrat berkata memohon.


"Tidak perlu! Kamu lebih baik Istirahat saja, pulihkan tenagamu, biarkan saya dan Maret Silalahi yang menghadapi mereka" Lemon berkata sambil menepuk bahu Hasrat.


Hasrat tidak dapat membantah Lemon, mengingat Kekuatannya saat ini sudah sangat lemah, sehingga dia tunduk dan pergi bersama Valen Song.


Setelah Hasrat dan Valen Song tidak terlihat lagi, Lemon berkata kepada Maret Silalahi, "Apa kamu sudah siap? Ayo kita berlatih dengan mereka".


"Siap Tuan!" jawab Maret Silalahi, Mereka kemudian bergegas pergi kembali ke tempat David Laiya berada.


"Saya sudah kembali! Apakah ada kegiatan kita selanjutnya?" Lemon berkata setelah dia kembali berdiri dihadapan David Laiya.


David Laiya langsung membuang pandangannya, kepada para master bayarannya itu, "Kalian semua! Habisi anak itu, jangan lupa untuk mengambil Ginseng 100 tahun darinya".


Kemudian para Master itu langsung menganggukan kepala mereka, tanda mereka setuju.


Mereka langsung menyerang Lemon, dengan menggunakan berbagai macam senjata, pusaka mereka masing-masing.


Rius juga tidak tinggal diam, dia langsung menerjang kearah Lemon, dengan masih merasa kesakitan, dia masih menggertakan giginya, dengan memegang bagian perutnya, dia langsung mengeluarkan Pedang Samurainya.


Serangan demi serangan, mereka lancarkan untum mengalahkan Lemon, namun serangan itu selalu dihindari Lemon dengan santai, 2 Jam berlalu, para master itu bersama Rius terus saja menyerang Lemon, yang membuat mereka semua kehabisan tenaga, dan akhirnya merasa semua Jatuh.


Melihat lawannya telah kehabisan energi, Lemon hanya bisa tersenyum menghina, kemudian dia berkata "Apakah Masih ada kemampuan kalian yang lain, kalau masih ada Ayoo.. Segera kalian keluarkan!".


Para Master tidak bisa lagi berdaya, mereka hanya duduk terdiam dilantai bersama Rius, sedangkan David Laiya, hanya menatap dengan gemetaran karena marah, kemudian dia langsung terbang kearah Lemon.


"Duuaar" Suara pukulan terdengar, ketika tinju Lemon dan Tinju David Laiya, beradu diatas langit, kedua belah pihak langsung terlempar kebelakang, dan jatuh ketanah dengan suara gedebuk.


Tangan Lemon terasa mati rasa, dia merasakan kekuatan yang sangat besar dari pihak lain, ketika tangan mereka saling bertabrakan diatas langit.


David Laiya juga mengernyitkan keningnya, dia tidak menyangka kekuatan Lemon mampu menyeimbangi kekuatannya.

__ADS_1


__ADS_2