
Setelah Lemon naik diatas Kemudi, dia langsung menancap gas, dan menghilang dibalik Pintu Pagar.
Dewi tersenyum bahagia, karena akhirnya dia berhasil merebut hati pria misterius, yang selama ini selalu membantunya dan keluarganya.
Kemudian Dewi berjalan menuju pintu masuk, namun dia sangat terkejut ketika dia membuka pintu, 2 pasang mata menatapnya dengan senyuman sumringah.
"Anak Ayah sekarang sudah Besar ya, ngajak Pria kerumah tapi tidak diperkenalkan sama Ayah" Restu Chandra berkata menyindir.
"Ayah!!"... Rengek Dewi sambil berlari memeluk kedua orang tuanya.
"Kenapa kamu tidak mengajaknya masuk, kan masih jam 10" Tanya Lili sambil mereka berjalan masuk kedalam ruang tamu.
"Aah.. Katanya dia sangat capek" Dewi menjawab santai.
Setelah Dewi sampai didalam Kamarnya, dia mengeluarkan Giok Hijau, kemudian dia tersenyum-senyum bahagia.
"Semoga Aku dan Lemon bahagia sampai selamanya" Dewi berkata dalam hati, sembari dia menatap jendela yang penuh bintang.
Lemon yang sudah sampai di Vilanya, dia langsung bersilah mengarah ke danau, Kemudian dia langsung bersilah dan berkultivasi.
Keesokan Paginya Marko berkunjung ke Penjara, dia menjenguk Ayahnya dan bersama Kenji dan beberapa bawahannya.
"Ayah!!”... Teriak Marko sambil memeluk Ayahnya.
"Marko Anakku" Sambut David Laiya dengan Deraian Air Mata.
Ayah dan Anak itu menangis sambil berpelukan, kemudian mereka duduk dimeja Tamu.
"Ayah?? Apa yang telah terjadi? Kenapa bisa seperti ini" Marko berkata dengan wajah sedih.
"Ayah hanya ingin mempertahankan Keluarga kita, tapi? Tapi Keluarga Song, malah menyerang keluarga kita pada malam itu" David Laiya bercerita kepada Marko, dia mengingat seluruh kejadian di Aula besar Pabrik milik mereka, sehingga Polisi menangkap mereka.
__ADS_1
"Sebenarnya Keluarga Song tidak bisa melawan keluarga kita, tapi ada seorang pemuda yang membantu mereka" tegas David Laiya.
"Pemuda Maksud Ayah! Lemon??" Marko berkata memotong pembicaraan Ayahnya. "Memangnya kamu kenal dia?" Tanya David kepada putranya, dengan wajahnya yang terkejut.
"Tidak yah, cuman saya dengar dari paman dirumah" ucap Marko serius.
"Heemm.. Ayah pikir kamu kenal dia, karna Ayah kalau tidak salah" Sambil David Laiya mengingat, tentang datanya Lemon sewaktu memberitahunya dulu, sewaktu di pelelangan dipuncak Gomo.
Kemudian David Laiya melanjutkan "Kalau tidak salah! Kata Pamanmu Kenji, dia itu sekolah di Universitas di Kota Gowe, dia mendapatkan beasiswa mahasiswa tidak mampu, karena dia berasal dari Keluarga Miskin dari Desa" Ujar David datar.
Mendengar ucapan Ayahnya, Hari Marko berguncang Hebat, karena ciri-ciri yang dikatakan Ayahnya, Persis dengan Lemon yang dia kenal dikampus.
"Apakah mungkin! Itu dia?" Marko berkata kecil, yang membuat David Laiya kembali bertanya: "Apakah betul kamu kenal dia?".
"Saya memang kenal dengan Mahasiswa bernama Lemon dikampus, memang sama persis dengan apa yang ayah katakan, tapi Lemon yang saya kenal itu, dia tidak memiliki keahlian dalam seni bela diri, karena dia memang Pria pengecut dan Miskin" Marko menjelaskan dengan panjang Lebar.
"Mungkin saja dia menyembunyikan ilmu bela dirinya, kepada semua orang supaya tidak ada yang tahu" David berkata santai.
"Nak, coba kamu hubungi Pak Menteri BUMN, siapa tau dia ada solusi tentang masalah ini, Ayah ingin cepat-cepat keluar dari tempat busuk ini" David Laiya berkata sambil menggertakan giginya.
"Baik Ayah! Saya akan mencoba, menghubungi beliau" Setelah berkata, Marko langsung meninggalkan tempat itu.
Dilembah Mondrowe, seorang berjubah hitam sedang menghadap kearah Lembah, dengan secangkir teh ditangannya.
"Hanya dengan seorang bocah ingusan! Kamu kalah telak, bagaimana kamu bisa mempertahankan wajahmu dimasa depan?" Pria berjubah itu berkata dengan suara dingin, kemudian dia membalikan tubuhnya memandang lelaki paruh baya, yang memiliki janngut putih sedang berlutut ditanah, dengan wajah dan pakaiannya yang compang-camping.
Dengan berlutut dan menyilangkan tangan kirinya didada, kemudian membungkuk hormat sampai dia mencium tanah, sembari dia berkata: "Mohom ampun Ketua! Tapi.. Tapi kekuatan anak itu memang tidak bisa diremehkan!" Kata lelaki itu sembari masih berlutut mencium tanah.
"Kurang Ajar" Duaarr... Suara tendangan terdengar, satu tendangan mendarat di dada lelaki itu, yang membut Lelaki itu terjungkal kebelakang, dan terhempas dipatung Harimau yang berada tepat disebelah pintu masuk.
"Kamu sudah mempermalukan Lembah Mondrowe, namun dengan gampangnya kami minta maaf" Tegas pria berjubah hitam itu.
__ADS_1
Beberapa pria berjubah hitam yang lain, hanya duduk dan melihat apa yang terjadi dihadapan mereka, mereka tidak bisa melakukan apa-apa, karena Pria berjubah hitam yang berdiri adalah Ketua Lembah mereka.
Pria berjubah Hitam adalah Fanolox, dia merupakan ketua perguruan Lembah Mondrowe, sedangkan lelaki yang baru saja dia tendang adalah Ki Buyut, yang merupakan Master di Perguruan Lembah Mondrowe, sekaligus dia sebagai Guru dari David Laiya.
Lembah Mondrowe terletak di ibukota Provinsi Tera, Perguruan Lembah mondrowe merupakan perguruan yang diperhitungkan di Provinsi tera.
Fanolox yang merupakan ketua Lembah, dia memerintahkan Daman dan Berys untuk menyelidiki Lemon.
"Kalian berdua selidiki keberadaan anak muda itu! Ingat! Jangan sampai penyelidikan kalian terbongkar oleh pihak kepolisian, karena wilayah kita diProvinsi bukan dikota Gowe" Kata Fanolox dengan ketegasan terpancar dari wajahnya.
"Baik Ketua, kami akan berusaha semaksimal mungkin, supaya penyelidikan kami tidak terbongkar" Jawab serentak Daman dan Berys.
Selesai mereka menjawab perkataan Fanolox, kedua master itu langsung menghilang dalam sekejab.
Setelah Daman dan Berys pergi, Fanolox melihat Ki Buyu kemudian dia berkata:
"Kamu pergi keruangan Medis, sembuhkan luka-lukamu itu, dan ingat! Kamu tidak diperbolehkan keluar sebelum selesai penyelidikan Daman dan Berys".
"Baik Ketua!" Jawab Ki Buyut sambil dia memegang dadanya yang masih kelihatan sakit.
Fanolox kembali menatap Lembah yang berada didepannya, kemudian dia berkata dalam hati: "Saya penasaran dengan Anak Muda itu, bagaimana mungkin seorang Anak muda sudah mampu mengalahkan Master, pastinya dia memiliki guru diatas Seni bela diri diatas peringkat master".
Didalam Perusahaan, Kenji menjatuhkan tubuhnya diSofa, didalam ruangan kerjanya " Bagaimana ini bisa terjadi?" Kenji berkata sambil menatap Sekretarisnya.
"Maaf Tuan, ini adalah data ril hasil pemasaran kita bulan ini, dan beberapa Anak Cabang mengalami penurunan pendapatan, sehingga kita butuh suntikan Dana agar para pegawai tidak di PHK". Jawab Sekretaris itu dengan wajah serius.
"Apa Solusi yang bagus agar pegawai tidak di PHK kan? Tanya Kenji yang sibuk dengan beberapa Dokumen dihadapannya.
"Kita membutuhkan Donatur Pak, supaya dana perusahaan kita kembali biasa" ucap sekretaris itu.
"Kepada siapa kita harus meminta bantu?" Kenji berkata dengan suara kecil.
__ADS_1
"Ada Pak! Kalau kita Punya Jaringan di Yayasan Kuil Naga, karena saya dengar Pemimpin Kuil Naga telah membeli Perusahaan Keluarga Laiya, dan sekarang Perusahaan itu sudah maju, dan memiliki saham yang sangat besar" Kata Sekretaris kenji dengan sedikit membungkukan tubuhnya.