
Setelah mereka selesai meminum Jus Naga, Dewi bersama Lemon pergi kepantai untuk menikmati hari jadian mereka.
Sementara Dennis bersama teman-temanya yang lain, memilih pergi menonton konser blackpink, dan Lea bersama Bryan calvin memilih pergi menonton di bioskop.
Setelah Lemon dan Dewi sampai dipantai, mereka berdua duduk disebuah pondok santai, kemudian mereka melepas rindu karena sudah beberapa bulan terakhir, mereka tidak bersama seperti saat ini.
Tiba-tiba Lemon melihat kilatan cahaya yang sangat cepat, dengan suara "sless" sebuah lemparan pisau sangat cepat dan tajam berhasil dihindari Lemon, yang mengakibatkan Pisau itu tertancap ditiang yang berada tepat dibelakang Lemon.
Lemon mengedarkan pandangannya, dia menyapu seluruh sekitar pantai, namun dia terkejut ketika dia melihat sepasang mata melihatnya dengan dipenuhi niat membunuh.
"Marko!" Suara Lemon kecil, namun bisa didengar Dewi yang sedang asik duduk santai, dan memandangi pantai yang berombak tinggi.
Marko bersama Ki Buyut dan beberapa orang-orang berjubah hitam, dari Kuil Lembah Mondrowe.
"Plok Plok Plok" suara tepuk tangan Marko terdengar dari kejauhan, kemudian mereka berjalan santai mendekati Lemon.
"Waaoow.. Waaooww.. Sangat luar biasa! Akhirnya kamu muncul juga" Kata Marko yang gembira ketika melihat Lemon, dia menatap Lemon dengan tatapan membunuh.
"Marko! Saya tidak ada urusan sama kamu, jadi tidak perlu kamu menggertak seperti itu" ucap Lemon singkat, dia takut Dewi melihatnya jika bertarung, karena dia tidak ingin melibatkan orang lain dalam masalah pribadinya.
"Heemm.. Dasar Kentut! Apakah kamu sudah lupa denganku, atau kamu hanya pura-pura lupa? Hah" KiBuyut berkata sambil melangkah maju, kemudian membuka topi jubah hitamnya.
__ADS_1
"Oh Ternyata Aki-Aki! Hehehee... Apa kabar ki?" Kata Lemon sambil terkekeh melihat Ki Buyut.
Dewi yang mendengar perdebatan Lemon dan Pihak lain, dia langsung berdiri melihat apa yang sebenarnya terjadi, namun di terkejut ketika melihat Marko sedang bersama dengan orang-orang yang memakai baju jubah hitam, seperti orang-orang yang berasal dari kuil.
Marko menggertakan giginya, tatapan matanya dipenuhi dengan niat membunuh, ketika dia melihat Dewi sedang asik bersantai bersama Lemon.
"Oohh.. Ternyata sedang Asik pacaran! Heemm.. Bagus bagus, pertunjukan yang sangat romantis, saya suka jika kamu melihat pacarmu mati didepanmu" Marko berkata sambil bertepuk tangan, tatapannya terarah kepada Dewi.
Dewi yang melihat gerangan Marko mencari masalah, sontak saja dia menarik lengan Lemon sambil berkata: "Lemon.. Ayo kita pergi dari sini".
Marko yang mendengar ucapan Dewi, dia mengangkat sudut bibirnya yang sebelah dan berkata: "Tidak semudah itu kalian pergi dari tempat ini! Kalian boleh pergi setelah Pacarmu bersujud dihadapanku dan mematahkan satu tangannya".
Lemon hanya bisa menghela nafas dan menggelengkan kepalanya, ketika dia mendengar ucapan Marko.
Lemon sengaja menyuruh Dewi untuk pergi, supaya Dewi tidak melihat adegan kekerasan, yang bisa membuat jiwanya menjadi takut.
"Tidak! Aku gak mau.. Aku tetao bersamamu.. Walau hidup dan mati" ujar Dewi dengan bibirnya yang terlihat gemetar, yang semakin dia mengencangkan genggamannya dilengan Lemon.
Mendengar pernyataan dari mulut Dewi, Lemon hanya bisa menggaruk kepalanya yang tidak terlihat gatal itu, kemudian dia berpikir sejenak.
"Lebih baik aki hubungi Hasrat dan beberapa bawahannya, untuk melayani orang-orang ini, supaya Dewi tidak melihat Adegan pertarungan ini" kata Lemon dalam hati.
__ADS_1
Lemon meraih HPnya disaku celananya, sementara lengannya yang satu masih digenggam erat oleh Dewi.
"Bocah! Lebih sekarang kamu berlutut dan meminta maaf, lalu patahkan satu tanganmu dan ikut bersama saya di Kuil Mondrowe, untuk menghadap ketua kami, karna kamu harus mempertanggungjawabkan atas kematian saudara kami" Ki buyut angkat bicara, ketika suasana menjadi sedikit hening.
"Baik! Tapi setelah saya selesai melakukan telepon" kata Lemon yang sedang menelpon Hasrat Naibaho.
"Hallo Tuan! Apa ada yang bisa saya lakukan?" Suara Hasrat terdengar dari ujung telepon, setelah sambungan telepon telah aktif.
"Saya sekarang berada dipantai Kute, tapi ada pihak lain yang ingin menghadangku, segera bawa orang-orang pilihanmu, saya menunggu disini" kata Lemon dingin.
"Baik Tuan! Saya sampai disana dalam waktu 15 menit" kata Hasrat yang terlihat buru-buru, dan setelah sambungan telepon terputus dia langsung membawa Maret Silalahi dan Roy Hitler bersama Master yang lain, untuk datang dipantai Kute.
"Hehehee.. Dia menelpon seseorang untuk meminta bantuan.. Kita Tunggu selama 10 menit, biarkan kita lihat siapa orang yang bisa membantunya" kata Marko memonyongkan mulutnya, sambil melihat Ki Buyut dan orang-orang yang sedang bersamanya.
"Hahaahaa... Baiklah.. Kita beri dia waktu, setelah itu kita langsung menghabisinya" kata kibuyut dengan ekspresi datarnya.
"Wanita itu bagianku, setelah.pacarnya kita habisi... Hahahaaa" Salah seorang berjubah berkata dengan menjulurkan lidahnya keluar.
Ekspresi Lemon terlihat sangat dingin, ketika dia mendengar perkataan dari pihak lain menggoda Dewi, namun dia terus menekan emosionalnya, supaya tidak terjadi kegaduhan secepatnya.
Dewi yang.semakin ketakutan, terus saja menarik-narik lengan Lemon, namun Lemon sama sekali tidak bergeming, dia hanya terus menatap pihak lawan dengan tatapan membunuh.
__ADS_1
Namun tidak berselang lama kemudian, suara langkah kaki terdengar, ketika orang-orang bawahan Hasrat Naibaho telah sampai ditempat itu.
Beberapa bertubuh kekar dan berjas hitam dengan memakai kaca mata hitam, dan beberapa memakai orang yang baju preman.