PENJAGA KUIL NAGA

PENJAGA KUIL NAGA
Bab 53. Alasan Yang Masuk Akal


__ADS_3

Tiara Gaho langsung disekap dan dibius oleh perampok-perampok itu, kemudian dia pingsan tak sadarkan diri.


Perampok-perampok itu tertawa kegirangan, setelah mereka mendapatkan apa yang mereka inginkan, kemudian salah seorang perompak melakukan sambungan telepon.


"Hallo Tuan.. Semuanya berjalan sesuai dengan rencana!" Setelah perampok itu berkata, sambungan telepon langsung terputus.


Perampok-perampok itu hendak bergegas pergi, mereka mengangkat Tiara Gaho kedalam Mobil Rocky mereka, namun sebelum mereka berangkat, tiba-tiba sebuah Tendangan mengena Punggung mereka masing-masing.


Mereka semua Jatuh tersungkur ke Tanah, hanya tinggal yang berada dikemudi yang sangat tertegun menelan ludahnya, ketika dia melihat Teman-temannya sudah Jatuh ketanah.


"Sialan! Siapa yang berani ikut Campur urusan kita!" Salah satu perompak berteriak.


"Kalian Dasar Manusia Pengecut! Beraninya kalian main keroyok! Menjadikan wanita sebagai Umpan" Lemon berkata dengan suara lantang dan bergema.


"Heii Bocah! Lebih kamu segera pergi dari tempat ini, kalau kamu masih sayang dengan nyawamu!" Salah seorang perompak berkata dengan tegas.


"Lebih baik kalian coba!" Lemon berkata mencibir.


"Sudah! Jangan banyak bicara, segera kita selesaikan bocah ini, biar tugas kita cepat selesai" Selesai berkata, Perompak yang memegangi Pedang Samurai langsung melangkah kearah Lemon, dengan kecepatan tinggi.


Dia mengayunkan Pedangnya kearah Lemon, dengan kecepatannya yang bagaikan Peluru, dia langsung menebas Lengan kiri Lemon, namun untunglah Luka itu tidak terlalu dalam, kemudian Lemon langsung memegangi Luka dilengannya.


Perompak itu tersenyum bangga, setelah melihat lengan Lemon sudah terkena sabetan Pedangnya.


Melihat Lemon terkena Luka karena Pedang perompak tersebut, kedua Anak buahnya ingin bergegas membantu, namun Hasrat Naibaho melarang mereka berdua "Kita harus mendengarkan apa pesan Tuan Lemon, bahwa kita tidak boleh turun dari Mobil, sebelum dia memanggil" Hasrat mengingatkan Bawahannya.


"Hahaha... Pedangku ini sudah banyak korbannya, dan hari ini kamu salah satu korbannya!" Selesai berkata Perompak yang berpedang samurai langsung menerjang kearah Lemon.


Lemon tersenyum mengangkat sudut bibirnya, ketika dia melihat Perompak yang berpedang Samurai berlari kearahnya.


"Duaar. Krek".. Suara hantaman pukulan terdengar dan diiringi dengan suara patah tulang, sesaat kemudian perampok yang berpedang samurai tergeletak ditanah, dengan mata masih terbuka ingin mengatakan sesuatu, namun tak sempat dia berkata-kata, dia sudah pergi kepada maha sang pencipta.


Perampok yang memegang senjata Api, seketika terkejut melihat Sipedang Samurai, sudah tergeletak mati ditanah, mereka berdua saling memandang, dan tiba-tiba mereka saling mengangguk satu sama lan, dan kemudian mengangkat senjata masing-masing.

__ADS_1


Lemon yang melihat senjata diarahkan kepadanya, dia tetap tidak bergeming, dia hanya menatap tajam kepada 2 orang perampok tersebut.


Hasrat Naibaho dan 2 orang bawahannya, sedikit khawatir dengan keadaan Tuan mereka.


"Bum.. Bum".. Suara Tembakan terdengar menggelegar, namun mata semua orang benar-benar tidak mempercayai dengan apa yang mereka lihat.


Lemon masih berdiri tegak dihadapan mereka, tanpa luka sedikitpun, kecuali luka dilengan kirinya yang terluka karna pedang samurai tadi.


Lemon melemparkan Anak Peluru, yang berada didalam genggamannya, kemudian dalam hitungan detik dia berlari kearah 2 orang perampok yang memegang senjata api didepannya.


"Krek.. Krek" Suara parah tulang terdengar, karena leher mereka sudah dipelintir Lemon, sampai mulut mereka masih terbuka ingin mengatakan sesuatu, namun yang mereka rasakan mereka sudah berada di Dunia lain.


Setelah Lemon membunuh 3 orang perampok yang bersenjata, dia berjalan menghampiri perampok yang masih mematung dikemudi mobil, kemudian dia memegang tangan perampok tersebut "Kreek" lenganya dipelintir oleh Lemon, seketika perampok itu mengerang kesakitan.


Lemon melihat kearah Hasrat Naibaho, kemudian dia melambaikan tangannya memanggil bawahannya, kemudian dia berkata: "Kalian pindahkan Nona itu ke dalam Mobilnya, setelah itu kalian masukan semua orang ini kedalam mobil mereka, dan suruh dia membawa teman-temannya kepada Tuan mereka" Lemon berkata tegas.


Setelah semuanya beres, Lemon bersama Bawahanya satu orang berjalan mengemudikan Mobil Tiara Gaho pergi ke Hotel Suko, sedangkan Hasrat Naibaho bersama dengan anak buahnya yang satu orang lagi.


Didalam mobil Lemon menyuntikan Energi Spiritualnya kepada Tiara Gaho, namun wanita itu masih belum juga sadar dari obat Bius, kemudian Lemon hanya bisa menghela nafas panjang dan berkata dalam hati "dia telah menghirup Obat Bius terlalu banyak, nanti saja dihotel kembali diobati".


Lemon melihat Tiara Gaho yang tidak sadarkan diri, kemudian Lemon membangunkannya "Kita sudah sampai, cepat bangun! Jangan sampai saya kasih nafas buatan" Lemon berkata setelah dia menyadari Tiara Gaho terus berpura-pura pingsan.


Semenjak diperjalanan, setelah Lemon menyuntikan Energi Spiritualnya, Tiara Gaho sudan sadarkan diri, namun Gadis itu merasa malu karna Lemon sudah ada disampingnya, kemudian tak lepas dengan apa yang telah dilakukannya terhadap Lemon kemarin dihotel.


Tiara Gaho membuka matanya, setelah kepura-puraannya diketahui Lemon.


"Eemm.. Maaf ya, saya!.. Em kepala saya terasa berat dan sakit" Tiara Gaho berkata Jujur.


"Baik tidak masalah, setelah kamu beristirahat kamu pasti baikan" Lemon berkata santai, sambil dia membukakan Pintu mobil dan bergegas turun.


"Maaf Kak.. Bisa bantu saya, saya tidak bisa berjalan karna saya masih pusing" Tiara meminta bantuan Lemon.


Tidak berkata apa-apa Lemon langsung memapahnya dari Mobil, kemudian berjalan kedalam Pintu Masuk Hotel.

__ADS_1


"Kamar kamu nomot berapa? Biar saya antar kamu kesana" Lemon berkata kepada Tiara.


Namun sebelum tiara menjawab, Hasrat Naibaho memotong kata-katanya "Maaf Tuan apakah perlu bantuan".


"Tidak perlu, kamu sebaiknya membawa kotak Ginseng kekamar, dan kalian istirahatlah, sekalian pesan saja makanan lewat Aplikasi" Lemon menjawab pertanyaan Hasrat.


"Baik Tuan! Kalau begitu saya permisi" selesai berkata Hasrat langsung meninggalkan Lemon bersama Tiara yang masih berada dipelukannya.


Lemon hanya menganggukan kepalanya, pertanda dia setuju dengan perkataan Hasrat.


"Baik Nona, sekarang saya antarkan nona dikamar" Lemon berkat sambil memapah Tiara.


"Tolong saya, saya sangat Takut! Tolong ijinkan saya ikut bersamamu, saya takut dikamar sendirian, sembari menunggu keluarga saya menjemput saya disini" Tiara gaho berkata dengan penuh alasan.


Alasan Tiara Gaho sangat masuk akal, sehingga Lemon setuju dan memutuskan untuk membawa Tiara dikamarnya, apalagi disana ada Dewi dan Lea sebagai teman mengobrol Tiara.


Sesampainya mereka didepan pintu kamar hotel, Lemon menekan Bel kamar, dan tidak menunggu lama pintu kamar terbuka, terlihat Bryan berdiri dipintu, seketika Lemon merasa penglihatannya menjadi Kabur.


"Bryan! Bryan to.. tolong Nona ini" tidak selesai berkata, Lemon langsung Jatuh kelantai dan pingsan.


Lemon telah kehilangan banyak darah ditambah lagi dengan Racun pedang samurai, yang membuat dirinya sedikit menggigil.


Melihat Lemon jatuh pingsan dilantai, Dewi dan Lea langsung bergegas berlari mengangkat Lemon, Dewi sangat panik ketika melihat lengannya Lemon dipenuhi dengan Aliran Darah.


Tanpa menghiraukan Tiara, Dewi dan teman-temannya mengangkat Lemon keatas tempat tidur.


"Bryan! Kenapa dia seperi ini? Siapa yang telah melukainya" Dewi berkata panik, dan tanpa sadar Air Matanya mengalir dipipinya.


Dewi terus-terusan memegangi Lemon yang masih tidak sadarkan diri, Lea mengambil Air dan Sapu tangan, untuk membasuh luka dilengan Lemon.


Bryan berbalik dan memapah Tiara yang masih berdiri mematung dipintu, Bryan membawa Tiara duduk disofa.


Tiara yang masih pusing, merasakan perasaannya bercampur aduk, ketika melihat Dewi yang sangat panik dan sangat perhatian kepada Lemon.

__ADS_1


"Siapalah wanita ini? Apakah di wanitanya Lemon! Sial saya punya saingan" Tiara membantin dalam hatinya.


__ADS_2