
Hasrat Naibaho sampai didepan Pintu perusahaan, dia melihat Lemon yang sedang berdiri mematung didepan kedua penjaga itu.
Sibrewok menggelengkan kepalanya sambil dia mencibir dengan jijik "Uus Uus us! Memang Anak Jaman sekarang, pintar sekali bersandiwara!" Sambil dia melihat temannya sibotak. Kemudian dia berkata "Lihatlah betapa menyedihkannya dia, berpura-pura menelpon deking" mereka langsung tertawa terbahak-bahak.
Tiba-tiba suara kaki yang berlarian terdengar, Hasrat Naibaho langsung membungkuk ketika dia sudah sampai didekat Lemon.
"Hormat Tuan! Ada apa? Kenapa Tuan tidak langsung masuk kedalam?" Hasrat bertanya dengan nafas yang masih terengah-engah.
Semua penjaga langsung berdiri ketika melihat kedatangan Hasrat, namun mereka semua tercengang ketika melihat Hasrat membungkuk dengan hormat.
Sibotak dengan rasa hormatnya, dia berjalan kearah Hasrat, kemudian dia berkata pelan: "Mohon ampuni kami Tuan Naibaho! Kami tidak becus mengurus anak ini, kami berjanji akan mengurusnya setelah ini.
Namun sebelum sibotak terus mengoceh, "Bruuk" suara tamparan terdengar, ketika tangan kanan Hasrat melayang dipipi kiri sibotak, yang membuat sibotak tercengang dan kaget, dia tidak menyangka akan mendapatkan sebuah tamparan yang sangat keras.
Kepala sibotak terhuyung dan dia langsung jatuh ketanah "Kau berani mengatai Tuan Lemon" suara Hasrat terdengar dingin, bagaikan suara iblis dari neraka.
Lemon mendengus dingin kemudian dia berkata: "Apakah seperti ini yang kamu ajari kepada mereka, tidak menghargai Tamu yang datang berkunjung, dan melempar dengan botol Air Mineral!" Kata Lemon terdengar bergema ditelinga semua orang.
"Mohon maaf Tuan, saya yang salah memilih penjagaan ini, saya akan memberikanmu penjelasan sesuai dengan perbuatan mereka" Hasrat berkata memohon, dengan menundukkan kepalanya.
Sibrewok langsung menggigil ketakutan, ketika dia mendengar permintaan Hasrat Naibaho, dilangsung berlutut ditempatnya, dengan kedua tangannya memohon pengampunan.
Hasrat Naibaho menggetarkan giginya, kemudian dia berjalan kearah si brewok, "Dasar brengesek! Kalian berani memprovokasi Tuan Lemon, kalian pikir kalian siapa? Hah" Hasrat langsung menendang Si brewok, yang membuat sibrewok terguling-guling ketanah, dengan menahan rasa sakit didadanya.
Lemon melihat kearah sibotak dan berkata: "Tadi kamu mengatakan, bahwa kamu tidak takut, karena kamu memiliki kakak ipar sebagai manajer bagian pemasaran dan keamanan diperusahaan ini! Bisa kamu menghubunginya dan meminta dia untuk datang kemari?".
"Cepat kamu panggil dia datang kesini!" Bentak Hasrat dengan suara dingin.
"Ba. Ba Baik Tuan! Saya akan menelponnya sekarang" jawab sibotak dengan gemetaran ketakutan.
__ADS_1
Tidak menunggu lama, manajer atau kakak ipar sibotak langsung datang dipos penjagaan, dia langsung membungkuk hormat ketika dia melihat Hasrat.
"Salam Tuan Hasrat" sapa manajer itu dengan hormat, namun tidak disangka dia mendapatkan tendangan yang sangat keras diperutnya, yang membuat dia terpental jauh kebelakang.
"Ampun Tuan Naibaho, kenapa Tuan memukul saya, apa salah saya?" Tanya Manajer itu penasaran, sembari dia mengangkat tubuhnya yang telah jatuh ketanah dengan suara gedebuk.
"Kurang Ajar! Masih berani kamu ketus dihadapan Tuan Lemon! Apakah kalian tidak tahu kalau Tuan Lemon adalah pemilik Perusahaan ini" Hasrat berkata ketus dan dia menyadari telah terlanjur mengekspos jati diri Lemon, namun Lemon tidak menunjukan ekspresi marah, karena dia tahu Hasrat secara tidak sengaja berkata demikian.
"Kamu tanyakan kepada Adik Iparmu itu, apa yang telah dia lakukan kepada Tuan Lemon" sambung Hasrat berkata dengan wajah dinginnya.
Manajer itu langsung melihat si botak, kemudian dia berkata: "Apa yang telah kamu lakukan?".
"Maaf kak, saya tadi menggunakan nama kakak untuk menakuti Tuan Lemon, dan saya tidak tau kalau kejadiannya seperti ini" Jawab Sibotak lirih.
"Cepat kamu minta maaf kepada Tuan Lemon" Ucap Manajer itu kepada sibotak.
Kemudian Lemon melihat Hasrat Naibaho, sambil dia berkata : "Kamu cepat pecat mereka, dan untuk menejer itu! Pekerjakan dia dibagian OB".
Lemon menatap semua penjaga yang sudah duduk ditanah, kemudian dia berkata: "Untuk kalian semua! Ini menjadi pelajaran terpenting untuk kalian jadikan pengalaman dimasa depan, kalin jangan hanya melihat seseorang dari penampilannya" ucap Lemon tegas.
"Baik Tuan" Jawab semua penjaga itu serentak.
Selesai berkata Lemon langsung berjalan masuk meninggalkan tempat itu.
Manajer itu melihat Adik Iparnya dengan tatapan membunuh, namun sibotak itu langsung menggertak manajer dengan berkata: "Kenapa Kakak menatapku seperti itu? Ini semua bukan sepenuhnya salahku, ini juga kesalahan dia" sambil dia menghujuk Pria Brewok.
"Dasar tidak berguna! Kamu hanya mengusahkan saja, lihat apa yang telah kamu perbuat, kamu puas? Posisi saya sekarang hanya OB" Manajer itu berteriak kepada Adik Iparnya.
"Kakak kan bisa mencari pekerjaan diperusahaan yang lain, kakak kan punya gelar Sarjana, jadi bisa diterima diperusahaan manapun" Kata Pria Botak santai.
__ADS_1
"Kamu dasar muka babi, tidak bisa kamu gunakan otakmu itu dengan baik" Ucap Manajer itu kesal.
Didalam Ruangan Pribadi Hasrat, Lemon duduk diatas Sofa, kemudian Hasrat memanggil Widya sang Sekaretaris CEO.
"Tok Tok Tok" suara pintu diketuk dari Luar, Hasrat Membukakan pintu, dan Widya berjalan Masuk.
"Maaf Tuan Memanggil saya? Ada apa ya?" Tanya Widya penasaran, dia tidak melirik Lemon yang sudah duduk diatas Sofa.
Widya mengira dia hanya pemuda biasa yang ingin melamar pekerjaan, sehingga dia tidak peduli dengan Lemon yang tengah duduk santai.
"Apakah kamu masih ingin ketemu dengan Tuan Lemon, pemilik Perusahaan Kuil Naga" Ucap Tegas Hasrat tanpa banyak komentar.
"Iya.. Iya Tuan! Saya bersedia bertemu dengan CEO, kapan? Dan dimana? Saya bersedia dimanapun yang CEO mau" Ucap Widya dengan wajah yang sangat penasaran.
"Silahkan! Ini Tuan Lemon, CEO Perusahan Kuil Naga" Hasrat berkata sambil menghujuk Lemon yang sedang asik duduk disofa.
Wajah Widya sangat pucat, ketika dia melihat Lemon yang sedang asik duduk disofa, kemudian dengan kaki gemetaran, widya berjalan pelan kearah Lemon.
"Salam hormat Tuan, saya Widya Sirait sekretaris CEO direktur utama" Widya berkata dengan suara terbata-bata.
Lemon memutar pandangannya ketika dia mendengar suara Widya, kemudian dia tersenyum sumringah.
Widya sangat gugup ketika dia melihat wajah Lemon, kemudian dia berkata "Mohon maaf Tuan, mohon maafkan saya tidak mengenal Tuan CEO".
Lemon mengibaskan tangannya, kemudian dia berkata: "Tidak Masalah, saya mengerti kok".
"Perkenalkan Nama Saya Lemon, Lemon Nababan, saya atas nama perusahaan berterimakasih atas dukunganmu selama ini sebagai sekretaris CEO" Lemon berkata santai.
"i..ia Tuan, saya juga berterimakasih, karena Tuan telah memberikan saya kesempatan untuk bekerja diperusahaan ini" Widya berkata Hormat.
__ADS_1