
"Iya Ayah, aku akan selalu mengingatnya, kalian juga harus jaga kesehatan disana" Jawab Lemon dengan penuh hormat.
Setelah mereka selesai berbicara, Lemon langsung memutuskan sambungan teleponnya.
Pak Yosa hanya bisa menatap langit malam, dengan menarik nafas pelan dia mengusap wajahnya dengan lembut.
Kemudian Pak Yosa membalikan pandangannya, dia menatap Istrinya yang sedang asik tersenyum ria kepada ibu-ibu komplek, yang sedang asik dengan kegiatan mereka masing-masing.
Mereka sibuk menyiapkan ketupat untuk menyambut para tamu yang akan segera hadir dihari lusa.
Pak Yosa berjalan mendekati istrinya beserta ibu-ibu komplek, dia tersenyum kecil karena membayangkan, jika Lemon akan melangsungkan pesta pernikahannya, walaupun hanya dengan acara pesta yang kecil-kecil.
"Ayah kenapa senyum-senyum sendiri, macam orang kesurupan saja" Tanya Bu Meti istrinya Pak Yosa, sambil dia berjalan mendekati Suaminya itu.
"Apa Ayah sudah menelpon Nak Lemon?" Lanjut Ibu Meti Bertanya kepada sang Suami.
Pak Yosa tersenyum sumringah kepada Istrinya, kemudian dia berkata "Sudahlah bu.. Dia akan berusaha untuk datang kemari".
Bu Meti hanya mengangguk-anggukan kepalanya, ketika Pak Yosa berbicara.
"Kita Tunggu sajalah kabar darinya" Ujar Bu Meti sambil kembali melangkah memutar tubuhnya, dia masuk kedalam rumah.
Pak Yosa juga hanya menghela nafas pelan, sambil dia mengeluarkan Rokok Gudang Garam merahnya dari saku celana.
Kembali didalam Klub, Lemon terus duduk santai diMeja Tamu, yang berada dipojok ruangan itu, dia sudah menghabiskan banyak Anggur Merah, Namun penglihatannya dan Ekspresinya masih tetap stabil.
Sementara disisi lain, Hasrat Naibaho hanya bisa menunggu perintah dari Lemon, jika Lemon membutuhkan sesuatu atau jika ada hal yang lain.
Tiba-tiba HPnya Hasrat berdering, yang membuat Hasrat sedikit mengernyit karna dia merasa sedikit terganggu dengan panggilan tersebut.
Hasrat meraih HPnya kemudian di langsung menekan tombol jawab, salah satu kebiasaan Hasrat kalau menerima panggilan telepon, dia langsung menekan tombol jawab tanpa melihat siapa pemanggilnya.
"Halo Tuan Naibaho!" Terdengar suara seorang gadis dari ujung telepon, yang membuat Hasrat Naibaho beranjak dari tempat duduknya, dia memilih untuk berbicara diluar.
"Iya kenapa? Ada apa kamu telpon malam-malam begini?" Jawab Hasrat dengan penuh seribu pertanyaan.
__ADS_1
"Maaf Tuan saya terpaksa menelponmu malam-malam begini, tapi ini perihal yang sangat penting terkait kerjasama perusahaan" Jawab Gadis diujung telepon, yang tak lain adalah Widya Sirait.
"Baiklah tidak apa-apa, cepat kamu katakan saja langsung pada intinya" Ujar Hasrat dengan santai.
"Besok Kepala Keluarga Chandra, mengadakan Jamuan makan Siang, dan mereka telah mengirimkan surat undangan untuk CEO perusahaan Yayasan Kuil Naga, jadi saya tidak bisa menghubungi Tuan Lemon untuk konfirmasi, makanya saya menghubungi anda Tuan" Ucap Widya dengan pelan.
"Eemm.. Baiklah, nanti saya WA kan sama kamu apa yang menjadi keputusannya, karena saya harus membicarakannya terlebih dahulu dengan Tuan Lemon" Sambut Hasrat Naibaho dengan santai.
"Memangnya Tuan sedang bersama dengan CEO?" Tanya Widya dengan penasaran.
"Iya Memang, tapi sepertinya dia sedang tidak bisa diganggu, karena dia minum banyak Anggur Merah Montai" Jawab Hasrat singkat.
"Baiklah Tuan, saya tunggu saja informasinya dari anda" Sambut Widya dengan penuh hormat.
"Emm.. Baik" Jawab Hasrat singkat, sehingga dalam sekejab sambungan telepon langsung terputus.
Widya Sirait hanya bisa menghela nafas pelan, setelah dia memutuskan sambungan telepon, dia sedikit cemas dengan kondisi Lemon saat ini yang sedang banyak Minum, Namun apalah daya dia dan Lemon hanyalah sebatas Atasan dan Bawahan.
Widya Sirait memilih untuk duduk dan menonton Tiktok, Salam dari Binjai saja.
Setelah mereka sampai didepan Vilanya Lemon, Hasrat menyampaikan undangan yang disampaikan Widya tadi kepadanya.
"Maaf Tuan.. Anda mendapatkan Undangan dari Keluarga Chandra untuk makan siang bersama besok di Hotel Soechi" Kata Hasrat pelan dengan penuh hormat.
Tanpa mengatakan banyak basa-basi, Lemon langsung mengangkat kedua bahunya, lalu dia berkata : "Suruh saja Widya untuk mewakili, karena saya harus kekampung besok".
"Baik Tuan, akan saya sampaikan padanya, lalu siapa yang akan menemani Tuan Lemon pulang kampung?" Ujar Hasrat dengan penasaran.
"Emm.. Kau suruhlah besok Maret Silalahi untuk menemaniku pergi keDesa, kami akan berangkat sekitar Jam 9" Jawab Lemon dengan langsung membuka Pintu Mobil.
Hasrat Naibaho hanya tersenyum miring, kemudian dia menggelengkan kepalanya pelan, ketika dia melihat Lemon berjalan dengan tegap kedalam Vila.
"Kekuatan macam apa itu? Sudah berapa botol dia menghabiskan Anggur Motai, namun dia sama sekali tidak mendapatkan dampak" Batin Hasrat dalam hatinya, sambil dia menghidupkan starter mobilnya, lalu dia pergi dari tempat itu.
Setelah Lemon masuk kedalam Vila, dia langsung menghirup udara segar yang berasal dari Danau Nias, Lemon menggerakan tangannya sambil dia melihat pemandangan yang tepat berada dihadapannya.
__ADS_1
"Wuuuiss.. Udaranya sangat segar, dipenuhi dengan kekuatan Energi" Kata Lemon lirih sambil dia berjalan kearah Kulkas, dia meraih botol mineral dingin dan langsung menengguknya.
Lemon memilih untuk berkultivasi Sepanjang malam, hingga embun pagi datang menjemput pagi hari yang cerah.
Pagi hari yang cerah, Gorden Jendela dibuka dan tampaklah wajah cantik yang sangat manis, wajah cantik itu tersenyum sumringah ketika melihat pemandangan dari Balkon dari atas lantai dua.
"Heemm.. Udara pagi hari ini sangat cerah ya" Kata Gadis itu lirih.
"Tok Tok Tok" Terdengar suara ketukan pintu, yang membuat wajah cantik itu langsung menoleh kearah Pintu.
"Tunggu sebentar" Teriaknya karena suara gedoran pintu tidak berhenti.
Pintu terbuka dan nampaklah Wajah wanita Paruh baya, yang langsung dihujat dengan cercaan.
"Ibu kenapa sih? Pagi-pagi sudah gedor-gedor pintu dengan sangat keras, memangnya kita lagi dihutan apa!" Kata Sang Gadis dengan sedikit cemberut.
"Memang Gadis Jaman sekarang! Sukanya bangun kesiangan.. Huh! Bagaimana nanti kalau kamu sudah berkeluarga? Apakah harus dibangunkan oleh ibu Mertuamu? baru kamu bisa bangun.. Hah! Dasar Pemalas" Kata sang ibu dengan mengoceh.
"Buuu.. Aku tuh sudah bangun loh dari tadi, cuman aku lagi duduk dibalkon, heh.. Ibu inilah" Gerutu Sang Gadis dengan memonyongkan bibirnya.
"Ya Sudah sudah! Sekarang kamu mandi dan telepon Lemon, karena siang ini Ayahmu sudah mengundang banyak kerabat untuk makan siang bersama di hotel Soechi, dan Ayahmu inginkan Lemon ada disana ikut bersama kita, karena sekalian Ayahmu ingin memperkenalkan nak Lemon kepada para Keluarga-Keluarga atas diKota Gowe" Kata Sang ibu kepada sang Gadis.
Mendengar penuturan dari sang ibu, Sang Gadis langsung membinalkan matanya dengan penuh semangat, kemudian dia melompat kegirangan sambil memegang tangan sang ibu.
"Apa!! Ibu serius? Ibu sedang tidak bercanda kan?" Tanya sang Gadis dengan rasa ketidak percayaannya.
"Iyalah Nak.. Untuk apa ibu berbohong sama kamu" Ujar Sang ibu sambil mengusap-usap punggung sang gadis.
"Baik bu, aku akan segera menelponnya, pasti dia juga ikutan senang" Kata Sang Gadis pelan sambil dia tersenyum bahagia, dia membayangkan kesenangan Lemon jika Lemon mengetahui informasi barusan.
Sang Gadis langsung memeluk sang ibu, dan beberapa kecupan kasih sayang mendarat dipipi sang ibunda.
"Kalau begitu ibu duluan turun kebawah, Ayahmu juga menunggu ibu" Ucap sang ibu yang melepaskan pelukan sang gadis.
"Iya bu" Jawab sang Gadis dengan perasaan yang tidak bisa dibayangkan.
__ADS_1