PENJAGA KUIL NAGA

PENJAGA KUIL NAGA
Bab 55. Dewi Menyesal


__ADS_3

Lea kembali kekamar, dan dia menemukan Dewi yang sedang termenung sendiri, kemudian Lea bertanya: "Dimana Lemon? Kenapa dia tidak ada".


"Dia sudah pergi" Dewi berkata kesal.


"Kenapa kamu cemberut seperti itu" Lea bertanya penasaran, ketika melihat wajah Dewi yang sangat kusam.


"Lea!... Bantu saya!" Dewi melihat Lea dengan wajah sendu.


"Saya bantu bagaimana Maksudmu?" Lea berkata sambil duduk disampingnya Dewi.


"Saya rasa, saya sudah berbuat salah kepada Lemon!" Dewi menjelaskan.


"Berbuat salah bagaimana maksudmu, saya betul-betul tidak mengerti, coba kamu jelaskan perlahan" Lea berkata sambil mengusap punggung Dewi.


"Tadi Lemon berkata kepadaku, 'Apakah dia Boleh menyukaiku? Namun saya tidak menjawab, karena saya sangat terkejut tidak menyangka dia berkata seperti itu, sampai saya bertanya hal lain tentangnya, kemudian dia saya tidak menyadari ternyata dia sudah pergi" Dewi menjelaskan sambil menarik nafas dalam-dalam.


"Oh... Ternyata ceritanya seperti itu, ya Sudah kamu temui dia, kamu jawab apa pertanyaanya kepadamu" Lea memberi saran kepada Dewi yang masih kacau.


Dikamar lain, Lemon duduk termenung dikamar Hasrat Naibaho, dia baru menyadari Dewi ternyata tidak memiliki perasaan terhadapnya.


"Heem... Saya lebih baik meningkatkan Kultivasi, supaya saya tidak kewalahan jika sudah sampai di gunung silewe" Lemon menghela nafas sambil berkata dalam hati.


Hasrat Naibaho masuk kedalam, kemudian dia berkata kepada Lemon "Maaf Tuan! Apakah kita langsung kembali ke Kota Gowe?".


Lemon menggelengkan kepalanya sambil melihat kearah Jendela "Tidak! Kita masih tinggal beberapa hari lagi, carikan saya kamar lain, saya ingin meningkatkan kekuatan".


Lemon berbalik dan melihat Hasrat "Jika Bryan menanyakan keberadaan saya, katakan padanya saya sudah pergi ke suatu tempat, dan suruh mereka untuk kembali duluan ke Kota Gowe, dan jangan lupa untuk mengambil Koper saya".


"Baik Tuan, segera saya siapkan semuanya" Hasrat berkata hormat, setelah itu dia langsung berbalik dan pergi.


Beberapa menit kemudian, Hasrat kembali dengan membawa Kartu Kamar, kamar yang dia pilih adalah kamar dilantai atas, sehingga dengan segera Lemon berpindah di Kamar lantai atas.


Dikamar Tiara Gaho, Pengawal keluarganya telah sampai untuk menjemputnya.


"Nona apakah kita langsung berangkat sekarang?" Kepala pelayan keluarganya berkata dengan hormat.


"Tunggu dulu! Saya harus menemui seseorang yang telah menyelamatkanku, dia juga berada diHotel ini" Tiara Gaho berkata serius.


"Baik Nona, kalau begitu kami ikut pergi menemani nona besar" Ucap kepala pelayan itu.


Selesai berkata mereka langsung bergegas pergi kekamar Lemon.

__ADS_1


Sesampainya mreka disana, Tiara Gaho langsung menekan Bel "Dir.. Dir" suara Bel berbunyi.


Lea membukakan Pintu, kemudian dia terkejut melihat Tiara berdiri didepan pintu, bersama dengan orang-orang yang memakai setelan Jas.


"Kamu! Untuk apalagi kamu datang kesini?" Lea berkata dingin kepada Tiara.


"Maaf mengganggu! Apakah saya boleh ketemu dengan Tuan Lemon?" Tiara berharap bertemu dengan Lemon.


"Lemon tidak ada disini, dia sudah pergi!" Lea berkata jujur.


"Saya tidak percaya!" Tiara Gaho berkata tegas.


"Silahkan lihat sendiri kalau tidak percaya" Lea meninggikan nada bicaranya.


Tiara Gaho masuk dengan paksa kedalam kamar, kemudian dia terkejut ketika dia tidak melihat keberadaan Lemon.


Tiara Gaho melihat Dewi yang duduk termenung sendirian, Dewi hanya melirik tiara gaho dengan Acuh tak acuh.


"Kemana dia pergi?" Tiara Gaho bertanya kepada Dewi.


Dewi hanya bisa mengangkat bahunya kemudian dia melihat Tiara "Saya tidak tahu kemana dia pergi!" Dewi berkata sambil meraih hpnya.


"Kamu jangan terlalu banyak bermimpi, nanti kamu sendiri yang terjatuh" Dewi membalas mencibir Tiara.


Tiara hanya bisa menggertakan giginya kemudian dia langsung bergegas pergi.


Lea hanya bisa melihat punggung Tiara ketika tiara berlalu pergi dari tempat itu.


"Ayo kita pergi" Tiara Gaho memberi perintah kepada pengawalnya.


"Maaf Non! Pemuda yang menolong Non dimana? kenapa dia tidak ikut bersama kita, karna Tuan Patriak telah berpesan untuk membawanya ikut bersama kita kembali ke provinsi tera" Kepala Pelayan berkata suara rendah kepada Tiara Gaho.


"Dia sudaj pergi, lain kali saja kita ajak dia kerumah" Tiara membalas pertanyaan kepala pelayannya.


Setelah selesai berkata, Tiara Gaho beserta beberapa Orang-orangnya pergi meninggalkan Hotel SUKO.


Lemon dan Hasrat Naibaho telah sampai didalam kamar, kemudian Lemon menyuruh Hasrat Naibaho agar ke 2 bawahannya bergantian menjaga Pintu kamarnya, karna selama beberapa kedepan dia akan terus bermeditasi tanpa diganggu oleh siapapun.


Hasrat Naibaho mengangguk, dan setelah itu dia berbalik dan pergi.


Setelah pintu tertutup dan terkunci, Lemon duduk bersilah diatas tempat tidur, kemudian dia mengambil gelang gioknya, dia langsung merapalkan Mantra.

__ADS_1


Lemon dalam sekejab berada didalam Gubuk, disamping Batu Besar didekat Sungai Susua.


Kemudian Lemon meletakan Ginseng 100 tahun didepannya, Energi Ginseng itu langsung menyerbu kearah Lemon, Lemon mengaktifkan


Kesadaran ilahinya kemudian mengekspos kedantian.


Lemon menyerap kekuatan Energi Spiritual, Ginseng 100 tahun itu dihadapannya, asap putih menyelimutinya kemudian menutupi seluruh tubuhnya.


Kembali di Hotel SUKO, Bryan menemui Hasrat Naibaho, kemudian dia berkata: "Maaf Tuan! Kenapa saya tidak menemukan saudara Lemon? Apakah dia sudah kembali ke Kota Gowe?".


Hasrat Naibaho menggelengkan kepalanya, kemudian dia menjawab: "Tidak! Tuan Lemon masih belum Kembali Ke Kota Gowe, tapi dia sedang pergi ke Suatu tempat yang sangat jauh dari sini".


Kemudian Hasrat melanjutkan: "Tuan Lemon suah menitipkan pesan, kalian tidak perlu menunggunya, karena dia masih lama untuk kembali, sekalian Kopernya untuk dibawa disini".


"Heem.. Biar saya sampaikan kepada teman-teman kami, saya pamit dulu" Bryan berkata sambil menghela nafas, setelah itu dia langsung bergegas pergi kekamar Dewi dan Lea.


Handphonnya Dewi tiba-tiba berdering, kemudian dia menekan tombol panggilan jawab: "Hallo Ibu?" Dewi berbicara kepada ibunya panjang lebar.


Lili menelpon Dewi menanyakan tentang kabar Dewi, karna sejak Dewi pamitan untuk berlibur di Puncak Gomo, dia hanya sekali memberi kabar dirumah.


Restu Chandra yang melihat Lili berbicara kepada Dewi, dia hanya bisa berkata memberi pesan "Bu... Tolong katakan padanya untuk berhati-hati disana, karna Puncak Gomo, dipenuhi dengan banyak Preman" Restu chandra berkata santai, sambil duduk dikursi Patriaknya.


"Baik Bu.. Saya akan selalu berhati-hati" Dewi menjawab saran ayahnya dengan santun.


Sambungan Telepon langsung terputus, ketika Dewi dan ibunya telah selesai bicara.


Bryan duduk dikursi sofa, sambil meminum Tehnya yang sudah dingin, kemudian dia berkata kepada Dewi dan Lea: "Lemon sudah pergi kesuatu tempat yang jauh darisini, dia sudah berpesan supaya kita tidak perlu menunggunya, kita duluan kembali ke kota Gowe".


Lea dan Dewi hanya saling memandang, ketika bryan selesai berkata.


"Ya Sudah... Kita pulang besok, kita tidak perlu menunggunya" Dewi berkata sambil menegakan tubuhnya, dia mencoba keluar dari rasa bersalahnya.


Lea dan Bryan hanya mengikuti apa kata Dewi, karena mereka mengerti perasaan Dewi saat ini.


Malam terus berlalu, hingga dia diganti pagi, hiruk pikuk dikota Gowe, saat ini kota gowe sangat ramai orang-orang karena mereka ingin bertemu dengan pak Menteri BUMN.


Kedatangna Pak Menteri BUMN dikota Gowe, untuk mendorong para UMKM terus mengembangkan usahanya, karena kota Gowe terkenal dengan Dunia Bisnis dan Usaha.


Termasuk para 3 keluarga teratas, seperti Keluarga Chandra, Keluarga Song dan Keluarga La ia. Keluarga mereka masing-masing sama-sama bergerak dalam bidang Bisnis dengan perusahaan-perusahaan besar, sampai ditingkat Provinsi Tera.


Keluarga Chandra menyambut Hangat, kedatangan Menteri BUMN tersebut mereka bersama dengan Wali Kota, terkecuali keluarga David Liya, Kepala Keluarga La ia, tidak mendapatkan Informasi terkait kedatangan Menteri BUMN dikota Gowe, karena dia selam berapa hari terakhir berada di Puncak Gomo, untuk mengikuti pelelangan Ginseng 100 tahun.

__ADS_1


__ADS_2