
"Kamu tu ya? Selalu buat saya kesal! Siapa bilang kamu pengecut! Kamu itu adalah seorang pahlawan Misterius dihatiku! ibuku sudah bercerita semua tentangmu, dia telah mengatakan semuanya padaku semalam" Dewi terlihat tegas ketika dia menjelaskan kepada Lemon.
Mendengar ocehan bintang kampus itu, Lemon hanya bisa menghela nafas, dia tidak bisa lagi bersembunyi dari makhluk cantik ini yang berada disampingnya.
Lemon tersenyum sumringah menatap Dewi, kecantikan Dewi memang menyenangkan hati Lemon.
Dewi yang terus-terusan mengoceh, seketika dia berhenti ketika jari telunjuk Lemon mendarat dibibir mungilnya itu.
"Ssstt... Terlalu banyak cerewet, lebih baik kita sekarang ke kelas, karna proses belajar akan segera dimulai" Lemon masih menempelkan jaribya dibibir Dewi, Seketika Dewi membalas dengan senyuman yang sangat menggoda iman, Lemon langsung menarik tangan Mungil Dewi, dan mereka bergegas masuk kedalam kelas.
Hati Dewi bergetar kencang, ketika Lemon menggegam tangannya, dia teringat kembali ketika Dewi memegang tangan Lemon, begitu juga sebaliknya, Lemon merasakan hal yang sama.
Kebahagiaan Dewi sangat jelas terpancar diwajahnya, ketika dia ditarik oleh Lemon, dia hanya tersenyum merona, dia terus menggelembungkan pipinya yang terlihat memerah itu.
Semua mata tercengang melihat adegan didepan mereka, mata mereka melotot tak percaya, bagaikan jatuh dari tempatnya, Dennis yang sampai dipintu Ruangan, hanya bisa menutup mulutnya dengan kedua tangannya.
"Cie Cie... Pasangan yang sangat serasi, baru pacaran sudah sangat mesra begitu" Lea berkata jahil kepada mereka berdua.
Dewi yang baru tersadar dari mimpi indahnya, seketika dua terkejut kemudian dia berkata kepada Lemon "Lepasin tanganku! Malu tahu? Dia berkata dengan manja.
Lemon melepaskan genggaman tanganya, setelah dia mendengar permintaan Dewi.
Dewi hanya tersenyum sumringah, ketika dia duduk disebelah Lea, mereka mengikuti proses belajar mengajar dengan tenang sampai selesai.
"Kamu apakah Rencana hari ini?" Bertanya kepada Lemon, setelah mereka selesai mengikuti proses mata kuliah.
"Iy ada nih, saya mau pergi kesuatu tempat" Lemon berkata dengan wajah datar.
"Kapan kamu pergi kerumahku? Untuk menyembuhkan ibuku secara total" Dewi berkata sambil tersenyum cemberut.
__ADS_1
"Saya akan datang jika ada waktu luang" Lemon berkata jujur.
Kemudian dia melanjutkan "Oh Iya, bagaimana kabar Tuan Song, apakah dia baik-baik saja?".
"Tuan Song memang baik-baik saja, dia sekarang dalam pemulihan, makanya kamu pergi temui dia dirumah" Dewi berkata banyak ngeyel.
Tiba-tiba Hp Lemon berdering, kemudian dia melihat, "Kenji!" Lemon berkata berbisik.
"Halo Tuan, Salam Hormat! Dimana tuan Lemon sekarang" Kenji bertanya diujung telepon.
"Eemm.. Saya masih dikampus, apakah ada yang terjadi" Lemon bertanya dengan wajah serius.
"Oh tidak Tuan! Cuman saja, Tuan Patriak Chandra dan Tuan Song, ingin bertemu dengan Tuan" Kata Kenji.
"Baiklah saya akan kesana, mungkin dalam waktu satu jam lagi" Selesai berkata Lemon langsung menutup Teleponnya.
Kemudian Lemon melirik Dewi, yang masih berdiri disampingnya, kemudian dia tersenyum menggoda.
"Satu jam lagi, saya akan OTW kerumah kamu, Tuan Restu Chandra dan Tuan Song ingin bertemu denganku, apalagi Tiwi katanya dia sangat rindu padaku" Lemon berkata dengan wajah menyindir.
Wajah Dewi menjadi Murka, ketika dia mendengar Lemon menyebut Nama Tiwi, senyum mungilnya langsung menghilang seketika.
"Ya Sudah! Kamu pergi sana, kasih dia senyumanmu itu" Dewi berkata menggerutu, sambil menghentakan kakinya ditanah.
Dewi langsung melangkahkan kakinya, ketika dia selesai berkata ketus kepada Lemon, namun sebelum dia pergi, tiba-tiba tangan Lemon meraih pergelangan tangan kurus, yang indah dan mulus putih Dewi.
"Kamu kok cemberut begitu siih?.. Nanti cepat tua lo, kalau kamu cemberut seperti itu" Lemon berkata sambil menarik Dewi kebelakang.
Dewi memutar Tubuhnya, kemudian dia membuang senyuman asal-asalan kepada Lemon, melihat senyuman indah Dewi, Lemon tidak lagi mempermasalahkannya.
__ADS_1
Lemon langsung berkata: "Apakah kamu tidak mau ikut denganku, pergi kerumah Patriak Chandra?".
Mendengar ajakan Lemon datang kerumahnya, Sontak saja Dewi langsung menyetujuinya, kemudian Dewi berkata sambil menatap Lemon "Awas ya! Kamu jangan dekat-dekat dengan Tiwi".
Lemon langsung terkejut, ketika mendengar ancaman dari pihak lain, kemudian Lemon mengernyitkan keningnya lalu berkata "kenapa saya tidak boleh dekat-dekat dengannya, dia itukan sangat baik terhadapku".
"Dasar Kentut! Tidak ada yang lebih dariku, Jelas!" Dewi langsung menarik tangan Lemon, sambil mengomel banyak, namun Lemon hanya tersenyum melihat tingkah, kekanak-kanakan Dewi terhadapnya.
Lemon hanya pasrah mengikuti Dewi dari belakang, setelah mereka sampai di loby Kampus, mata semua orang merasa iri dengan kemesraan yang ditunjukan kedua makhluk itu.
"wiidiih... Andai saja.. Saya yang seperti itu, saya tidak bisa bayangkan" seorang Mahasiswi berkata membual kepada temannya, ketika Lemon dan Dewi melewati mereka, dengan tangan mereka yang masih berpegangan satu sama lain.
Lemon naik di mobil Dewi, karena dia sengaja tidak membawa Mobil Alpardnya, karena dia tidak ingin orang-orang mengetahui Identitasnya yang sebenarnya.
Namun sebelum mereka sampai dikediaman Restu Chandra, Dewi yang menyetir tiba-tiba membelokkan Mobil kearah Taljus Plaza, Plaza yang terbesar dikota Gowe.
Dewi langsung memarkir Mobilnya ditempat Parkir, kemudian dia langsung menggandeng tangan Lemon, mereka masuk kedalam Plaza Taljus.
Dewi membawa Lemon kedalam Toko Perbelanjaan Jas, Dewi langsung memilihkan Lemon Jas terbaik keluaran terbaru.
Lemon hanya bisa menurut dengan Dewi, dia takut melukai hati gadis cantik itu, karena sudah berulang kali mereka salah paham, sehingga kali ini Lemon hanya bisa pasrah, dengan perlakuan Dewi terhadapnya.
Lemon Nababan masuk kedalam kamar ganti, Lemon mengenakan Beberapa Jas dan Kemeja, yang sengaja dipilihkan Dewi untuknya, ketika dia mengenakan Jas warna Hitam Dongker dengan dipasangkan dengan baju kemeja cream, dan sepatu kulit yang sangat mulus.
Seketika penampilan Lemon langsung berubah 180°, Mata Dewi berbinar-binar ketika Lemon keluar dari dalam kamar ganti, sampai-sampai Dewi menjatuhkan tas di tangannya yang sedang dia pegang.
Dewi melihat Lemon dari Ujung Kepala sampai ujung kaki, tidak celah kekurangan sama sekali, yang membuat Dewi tanpa sadar menggigit bibir bawahnya, kemudian dia berkata "Tampan! Tidak kalah dengan Pangeran-Pangeran barat".
"Apakah sudah selesai? kita harus pergi, saya tidak mau Tuan Chandra dan Tuan Song menungguku lebih lama" Lemon berkata dengan wajah memelas kepada Dewi.
__ADS_1
Namun Dewi tidak menghiraukan perkataan Lemon kepadanya, "Pertemuan biasa kan, itu tidak terlalu Formal, jadi tidak masalah jika terlambat sedikit" Dewi berkata sambil terus memilih, pakaian yang cocok ditubuh kurus Lemon.
Lemon hanya bisa menghembuskan Nafas Panjang, ketika dia melihat Lemon yang hanya bisa terus-terusan mengoceh.