
Kepala keamanan langsung menendangnya, yang membuat lelaki berwajah bekas itu terguling-guling ketanah, dia terguling bagaikan bola kaki dilapangan Gelora Bung Karno.
Berys dan beberapa orang-orangnya langsung tercengang, ketika mereka melihat saudara mereka telah terjatuh ketanah bagaikan babi yang disembelih.
"Kurang ajar! Mau main-main denganku" Teriak Berys dengan kesal, dia kemudian langsung menyerbu kearah kepala keamanan.
"Hiaat" suara Berys melompat kearah Kepala penjaga.
Namun tiba-tiba tangannya tertahan, sebelum pukulannya mendarat kepada ketua penjaga keamanan.
"Boom" sebuah tinju langsung mendarat diperut Berys, yang membuat Berys langsung terhempas kebelakang.
"Bangsat! Beraninya bertarung curang.. Sangat menjijikan" Gerutu Berys sambil memegangi perutnya yang terasa sakit.
"Didalam melawan musuh, tidak ada yang namanya pertarungan curang atau pertarungan legal, semuanya sama saja... Bertarung untuk melawan musuh, seperti kamu sekarang ini! Hanya berani memukul mereka yang tidak mampu ilmu bela diri" kata Kenji sambil berjalan kesamping kepala keamanan.
"Ciihh... Orang tua keparat! Aku ingin tahu sampai dimana ilmu bela dirimu" kata Berys dengan mata tajamnya.
"Heemm... Bukankah kau sudah merasakannya barusan?" Sahut Kenji dengan wajah datar.
Berys menggertakan giginya, dia mengepalkan tinjunya dengan kekuatan yang sangat besar.
"Kau jangan terlalu besar mulut! Kita masih belum berhadapan satu lawan satu" Ujar Berys dengan matanya yang memerah karena marah.
Kenji dan Berys sama-sama memberikan tatapan tajam, dengan menggertakan gigi masing-masing, mereka mengarahkan kekuatan ditangan kanan.
"Hiaat" suara Kenji dan Berys ketika melompat menerjang kearah masing-masing.
"Bruukkss" suara tabarakan tangan mereka terdengar sangar dan memilukan, Kenji dan Berys mengerahkan beberapa pukulan andalan mereka masing-masing.
Puluhan gerakan mereka kerahkan untuk melawan, namun mereka masih terlihat seimbang.
Berys tiba-tiba memutar badanmya, kemudian satu pukulan mengarah didada Kenji, yang membuat kenji terhempas kebelakang dengan terhuyung-huyung.
Berys mengangkat sebelah sudut bibirnya, dia tersenyum menghina ketika dia melihat Kenji yang memegang dadanya menahan rasa sakit.
"Aku kira kamu lebih hebat dariku?" Ucap Berys dengan sedikit memprovokasi.
Kenji menegakkan tubuhnya, dengan masih memegangi dada dia berkata: "Cuuiihh... Jangan berpikir kau sudah menang! Selagi nyawaku masih belum hilang dari tubuhku, aku akan tetap menantangmu" sambil mengangkat tangannya, dia menghujuk Bryan dengan jijik.
__ADS_1
"Baiklah kalau ingin mati! Rasakan ini" Berys berkata dengan penuh penekanan, dia langsung bergerak kearah kenji.
Berys berlari bagaikan cahaya, dia mengarahkan tendangannya kearah Kenji, dengan seluruh kekuatannya di ingin menghabisi Kenji dalam sekejab.
"Plaak.. Bruks.. Preeks" suara Hantaman dan tendangan terdengar tiba-tiba, sehingg dalam sekejab Berys sudah terbang kesamping dengan menghantam dinding pagar Kediaman Chandra.
Berys jatuh ketanah dengan suara Gedebuk, kemudian dia terlihat sangat menyedihkan karena dari sudut bibirnya keluar tetesan darah segar.
"Kurang ajar! Siapa yang sudah berani mencampuri urusanku?" Kata Berys dengan menggertakan giginya.
"Hemmm.. Kami sedang berada dihadapanmu Ki.. Silahkan lakukan apa yang ingin kau lakukan? Jika kalau kau keberatan" ucap Roy Hitler Tambunan, dia bersama Maret Silalahi dan Hasrat Naibaho.
Mereka berdiri tegap dihadapan Berys, dengan tatapan yang penuh penghinaan mereka memandangi Berys dan orang-orangnya bagaikan seekor semut.
"Bedebah! Serang mereka semua! Patahkan seluruh bagian tubuh mereka" Perintah Berys kepada orang-orangnya.
Dalam sekejab mereka menyerang kearah Hasrat dan orang-orangnya.
"Bruuks... Preekss... Duaarr" suara pukulan terdengar saling menahan dan memukul.
Berys berhadapan dengan Hasrat Naibaho, sedangkam Kenji membantu Maret dan beberapa Master Taekwondo lainnya melawan Lelaki yang berwajah bekas luka, dan beberapa teman-temannya.
Terseret beberapa langkah kebelakang, Hasrat Naibaho memegangi dadanya yang terasa berdenyut itu.
Berys mengangkat sebelah sudut bibirnya, dia tersenyum puas melihat Hasrat merasakan dampak dari tendangannya.
"Sialan! Aku sudah meremehkan kekuatan orang tua ini!" Batin Hasrat dalam hatinya.
Hasrat berdiri tegap setelah dia merasakan sakit itu sudah menghilang.
"Ternyata hanya sampai disitu kekuatanmu orang tua!" Kata Hasrat Naibaho memprovokasi.
Didalam Rumah Restu Chandra terkejut ketika dia mendengar ada pertarungan sengit dihalaman rumahnya.
Restu Chandra langsung melakukan panggilan telepon, dia menelpon Ardin Kenzo kepala Inspektur kepolisian Kota Gowe.
"Salam hormat Patriak.
Chandra! Ada apa Tuan Patriak menghubungi saya" Jawab Ardin Kenzo setelah mengangkat telepon dari Restu Chandra.
__ADS_1
"Cepat kau suruh orang-orangmu ketempatku, ada orang-orang yang tidak dikenal menyerang para penjaga, saya tak ingin ada korban jiwa" Kata Restu dengan panik.
"Baik Tuan Patriak! Dalam waktu 10 menit, kami sampai dikediaman Patriak Chandra" sambut Ardin Kenzo dengan hormat.
Setelah menganggukkan kepalanya, Restu Chandra langsung memutuskan sambungan teleponnya.
"Ayah? Siapa orang-orang itu? Kenapa mereka menyerang orang-orang kita?" Kata Lili dengan penasaran.
"Eemm.. Saya juha tidak tahu bu.. Kita tunggu saja polisi datang" jawab Restu Chandra dengan sedikit gelisah.
Restu Chandra langsung turun kelantai satu untuk melihat pertarungan tersebut, dia merasa tidak ada orang yang sudah tersinggung olehnya, tapi kenapa dia ada penyerangan tiba-tiba.
Restu Chandra menggelengkan kepalanya pelan, sembari dia berjalan kearah halaman depan, dia memiliki banyak pertanyaan yang tidak ada jawaban.
Kenji melihat Hasrat yang sudah terseret kebelakang karena pukulan dari pihak lain, dia langsung melesat kesamping Hasrat.
"Apa kau baik-baik saja saudara?" Tanya Kenji penasaran kepada Hasrat Naibaho.
"Iya.. Saya baik-baik saja, tapi kita harus hati-hati melawan orang tua itu, karena dia memiliki banyak tipu Muslihat" Hasrat mengingatkan Kenji, untul selalu waspada.
"Eemm.. Baik! Lebih baik kita lakukan serangan bersama-sama, mengingat dia memiliki banyak serangan licik" sahut Kenji.
Berys mengerutkan keningnya ketika dia melihat pihak lain, sedang berbisik menyusun rencana.
Sementara Roy Hitler bersama Maret Silalahi sedang berusuha mengimbangi serangan-serangan dari pihak lain.
Roy Hitler Tambunan mengarahkan seluruh Qi Esensial murninya ketangan kanan, sehingga dalam sekejab "Boom" suara pukulan menghantam perut lelaki yang berwajah bekas luka.
Lelaki yang berbekas luka diwajah, dia langsung terseret dan terhempas kepatung Monyet yang berada tepat dibelakangnya, dengan suara gedebuk dia terhempas dan tersungkur ketanah bagaikan udang rebus.
Lelaki yang berwajah berbekas luka, mendongakkan kepalanya keatas, namun dalam detik berikutnya dia sudah jatuh ketanah tak sadarkan diri.
Roy Hitler tersenyum lebar, ketika pihak lain sudah jatuh tanpa ada lagi perlawanan yang agresif.
Bawahan Berys yang lain juga ikut terkejut, ketika mereka melihat senior mereka sudah jatuh ketanah tanpa ada lagi perlawanan.
Mereka semua berlari mengangkat Lelaki yang berbekas luka diwajah, namun dia sudah tidak sadarkan diri lagi.
Tiba-tiba dari Arah jalan umum, terdengar sirine polisi sedang berjalan memasuki halaman kediaman Keluarga Chandra.
__ADS_1