PENJAGA KUIL NAGA

PENJAGA KUIL NAGA
Bab 167. Lemon Bertemu Klien dari Negeri Hibala


__ADS_3

Aku sering membaca NovelToon, tentang Cerita-cerita Romantis ala-ala korea gitu" Jawab Dennis dengan gelagapan.


"Aaallaa.. Kamu pintarnya omong doang doang" Kata Lemon dengan ketus menatap tajam kearah Dennis.


"Weewee.. Jangan natap gitu dong? Aku kan hanya kasih saran ke kamu, jadi yah.. terserah kamu kalau mau ikutin" Ucap Dennis dengan senyuman Lebar.


"Baiklah Tuan, saya akan makan malam saja disini, saya takut nanti ada Nona yang marah samaku" Kata Lemon dengan santai, yang langsung dilirik Dewi sambil melemparkan senyuman manisnya.


Bryan bersama dengan teman-teman mereka yang lain, hanya berdehem dengan memberikan senyuman picik mereka, mereka semua manahan tawa ketika melihat kelakuan dua sejoli yang saling sindir menyindir.


"Ayolah.. Kita sebaiknya Turun saja dibawah" Ajak Restu Chandra yang terlihat senyuman bahagia dari mulutnya.


Semua orang hanya bisa mengikuti Restu Chandra, sementara Lea Tinggal bersama Dewi dan Ibu Lili.


Lemon melihat Dewi sebelum dia melangkahkan kakinya "Apa kamu sudah merasa baikan sekarang?" Tanyanya sambil menyilangkan tangannya didada, Restu Chandra hanya melirik sekilas ketika dia mendengar Lemon bertanya.


"Aku sekarang sudah baikan kok, selagi kamu masih berada disini, tapi.. Aku kurang tau kalau kamu nanti sudah pergi" jawab Dewi dengan senyuman sumringahnya, dia menatap manik Lemon dengan penuh kasih sayang, andai saja tidak ada orang disekelilingnya pada saat ini, pastilah dia sudah menghamburkan tubuhnya kedalam Pelukan sang Pahlawan Misterius (Lemon).


Lemon hanya bisa menggelengkan kepalanya pasrah, dia tidak bisa berkata apa-apa terhadap gadis yang sangat cemburuan itu.


"Baiklah.. Sebaiknya saya kebawah bersama patriak dan yang lainnya" Ucap Lemon mengalihkan pembicaraan.


Mereka semua makan malam bersama, dirumah keluarga Chandra, dan setelah acara makan malam selesai, Bryan dan lainnya pamit untuk pulang, sementara Lemon masih duduk pasrah disofa didekat Sang Dewi.


"Kamu mau kemana Besok?" Kata Dewi dengan penuh arti.


"Aku mau pergi kesuatu tempat" jawab Lemon singkat, sambil dia menonton Film laga di hpnya.


"Aku mau ikut" sambut tegas oleh Dewi, yang membuat Restu Chandra dan Lili menoleh menatapnya.


Mereka berdua terkejut karena pernyataan Dewi yang ingin ikut bersama Lemon, namun mereka masih menghawatirkan kondisi Dewi yang masih lemah.


Namun berbeda dengan Lemon, dia masih saja bersikap santai saja, karena dia memang sudah menebak reaksi dan pernyataan Dewi.


"Nak! Mungkin nak Lemon pergi jauh, jadi sepertinya kondisi kamu masih terlihat lemah, kamu sebaiknya masih tetap istirahat dirumah" Ungkap Restu Chandra dengan nada lembut, mengingatkan Dewi.

__ADS_1


Lemon sengaja tidak mau berkata seperti Restu Chandra, karena Jawaban Dewi pasti lain karena berpikiran yang tidak-tidak.


"Heemm... Ayah! Kondisiku sekarang sudah baik, jadi aku gak mau terus-terusan berada dirumah" Jawab Dewi dengan nada berat.


Lemon hanya bisa menghela nafas panjang,


Kemudian dia menatap Dewi dengan tenang namun sangat tajam, Melihat tatapan Lemon yang sangat tajam itu, Nyali Dewi langsung ciut bagaikan Udang Rebus.


"Apa yang dikatakan Patriak, itu adalah tindakan yang tepat saat ini, karena kondisimu masih belum pulih 100%, jadi kamu wajib butuh istirahat yang banyak" Ucap Lemon dengan suara lembut selembut Sutra.


Dewi hanya memonyongkan bibirnya untuk menjawab perkataan Lemon.


"Baiklah.. Gak apa-apa, tapi ingat kamu harus kesini besok malam, kamu makan malam disini" Kata Dewi tegas menatap tepat manik mata Lemon.


"Heemm.. Baiklah! Akan aku usahakan besok, mudah-mudahan urusanku cepat selesai" Jawab Lemon dengan santai.


"Kalau begitu saya permisi" Kata Lemon sambil membungkuk kepada Restu Chandra.


"Eemm.. Nak Lemon! Apakah Nomor Rekeningmu masih tetap aktif, biarkan saya membantu kamu untuk biaya kuliah" Ujar Restu Chandra dengan jujur.


Restu Chandra hanya menghela nafas panjang, ketika Lemon berusaha menolak dengan halus, apalagi kondisi keuangan Keluarga Chandra saat ini masih belum pulih 100%.


Setelah semuanya beres, Lemon langsung bergegas pergi dari tempat itu, dia diantar oleh supir keluarga Chandra.


Lemon langsung membersihkan diri setelah dia sampai diVilanya, karena selama beberapa minggu terakhir dia sulit untuk merasakan Tempat dan Air yang bersih.


Lemon langsung membaringkan tubuh kurusnya diatas ranjang, namun tidak berselang lama tiba-tiba HPnya Bergetar, Hpnya sedang terpasang charger karena sudah lobet.


"Hallo" setelah Lemon menekan tombol jawab, dengan tubuh masih terbaring.


"Maaf Tuan! Saya menganggu waktu tuan Lemon, apakah Tuan ada kesempatan besok, untuk datang keperusahaan, karena ada kerjasama antara perusahaan dan wajib Tuan Lemon menandatangani" Kata Widya Sirait didalam sambungan Telepon.


"Baiklah! Saya akan datang besok pagi" Jawab Lemon singkat dengan mata yang sudah mulai sayu.


Setelah selesai bicara sambungan telepon langsung terputus..

__ADS_1


Keesokan harinya Lemon langsung berganti pakaian dia bergegas pergi kePerushaan Kuil Naga.


Setelah dia sampai di ruangan CEO, dia langsung melihat berkas kontrak sudah tergeletak diatas Meja kerjanya.


"Tuan CEO, moho maaf saya sudah menaruh diatas meja anda Surat Kontraknya" Ucap Widya meminta maaf.


"Tidak apa-apa" Lemon berkata menjawab sambil mengangkat tangannya.


Setelah dia membaca dengan seksama surat kontrak tersebut, dia langsung menandatanganinya, dengan pernjanjian omset 60% untuk disetor ke Perusahaan Yayasan Kuil Naga.


"Tuan.. Kita ada penawaran kerjasama di Negeri Hibala, apakah kita akan melakukan kerjasama dengan perusahaan tersebut, selanjutnya ada penawaran resort diDekat Danau Toba, mereka akan bertemu denganmu, nanti Jam 3 sore" Ucap Hasrat Naibaho menjelaskan.


"Baik... Kamu atur saja waktunya dan tempatnya, saya memang banyak waktu luang untuk hari ini" Jawab Lemon dengan santai.


"Bail Tuan! Saya akan menghubunginya sekarang" Ujar Hasrat yang langsung melakukan panggilan telepon, menelpon pihak lain.


Lemon hanya bisa menganggukkan kepala, ketika Hasrat menelpon seseorang.


Singkat waktu Lemon berhasil melakukan pertemuan dengan klien, sehingga dia langsung kembali ke Vilanya dengan cepat.


Tidak berselang lama, ketika Lemon sudah berada didalam Vilanya, tiba-tiba terlihat seorang siluet yang memakai baju Tao berdiri tegap dihalaman Vilanya.


Sosok itu berkumis tipis dengan wajahnya yang masih terlihat muda, dia mengerutkan keningnya ketika dia memindai seluruh tempat itu dengan kesadaran ilahinya, dia tidak menemukan seseorang yang memiliki kekuatan besar.


"Bagaimana mungkin anak muda ini mengalahkan saudaraku, sementara kalau dilihat-lihat, kekuatannya tidak sebanding 15% dengan kekuatan Juniorku" Batin lelaki itu didalam hatinya.


Lemon yang sedang istirahat didalam Vilanya, dia merasakan Aura besar yang datang dari luar, sehingga dia langsung mengedarkan kesadaran ilahinya, dan benar saja dia menemukan sesosok lelaki yang berdiri tegap sedang memandangi rumahnya.


Lelaki itu memakai baju Tao, dengan alis yang telah disulam dan tertata rapi.


Lemon hanya bisa menautkan keningnya, karena penasaran dengan kedatangan orang tersebut, karena selama ini Lemon merasa tidak pernah bertemu dengan orang itu.


"Sepertinya saya tidak pernah bertemu dengan orang itu, tapi kenapa dia seperti berwajah garang memandangi rumahku?" Tanya Lemon dalam hati.


Lemon berdiri dari tempat duduknya, dia berjalan kedepan.

__ADS_1


__ADS_2