
Lemon mengernyit ketika Buku Mata Dewanya selesai memindai, dan dia telah menemukan sumber penyakit dari ibunya Bryan.
"Saya rasa ibu kamu bisa sembuh bang bro" kata Lemon santai, sembari dia mendekat di nakas ibunya Bryan.
Mata semua orang sangat terkejut, tidak bisa mereka mengedipkan mata, ketika mereka mendengar perkataan Lemon barusan, terlebih dokter yang memeriksa ibunya Bryan, matanya berbinar memerah karena marah.
Dokter itu memandang Lemon dari atas sampai kebawah, kemudian dia mengerutkan keningnya dan berkata "Heeii.. Anak Kecil! Tau apa kamu soal penyakit ibunya? Hah! Kamu jangan membual disini, kondisi ibunya sangat mengkhawatirkan malahan kamu membual" Dokter itu kesal kepada Lemon lalu berbalik lagi menghadap Bryan.
"Penyakit ibu ini terletak di diruas pergelangan tulang-tulangnya, sehingga dia sulut untuk berdiri dan bergerak, jadi kalau tulang-tulangnya diberikan obat penguat, saya rasa ibu ini akan kembali Normal seperti biasa" Kata Lemon dengan wajah datarnya.
"Dasar kentut! Ternyata masih belum menyerah kau ini? Apakah kau seorang dokter? Hah" Dokter itu berkata dengan keras, sambil dia melihat kearah Lemon.
Kemudian dia melanjutkan "Heii Bocah! Kamu jangan pikir kamu bisa dipercaya disini, atau jangan-jangan kami hanya ingin mencari sensasi, supaya kamu bisa terkenal".
Lemon menggelengkan kepalanya, lalu dia berkata "Saya tidak membual dan bahkan saya bukan orang yang suka Cari muka, saya kan bukan profesi Dokter maupun yang lain" sambil dia melihat Dokter itu.
Melihat perdebatan antara Lemon dan Sang Dokter, Bryan Calvin mendekati Lemon lalu berkata "Masbro, aku tau kamu peduli dengan kondisi ibuku, tapi kamu dengar sendiri kan, kalau dokter sudah menyerah, dan mengatakan kalau penyakit ibuku sudah tidak bisa lagi disembuhkan".
Lemon menggelengkan kepalanya, lalu dia tersenyum kepada Bryan "Kamu salah! Saya tidak bisa menyia-nyiakan waktu yang masih ada" setelah berkata-kata, Lemon langsung memegang tangan ibunya Bryan, kemudian Qi Esensial dia kirim kedalam tubuh ibunya Bryan.
Bryan dan Dokter bersama dengan beberapa orang, yang berada didalam kamar tersebut hanya bisa berdiri mematung, menyaksikan Lemon memegang tangan Ibunya Bryan.
Ibunya Bryan Calvin bernafas panjang, setelah Qi Esensial yang dikirimkan Lemon kedalam Tubuhnya, sudah bereaksi dan berhasil mengisi kekuatannya.
__ADS_1
Dengan gerakan yang sangat cepat, Lemon langsung meraih Jarum Perak yang ada didalam sakunya, kemudian dalam hitungan detik dia menusuk setiap titik-titik ruas pergelangan tulang-tulang ibu Bryan, yang membuat Ibunya Bryan sedikit mengerang kesakitan.
Bryan sangat terkejut ketika dia mendengar teriakan ibunya, namun dia bagaikan telah terhipnotis dia hanya bisa memperhatikan Lemon terus menusukan jarum peraknya ditubuh ibunya.
"Aaaiisshh... Pengobatan tradisional Kuno, apa kamu berharap dijaman modern sekarang ini, cara pengobatanmu itu ampuh!" cibir sang dokter yang sedang memegang pinggangnya, memperhatikan setiap gerakan Lemon dalam melakukan Akupuntur.
Dalam sekejab Lemon sudah berhasil menitikan Jarum Peraknya, disetiap titik-titik terlemah dipergelangan tulang ibunya Bryan, dan dengan dorongan Energi Spiritual yang dikirim Lemon kedalam Tubuh, sehingga dalam sekajab wajah Pucat itu berangsur-angsur berubah menjadi memerah.
Ibunya Bryan merasakan seluruh sum-sum tulangnya bagaikan teraliri Listrik yang ratusan volt, sehingga seluruh tubuhnya bergetar Hebat, yang membuat Wajahnya Bryan menjadi Suram.
"Apa Yang terjadi" Teriak Bryan kepada Lemon yabg sedang berdiri disamping Nakas Ibunya.
Bryan ingin meraih seluruh Jarum Perak itu yang masih tertancap diseluruh tubuh ibunya, namun dengan gerakan yang sangat cepat Lemon langsung meraih pergelangan tangan Bryan.
Dokter yang berada disamping hanya bisa mengangkat sudut bibirnya yang sebelah, ketika dia melihat Ibu Bryan gemetar hebat.
"Heeii.. Bocah! Apakah kamu pikir dengan cara ini, kamu tidak lebih baik membawa ibunya dilembah kematian, cepat kamu lepaskan seluruh Jarum perakmu yang tidak berguna itu" teriak Dokter dengan ekspresi yang sangat marah.
Dalam hitungan menit terakhir, ibunya bryan perlahan-lahan tenang, dan tidak merasakan getaran hebat, kemudian dia membuka matanya secara perlahan, sehingga dalam satu gerakan tangan Lemon, seluruh Jarum perak yang tertancap diseluruh tubuh langsung dicabut.
Ibunya Bryan langsung menggerakan jari-jarinya, setelah Jarum Perak dicabut oleh Lemon, setelah itu dia menggerakkan tangannya disusul dengan gerakan kaki, dan terakhir dia langsung duduk diranjang tempat tidurnya.
Wajah semua orang tiba-tiba tertegun, mereka semua tidak bisa berkata-kata, bola mata mereka bagaikan keluar dari tempatnya, semua orang merasa inilah hanya mimpi.
__ADS_1
Namun Lemon sama sekali tidak terkejut dengan hal itu, dia hanya melemparkan senyuman manisnya kepada ibunya Bryan, setelah ibu Bryan sudah bisa duduk dengan sendirinya.
"Bagaimana Perasaan ibu sekarang?" Kata Lemon kepada ibunya Bryan.
"Saya sekarang merasa lebih baik, bahkan saya tidal merasakan kesakitan, saya merasa bagaikan terlahir kembali" Kata Ibu Bryan dengan menampilkan senyuman bahagia.
"Mungkin setelah istirahat beberapa hari kedepan, ibu pasti sembuh total, dan jangan lupa ibu harus meminum Vitamin, supaya seluruh sum-sum tulang itu kembali Normal seperti biasa" Kata Lemon santai.
"Terimakasih Nak! Saya tidak tahu kalau seandainya kamu tidak datang kesini, mungkin saya akan sudah menjadi Mayat" Kata Ibu Bryan sambil dia memeluk Lemon dengan deraian Air Mata.
Lemon membalas pelukan ibu itu, dengan berkata "Ibu sudah seharusnya saya tolong, karena Bryan adalah teman saya dikampus" sambil mengusap-ngusap punggung ibu itu.
Bryan berjalan kesamping Lemon, kemudian dia memegang bahunya Lemon sambil berkata "Bang Bro! Maafkan aku, aku sudah sempat tidak percaya sama kamu" kata Bryan sambil menangis campur bahagia, karena Bryan menatap ibunya yang sudah baik-baik saja sekarang.
Lemon melepaskan Pelukan ibu Bryan, kemudian dia menatap Bryan sambil berkata "Sudah sewajarnya saya menolong ibumu, karena kamu adalah teman saya dikampus, dan pacar kamu juga sahabatnya Dewi, pacarku" Lemon memberikan senyuman tampannya.
Namun beda halnya dengan Dokter yang masih berdiri disamping, dia sangat terpukul dengan kejadian itu, dia ingin menggali lubang untuk tempat persembunyiannya karena dia sangat merasa malu.
Dengan wajah yang sangat Kusam, Dokter itu berkata "Kamu jangan merasa Hebat Bocah kecil! Jangan pikir kamu hebat setelah menyembuhkan ibu ini, ingat bahwa Rumah Sakit ini memiliki aturannya, Aturannya bahwa selain dokter! tidak boleh diijinkan siapapun untuk melakukan Praktek kepada Pasien, itu artinya Praktek secara langsung, dan saya pastikan kamu akan saya kirim kepenjara, karena sudah melanggar salah aturan Rumah Sakit ini" kata Dokter itu dengan ekspresi bangganya, dengan mengangkat sedikit sudut bibirnya.
"Dasar B" jingan! Setelah kamu tidak bisa menangani Pasien, sekarang kamu memutar balikan fakta, apakah kamu pikir kamu bisa melakukan apa yang kau mau sesuka hatimu? Hah" terdengar kata seorang gadis dari arah pintu.
Gadis yang berkata-kata itu adalah Dewi, dia bersama Lea dan mereka telah mendengarkan seluruh akar Permasalahannya, mulai dari Lemon menyembuhkan Ibunya Bryan sampai Sang Dokter mengancam Lemon.
__ADS_1
Dokter itu hanya bisa mengerutkan keningnya, ketika dia melihat Dewi yang berjalan masuk bersama Lea.