
Lemon menepuk-nepuk kepalanya, dia seakan tidak percaya dengan apa yang barusan dia lihat, dia merasa bagaikan sedang terhipnotis.
"Baik Kek.. Saya akan berusaha semaksimal mungkin" Ucap Lemon dalam hatinya.
Setelah itu Lemon terus mengerjakan tugasnya, dia terus bergelut dengan berkas-berkas yang ada dihadapannya.
"Tok Tok Tok" Suara Ketukan Pintu terdengar dari luar, yang membuat Lemon menjadi memandang kearah Pintu.
"Masuk" Ucap Lemon Singkat.
Tidak lama kemudian Kepala Widya Muncul dari balik Pintu.
"Maaf Tuan! Saya harus memberitahukan kepada anda tentang Perusahaan Keluarga Chandra" Ucap Widya dengan sangat berhati-hati.
Lemon menatap Widya sedang berdiri diseberang Meja Kerjanya, sehingga Widya sedikit menjadi terkejut.
"Apa Maksudmu berkata seperti itu? Apakah ada kejanggalan diperusahaan Keluarga Chandra?" Tanya Lemon dengan wajah penasaran, sambil tangannya masih menggores-gores berkas dihadapannya.
"Eemm.. Em.. Saya kira begitu Tuan, karena menurut data yang sudah kita dapatkan, keuntungan perusahaan mereka tiap bulan sangat besar, namun ketika sampai didalam pembukuan, perusahaan mereka mengalami kerugian dalam jumlah yang sangat besar" Kata Widya dengan hati-hati.
"Eemm" Lemon berdehem sambil dia berpikir sejenak.
"Pasti ada seseorang yang sengaja melakukan Tindakan demikian" Ujar Lemon pelan sambil di kembali mengecek tumpukan berkas dihadapannya.
"Baik.. Terimakasih atas informasinya, kamu boleh kembali kerja" Ucap Lemon kepada Widya sambil dia mengibaskan tangannya.
Setelah Widya Pergi, Lemon berhenti sejenak untuk berpikir siapa yang melakukan hal itu diperusuhaan Keluarga Chandra.
Ditempat lain dikediaman Song, Kepala Keluarga Song sedang asik menikmati cerutunya yang diberikan oleh kliennya dari luar negeri.
Terdengar langkah kaki berjalan dengan cepat, suara langkah kaki Yupiter kepala pelayan keluarga song.
"Maaf Tuan Patriak! Sesuatu terjadi dipabrik, ada sekelompok preman berandalan, mereka telah mengobrak-abrik pabrik Mebel kita" Ucap Yupiter dengan suara gemetar, dia sangat takut Majikannya itu marah padanya, karena sepenuhnya persoalan seperti itu merupakan tanggungjawabnya.
__ADS_1
Valen Song tiba-tiba terkejut dengan informasi yang disampaikam oleh Yupiter, dia menatap Yupiter lekat tanpa ada kata-kata.
Valen Song bediri dan menatap kearah luar Jendela, sambil menghela nafas panjang dia berkata: "Kamu cari tahu siapa pelakunya, kerahkan kekuatan yang ada, kerahkan seluruh kekuatan Master Taekwondo yang kita miliki, berikan mereka pelajaran sesuai dengan apa yang telah mereka lakukan".
Yupiter menjawab perkataan Valen Song dengan Anggukan, kemudian dia langsung berbalik dan pergi dari hadapan Valen Song.
Velen Song hanya merenung dengan kesendiriannya, dia menatap kegelapan malam dengan penuh kebimbangan.
" apakah Masih keluarga Laiya yang melakukan semua ini? Tapi.. Bukankah Keluarga Laiya sudah hancur dibuat oleh Lemon, tinggal David Laiya yang masih berada didalam Penjara! Apakah mungkin dia?" Batin Valen Song dalam hatinya.
"Ayah Kok melamun? Ayah sedang memikirkan apa sih?" Tegur Tiwi Song yang mengejutkan sang Ayah.
Tiwi Song tiba-tiba melihat Sang Ayah yang termenung dengan pandangan yang terlihat Kosong, sehingga Tiwi langsung menghampiri sang Ayah, dan ternyata memeng benar dugaanya sang Ayah sedang berkomak-kamik sendirian.
"Uuhukuk" Valen Song tersentak yang membuat dia sedikit berbatuk, kemudian dia berbalik dan menghadap Tiwi Song.
"Eemm... Kamu Rupanya?! Buat Ayah kaget aja" Ujar Valen Song dengan wajah santainya.
"Iyalah.. Dari tadi saya perhatikan Ayah hanya terus melamun, emangnya apa yang sedang Ayah pikirkan?" Tanya Tiwi Song yang kedua kalinya.
Tiwi hanya mengusap-ngusap lengan sang Ayah, ketika dia melihat wajah keriput sang Ayah sedang banyak beban.
"Ya udah yah.. Biarlah orang-orang kita menyelidiki terlebih dahulu, kita harus tau siapa pelakunya, baru nanti kita laporkan kepada Pihak Berwajib" Ujar Tiwi memberikan penguatan kepada sang Ayah.
Valen Song hanya bisa menghela nafas, sambil dia menganggukkan kepalanya.
Ditempat lain didalam Gubuk kecil ditengah Persawahan, Cristof sedang menunggu Sang Kakek yang sedang melakukan Meditasi didalam Bilik.
"kakak Senior! Kita sudah lama menunggu disini! Kita belum melakukan apa-apa untuk menghadapai anak sialan itu! Kenapa kita tidak kembali saja dilembah Mondrowe" Ujar Salah satu dari Rombongan Cristof.
Cristof mengenadah wahahnya keatas langit, kemudian dia menghembuskan nafasnya kasar.
"Kita sudah terlanjur berurusan dengan anak sialan itu! Maka kita harus menemukannya kembali untuk menuntutnya dan membawanya ke Lembah Mondrowe" Jawab Cristof dengan menggertakan giginya.
__ADS_1
Kemudian dia melanjutkan: "Kita Tunggu saja Kakek selesai bersemedi, pasti dia punya cara lain untuk menaklukan bocah itu" Cristof berkata-kata dengan mata yang tajam.
"Baik Senior" Ucap Para Rombongan serentak sambil mereka mengangguk.
Tidak lama kemudian, Pintu Bilik terbuka dan tampaklah Sang Kakek dengan wajah binarnya di tersenyum puas.
"Apa yang sedang kalian perbincangkan?" Tanya Sang Kakek yang bernama Gabeja.
"Eemm..emm.. Tidak Kek! Kami hanya membicarakan tentang anak sialan itu yang sudah mempermalukan kita, kami ingin Kakek membalas anak sialan itu" Jawab Cristof sambil menampakkan Wajah sendunya.
"Heemm" Gabeja hanya berdehem sambil memegang dagunya yang tidak berjenggot.
Wajah semua rombongan menjadi tegang, mereka menunggu ucapan selanjutnya dari Sang Kakek, yang terlihat sedang memikirkan sesuatu sambil memegang dagu.
Gabeja mengepalkan tinjunya dengan keras, kemudian dia melihat kesamping, tiba-tba dia mendapatkan batu sebesar kepala anak kecil sudah tergeletak dilantai, kemudian Gabeja berjalan kearah batu tersebut dan meraihnya.
"Kreeekkk" Suara Pecahan Batu terdengar renyah, ketika Gabeja meremas batu yang sudah diraihnya barusan.
Batu tersebut hancur berkeping-keping menjadi Debu, kemudian dia menghembuskan Debu tersebut dari tangannya dengan perasaan bangga.
Gabeja mengibas-ngibaskan tangannya, dia membersihkan sisa-sisa Debu dari telapak tangannya, kemudian dia melihat semua rombongannya dengan wajah Arogansi.
"Hanya seperti inilah kepala Anak Bocah itu, kalau saya bertemu lagi dengannya, saya pastikan dia merasakan akibatnya... Hahahaha" Suara Gelak Tawa terdengar memenuhi tempat itu, Gabeja tertawa dengan gayanya, yang membuat rombongannya tersenyum lebar.
"Plok.. Plok.. Plok" Tepuk tangan terdengar meriuhkan tempat itu, yang membuat Cristof menjadi bersemangat untuk membalaskan Lemon dalam waktu dekat.
Dekejauhan Sepasang Mata sedang mengamati Isi Gubuk yang terdengar riuh, karena suara gelak tawa dan tepuk tawa barusan.
Sepasang Mata itu terlihat mengerut, ketika dia memindai orang-orang yang berada didalam gubuk, kemudian dia menghela nafas panjang.
"Ternyata kekuatan orang-orang didalam Gubuk masih dibawah kekuatan Energi Qi, namun hanya satu orang yang sudah berada diatas Pembentukan Pondasi" Katanya Lirih sambil dia melangkahkan kakinya mendekat Gubuk Gabeja dan Cristof bersama rombongannya.
Tiba-tiba Pintu ditendang dengan Keras "Boom" Suara Pintu meledak ketika ditendang yang membuat wajah semua orang menjadi sangat terkejut.
__ADS_1
Gabeja Mengerutkan keningnya, dia memindai keluar untuk mencari tau siapa yang barusan menendang Pintu.