PENJAGA KUIL NAGA

PENJAGA KUIL NAGA
Bab 57. Pak Walikota Jatuh Sakit


__ADS_3

Lemon berjalan kearah Pintu, kemudian "Krek" suara gagang Pintu terdengar, yang membuat bawahannya yang menjaga didepan pintu, terkejut dan bahagia, karena Tugas mereka untuk menjaga Pintu telah selesai.


"Salam Hormat kami Tuan" bawahan itu berkata serentak, setelah melihat Lemon telah keluar dari dalam kamar.


"Dimana Hasrat?" Lemon bertanya kepada penjaga itu.


"Ketua kami sedang berada ditaman Hotel Tuan, dia kesana sebentar untuk merokok" salah satu bawahan yang berambut cepak menjawab.


"Eem.. Baik, Sekarang tolong kalian beli makanan, saya sangat lapar" Lemon berkata kepada bawahannya.


"Baik Tuan" Pelayan itu langsung bergegas pergi setelah selesai berkata.


Tidak lama kemudian, Hasrat Naibaho datang menemui Lemon, "Tuan? Tuan sudah selesai berlatihnya?" Hasrat berkata sopan.


"Sudah.. Kalian bersiap-siap hari ini kita pulang ke kota Gowe" Lemon berkata sambil meminum Teh Botol Sosronya.


"Baik Tuan, saya segera bersiap-siap" selesai berkata, Hasrat langsung berbalik dan pergi kekamarnya.


Singkat cerita Lemon dan Hasrat Naibaho, dalam perjalanan kembali ke Kota Gowe, tiba-tiba dia melihat, kerumunan orang-orang yang sedang Panik.


Lemon menyebarkan kesadaran ilahinya, kalau orang biasa tidak mampu melakukan apa yang dilakukan Lemon.


Seketika Lemon mengernyitkan keningnya, dan berkata dalam hati: "Kasihan orang ini, dia diselimuti Roh-roh Jahat".


Tiba-tiba Lemon menyuruh pengemudi, untuk memberhentikan Mobilnya.


"Kanapa Tuan? Apa ada yang salah? Kenapa kita berhenti" Hasrat berkata penasaran.


"Iya ada seseorang yang membutuhkan pertolongan" selesai berkata, Lemon langsung turun dari dalam mobil.


Kemudian dia berjalan kearah Kerumunan, dia melihat orang-orang yang sedang Panik.


"Halo Dokter! tolong cepat datang kemari, Pak Walikota sedang sekarat, dia harus ditolong secepatnya" pria yang sedang menelpon, sangat terlihat kepanikan diwajahnya.


"Bagaimana Jhon? Apakah dokter segera datang kemari?" Seorang pria paruh baya sedang memapah Pak Walikota, dia adalah kepala pelayan Keluarga Pak Walikota.


"Iya 10 menit lagi dia sampai" Jhon menjawab dengan panik.


Walikota Gowe sedang melaksankan kunjungan kerja, namun ditengah perjalanan dia merasakan kesakitan yang sangat luar biasa, sedangkan Jhon adalah merupakan pengawal pribadinya, yang memiliki ketermpilan diatas Master Taekwondo.


Lemon hanya sebagai penonton, dia terus mengamati dengan seksama, penyakit yang diderita oleh walikota.

__ADS_1


Lemon mengenali Walikota sebagai pribadi yang baik, suka menolong orang miskin dan tidak Korup.


Tidak berselang lama, Dokterpun tiba dilokasi pak walikota, dia langsung bergegas menghampiri pak walikota, yang sedang berbaring dilantai.


Pak Walikota tidak bisa lagi disentuh, sehingga dia tidak bisa diangkat kedalam rumah warga setempat.


Dokter bersama Asistennya, berjalan dengan menegakan dadanya, dia merasa sangat bangga bisa mengobati pak walikota.


Asistennya dengan perasaan Hebat, mengamankan orang-orang yang sedang berada disamping Pak Walikota, dia mengusir warga yang sedang ingin menolong pak walikota.


Dokter mengeluarkan senjata Andalannya, yaitu Stetoskop dan Tensimeter.


"Semuanya baik-baik saja" Dokter itu keheranan sambil berbisik kecil kepada Asistennya.


"Ini Pasti penyakit dibagian organ dalam, pastinya ini hanya bisa diaembuhkan dengan Teknik Akupuntur" Dokter berkata dengan wajah serius, kepada Jhon dan kepala pelayan pak Walikota.


"Lakukan yang terbaik Dokter, Asal pak Walikota bisa selamat" Kepala pelayan itu berkata.


"Heemm... Itu persoalan kecil, saya sudah biasa menangani penyakit seperti ini" Dokter itu berkata dengan senyuman sumringahnya.


Dokter tersebut bernama Dokter WANDI, Kemudian Dokter Wandi mengeluarkan Jarum-Jarum perak yang ada didalam Tas kecilnya.


Dokter Wandi tertegun, kemudian dia langsung membalikan badannya, melihat kearah Suara itu, orang-orang yang berada ditempat tersebut, juga berbalik melihat kearah Sumber Suara Barusan.


"Apa yang kamu tahu tentang pengobatan? Siapa kamu berani berkata seperti itu?" Dokter Wandi berkata tegas, ketika dia mengarahkan pandangannya kepada Lemon.


"Saya memang bukan seorang Dokter, tapi saya melihat Pak Walikota tidak mengalami penyakit dalam" Lemon berkata jujur.


Mendengar pernyataan dari pihak lain, hati dokter wandi tertegun dan menelan ludahnya, dia sedikit terkejut karna pihak lain, mampu mendiagnosa penyakit Walikota.


Namum Dokter wandi tidak memperdulikan perkataan pihak lain, dia menganggap itu hanya suatu kebetulan saja.


Dokter Wandi melihat Lemon dengan secara inci, kemudian dia mengangkat sudut bibirnya sambil mencibir "Hem! Kentut! Bocah ingusan tahu apa! Palingan kamu tahu membual".


Jhon yang sudah sangat Panik, ketika dia mendengar sanggahan dari pihak lain, seketika dia menjadi Murka, wajahnya sangat merah tatapannya sangat memprovokasi.


Kemudian dia berjalan kearah Lemon, dia langsung mencekeram kerah baju Lemon sambil berkata: "Kamu jangan berani membual disini, apakah kamu tahu konsekuensi tindakanmu itu, jika dokter wandi tidak mengobati pak Waikota, apakah kamu mampu mengobatinya".


"Mengobati Pak Walikota adalah hal yang tidak sulit bagi saya" Lemon berkata santai, kerah bajunya masih dalam genggaman Jhon.


Jhon melepaskan tangannya dari Lemon, kemudian dia melihat Dokter Wandi sambil berkata: "Dokter! Silahkan lanjutkan untuk mengobati Pak Walikota, jangan hiraukan bocah sialan itu".

__ADS_1


Setelah berkata kepada Dokter Wandi, Jhon menatap kembali Lemon, yang masih diam berdiri.


"Hei Bocah! Lebih baik kamu pergi sini, sebelum saya menendangmu" Jhon berkata dengan tatapan dingin.


"Baik saya akan pergi, tapi saya mau ingatkan!


bahwa Pak Walikota, tidak dapat disembuhkan secara Akupuntur maupun Medis, karena dia telah diikat oleh Roh Jahat" Selesai berkata Lemon langsung berbalik hendak pergi, namun sebelum dia melangkah dia kembali berkata:


"Saya disana, saya beri kesempatan kalian 15 Menit, setelah itu saya pergi!" Lemon langsung melangkahkan kakiknya setelah selesai berkata.


Dokter Wandi mengeluarkan Jarum Peraknya, dan menusukannya dibeberapa bagian Akupuntur Pal Walikita.


Setelah Jarum Peraknya ditusukan, wajah Pak Walikota seketika berubah, dan dia membuka matanya, yang membuat Dokter Wandi menjadi semakin binal, dia memandangi semua orang dengan wajah sumringah.


Namun tidak menunggu lama, semua Tusukan Jarum perak, yang ada ditubuh pak Wali Kota, mengalir darah setetes demi setetes.


Wajah kepala Keluarga Pak Walikota menjadi serius, kemudian dia berteriak! "Dokter Wandi! Apa yang salah! Kenapa Jarum-Jarum ini mengeluarkan Darah".


Dokter Wandi yang masih dalam lamunannya, seketika dia terkejut melihat tetesan darah yang begitu banyak, yang keluar melalui Jarum perak yang telah ditusukannya, dibeberapa bagian Akupuntur Pak Walikota.


"Ada Apa ini? Kenapa bisa seperti ini? Saya sudah melakukannya dengan benar" Dokter Wandi berkata dengan wajah pucat, dia tidak menyangka akan seperti ini.


"Dokter! Jangan berdiam diri seperti itu, cepat lakukan sesuatu untuk menolong Pak Walikota" Jhon meneriaki dokter, ketika dia melihat Ekspresi Dokter diam tak berbuat apa-apa.


Semua orang sangat terkejut, melihat darah keluar dari jarum-jarum yang ditusukan ditubuh pak Walikota.


Dokter Wandi langsung mencabut, seluruh jarum perak dari tubuh pak Walikota, ketika dia melihat darah yang semakin banyak.


Dokter Wandi seketika keangkuhannya telah hilang, dia tidak lagi mengenadah wajahnya keatas, seperti yang barusan dia lakukan, dia hanya terus bergetar ketakutan, tubuhnya basah kaeringat dingin, karena jika sampai Walikota meninggal karena ulahnya, maka tamatlah riwayatnya dikota Gowe.


"Dokter Wandi! Apa yang kita lakukan?" Kepala pelayan berkata marah kepada Dokter Wandi.


"Eemm" Dokter Wandi tidak bisa memberi Jawaban, namun dia seketika teringat dengan bocah yang diusir tadi, dia teringat ketika dia mengatakan bahwa mengobati pak walikota bukanlah hal yang sulit baginya.


Dokter Wandi teringat dengan Lemon, namun anak itu sudah diusir.


Warga yang berkerumun, seketika mencibir Dokter Wandi, "Tampangnya saja yang Sok Hebat, ternyata dia tidak mampu menyembuhkan Pak Walikota" salah satu dari antara warga mencibir.


"Iya Nih.. Dia hanya hebat membual, tapi nyatanya dia bisa" warga berkata berbisik, namun masih bisa terdengar kepada pihak lain.


Kemudian warga lain menambahkan "Jangan-Jangan Gelar Dokternya itu Palsu! Karna sekarang banyak Dokter Abal-abal atau dokter gadungan".

__ADS_1


__ADS_2