PENJAGA KUIL NAGA

PENJAGA KUIL NAGA
Bab 59. Dokter Wandi Kalah


__ADS_3

"Kamu tidak punya Hak Untuk mengusir Kami dari tubuh ini" Asap Hitam itu bersuara sangat menakutkan, bagaikan Suara Mak Lampir.


"Baik! Kalau kalian keras kepala, jangan salahkan saya jika jiwa-jiwa kalian saya musnahkan untuk selamanya" Lemon berkata dengan Suara lantang.


"Hahahaa.. Silahkan coba saja kalau kamu mampu!" Asap hitam menjawab dengan enteng.


Lemon mengangkat Jarinya, kemudian dengan cepat bagaikan Peluru, dia berlari kearah Walikota, Melihat Lemon yang mengarah kearahnya, Asap Hitam itu seketika mengernyitkan keningnya, yang dipenuhi dengan kerutan-kerutan yang menakutkan.


Namun sebelum Lemon mendaratkan pukulannya, terlebih dahulu Asap Hitam itu menyerbu kearah Lemon, kemudian dia menutupi seluruh Tubuh Lemon dengan Asap Hitam Tebal.


Asap Hitam itu memutar-mutar tubuh Lemon, sambil dia mengangkat Lemon keatas langit.


Lemon sedikit ragu-ragu untuk menghadapi roh jiwa itu, karena roh jahat itu masih berada didalam tubuh pak walikota, dia takut menyakiti pak walikota.


Lemon yang terus-terusan dihantam oleh Jiwa itu, dia menjadi kelabakan karena tidak bisa mengarahkan Jurusnya dengan baik.


Melihat kesempatan yang sangat sedikit, dan keluatannya juga semakin lama semakin terkuras, Lemon melakukan gerakan Jurus NAGA PENCABUT NYAWA.


Dalam sekejab Lemon terbagi menjadi 50 orang, dengan gaya dan pukulan yang berbeda-beda, sesuai dengan keinginan pemakainya.


Melihat Lemon yang menggunakan Jurus Naga Pencabut Nyawa, seketika Roh Jiwa itu mencibir "Jurus Yang sangat Bagus, namun itu tidak ada artinya bagiku!"


Roh jiwa itu langsung menandai Lemon yang Asli, kemudian dia langsung mengarahkan pukulannya, "Boom" suara pukulan yang mendarat dibagian perut Lemon.


Seketikq Lemon langsung tersungkur dan Jatuh ke tanah, Lemon mengerang kesakitan dia tersungkur bagaikan udang goreng.

__ADS_1


"Hahahaaa.... Bocah Kecil yang Malang! Kekuatanmu memang sangat bagus, tapi kamu masih belum cukup untuk melawanku" Roh Jiwa itu berkata dengan bergema, yang mengakibatkan rumah-rumah disekitar itu bergetar hebat.


Hasrat Naibaho hanya bisa tertegun menelan ludahnya, melihat asap hitam itu terus-terusan menghajar Lemon sampai tersungkur ditanah.


Sambil memegangi perutnya, Lemon mengangkat tubuh kurusnya, dan melihat Roh Jiwa itu yang berkata dengan bangga.


Lemon teringat dengan pesan ELISAMA kepadanya, sewaktu mereka ditepi SUNGAI SUSUA, dia mengatakan bahwa kita harus melihat situasi medan pertempuran.


Seketika Lemon menyeringai, kemudian dia menggunakan Jurus AWAN PUTIH MENGGILA, Lemon merapalkan Mantranya, seketika dari Jari-Jarinya muncul Kabut Putih Tipis, kemudian semakin lama semakin membesar bagaikan Tornado.


Kabu Putih yang berubah menjadi Awan tebal, diarahkan kepada Rah Jiwa yang sedang Angkuh, Awan Putih yang mengkilat, bagaikan Sinar Matahari dengan pergerakan bagaikan Angin, mengarah langsung dan membungkus Roh Jiwa bersama Pak Walikota.


Ketika awan putih telah membungkus Roh Jiwa, Lemon langsung memantrainya, supaya Roh Jiwa itu tidak dapat menembusnya.


Roh Jiwa yang sebelumnya merasa Angkuh, dalam sekejab berubah Panik, karena secara perlahan Awan Putih menghisapnya kedalam Pusaran Tornado.


Roh Jiwa mengerang kesakitan, suaranya sangat mengerikan dan ingin meminta pertolongan.


"Anak muda! Tolong lepaskan saya! Jika anda mengampuni saya, saya berjanji akan menjadi pengikut setia anda dimasa depan" Roh Jiwa berkata memohon kepada Lemon.


"Saya sudah memberimu kesempatan! Namun kamu tidak menghargainya! Baik, kalau itu maumu, saya akan menyegel anda bersama Kabut Putih itu, sekarang keluarlah dari tubuh pak Walikota!" Lemon memerintahkan Roh Jiwa dengan suara dingin.


"Baik! Terimakasih atas belaskasihmu! Mulai sekarang Anda Adalah Tuan saya!" Roh Jiwa berkata dengan nada hormat.


Roh Jiwa kemudian keluar dari Tubuh Pak Walikota, yang membuat seketika Pak Walikota Jatuh ketanah tak sadarkan diri.

__ADS_1


Roh Jiwa bersama Kabut Putih, disegel kembali oleh Lemon, dengan menggerakan Jari-Jarinya Kabut putih langsung menghilang.


Semua orang dengan mata mulut terbuka, bisa dimasukan sebutir telur buaya, apalagi Jhon, Daran Zebua, Hasrat dan Dokter Wandi, mereka semua seakan tidak percaya dengan apa yang mereka saksikan.


Kalau hanya cerita dari orang lain, mereka pastinya tidak akan percaya, namun kejadiab ini langsung mereka saksikan secara terbuka, nyata dan gratis.


"Siapa manusia yang satu ini? Apakah dia masih manusia atau Dewa?" Dokter wandi mulai bertanya tak karuan dalam hatinya.


Warga yang melihat Lemon, sangat terkejut dan penasaran siapakah dia sebenarnya.


Lima menit kemudian Pak Walikota Akhirnya Sadarkan diri, dengan perlahan-lahan dia membuka matanya, kemudian dia meregangkan tubuhnya yang terasa sedikit pegal dan Sakit.


"Apa yang terjadi?" Pak Walikota berkata penasaran kepada Daran.


"Em.. Bapak tadi terkena Sihir Roh Jahat, untunglah ada saudara ini" Daran berkata sambil menghujuk Lemon, yang sedang berdiri dihadapannya.


"Iya benar Tuan! Untunglah Saudara ini menolong, kalau tidak saya tidak tahu apa yang terjadi" Jhon menambahkan berkata.


Pak Walikota melihat Lemon, dia berjalan kehadapan Lemon sambil membungkuk Hormat.


"Terimakasih saudaraku! Saya tidak tahu bagaimana saya akan membalas, kebaikan saudara kepada saya" Walikota mengucapkan rasa terimakasihnya kepada Lemo.


"Tuan tidak perlu merasa segan kepada saya, anggap saja, saya hanya melayani dan memberikan bantuan kecil kepada bapak Walikota" Lemon berkata sambil tersenyum kepada Walikota.


Lemon kemudian memutar tubuhnya, dan pandangannya jatuh kepada Dr. Wandi, kemudian dia tersenyum puas sambil berkata: "Bagaiman Dokter? Apakah semuanya sudah jelas? Saya harap taruhan kita sebelumnya, anda tidak akan melupakannya".

__ADS_1


__ADS_2