
Wajah semua orang kembali cerah, setelah mendengarkan penjelasan panjang dari Lemon, kemudian Lemon menatap Jam dinding, Jam dinding menunjukam Pukul 11:30 malam, lalu dia berpamitan kepada Pak Walikota.
Setelah dia berpamitan kepada Pak Walikota, dia kemudian diantar oleh Supir pribadi Pak Walikota sampai divilanya. Lemon langsung bergegas masuk kedalam setelah dia sampai dipuncak Gunung Vila Ginting, kemudian supir yang mengantarnyapun langsung memutar dan berlalu pergi.
Setelah sampai didalam Rumahnya, Lemon menjatuhkan tubuh kurusnya diatas Sofa, kemudian dia meregangkan tangannya lalu meraih HPnya.
Tiba-tiba dia sangat terkejut, ketika dia melihat Kontak Mesengernya dan panggilan masuk, yang menarik perhatiannya adalah Panggilan Telepon dari Kenji, yang mencapai jumlah panggilan tidak terjawan 30 kali.
"Jangan-Jangan terjadi sesuatu" Lemon membantin dalam hatinya, dia teringat dengan Dewi.
Tidak menunggu lama, Lemon langsung menghubungi Kenji, dan tidak berselang lama sambungan panggilanpun langsung tersambung.
"Maaf Tuan Lemon, saya mengganggu anda" kata Kenji pelan namun terlihat resah. "Ada Apa Tuan Kenji, kok menghubungi saya berulang kali? Apakah ada terjadi sesuatu disana?" Tanya Lemon penasaran, dengan sedikit mengernyit.
"Maaf Tuan, kami hanya ingin memastikan!! Apakah Non Dewi bersama Tuan Lemon?" Ucap Kenji dengan rasa gelisah terpancar dari Nada bicaranya.
Tiba-tiba Jantung Lemon bergetar kencang setelah dia mendengar Dewi sedang tidak berada dirumahnya "Tidak Tuan!! Siang tadi saya mengantarnya disana dirumah keluarga Chandra, saya menitipkan Kunci Mobilnya kepada Kepala Keamanan" Jawab Lemon sedikit Panik.
Ketika mereka mendengar penjelasan Lemon dari ujung telepon, wajah semua orang menjadi panik, karena tidak biasanya Dewi bersikap seperti ini, Perasaan Cemas terpancar dari wajah Lili dan Restu Chandra.
Lili langsung meraih Hp ditangan Kenji, kemudian dia berkata: "Nak Lemon! Tolong kamu cari Dewi, karena sudah selarut ini dia masih belum pulang, dia juga tidak mengangkat HPnya" ucap Lili dengan suara gemetar.
"Tolong tenang Nyonya, Baik! biar saya telepon teman-teman kami dikampus, siapa tau dia berada disitu" Jawab Lemon santai menenangkan Lili.
"Nak Lemon, apakah kalian bertengkar?" Tanya Lili dengan suara kecil. "Emm.. Sedikit Nyonya, ada salah paham" Jawab Lemon lirih.
"Baik Nyonya, biarkan saya coba cari tahu dulu" kata Lemon dengan mata memerah karena marah. "Baik Nak Lemon, tolong kamu lakukan yang terbaik, saya takut terjadi sesuatu kepada Dewi" ucap Lili singkat.
Lemon langsung menghubungi Bryan Calvin, karena dia tidak punya Nomor Lea, Lemon kepikiran untuk kepada Lea, karena Lea merupakan teman Akrabnya Dewi.
__ADS_1
"Bryan tolong kamu hubungi Lea, tanyakan kalau dia bersama Dewi, karena Dewi sampai sekarang masih belum pulang kerumah" Suara Lemon sangat terdengar sangat Panik.
"Okey Bang Bro! Tunggu sebentar"
Jawab Bryan Singkat, yang langsung menghubungi Lea.
Tidak menunggu lama, Bryan Calvin menghubungi Lemon "Bang Bro.. Dewi tidak bersama Lea" Kata Bryan singkat yang membuat Jantung Lemon tiba-tiba berdetak kencang.
Andaikan saja tadi siang dia tidak membiarkan Dewi, pasti kejadiannya tidak akan seperti ini, Lemon membantin dalam hatinya dia merasa bersalah.
Lemon lalu menghubungi Hasrat Naibaho "Hallo Tuan, kenapa Tuan menelpon malam-malam, apakah terjadi sesuatu?" Tanya Hasrat gelagapan sambil mengucek-ngucek matanya.
"Cepat! kamu suruh orang-orang terbaikmu, untuk melacak keberadaan Dewi, dia sekarang menghilang entah kemana! Dia tidak bisa menerima panggilan telepon, saya tinggu 10 menit" Titah Lemon tegas terpancar dari sudut matanya.
15 menit kemudian, HP Lemon berdering dan langsung diangkat, "Maaf Tuan, sesuai dengan penyelidikan orang-orang kita, jejak terakhirnya Dewi berada di Vila Tuan Lemon dipuncak Vila Ginting" Hasrat menjelaskan.
"Aaahh.. Masa sih?" Jawab Lemon tidak percaya. "Iya Tuan! Silahkan dulu diperiksa disekitar Vilanya, siapa tau ada jejaknya" Hasrat kembali berkata.
Lemon lalu pergi keluar halaman, dia menyalakan seluruh lampu yang berada diluar, dan dia sangat terkejut ketika dia melihat Mobil Dewi yang telah terparkir dihalaman rumahnya, dan dalam keadaan posisi pintu terbuka.
Lemon tiba-tiba berlari menghampiri mobil tersebut, dia berusaha mencari keberadaan Dewi, namun dia tidak menemukan Dewi berada disitu, dia memanggil-manggil Nama Dewi, namun seberapa keras dia memanggil, tetap saja tidak menemukan keberadaan Gadis itu.
Tiba-tiba dia mendengar Bunyi Ponsel dari dalam Mobil, kemudian Lemon langsung menghampiri sumber suara tersebut, dia menemukan HPnya Dewi tergeletak diKursi co Pilot.
Lemon meraih Hp tersebut, kemudian dia melihat Lea sedang melakukan Panggilan, dalam sekejab Lemon mengangkat Panggilan tersebut "Hallo Dewi! Kamu dimana sekarang??" tanya Lea dengan nada suara bersemangat, Karena Dewi akhirnya menjawab panggilannya.
"Maaf Lea, ini aku Lemon" Jawab Lemon lirih dengan nada suara tidak bersemangat.
"Loh Kok HPnya bisa ada sama kamu?" Tanya Balik Lea. "ii..iiya.. Aku sudah menemukan Mobilnya dan seluruh barang-barangnya, namun..namun Dewi tidak ada disitu" kata Lemon dengan nada Lemas dan tidak terdengar bersemangat.
__ADS_1
"Em..mmm..ba..bagaiman ini?" Kata Lea tersentak karena dia sangat khawatir dengan keadaan sahabatnya itu.
Lemon kemudian melangkah, dan tiba-tiba dia menginjak Kunci Mobilnya Dewi yang sudah tergeletak ditanah.
Lemon kemudian meraih mengambil kunci tersebut, kemudian dia langsung duduk Lemas ditanah, dia tidak harus bagaimana.
"Pasti terjadi sesuatu padanya, karena tidak mungkin dia bersikap seperti ini, meninggalkan seluruh barang-barangnya, pasti ada yang sudah menyelinap datang ketempat ini" Kata Lemon membantin dalam hati.
Kemudian Lemon menelpon Hasray Naibaho untuk datang langsung ke Vilanya, dan menyuruh untuk membawa orang-orangnya, untuk melakukan Penyelidikan lebih dalam.
Tidak menunggu lama Hasrat Naibaho, bersama Maret Silalahi, Roy Hitler Tambunan, dan beberapa orang-orang dalam Yayasan Kuil Naga yang sudah terlatih dalam melakukan penyelidikan.
"Kalian lakukan penyelidikan! Cari tahu siapa yang melakukan ini, aku berjanji jika menemukan orangnya, saya akan membuat dia menyesalinya seumur hidupnya" Mata Lemon sangat Gelap ketika dia berbicara kepada seluruh bawahannya itu.
Lemon memberitahukan kepada Keluarga Chandra dan Lea, sehingga malam itu juga mereka semua datang ke Vilanya Lemon.
Keesokan paginya, Lemon masih duduk diteras rumahnya menunggu kabar dari Hasrat, sedangkan keluarga Chandra memilih untuk kembali kerumah mereka, dan menunggu kabar dari pihak kepolisian.
Hasrat, Maret dna Roy datang ke Vila Lemon, untuk menyampaikan perkembangan Penyelidikan mereka.
Lemon melihat kearah Mereka, kemudian dia berkata "Bagaiman? Apakah ada petunjuk yang sudah kalian dapatkan".
Maret Silalahi maju selangkah dan langsung berkata "Kami melacak berdasarkan GPRS tuan, dan hasilnya dia mengarahkan kekediaman Keluarga Laiya dipinggir kota".
Lemon mengernyit ketika dia mendengarkan penjelasan dari Maret Silalahi, kemudian dia menggelengkan kepalanya, lalu menarik nafas dalam-dalam.
Sorot Mata Lemon berubah warna menjadi biru, tatapannya sangat mendominasi dipenuhi dengan niat membunuh.
Kemudian Lemon berkata kepada Hasrat dan beberapa yang lain "Kalian Kembalilah, biarkan saya memikirkan caranya".
__ADS_1
Lemon masuk kedalam rumah, setelah Orang-orangnya sudah menghilang dari tempat itu.