
Melihat Ekspresi kesombongan Farel, Junis dan Mawar hanya bisa menggelengkan kepala.
"Orang ini mau cari Mat!" Mawar berkata kecil.
Karen hanya bisa memperhatikan Ekspresi Lemon, yang biasa-biasa saja setelah dipukul oleh Farel.
"Kalau Begitu.. Keluarkan semua kekuatanmu itu, saya ingin merasakannya, karena Pukulanmu barusan, sama sekali tidak membuat darahku bergetar" Lemon berkata dengan Nada Memprovokasi.
Melihat Provokasi Lemon, Dian berkata; "Kamu jangan terlalu percaya diri bocah kurus, Asal kamu tahu..?? Pacar saya ini sudah belajar Ilmu Silat Seni bela diri Aliran Aceh dan Betawi, Saya takut kamu akan merangkak berjalan keluar dari Hotel ini".
Orang-orang yang berada ditempat itu, merasa kasihan kepada Lemon, karna melihat kondisi tubuh Lemon yang kurus, pasti dia akan menderita kerugian besar, apabila dia terkena Pukulan Penuh dari seorang Anggota Silat Seni Bela diri.
"Heemm.. Lebih baik dia mencobanya, dari pada dia hanya banyak Omong Kosong, sekalian saya ingin merasakan, ilmu yang kamu pelajari dari perguruan Silatmu itu..." Lemon berkata santai.
"Dasar Bocah Sialan... Cari Mampus..!! Rasakan ini.."
Selesai berkata, Farel langsung mengarahkan Pukulannya dengan berkekuatan Penuh.
Lemon masih tetap berdiri tegap, diposisinya semula berdiri dia tidak bergerak dan menghindar, namun dia mengarahkan sedikit Kekuatan, Energi Spiritualnya untuk menahan pukulan dari Farel.
*Sless..." Suara angin terdengar dari pukulan Farel, dan *Bruuks..." Pukulan Farel mendarat diwajah Lemon tanpa ada perlawanan sama sekali.
Namun setelah Farel menarik tangannya, dia merasakan ada yang salah, karna jari-jarinya tidak bisa lagi dia gerakan.
Farel mengangkat tangan kananya, dan mata semua orang terkejut, seakan mata mereka lepas dari tempatnya.
Farel melihat tangannya sudah patah, dia tidak bisa menggerakannya lagi, kemudian dia berteriak kesakitan.
"Tanganku..!! Tanganku..!! Tolong tanganku.. Sangat sakit" Farel terhempas dengan berlutut dilantai.
Kemudian dia melihat Lemon dengan tidak percaya dan berkata: "Kamu Dasar B*jingan.. Kamu sudah mematahkan tanganku, Saya akan menelpon pamanku, untuk membalaskanmu".
"Tidak Masalah.. Saya menunggu disini, saya ada dimeja sebelah untuk makan" Lemon bergegas pergi kearah Mawar dan Junis.
Karen hanya bisa berjalan mengikuti Lemon dari belakang, mereka kembali duduk ditempat Mawar dan Junis.
"Ayo kita Makan, mumpung lagi hangat" Lemon mengajak mereka semua untuk makan.
Namun Mawar Junis dan Karen tidak ada lagi selera untuk makan, mereka ingin segera pergi dari tempat itu.
"Kak Lemon, bagaimana kalau kita pergi saja dari tempat ini, kita cari Rumah makan yang lain" Junis berkata dengan suara sedikit gemetar.
"Betul Lemon, ayo kita cari tempat lain saja, apalagi dia sedang menelpon Pamannya untuk datang kemari" Mawar ikutan membujuk Lemon.
__ADS_1
"Sudahlah... Kalian semua tidak usah panik, biar saya selesaikan masalah ini sampai pada akhir,
Lebih baik kalian mencicipi makanan ini, karna Menu makanan di Restaurant ini sangatlah enak" Lemon berkata Santai.
Tidak lama kemudian, suara langkah kaki terdengar dari loby hotel soechy.
Suara gemuruh langkah kaki membuat tempat itu bergetar hebat, bagaikan Gempa Bumi Cianjur, pintu depan hotel terbuka dan seorang pria paruh masuk didalam Hotel.
Farel langsung melihat kearah pria paruh baya tersebut, kemudian melambaikan tangannya sambil berteriak: "Paman saya disini".
Pria paruh baya itu bergegas melangkah menghampiri Farel, kemudian dia berkata: "Siapa yang berani memukulmu..?? Dan mematahkan tanganmu..??".
Farel melihat kearah Lemon dan berkata: "Paman.. Itu dia disana" sambil menunjuk kearah Lemon, yang sedang asyik menikmati makanannya bersama Mawar dan yang lainnya.
Selesai Farel berkata, Pria paruh baya itu langsung memerintahkan Anggotanya yang berkisar sepuluh orang.
"Seret bocah itu...!! Buat dia berlutut.. Dan Mematahkan tangannya sendiri" Pria paruh baya itu berkata dingin.
Dalam sekejab seluruh anggotanya, bergegas menghampiri Lemon yang sedang menikmati makanannya.
"Haaii.. Bocah.. Segera berlutut dan patahkan tanganmu sendiri..!! Supaya Tuan Dion meringankan sedikit hukuman kematianmu" Kepala anggota pria paruh baya itu berkata.
Pria paruh baya tersebut bernama Dion Hutapea, yang merupakan Paman dari Farel.
Lemon tidak perduli dengan gertakan anggota Dion, dia terus saja melahap makanan yang ada dihadapannya.
Melihat situasi yang sudah sangat kian memanas, Wajah Mawar, Junis dan Karen semakin pucat ditambah lagi gertakan-gertakan yang dibuat oleh Anggota Dion.
Tidak terkecuali Karen, yang semakin merinding ketakutan, karna pokok permasalahan adalah dirinya, yang telah memprovokasi Farel memukul Lemon.
"B*jingan Kecil..!! Kau memang sudah bosan hidup ya...??" Anggota Dion berkata sambil mengarahkan sebuah tamparan kearah Lemon.
Namun sebelum Tangannya sampai diwajah Lemon, Seluruh Anggota yang berada dibelakangnya terhempas melayang, bagaikan bola volli yang ditendang keluar lapangan.
Lemon berlari bagaikan peluru, setelah dia menendang seluruh Anggota Dion Hutapea, dalam sekejab dia sudah berdiri tepat dihadapan Dion Hutapea.
Dion Hutapea hanya bisa menelan ludahnya, ketika dia melihat Adegan Lemon yang berlari bagaikan Hantu.
"Saya sudah ada dihadapan anda..! Apakah Anda tidak langsung membalaskan dendam Keponakanmu itu..?" Lemon berkata memprovokasi.
"Dasar Bocah Sialan..!! Saya akan membuat kamu menyesal.." Dion Hutapea berkata membentak Lemon.
Dia sangat marah, matanya merah bagaikan kawah gunung semeru.
__ADS_1
Dion Hutapea langsung melancarkan serangannya, dia langsung meninju Lemon.
Serangan Dion Hutapea sangat gesit dan cepat, sehingga Lemon tidak sempat mengelak dari serangannya tersebut.
"Bruuks..." Suara pukulan terdengar, pukulan Dion Hutapea, mengenai Dada Lemon, sehingga membuat Lemon, terseret kebelakang sekitar 2 meter.
Lemon memegang Dadanya, dia merasa sangat kesakitan, dia tidak menyangka pukulan Dion Hutapea sekeras itu.
Melihat Lemon yang memegangi dadanya, Dion Hutapea mengangkat Sudut bibirnya dan tersenyum bangga.
"Ternyata Kehebatanmu hanya seperti itu, saya kira kamu seorang Master, tapi ternyata kehebatanmu hanya setara dengan Anak SMP" Dion berkata menyepelekan kehebatan Lemon.
Mawar dan Junis merasa khawatir ketika melihat Lemon yang terseret kebelakang, karena Pukulan Dion Hutapea yang sangat keras.
Farel berkata ketika melihat Lemon yang kesakitan memegang dadanya "Kamu yang meminta Paman Dion Hutapea datang kemari, maka kamu harus melawannya dengan seluruh keahlianmu" Farel berkata sambil tertawa.
"Heemm.. Ternyata kemampuanmu hanya sebatas itu" Lemon mencibir menatap Dion.
"Hei bocah kecil.. Asal kamu tahu ya? Paman Dion merupakan Master Taekwondo yang sudah mencapai tahap pembentukan Qi, saya takut jika dia mengeluarkan seluruh kekuatannya, tubuhmu yang sangat kurus itu akan menjadi Debu" Farel berkata menggertak Lemon.
"Bagus..!! Saya ingin melihat seluruh kekuatannya, karna Lebih cepat lebih baik" Lemon berkata sungguh-sungguh.
Amarah Dion Hutapea terpancar diwajahnya, wajahnya berubah menjadi merah padam, dia mengeluarkan seluruh kekuatannya untuk menyerang Lemon.
Melihat Dion yang sudah terprovokasi, dan menggunakan seluruh kekuatan Qi miliknya, Lemon juga mengumpulkan seluruh Kekuatan Energi Spiritualnya untuk menghadang kekuatan Dion.
Nampak dari Jari-Jari Lemon terlihat Asap tipis mengembun, dan matanya mengeluarkan lintasan cahaya yang sangat menyilaukan.
Dion Hutapea sudah tidak sabar lagi untuk mematahkan tulang-tulang Lemon, dia langsung melancarkan lagi serangan andalannya.
"Slees..." Suara angin gerakan Dion Hutapea menyerang Lemon.
"Duuaar..." Suara hantaman terjadi, tangan Lemon dan tangan Dion sama-sama bertabarkan.
Tubuh Dion Hutapea terlempar sejauh 5 Meter, yang mengakibatkan seluruh meja hancur menjadi abu.
Sedangkan Lemon masih tetap berdiri tegak ditempatnya, dia hanya bisa merasakan tangannya kebas.
Dion Hutapea tersungkur kelantai dan tidak bisa bangkit berdiri, tangannya tidak bisa digerakan, pertanda bahwa tangannya telah patah.
Karena rasa sakit yang sangat besar, mengakibatkan Dion Hutapea Pingsan tak sadarkan diri.
Melihat Dion tak sadarkan diri, semua anggotanya langsung mengangkat Dion, dan melarikan diri dari tempat itu, tidak terkecuali Farel dan Dian, mereka juga langsung bergegas berlari dari tempat itu.
__ADS_1