PENJAGA KUIL NAGA

PENJAGA KUIL NAGA
Bab 132. Dian Ingat Lemon


__ADS_3

Dian merasa sangat bahagia, karena dia bisa melihat kembali dengan Normal, sementara Daran membantu Lemon untuk memberikan Air Minum.


"Apakah Tuan baik-baik saja" Tanya Daran Zebua dengan wajah penasaran, karena dia melihat Lemon yang sudah jatuh kelantai, dengan dipenuhi dengan keringat dingin.


Ibu Triska berjalan kehadapan Lemon, dan langsung menjatuhkan badannya berlutut dihadapan Lemon dengan suara Gedebuk.


"Maafkan saya saudara Lemon, saya sudah salah menilai saudara Lemon, Saya adalah ibu Sampah, ibu yang buta, sudah berani meremehkan kemampuan saudara Lemon" Ibu Triska berlutut sampai mencium tanah dihadapan Lemon.


Lemon hanya melemparkan senyuman sumringahnya, kemudian dia berkata "Saya mengerti perasaan Nyonya, jadi saya tidak apa-apa*l" Kemudian dia berdiri dari lantai dan duduk disofa tempatnya duduk semula.


Dian hanya bisa mengerutkan keningnya, ketika dia melihat secara inci, lalu dia berkat temangap "Bukankah.. Ka.kamu.. Kita sepertinya pernah ketemu? Tapi.. Dimana ya" sambil mengingat-ingat.


"Oh Ya... Aku tau, aku tau!! Bukankah kamu yang telah memukul Farel waktu itu" kata Dian bersemangat setelah sudah mengingatnya.


"Eeemm.. Aku, aku minta maaf! Sudah menyinggungmu waktu itu" Kata Dian pelan sambil menundukkan kepalanya, dia merasa malu karena bersalah.


Lemon hanya bisa senyum datar, ketika dia mendengar kata-kata dari Dian.


Di Villa Lemon diPuncak Gunung, Jam Menunjukkan Pukul 9 Malam, Dewi masih saja duduk didepan Pintu, dengan memeluk kedua kakinya, dan dengan ditemani deraian air mata, Namun tiba-tiba terdengar langkah kaki dari samping rumah.


Sinaran cahaya lampu hanya berasal dari lampu Jalan, karena Lampu di rumah Lemon masih belum dihidupkan karena Lemon Masih belum pulang.


Dewi mendengarkan langkah kaki itu secara detail, namun dia merasa itu adalah suara langkah kaki Lemon, sehingga dia tiba-tiba bersemangat dan dia langsung berdiri, menghampiri sumber suara langkah kaki tersebut.


Namun dia tiba-tiba terkejut, ketika dia melihat sesosok mata menatapnya dari jarak 4 meter, dengan ditemani 2 orang yang memakai Jubah dari Kuil, wajah sosok itu belum pernah ditemui sebelumnya, sehingga dia merasa ada yang tidak beres.


"Siapa kalian" bentak Dewi dengan tatapan tajamnya. "Heemm" Sosok itu hanya bisa berdehem dan mengelus dengan santai janggutnya yang sudah terlihat Putih.


"Hahahaa.. Akhirnya! Saya bisa bersenang-senang dengan gadis cantik yang sangat Manis, setelah sekian lama..Hahahahaa" sosok itu berkata terkekeh, sambil melihat kedua bawahannya.

__ADS_1


"Betul Ki, sepertinya tubuh gadis ini, belum dijamah sama sekali" bawahan yang satu berkata dengan matanya yang terus menggila, dan menjulur-julurkan lidahnya keluar seperti lidah Komodo.


"Hahahaaa" mereka bertiga tertawa kegirangan, karena telah mendapatkan Mangsa yang sangat Lezat.


"Siapa kalian?? Kenapa kalian berani datang ketempat ini? pasti kalian datang ketempat ini tanpa minya ijin, dan kalian pasti punya tujuan buruk! iya kan" Lagi-lagi Dewi berteriak kepada ketiga orang itu.


"Uss, Uss Uss.. Gadis Manis? Kamu jangan terik-teriak seperti itu, wajahmu yang manis itu sedikit ternoda karena cemberut.. Hahahaha" Sosok yang berjanggut kembali terkekeh kepada Dewi.


"Baiklah.. Supaya kamu jangan penasaran, Kami datang kemari untuk mencari Bocah Sialan itu, Lemon Nababan" Lanjut Sosok itu yang berjanggut.


"Tau darimana kalian, kalau ini adalah Rumahnya! Hah" Suara Dewi tegas. "Itu tidak penting sekarang! Ayo tunjukan sama kami dimana dia berada sekarang?" Kata Bawahan yang lain.


Sosok berjanggut melihat HPnya, kemudian dia membuka Galeri, kemudian dia mendapatkan sebuah foto, dan itu adalah Fotonya Dewi.


Sosok itu mengangkat HpNya keatas, sejajar dengan wajahnya Dewi, kemudian dia berkata pelan "Kamu Pastinya Dewi, Pacar dari Lemon Nababan".


Sosok berjanggut yang melihat Dewi melarikan diri, dia kemudian berteriak kepada kedua bawahannya "Cepat! Kalian kejar dia, jangan biarkan dia lolos".


Kedua bawahan itu berlari melesat bagaikan peluru, sehingga Dewi yang baru sampai dipintu Mobilnya, langsung dicegat dan pundaknya langsung ditarik oleh kedua bawahan itu.


Dewi hanya bisa mengerang kesakitan, dan tiba-tiba satu pukulan mendarat dikepalanya bagian belakang, yang membuat dia langsung terkapar dan pingsan.


Sosok berjanggut langsung meraih tubuh Dewi, dia langsung menggendong Dewi kemudian dia menyuruh anak buahnya untuk memeriksa ke dalam Villa Lemon.


Kedua Anak buah itu langsung bergegas pergi keVilla Lemon, namun mereka tidak menemukan apa-apa, karena semua lampu didalam Rumah itu tidak menyala, akhirnya mereka memutuskan untuk kembali melaporkan kepada sosok sijanggut.


"Sepertinya didalam Kosong Ki, tidak ada satupun lampu yang menyala" Kata Salah seorang bawahan itu.


"Eemm.. Baik! Kita bawa saja kekasihnya sebagai Umpan, kalian bawa dia" Sosok sijanggut berkata kepada kedua bawahannya, sambil dia melemparkan Dewi kedalam pangkuan mereka.

__ADS_1


Mereka semua langsung pergi meninggalkan tempat itu, didalam kegelapan mereka menghilang bagaikan ditelan bumi.


Sementara didalam kediaman Chandra, Lili penasaran dengan Dewi yang tidak kembali namun ini sudah sangat larut malam, Lili melihat jam dipergelangan tangannya sudah menunjukkan pukul 10 lewat.


Lili berjalan tergesa-gesa, dia menghampiri Restu Chandra yang masih berada ditaman disebelah rumahnya, dengan menikmati Kopi Kampung Nias.


"Ayah.. Tolong hubungi Nak Lemon, pastikan kalau Dewi bersamanya, karena sudah berulang kali saya menghubungi Nomornya Dewi namun tidak diangkat" Kata Lili terlihat Panik.


Mendengar perkataan Lili istrinya, Restu Chandra mengerutkan keningnya kemudian dia memanggil Kenji.


"Kenji! Coba kamu hubungi Lemon, pastikan kalau Dewi sedang bersamanya, karena Dewi tidak mengangkat HPnya" titah Restu Chandra tegas kepada Kenji.


"Baik Tuan Patriak" Jawab Kenji singkat, sambil dia meraih HPnya dan melakukan Panggilan Telepon, menghubungi Lemon.


"Maaf Pak Walikota, Nona Dian masih harus menjalani obat terakhir, karena kalau tidak menjalani obat terakhirnya, saya takut dia tidak akan bisa melihat lagi" ucap Lemon datar.


Sontak saja wajah semua orang sangat terkejut, kebahagiaan yang barusan terpancar, seketika kembali lagi berubah menjadi suram.


"Maaf Saudara Lemon, apakah pengobatan terakhir itu, tolong lakukan yang terbaik, saya akan melakukan apapun yang saudara inginkan asalkan Anak saya sembuh total" Kata Walikota sangat getir, dia sangat menghawatirkan keadaan Dian anaknya.


Dian tiba-tiba berjalan kearah Lemon, dengan suara gedebuk dia berlutut dihadapan Lemon, kemudian dia berkata: "Tolong selamatkan aku, aku bersedia melakukan apapun yang kamu mau, asalkan aku bisa sembuh total dan tidak menjadi buta kembali".


"Eemm.. Pengobatan terakhir itu gampang Pak Walikota, hanya dengan menggunakan Air Kelapa Muda" Jawab Lemon santai, sambil dia berdiri dan mengangkat Dian.


"Pak Walikota harus mencari kelapa Muda, yang hanya terdapat satu buah saja, dalam satu Pohon kelapa, lalu Air kelapa itu digunakan sebagai Air cuci matanya oleh Nona Dian" Kata Lemon menjelaskan.


"Dilakukan bertahap setiap pagi, puji tuhan saya yakin akan sembuh total dalam satu minggu saja" Lanjut Lemon menjelaskan.


Wajah semua orang kembali cerah, setelah mendengarkan penjelasan panjang dari Lemon.

__ADS_1


__ADS_2