PENJAGA KUIL NAGA

PENJAGA KUIL NAGA
Bab 46. Salah Sangka


__ADS_3

Didalam kelas kampus, Dewi melihat Lea yang sedang Bersama Bryan Calvin, Dewi mendekati Lea sambil berkata: "Lea! Apa kamu melihat Lemon datang kekampus?".


Melihat Dewi yang bertanya seperti itu, Lea dan Bryan saling menatap satu sama lain, mereka sangat terkejut sikap Dewi yang tiba-tiba mencari Lemon.


"Hahahahaa".. Lea dan Bryan tertawa kegirangan.


"Lo.. Kenapa kalian malah tertawa siih.. Aku tu, serius nanya? Kalian lihat gak, Lemon datang kekampus??" Dewi berkata dengan wajah serius.


"Hehehee... Saya heran saja dengan sikapmu, kok tiba-tiba berubah nanyain keberadaan Lemon, sikurus Miskin itu" Lea berkata mengejek.


"iihh... Lea!! Kamu tu ya".. Dewi mengepalkan tinjunya sambil menggertakan giginya.


"Saya sudah jarang ngelihat anak itu, padahal aku ingin bertemu dengannya" Bryan berkata asal-asalan.


Mendengar ucapan bryan, Lea sedikit terkejut dengan mengernyitkan keningnya.


"Ada urusan apa kamu bertemu dengannya, apa kamu juga ingin menjadi seorang pria pengecut" Lea berkata kesal kepada Bryan.


Dewi juga ikutan mengernyitkan keningnya, setelah mendengar kata-kata dari Bryan.


"Heemm.. Kalian sudah salah menilainya, Lemon itu sebenarnya bukan seorang Pengecut, cuman saja dia takut melawan jika dia dibully, karna dia takut jika Beasiswanya dicabut" Bryan berkata dengan tatapan terlihat serius diwajahnya.


Kemudian dia melanjutkan "Sebenarnya... karna sarannya.. saya bisa berubah, dia juga yang menyemangatkan saya untuk menembak kamu pada waktu itu, karna pada saat itu mental saya sangat labil" Bryan berkata sambil menggegam tangan Lea, dan menatap mata Lea dengan penuh kasih sayang.


Mereka semua termenung ketika mendengar penjelasan dari mulut bryan, terlebih Lea dan Dewi, yang sama-sama mematung tidak berkata apa-apa.


Setelah beberapa menit, Dewi tiba-tiba tersadar dari lamunannya, kemudian dia bergegas pergi mencari Dennis.


"Lebih baik saya tanyain Dennis" Dewi berkata dalam hatinya.


Lea dan Bryan hanya mematung ketika melihat Dewi yang berjalan tergesa-gesa, meninggalkan mereka berdua.


"Kemana Anak ini pergi" Bryan berkata penasaran.


"Sudahlah! Biarkan saja dia, lebih baik kita pergi taman" Lea berkata pasrah, sekaligus mengajak bryan pergi ketaman kampus.


Dennis sedang duduk dikantin Kampus, sedang memainkan Hpnya dengan ditemani teh botol sosro.

__ADS_1


Dewi mendekati Dennis dan berkata: "Hai Dennis"...


Dennis melihat Dewi kemudian dia menjawab "Ehh.. Kamu Dewi"..


Tanpa menunggu lama, Dewi langsung bertanya kepada Dennis.


"Apakah Lemon Masuk Kampus hari ini" Dewi bertanya dengan wajah serius.


"Tidak" Dennis menjawab santai.


"Memangnya dia dimana sekarang?" Dewi berkata.


"Dia sudah menelpon saya, katanya Dia pergi ke Puncak Gomo selama beberapa hari, sehingga dia minta bantu untuk minta ijin sama pak Dosen" Dennis berkata jujur.


"Heemm.. Untuk apa dia ke Puncak Gomo?" Dewi berkata dengan tatapan kosong.


"Kalau masalah itu, saya tidak tahu! Karna saya belum sempat menanyakannya" Dennis berkata sambil menghela nafas panjang.


"Ya sudahlah! Saya pergi duluan ya, Terimakasih atas Informasinya" Dewi tersenyum.


"Sama-sama" Denis menjawab.


Ditaman Kampus, Dewi hanya termenung sendirian, dia masih penasaran dengan Sosok Lemon yang sebenarnya, karna menurut informasi dari ibunya Lili, Ciri-ciri Lemon yang mengobatinya sesuai dengan ciri-ciri Lemon yang dia Kenal.


"Atau Jangan-jangan memang Lemon yang sudah menyembuhkan Ayah dan Ibuku, kalau sempat dia, aku tidak bisa memaafkan diriku sendiri, karena sudah bersikap kasar padanya" Dewi membantin dalam hatinya, sambil memandang langit cerah yang penuh dengan awan putih.


Ketika Pada saat Dewi sedang asyik memandang Langit biru, tiba-tiba Wajah Lemon terlihat diatas awan, sedang tersenyum padanya.


"Kok kamu senyum-senyum saja sih??.. Kamu tahu tidak aku sedang mencarimu, untuk bertemu dengan ibuku" Dewi berkata sedikit murung, ketika sedang berbicara pada bayangan Lemon yang sedang tersenyum.


Tiba-tiba sebuah tamparan ringan mendarat dikepala Dewi, yang membuat Dewi seketika tersadar dari lamunannya.


"Plok.. Weeii... Kenapa kamu senyum-senyam sendirian, Sebut-sebut nama Lemon lagi!!" Suara Lea terdengar bergema ditelinga Dewi.


"Kamu jangan Membual ya... Mana mungkin saya seperti itu, saya lagi memikirkan Tugas Kelompok kita tauu??” Dewi berkata mengelak.


"Naahh... Sekarang saya tahu!! Kenapa kamu terus-terusan mencari Lemon.. Ternyata kamu sudah jatuh hati padanya" Lea berkata asal-asalan.

__ADS_1


Mendengar Lea berkata membual, dengan sigap Dewi membekap mulut Lea.


"Huuss.. Diam kamu! Suara kamu jangan keras-keras, nanti kalau teman-teman kampus dengar, saya jadi malu" Dewi berkata marah kepada Lea.


"iiss.. Kalau suka bilang saja, jangan ditahan-tahan, nanti keburu diambil orang lain lo.. Lagian Lemon itu ganteng juga, cuman saja karna dia miskin" Lea berkata sambil menundukkan kepalanya.


"Apan sih kamu! Kamu jangan banyak omong kosong deh.. Saya itu cuman penasaran aja dengannya, karna kemarin saya sempat melihatnya bersama Tiwi Song, anak Tuan Valen Song, keluarga nomor 3 dikota Gowe" cetus Dewi sembari duduk dibangku taman kampus.


"Penasaran apa Cemburu!! ingat ya?.. Tiwi itu termasuk Gadis cantik dikota ini, jadi jangan sampai kamu tertinggal dibelakang" Lea berkata menasehati sambil tersenyum.


"Saya kurang tahu, apa saya punya perasaan atau bagaimana?" Dewi berkata sambil menghela nafas.


"Ya sudah... Kamu yang sabar, kalau dia kekampus, saya coba suruh bryan untuk berbicara kepadanya" Lea berkata sambil mengelus punggung sahabatnya itu.


Tiba-tiba Dewi menoleh kearah Lea dan berkata: "Dia sedang pergi ke Puncak Gomo, bagaimana kalau kita kesana, kan 2 hari kedepan kita kosong mata kuliah" Dewi berkata sambil menggegam tangan Lea.


"Baik.. Tapi saya harus minta ijin dirumah dahulu, dan kalau bisa kita ajak Bryan bersama kita" Lea berkata serius.


"Baik.. Kita berangkat sekarang" Dewi berkata senang.


Setelah selesai berkata mereka langsung menghilang dari tempat itu.


Perjalanan dari Kota Gowe menuju Puncak Gomo, memerlukan waktu 4 jam perjalanan, Puncak Gomo dekat dengan Provinsi Tera.


Tiba-tiba Mobil berhenti didepan Hotel termewah didekat Puncak Gomo, Hotel itu bernama Hotel SUKO.


"Tuan.. Kita akan menginap disini, biar saya tanya kalau masih ada Kamar kosong" Hasrat Naibaho berkata kepada Lemon.


"Baik" Lemon berkata dengna menganggukan kepalanya.


Setelah beberapa saat, Lemon dan 2 orang bawahannya pergi masuk kedalam Kamar mereka masing-masing.


Sesampai mereka di Hotel SUKO, Jam sudah menunjukkan pukul 12 siang, sehingga mereka memutuskan untuk pergi keluar untuk makan siang.


Diwaktu yang bersamaan, sebuah Mobil Alphard berhenti didepan Hotel SUKO, seorang Pria Paruh baya keluar dari dalam Mobil Alphard tersebut.


Pria tersebut adalah David Laiya, bersama kepala pelayan keluarganya RIUS, mereka langsung berjalan kedalam Hotel, setelah mereka mendapatkan Kartu Kamar.

__ADS_1


Setelah Lemon dan Beberapa anggotanya selesai Makan Siang, mereka langsung kembali ke Hotel duduk beristirahat.


Dihotel SUKO semakin berdatangan orang-orang yang berasal dari Keluarga ternama, baik dari Kota Gowe maupun Provinsi Tera, dan bahkan ada yang berasal dari Negeri yang lain.


__ADS_2