
Gabeja Mengerutkan keningnya, dia memindai keluar untuk mencari tau siapa yang barusan menendang Pintu, dia langsung mengedarkan Kesadaran Ilahinya diseluruh penjuru arah.
Gabeja menemukan ada seseorang yang memakai Jubah Putih Tao, dia sedang berdiri mengahadap kedepan Pintu, dengan wajahnya yang datar dia menyilangkan kedua tangannya didada.
"B-jingan Tua! Beraninya dia memancing amarahku, siapakah orang itu?" Batin Gabeja sambil dia mengepalkan Tinjunya dengan keras.
Gabeja melihat salah satu rombongannya, kemudian dia berkata "Kamu! Lihat siapa diluar! Berikanlah dia pelajaran sesuai dengan apa yang telah dia perbuat" Titah Gabeja yang langsung dianggukan oleh beberapa anggota.
5 orang dari rombongan itu langsung berdiri, mereka berlari berhambur keluar setelah mendapatkan ijin dari Cristof dan Gabeja.
Setelah mereka sampai diluar gubuk, mereka terkejut melihat seorang Pria paruh baya yang berjubah putih Tao, sedang berdiri menghadap mereka dengan tangan menyilangkan didada.
"Heeii orang Tua! Siapa kau?! Beraninya kau datang ditempat ini dan berani membuat keonaran" Teriak salah satu bawahan Cristof yang berdiri tepat dihadapan Pria Berjubah Putih Tao.
Pria Berjubah Putih Tao hanya membalas dengan cibiran "Cuiihhh.. Kecoa berkata sesumbar" kemudian dia mengibaskan tangannya yang diikuti dengan kilatan cahaya putih.
Kilatan Cahaya Putih melesat bagaikan angin, kemudian langsung menghantam dada Anggota yang barusan berteriak, dengan wajah yang masih tertegun pria itu berkeringat dingin, darah segar keluar dari sudut bibirnya, setelag itu dia langsung jatuh ketanah dengan suara gedebuk.
Dengan Mata yang Masih terbuka, dia terbaring ketanah tanpa berkata-kata lagi.
4 orang lagi yang masih tersisa, mereka semua tercengang melihat teman mereka telah mati tanpa ada pertarungan yang sangat berarti.
Mereka mendongak melihat kearah Pria Berjubah Putih Tao secara bersamaan, dengan mata yang memerah mereka langsung mengarahkan pedang samurai kearah Pria Berjubah Putih.
Pria Berjubah Putih mendesih ketika melihat 4 orang rombongan yang tersisa, berlari kearahnya dengan posisi bertarung dan pedang Samurai berada ditangan mereka masing-masing.
"Aaiisss... Kecoa! Tetap saja kecoa, sampah!" Ketus Pria Berjubah Putih Tao dengan langsung melesat menyambut kedatangan pihak lain.
"Duaar.. Duaaarr.. Duaar" Suara Ledakan terdengar menggelegar ditelinga, yang membuat tempat itu menjadi silau karena dampak ledakan yang terjadi.
__ADS_1
Gabeja dan Cristof bersama dengan rombongan yang tersisa, mereka langsung menyerbu keluar gubuk ketika mendengar Suara Ledakan yang bertubi-tubi.
Gabeja dan Cristof mengangkat tangan mereka untuk menahan sinaran kobaran api, yang meledakan 4 orang rombongan cristof.
"B-debah! Siapa kau! Beraninya kau menghabisi saudara-saudaraku! Apakah kau sudah bosan makan pisang didunia ini? Hah" Teriak Cristof dengan nada menggertak.
Pria berbaju putih Tao hanya menyeringai, dia menjatuhkan pandangannya kepada Gabeja, dengan mengangkat sebelah sudut bibirnya dia mencibir.
"Anak sama kakek sama saja! Sama-sama G-blok! Sampah yang mengotori Dunia ini" Jelas Pria Berbaju putih tao.
Mendengar penuturan dari Pihak lain, Gabeja mengepalkan Tinjunya dengan keras, dia menggertakan giginya yang membuat suasana disekitar menjadi dingin.
"Heeii... Orang Tua! Kita tidak saling kenal, kenapa kau harus mengusik kami disini?" Ujar Gabeja dengan wajah kesalnya.
"Heemm!! Tidak musti harus kenal baru bermusuhan! Bertemu sekali saja kita bisa bermusuhan, samahalnya hari ini" Ketus Pria Berbaju Putih Tao.
"B-jingan Tua! Kau harus menebus dengan nyawamu atas kematian orang-orangku" Bentak Ctistof.
Orang-orang langsung menyerang setelah mendapat perintah dari Cristof, mereka melesat kearah Pria berjubah putih dengan gaya bertarungnya masing-masing.
Pria berjubah putih hanya mencibir ketika melihat orang-orang melakukan penyerangan dengan brutal.
Pria berjubah putih tao langsung terbang melesat kearah lawan, dia langsung menyambut dengan gerakan tangan yang mengayun dan dipenuhi dengan cahaya petir samar.
Pria berjubah menghentakan kakinya ditanah, yang membuat tanah menjadi berlubang dan membuat tanda disana.
Pria berjubah menyambut satu orang dengan satu pukulan, dia melepaskan satu pukulan yang sangat kuat, yang membuat lawannya terbang kebelakang sekitat 5 meter.
Rombongan Cristof langsung membabi buta, ketika mereka melihat teman seperjuangannya telah mendapatkan pukulan yang sangat besar.
__ADS_1
"Hiiaat... Sluurr... Bruuks" Berbagai Suara tendangan dan suara pukulan terdengar renyah, ketika Pria Berjubah dan Rombongan Cristof saling melakukan penyerangan.
Pria berjubah melompat keatas langit, dia langsung mengayunkan kedua kakinya dari atas langit, dan dalam sekejab dia langsung menendang dada lawannya 5 orang sekaligus.
"Bruuk.. Bruuk.. Boom" 5 orang terlempar kebelakang sekaligus, dengan berbagai dampak mereka rasakan masing-masing, ada yang merasakan tulang rusuknya bagaikan telah hilang, ada juga yang lengannya sudah mati rasa, dan berbagai dampak yang lain.
Pria berjubah putih tao tidak tinggal diam, dia langsung melesat kearah beberapa orang lain yang masih terlihat melakukan serangan padanya.
"Sleessh" Satu serangan Pedang Samurai melesat dipundak Pria Berbaju Putih Tao, namun dia sudah menghindar tepat waktu, yang membuat ujung Baju Putihnya terputus ketika dia menunduk menghindari serangan pedang samurai tersebut.
Pria Berbaju Putih melihat ujung bajunya yang putus jatuh tergeletak ketanah, sehingga matanya menjadi memerah dia mengepalkan tinjunya dengan keras, dia mengarahkan kekuatan Energi Spiritualnya ketangan dan bersiap untuk melakukan penyerangan.
"Kurang Ajar! Beraninya dia memotong ujung jubahku" Ketus Pria Berjubah Putih Tao dengan dalam hatinya, kemudian dia langsung berlari mengejar lawan yang sudah memotong jubahnya.
Pria Berjubah berlari dan sengaja menghindari beberapa serangan lain, matanya terus tertuju kepada Oknum yang sudah menjadi Targetnya barusan.
Pria yang menjadi sasaran Pria Berjubah Putih menyadari akan ancaman yang datang, sehingga dia memasangkan kuda-kuda bertarungnya dengan sia-siaga.
Dia mengangkat Pedang Samurainya keatas langit, bersiap untuk menyambut kedatangan Pria Berbaju Putih.
"Sless.. Sless" Serangan Samurai melayang kearah Pria Berbaju Putih Tao, dan langsung disambut oleh Pria Berbaju Putih, dia mengunci pedang samurai dengan kedua tangannya, dia menjepit pedang samurai diatas langit dengan menggunakan kedua telapak tangannya.
Pedang Samurai masih berbada didalam Genggaman Pria Berbaju Putih, sehingga dia memiliki kesempatan untuk mengangkat kaki kanannya menendang Pihak lain.
"Boom... Boom" Suara Tendangan Kaki Pria Berbaju putih terdengar mengerikan, ketika dia menendang dada lawannya.
Pihak lain langsung terjungkal kebelakang, sedangkan pedang samurainya masih tetap berada ditangan Pria berbaju putih, dengan posisi yang masih sama sebelumnya, namun pemilik pedang samurai tidaklah seberuntung pria berbaju putih, dia sudah terbang kebelakang dengan jarak beberapa meter.
Pemilik Pedang Samurai terbang kebelakang, dengan langsung menghantam Pohon Kelapa Sawit, dia terjatuh dengan suara gedebuk, kemudian dia meringis kesakitan memegangi dadanya, lalu dia jatuh pingsan.
__ADS_1
Pria berbaju putih putih mengayunkan pedang samurai yang sekarang berada ditangannya, dia melihat pedang samurai dengan inci, sehingga beberapa detik kemudian dia langsung mematahkan pedang Samurai menjadi 2 bagian.
Pria berbaju putih melirik orang-orang yang masih tersisa.