PENJAGA KUIL NAGA

PENJAGA KUIL NAGA
Bab 119. Tewasnya Ki Buyut ditangan Lemon


__ADS_3

Ki Buyut mengangkat tangannya keatas, Kemudian sebuah Tombak Muncul ditangannya, sedangkan Pria Bergelang Kepalan Naga mengeluarkan pisau kecilnya yang dalam sekejab mata, pisau kecil itu langsung berubah menjadi pedang samurai.


Melihat senjata pihak lawan, Lemon hanya bisa memusatkan Qi Esensialnya ketangan kanannya, kemudian dia mengepalkan tinjunya dengan keras.


Ki Buyut dan Pria Bergelang Kepala Naga menyerang Lemon, Lemon hanya bisa mengelak dengan cepat dan penuh ketelitian, ketika serangan kibuyut dan temannya sangat gesit dan berkekuatan besar, namun tiba-tiba sebuah tendangan kaki ki buyut mendarat dibagian Perut Lemon, ketika Lemon sibuk menghadapi serangan yang dilepaskan Oleh pria bergelang kepala naga.


Lemon terdorong kebelakang berkisar 10 meter, kemudian dia menahan dengan satu tangannya, ketika dia hampir jatuh ketanah.


Lemon menatap Ki Buyut dengan tatapan Tajamnya, kemudian dia menggertakan giginya sambil berpikir dengan memindai kelemahan dari Tombak Ki Buyut.


"Heemm.. Ternyata kemampuan tidak terlalu hebat, Ayo keluarkan semua kemampuanmu! Saya ingin menguji Kehebatan Tombak Saktiku ini" Cibir Ki buyut sambil tertawa sedikit.


Lemon yang sudah keluar amarahnya, dia menggertakan giginya sambil berdiri, kemudian dalam sekejab dia sudah menggenggam Tombak Artefak Kuno, Tombak Nias Selatan.


Lemon berencana melawan satu persatu, karena kalau dia lawan secara bersamaan dia akan sedikit kewalahan, Lemon kewalahan bukan karena kehebatan Ki Buyut, tapi karena alat mereka yang memiliki kekuatan besar.


Lemon berlari bagaikan Angin, dengan menggenggam Tombaknya, dalam sekejab dia sudah dihadapan Pria Bergelang Kepala Naga.


Ketika sudah sampai dihadapan Pria paruh baya itu, Lemon langsung mengarahkan Tombaknya dengan kecepatan tinggi, sementara pria itu menahannya dengan mengarahkan pedang samurainya.


"Drek..Drek Drek.. Suara dentuman Tombak Nias Selatan Milik Lemon dengan Pedang Samurai milik Pria bergelang.


Dengan beberapa puluh kali gerakan dan pukulan, mereka saling menyeimbangi antara satu sama lain, Lemon tidak mengerahkan seluruh kekuatannya, dia hanya mengeluarkan kekuatannya 60% saja, Namun Pria Bergelang kepala naga itu sudaj ngos-ngosan menangkis serangan-serangan mematikan yang diarahkan Lemon padanya.

__ADS_1


Tiba-tiba Lemon melompat keatas langit dengan gerakan Saltonya, kemudian "Boom" satu tendangan mengena dada Pria Bergelang, yang membuat dia terpental jauh kebelakang, dan dia jatuh tepat diantara Mayat-mayat saudaranya, yang sudah duluan menghadap kepada sang pencipta.


Ketika pria bergelang itu terpental kebelakang, Pedang Samurainya juga ikut terbang keatas langit, sehingga Lemon yang melihat pedang samurai, dengan satu gerakan tombaknya memukul Pedang itu, yang membuat Pedang Samurai itu terlempar dengam kecepatan bagaikan peluru, dan pedang samurai itu langsung menghunus tepat dijantung Pria Bergelang.


Pria bergelang itu memegang Pedang samurainya, yang sudah menancap tepat dijantungnya, dengan mata terbelalak dia ingin mengatakan sesuatu, namun dalam diam dia sudah pergi kealam lain.


Melihat Pria Bergelang sudah tergeletak ditanah, bersama dengan saudara-saudaranya yang lain, Ki Buyut dengan kata memerah dia menggertakan giginya dia sangat emosi, kemudian dia menatap Lemon.


"Bocah Sialan! Kamu sudah membunuh saudar-saudaraku, Kau harus membayarnya dengan Nayawamu" Ki Buyut berkata dingin.


Lemon tidak berkata apa-apa, dia hanya mengangkat sedikit sudut bibirnya dengan senyuman sinisnya.


Tanpa berkat basa-basi, Lemon langsung mengangkat Tombaknya, kemudian dia berlari kearah ki buyut dengan kecepatan bagaikan angin.


"Dreng Dreng Dreng" Suara tabrakan terdengar diatas langit, yang membuat ki buyut menjadi kelelahan karena kekuatannya terkuras sangat banyak.


Ki buyut mengangkat tangannya keatas Langit, tiba-tiba sambaran petir muncul dari ujung tombaknya, kemudian dia mengarahkannya kearah Lemon, yang membuat Lemon melompat menghindari salakan petir dari tombak Ki Buyut.


Suara dentuman terdengar ketika petir itu menghantam Tanah tepat dibelakang Lemon, ketika Lemon berhasil menghindari petir itu.


Namun dengan cepat Ki Buyut mengayunkan lagi tombaknya, kemudian salakan Petir langsung menghantam tubuh Lemon, dengan suara "Boom", seluruh pakaian Lemon hancur acak-acakan dia terbakar bagaikan Pisang Bakar.


Seluruh Debu berterbangan dan membuat tempat itu menjadi sangat kacau, namun Lemon tidak bergeming dan tidak mendapatkan efek sama sekali, dia masih berdiri tegap ditempatnya semula.

__ADS_1


Ki Buyut sangat terkejut, ketika dia melihat Lemon yang masih utuh dan tidak mendapatkan kerugian sama sekali, hanya pakaian Lemon yang sudah hancur berantakan, yang membuat tubuh kurusnya itu menjadi terlihat sangat jelas.


Lemon mengerutkan keningnya, ketika dia melihat tanah terbelah dengan sangat besar, kemudian dia mengepalkan jari-jarinya, dalam sekejab muncullah Awan Hitam yang sangat gelap bercampur dengan Kabut Putih.


Dengan kecepatan Kilat dia mengarahkan Kabut itu kearah Ki Buyut, sehingga dalam sekejab Kabut itu mengelilingi Ki Buyut, dan membuat Ki Buyut hanya bisa menjerit kesakitan.


Semakin lama Kabut Itu membuat Pusaran Tornado, yang membuat Ki Buyut menghilang dengan jeritannya yang masih menyayat hati, dan beberapa saudaranya juga ikut dihisap dalam pusaran Tornado tersebut.


Setelah Ki Buyut dan beberapa saudaranya menghilang, secara perlahan Kabut itu memudar dan menghilang kembali dalam genggaman Lemon.


Lemon hanya bisa menghela nafas panjang, kemudian berjalan masuk kedalam rumahnya sambil menggelengkan kepala.


Setelah dia masuk kedalam rumah, dia langsung menghempaskan tubuhnya ke sofa, kemudian dia meraih teleponnya, dia mengirim SMS k Hasrat, supaya perusahaan menyetujui pengajuan Propoal kepada keluarga Chandra, jika besok diantar dikantor oleh Dewi.


Setelah dia mengirimkan SMS kepada Hasrat, dia langsung membersihkan diri kemudian dia memilih untuk tidur.


Keesokan paginya di kediaman David Laiya, Marko pergi ketempat Ki Buyut dengan senyuman terpancar dari wajahnya, dia menyangka Ki Buyut pasti sudah menyeret Lemon, sehingga dia terus mempercepat langkahnya, namun dia sangat terkejut ketika melihat Kamar itu kosong, kemudian dia berjalan menelusuri setiap ruangan, namun tetal saja dia tidak menemukan keberadaan Ki Buyut.


"Kemana Aki Aki itu pergi, atau jangan-jangan dia sudah kembali ke Kuil Mondrowe, setelah mereka menangkap Lemon" Marko berkata dalam hati dengan Ekspresi penasaran.


Ketika Marko memikirkan bahwa Ki Buyut Sudah Kembali ke Kuil Lembah Mondrowe hatinya menjadi tenang, "Heeemm... Akhirnya saya bisa tenang, Akhirnya Lemon si Miskin itu tertangkap juga" Marko tersenyum-senyum sendirian.


"Aaahh.. Ini menjadi kabar baik untuk Ayah, sehingga Ayah cepat keluar dari Penjara, karena Lemon sudah Mati" Marko terus membantin dalam hatinya.

__ADS_1


Tujuan Marko melenyapkan Lemon, supaya Ayahnya terbebas dari Penjara, Karena Lemon merupakan satu-satunya kekuatan besar, yang menyeret Ayahnya kedalam penjara.


Merasa semuanya sudah beres, Marko memilih untuk mandi karna setelah itu dia akan pergi kekampus.


__ADS_2