
Pria berbaju putih melirik orang-orang yang masih tersisa, kemudian dia berkata: "Apakah kalian mau menyusul saudara-saudara kalian yang lain?" Ujar Pria Berbaju Putih Tao dengan dingin.
Mendengar pernyataan dari pihak lain, orang-orang dari rombongan Cristof yang masih tersisa, sontak saja mereka menjadi ketakutan, mereka semua saling menatap satu sama lain, mereka masih berpikir jernih untuk melawan pria tua yang sedang berdiri dihadapan mereka saat ini.
"Cuuiihh.. Punya ilmu seperti itu sudah merasa Hebat! Serasa Dunia ini miliknya sendiri" Ketus Gabeja sambil menatap Pria Berbaju Putih dengan tatapan yang dipenuhi niat membunuh.
Sebelum Gabeja selesai berkata, Pria Berbaju putih langsung melesatkan sebuah serangan yang sangat mematikan.
Pria Berbaju Putih menyerang Gabeja dengan Pisau, yang berukuran sangat kecil.
Pisau Kecil itu dilemparkan kearah Gabeja dengan jumlah yang sangat banyak, yang membuat mata Gabeja menjadi terbelalak dan melompat keatas langit untuk menghindari serangan itu.
Pohon pisang yang berada tepat dibelakang Gabeja, dimana dia berdiri barusan sebelum dia melompat keatas langit, menjadi sasaran pisau-pisau kecil dari Pria berbaju putih tao.
Pohon-pohon pisang menjadi runtuh dan berantakan, yang membuat Cristof terpaksa melihat kesamping.
Gabeja tidak tinggal diam, dia langsung melesat kearah Pria Berbaju putih, sehingga dalam hitungan detik Gabeja dan Pria Berbaju putih sudah saling berhadapan dengan jarak yang sangat cukup dekat.
Gabeja langsung mengarahkan tinjunya kearah pria berbaju putih tao, sedangkan pihak lawannya tidak tinggal diam, dia juga menyambut pergerakan Gabeja dengan penuh semanagat.
"Bruuaak.. Briiaakk.. Plak, Plok" suara pukulan terdengar dari kedua Manusia sakti.
Gabeja dan Pria Berbaju Putih saling melancarkan serangan fatal, namun mereka mampu mengelak dengan menggunakan ilmu bela diri mereka masing-masing.
Pria berbaju putih mengayunkan tangannya, dengan mengepalkan tinjunya dia mengarahkan energi spiritualnya kesana.
"Boom" Suara Pukulan terdengar nyaring, Ketika Pria Berbaju Putih memukul Gabeja dengan pukulan yang sangat keras, Gabeja menahan pukulan tersebut dengan menyilangkan kedua tangannya, yang membuat dia terhempas jauh kebelakang.
Gabeja terdorong kebelakang beberapa langkah, yang membuat langkah kakinya bagaikan berlari kebelakang, kemudian dia menghentakkan kakinya kesebuah batu besar, yang membuat dia bagaikan berjongkok dengan membentuk kuda-kuda bertarung.
"Siaal! Ternyata orang tua ini memiliki tenaga dalam yang cukup kuat?! Siapakah dia ini sebenarnya" Ucap Gabeja dalam hatinya.
Sementara Pria Berbaju putih hanya mengerutkan keningnya, dia merasa pihak lain memiliki ilmu bela diri yang cukup tinggi, dan mampu untuk mengimbangi kekuatannya.
__ADS_1
Cristof hanya terus memperhatikan, setiap gerakan-gerakan yang dikeluarkan oleh Gabeja dan Pria Berbaju Putih.
Setelah beberapa saat, Gabeja akhirnya berdiri tegap, kemudian dia mengepalkan tinjunya dengan keras, dia menatap pihak lain dengan tatapan yang penuh provokasi.
Pria Berbaju Putih hanya mengangkat sebelah sudut bibirnya melihat Pihak Musuh menatapnya dengan tatapan Aneh.
Gabeja menutup matanya kemudian dia membacakan mantranya, terlihat bibirnya komak-kamik mengucapkan sesuatu, yang membuat Pria Berbaju Putih sedikit memsang perasaan Was-was.
Tidak berselang lama, Gabeja dikelilingi oleh sinar yang berwarna Kuning pekat, dengan berputar-putar bagaikan lingkaran globe.
Orang-orang disekeliling hanya menatap dengan perasaan heran, mereka tidak menyangka Gabeja memiliki kehebatan seperti itu.
"Luar biasa Aki-Aki itu, ternyata dia memiliki ilmu yang tersembunyi" bisik orang-orang yang berada disamping yang terus menonton pertunjukkan.
Pria Berbaju Putih Masih tetap dengan Wajah datarnya, dia masih terus membaca pergerakan dari Sang Lawan.
Gabeja menatap pihak lain dengan wajah sombongnya, dia mendongakkan wajahnya keatas langit tinggi-tinggi.
Gabeja melesatkan sebuah serangan cahaya kepada Pria berbaju putih, yang membuat pria berbaju putih melompat keatas langit, dengan tubuhnya yang berputar-putar hingga dia menyentuh tanah kembali.
Akibat serangan Gabeja, Cahaya Matahari ditempat itu menjadi hanya transparan, pemandangan menjadi sedikit buram karena debu bercampur dengan asap.
Hingga beberapa saat kemudian, Gabeja menghentikan serangannya dan memindai tempat lawan dengan inci.
Beberapa detik kemudian, suasana menjadi hening, tidak ada pergerakan yang mencuri perhatian, namun Gabeja masih saja berdiri tegap ditempatnya semula.
Ditempat lain diperusahaan Yayasan Kuil Naga, Lemon akhirnya menggerakan tangannya, karena sudah berapa Jam dia bergelumut dengan dokumen.
"Aakhh... Akhirnya selesai juga" Kata Lemon dengan nada kecil, kemudian dia meraih ponselnya untuk melakukan panggilan telepon.
"Kamu dimana?" Kata Lemon singkat.
"Saya lagi diapartemen barunya Dennis Tuan, saya bersamanya, saya lagi memperkenalkan padanya berbagai macam fasilitas perusahaan yang bisa digunakannya" Jawab Hasrat Naibaho dengan wajah serius.
__ADS_1
"Eemm.. Baik! Saya akan menghubungi Maret Saja" Ujar Lemon singkat.
"Baik Tuan" Jawab Hasrat Naibaho singkat, tanpa banyak lagi pertanyaan.
Lemon langsung menghubungi Marey Silalahi, sehingga tanpa menunggu lama, Maret Silalahi menjawab panggilan telepon dari Lemon.
"Hallo Tuan Ada Apa?" Jawab Maret Singkat.
"Tolong kamu siap-siap, kita akan pergi ke suatu tempat, saya sedang berada diperusahaan Yayasan Kuil Naga, kamu datang kesini" Ucap Lemon singkat.
"Baik Tuan, saya akan kesana sebentar lagi, saya harus beres-beres terlebih dahulu" Jawab Maret Silalahi dengan hormat.
"Baik Saya tunggu" Ucap Lemon.
Kembali lagi ditempat Gabeja, Mata semua orang masih tertuju diAsap yang sedang memenuhi tempat Pria Berbaju Putih.
Semua orang sedang menantikan fenomena yang akan terjadi selanjutnya.
Tiba-tiba dari dalam Kabut Asap yang tebal, Pria Berjubah Putih keluar dengan wajah datarnya, tangannya berada dipunggung, dia berjalan dengan santai, sambil menatap kearah Gabeja.
Wajah Gabeja menjadi Muram Durja, ketika dia mengetahui pihak lain masih baik-baik saja, tanpa merasakan dampak sama sekali.
"Manusia macam lelaki tua ini? Kenapa dia tidak mendapatkan efek sama sekali" Ketus Gabeja dalam hati.
"Apakah masih ada kehebatanmu yang lain orang tua, kalau ada silahkan kamu keluarkan semuanya" Pria Tua berkata dengan dingin, ketika dia sampai dihadapan Gabeja.
Pria Berbaju Putih hanya mengalami dampak yang tidak berarti, baju yang putih hanya terkoyah sedikit namun warna yang putih sudah dipenuhi dengan warna hitam yang gosong.
"B-debah kau lelaki tua! Kau jangan meremehkan Gabeja Sang Petapa dari Watu-Watu, kau masih belum merasakan kekuatanku yang sebenarnya" Ucap Gabeja dengan dingin, sambil dia menggertakan giginya.
"Hahahahaa... Bagus- Bagus! Saya sangat suka dengan Nyalimu! Kau memang pantas menjadi petapa dari Watu-watu, saya memang akui petapa dari Watu-Watu, rata-rata memiliki kemampuan diatas rata-raya, namun sayang! Setelah saya melihat kemampuanmu barusan, saya sudah salah menilainya, kekuatanmu tidak lebih dari kekuatan anak bocil.. Hahahaaa" Pria Berbaju Putih berkata menghina, sambil tertawa membahana.
"B-jingan!! Kau rasakan ini" Teriak Gabeja, sambil dia melesat bagaikan angin kearah Pria Berbaju Putih.
__ADS_1
Pria Berbaju Putih memasang kuda-kuda bertarungnya, ketika dia melihat pihak lawan mengerahkan kekuatannya dengan penuh.
Pria berbaju putih sedikit was-was dengan kekuatan Gabeja.