PENJAGA KUIL NAGA

PENJAGA KUIL NAGA
Bab 104. Devi dihasut Oleh UCOK


__ADS_3

Lemon meletakan tangannya dipunggung, dia menundukan kepala sambil menggerak-gerakan kakinya, menyepak dedaunan kering yang ada diatas tanah.


"Sepertinya? Saya merasa tidak ada hubungan denganmu, tapi kenapa kamu mengataiku Lelaki pengecut?" Lemon berkata dengan senyuman yang terpancar dari wajahnya, dia masih menyepak-nyepak daun kering yang ada ditanah.


"Dasar lelaki buaya, setelah kamu mencuri Ciuman pertamaku, kamu dengan seenaknya pergi begitu saja" Devi berkata sambil menghentakan kakinya, artinya dia sangat kesal terhadap sikap Lemon yang terlihat dingin padanya.


Lemon yang tidak memiliki solusi lain, dalam sekejab dia meraih kepala Devi, Sebuah Ciuman langsung mendarat di bibirnya Devi, yang membuat Devi tidak bisa mengeluarkan kata-kata, dia hanya terus menikmati sentuhan nikmat dari Lemon.


"Itu kan! Yang kamu mau" Lemon memeluk Devi, dia meletakan kepala Devi didadanya, yang terlihat kurus itu.


Devi hanya memukul-mukul lengan Lemon, dia tidak bisa lagi berbuat apa-apa "Kamu Jahat! Kenapa kamu begitu cepat pergi?" Devi beriata ketus, yang kepalanya masih berada didada Lemon.


"Aku akan kembali dikesini, jika semua urusanku telah selesai, dan aku akan mempertemukanmu, dengan Pacarku, namanya Dewi" Lemon berkata sambil mengusap-usap kepala Devi.


"Semoga pada saat itu, kalian bisa menjadi teman baik, dan akrab seperti biasa" Ujar Lemon melanjutkan.


"Dewi! Pasti dia gadis yang cantik, dan baik hati" Devi berkata sambil masih memeluk tubuh kurus Lemon.


"Sama cantiknya seperti kamu!" Lemon berkata jujur, dengan ekspresi wajahnya yang sangat datar.


"Baik! Aku akan tetap menunggumu disini!" Devi berkata sambil menatap Lemon dengan butir-butir Air Matanya, menetes tanpa pamrih dari dalam bola matanya yang indah itu.


Lemon menghapus air mata itu dengan jarinya, kemudian dia melambaikan tangannya, sehingga dalam sekejab, pintu gua terbuka dengan sendirinya.


Lemon melepaskan pelukannya, dia berjalan kearah Pintu Gua, dia sambil berkata "Jagalah dirimu baik-baik" Devi hanya menganggukan kepalanya, sambil dia meremas ujung bajunya yang panjang itu.


Lemon melangkah pergi, ketika dia sampai diluar Pintu Gua, dalam sekejab pintu Gua itu langsung tertutup dengan sendirinya.


Ketika Lemon sudah tak terlihat lagi, Devi hanya merengek dengan tangisannya yang tiada henti "Kenapa ya? Kenapa harus dia? Dia yang sudah memiliki belahan jiwa" Devi berkata dengan sesegukan.


"Tidak pantas kamu menangisi laki-laki pengecut seperti itu, dia tidak bakalan lagi kembali disini!" Suara Ucok terdengar, dari belakang Devi, yang membuat Devi seketika menghapus air matanya dengan tangannya.


"Tau darimana kamu, dia tidak akan kembali lagi disini?" Devi bertanya dengan tatapan tajamnya, sambil dia memegang pedangnya yang ada dipinggangnya.

__ADS_1


"Apakah kamu tidak tahu, kalau dia itu hanya tersesat ditempat ini? Dia bukan bagian dari suku kita, jadi mana mungkin dia mau tinggal disini" Ucok terus memprovokasi Devi.


"Apa kamu pikir, dia tidak memiliki wanita diluar sana, apakah kamu mau menjadi yang kedua?.. Sudahlah! Tidak perlu lagi kamu memikirkan dia, aku ada disini yang selalu mendukungmu dan menemanimu di setiap saat" Ucok mengangkat sedikit sudut bibirnya, ketika Devi sudah mulai terprovokasi dengan kata-katanya.


"Sudah! Sudah! Tidak usah membahasnya, aku mau kembali keDesa" Devi berkata dengan wajahnya yang masih menunduk ketanah.


"Ya sudah, Ayo! Biar saya temani kamu" Ucok berkata sambil dia mengulurkan tangannya, kearah Devi yang sedang berpikir.


Devi tidak menghiraukan ucok, dia langsung melesat terbang keatas langit, Ucok yang melihat sikap dingin Devi, dia hanya membantin dalam hati "Dasar wanita yang keras kepala, saya akan berusaha membuat kamu berlutut dihadapanku"


Ucok juga langsung terbang melesat keatas langit, dia menyusuli Devi yang sudah terbang keatas langit.


Lemon kembali kekota Gowe, setelah dia mendapatkan banyak senjata kuno, yang akan membantunya menghadapi berbagai ancaman.


Lemon melihat HP-nya, namun dia hanya menghela nafas, ketika dia tahu bahwa HP-nya telah kehabisan daya baterai.


Dia terus berjalan menelusuri jalan raya, dia sudah berapa kali menahan Mobil yang lewat, namun tidak ada yang berhenti, mereka mengira kalau dia adalah seorang pengemis, karena melihat dari pakaiannya yang sudah sangat lusuh, karena sudah berapa lama dia tinggal didalam Gua.


Tiba-tiba ada sebuah mobil yang lewat, mobil itu adalah Mini Bus yang melintasi antara gunung Mosoe dan kota Gowe.


Lemon langsung kerumahnya, dipuncak Villa Ginting, dia langsung membersihkan dirinya, dan setelah itu dia langsung duduk disofa yang menghadap Danau, yang berada tepat dibelakang Villanya.


Lemon meraih ponselnya, setelah dia mengisi daya baterainya, kemudian dia melakukan panggilan, dia memanggil Hasrat Naibaho.


Hasrat Naibaho sangat terkejut, ketika dia melihat Ponselnya ada panggilan Masuk, dan yang memanggilnya adalah Lemon.


Hasrat buru-buru mengangkat panggilan itu, kemudian dia berkata "Salam Hormat Tuan"


Lemon menjawab "iya.. Maaf saya baru bisa telepon".


"Iya Tuan, tidak apa-apa! Dimana Tuan sekarang?" Hasrat Naibaho berkata dengan gembira.


"Saya sekarang dirumah, dipuncak Villa Ginting, kamu datang sekarang kesini" Lemon berkata santai.

__ADS_1


"Baik Tuan, saya akan kesana" Hasrat berkata hormat.


Widya Sekretaris CEO tiba-tiba terkejut, mendengar Hasrat menelpon dengan hormat, Widya menyangka pasti yang menelpon dengan Hasrat, pastilah pimpinan perusahaan Yayasan Kuil Naga.


"Apakah CEO yang barusan menelpon dengan Tuan?" Tanya Widya dengan wajah penasaran.


"Iya memang! Kenapa?" Tanya Hasrat balik kepada Widya.


"Maaf Tuan, kalau boleh tanya, apakah saya bisa bertemu dengan CEO? Karena semenjak saya menjadi sekretaris diperusahaan ini, saya belum pernah bertemu dengannya" Jawab Widya dengan perasaan gugup.


"Eemm.. Bagaimana ya? Kalau saya sih tidak masalah, tapi saya takut Tuan Direktur nanti tersinggung, jika kamu datang secara tiba-tiba, apalagi Tuan Direkrut baru pulang" ujar Hasrat serba salah.


Kemudian Hasrat melanjutkan "Begini saja! Biarkan saya bicara ke Direktur dulu, kalau dia setuju saya langsung memberitahukanmu".


"Baik Tuan! Saya akan menunggu" Jawab Widya sambil tersenyum.


Selesai bicara dengan Widya, Hasrat Naibaho menjemput Maret Silalahi dan Roy Hitler Tambunan, dan langsung menyetir mobilnya menuju kepuncak Villa Ginting.


Setelah mereka sampai di Villa Lemon, mereka semua langsung bergegas masuk dengan perasaan bangga, terpancar diwajah mereka masing-masing.


Mereka menekan Bell, kemudian Lemon membukakan pintu, Hasrat Naibaho dan beserta Maret dan Roy, mereka langsung menjabat tangan Lemon dengan antusias.


"Aaahh.. Ternyata kalian semakin kuat" Kata Lemon sembari mereka masuk dan disofa.


"Aaah.. Tuan Lemon terlalu memuji kami, kekuatan kami tidak terlalu meningkat" Jawab Hasrat Naibaho sambil tersenyum.


"Tuan Lemon darimana saja selama beberapa bulan terakhir ini?" Tanya Maret Silalahi dengan wajah penasaran.


"Heeemm.. Saya dari Gunung Mosoe, dan saya terjebak selama waktu itu" Lemon menceritakan apa yang telah dia lalui selama ini.


"Memangnya berapa lama saya sudah pergi?" Tanya Lemon kepada mereka, karena Lemon masih belum mengetahui, seberapa lama dia telah tinggal didalam Gua.


"Tuan Lemon telah pergi selama 2 bulan setengah" Ungkap Hasrat dengan keheranan.

__ADS_1


"Apa! Saya telah pergi selama waktu itu?" Teriak Lemon dengan tidak percaya.


__ADS_2