
Wajah semua orang sangat tertegun, dengan apa yang telah mereka lihat, mereka tercengang ketika Dewi sudah membuka matanya.
Lemon membalikan badannya kemudian dia tersenyum bahagia, ketika dia melihat sang pujaan hati sudah terbangun dan membuka matanya.
Lili langsung memeluk tubuh anak simata wayangnya itu, dengan mata yang terus mengeluarkan Air bening.
Dewi dipapah oleh Lili untuk duduk diatas tempat tidur, Dengan Senyuman indahnya Dewi menuruti keinginan sang bunda, ketika bantal ditaruh dibelakangnya untuk membantunya duduk tegap.
"Bagaimana Kabarmu?" Suara Lemon terdengar yang membuat Dewi langsung menoleh dan mendapatkan Pahlawan Misteriusnya berdiri disamping tempat tidurnya.
"Emm.. Aku rasanya baik-baik saja" dengan mengulum senyuman dia mengangkat tangan kananya meraih tangan Lemon.
Namun Lemon sedikit canggung, karena dia sedang berada didalam Istana Keluarga Chandra, mungkin kalau dikampus atau diluar, dia sudah langsung menerkam tangan Dewi yang berusaha untuk meraihnya saat ini.
Lemon membalas senyum, kemudian dia menggelengkan kepalanya "Kamu hanya baik untuk sementara waktu saja, tidak untuk malam hari" ucap Lemon santai dengan masih menggenggam tangan Dewi.
Wajah semua orang menjadi sangat kusam, ketika mendengar penuturan dari mulutnya Lemon.
"Nak Lemon! Berarti Nak Dewi hanya bisa sadar pada siang hari?" Tanya Lili dengan wajah penasaran.
"Eemm.. Iya Nyonya! Dewi hanya akan sadar pada siang hari, ketika sinar matahari menyinarinya namun pada malam hari dia akan kembali tidur seperti biasa" Jawab Lemon sambil menganggukan kepalanya.
"Tapi saya akan berusaha untuk mengobatinya, dia pasti akan pulih seperti semula" Sambung Lemon menjelaskan.
"Semoga Nak Lemon diberkati sang maha diatas, untuk menyembuhkan penyakit Nak Dewi" Ujar Lili dengan wajah sembabnya.
"Baiklah!” ungkap Lemon sambil dia menatap Kenji, kemudian dia melanjutkan "Saya butuh kamar kosong untuk meracik obat, ingat tidak boleh ada satu orangpun yang boleh masuk kedalam, kecuali saya keluar" Titah Lemon dengan tegas.
"Baik Tuan! Akan kami selalu ingat" Jawab Kenji dengan tulus.
Selesai berkata Lemon langsung berjalan memutar tubuhnya, namun tiba-tiba tangannya diraih dengan lembut oleh Dewi.
"Kamu jangan memaksakan dirimu, jika kamu merasa lelah kamu beristirahatlah, karena sepertinya wajahmu sedikit pucat" kata Dewi dengan lembut, dengan posisi yang masih lemas diatas tempat tidur.
__ADS_1
"Tidak apa-apa kok! Saya masih tetap semangat, asalkan kamu bisa sembuh, aku merasa nyaman dan legah" kata Lemon sambil memberikan senyuman yang lebar.
"Tapi... " Ujar Dewi yang dipotong langsung oleh Lemon, "Tidak apa-apa, aku akan selalu baik-baik saja, sekarang aku harus meracik obat untukmu" jawab Lemon sambil melepas genggaman Dewi ditangannya.
Selesai berkata Lemon langsung meninggalkan kamar Dewi, dia langsung berjalan masuk kedalam kamar yang sudah dipersiapkan oleh Kenji.
Dewi hanya bisa menatap dengan pasrah, kepergian Lemon dikamar yang lain untuk meracik obat untuknya.
Restu Chandra menatap anaknya, lalu dia berkata: "Nak!! Kamu yang sabar ya, seharusnya kamu tidak boleh mengalami masalah seperti ini" Ujar Restu Chandra sambil mengelus kepala Putri simata wayangnya itu.
"Iya Yah... Aku ngerti kok! Aku juga yang salah, kurang hati-hati" Jawab Dewi dengan memberikan sedikit senyuman mungilnya.
"Sudah.. Sudah! Mending kamu sekarang makan dulu, sembari kita menungggu Nak Lemon menyelesaikan pekerjaannya" Kata Lili dengan sedikit memerintahkan Suami dan anaknya.
Didalam Kamar Lemon bersilah dilantai, dengan menggunakan tungku dia merebus Ginseng 1000 tahun, sesuai dengan arahan Elisama beberapa waktu yang lalu.
Waktu terus berjalan, Aroma Obat yang sangat tajam mulai tercium, Lemon merasakan adanya aroma energi Qi Murni yang berasal dari dalam Tungku obat.
Lemon menekan rasa haus energi Qinya, dia tidak boleh serakah kali ini, karena Obat yang sedang dia racik untuk Sang Dewi.
Aroma Obat yang sangat wangi dan berkhasiat tinggi merasuki seluruh tubuhnya, dia duduk sejenak didepan pintu dengan membuka sedikit pernapasan yang dalam, dia menghirup Wangi yang dipancarkan oleh Ginseng 1000 tahun.
Ginseng 1000 tahun merupakan sumber daya Kultivasi yang sangat baik, hanya dengan mencium aromanya saja, sudah meningkatkan daya tahan tubuh, dan memberikan efek kesehatan yang sangat baik bagi tubuh.
Kenji sengaja mencuri kesempatan tersebut, supaya dia bisa menghirup dengan banyak aroma obat dari Ginseng 1000 tahun.
Asap putih tipis keluar dari dalam sela-sela bawah pintu kamar, Namun Lemon masih tetap memejamkan matanya, dia terus menyuntikan Qi Esensial murninya kedalam Tungku Ginseng 1000 tahun.
Perlahan-lahan Asap Tipis itu keluar, dan hampir menutupi pintu kamar yang Lemon gunakan untuk meramu obat Herbal.
Kenji hanya menggelengkan kepalanya, dia teringat waktu dulu Lemon meramu obat untuk Patriak Chandra.
Dipos penjaga keluarga Chandra, seorang pria paruh baya dan beberapa orang-orangnya langsung bertanya dengan kasar "Apakah didalam ada Lemon?? Hah!!" tanya seseorang yang memiliki bekas jahitan diwajahnya.
__ADS_1
"Kalian ini siapa? Kok datang-datang langsung menggertak! Apakah kau tahu tempat ini" kepala Keamanan berkata dengan tegas kepada pria yang berbekas diwajahnya.
"Kentut! Kau masih banyak omong kosong! Kami tidak peduli kepada yang punya rumah ini! Yang terpenting bagi kami adalah Lemon!!” Bentak pria berwajah sangar ikut menimpali, sambil dia memukul Meja Pos Penjaga.
"Baiklah... Biar kalian tidak penasaran, saya bernama Berys, dari Perguruan Kuil Lembah Mondrowe! Apa kalian puas? Hah! Kami datang kemari untuk mencari Lemon! Cepat.. Suruh dia keluar" Ujat Berys sembari dia berjalan kedepan, mendekati para penjaga.
Para penjaga saling menatap ketika mereka mendengar Lembah Mondrowe, mereka pernah mendengar Lembah Mondrowe diKoran Tabloid Republika, menurur berita Kuil Lembah Mondrowe merupakan salah satu perguruan terjebat tahun ini yang berada dipinggir kota Gowe.
"Ada keperluan apa kalian bertemu dengan Tuan Lemon?" Tanya Kepala Penjaga.
Berys dan beberapa orang-orangnya saling bertatapan, ketika mereka mendengar Penjaga itu menyebut Lemon sebagai Tuan.
"Hahahahaa" Berys dan Orang-orangnya tertawa terbahak-bahak "Luar Biasa! Anak Bocah seperti itu, mampu mendoktrin pikiran orang tua macam kalian, dengan menyebutnya sebagai Tuan.. Hemm.. Aneh!" Sambung Berys berkata-kata.
"Dasar Tua Bangka Keparat! Kau berani menghina kamo seperti itu" seorang penjaga yang lain berkata dengan amarah yang meledak-ledak.
"Jangan kalian berpikir untuk mampu melawan kami, hanya dengan satu gerakan saudara-saudara saya ini, kalian semua pasti terkapar ditanah" Ucap Berys sinis sambil dia menyilangkan kedua tangan didada.
"Dasar Tua Bangka Mulut Kecoak, kau rasakan ini" Penjaga yang lain lansung menyerbu Berys dengan menggunakan Tongkat Listrik mereka.
"Heemm.. Mau main-main dengan Macan" ujar Berys sinis acuh tak acuh, ketika dia melihat Para penjaga itu menyerbu kearahnya.
"Buuk.. Buuk" suara tendangan terdengar menggelegar, yang membuat para penjaga itu sudah terhempas kebawah pagar besi, dengan memegangi perut mereka bagaikan udang rebus.
"B" jingan terkutuk, beraninya kalian membuat kekacauan disini, membuat para penjaga KO" kepala penjaga berkata denga menggertakan giginya, langsung dia menyerbu kearah Lelaki berwajah bekas luka.
"Preetss" Suara Arus Listrik menghantam punggung lelaki yang berwajah bekas luka.
"Aarrgh" suara teriakahan lelaki berwajah bekas luka, ketika punggungnya tersengat oleh aliran listrik.
Lelaki berwajah bekas luka langsung terjatuh ketanah, dengan posisi berlutut dan satu kaki berjongkok.
Dia sangat terlihat Lemas karena dampak tongkat Listrik itu.
__ADS_1
Kepala keamanan langsung menendangnya, yang membuat lelaki berwajah bekas itu terguling-guling ketanah.