
Okey Boskuuuhhh... Siap kita meluncur" Kata Lemon dengan semangat 45, Lemon langsung menancap pedal Gas Mobil menuju kearah Hotel Soechi.
Sesampainya mereka diHotel Soechi, Orang-orang sudah mulai berdatangan dan mobil-mobil mewah sudah terparkir dengan rapi ditempat parkiran.
Sedangkan didalam Hotel Soechi, Restu Chandra, Keluarga Song dan Walikota sudah duluan sampai, dan beberapa keluarga atas beserta para pejabat, mereka sedang asik bercerita satu sama lain.
Disisi lain Keluarga Chandra sedang duduk dimeja yang tidak jauh dari pintu, sedangkan keluarga walikota berada diaraha pojok depan ruangan.
Dian sedang duduk tenang memperhatikan seisi ruangan, Namun dia sangat terkejut ketika melihat Lemon sedang bersama dengan Dewi.
Mata Dian menjadi berbinar, namun sedikit mengerut ketika dia melihat Dewi berdiri bersama Lemon, karena Dian tidak terlalu kenal dengan Dewi.
Melihat kedatangan Lemon, Walikota bersama Patriak Song berdiri dan memberi Hormat, sehingga wajah semua orang langsung menjadi terkejut dan keheranan.
Istri Pak Walikota dan Restu Chandra bersama keluarga mereka ikut berdiri memberi hormat ketika melihat Lemon, yang sedang berjalan kearah Pak Walikota dengan Jas dan penampilan bak seorang Pangeran.
"Salam Hormat Tuan Lemon" kata Walikota dan Valen Song berkata Serentak.
"Salam Pak Wali dan Patriak Song" Jawab Lemon dengan penuh hormat dan sedikit membungkuk.
"Ayo Tuam Lemon.. Silahkan duduk disini" Ajak Valen Song untuk duduk dikursi yang masih kosong, Walikota juga ikut mempersilahkan Lemon.
Sementara Dewi memilih berjalan dan duduk diMeja Keluarganya, dengan senyum simpul dia duduk disamping Lili ibunda tercintanya.
Dian yang melihat kesempatannya, langsung berdiri dan berjalan kearah Lemon.
"Haii Kak Lemon!?" Sapa Dian dengan suara Lembutnya yang terdengar Harmonis dan Manja.
"Eehh. Non Dian!" Seru Lemon kaget yang langsung membuat Lemon berdiri dan menyalaminya.
Namun Dian langsung menyodorkan Wajah Cantiknya, melakukan Aksi Cipika-Cipiki yang membuat Lemon sangat terkejut.
Setelah selesai Cipoka-Cipoki, Dian langsung duduk disamping Lemon, karena disamping Lemon masih terdapat Kursi yang masih kosong.
__ADS_1
Lemon melirik kearah berlawanan, namun benar saja dia mendapatkan sepasang Mata menatapnya dengan tajam, dan penuh dengan tanda tanya? Namun Lemon langsung menarik pandangannya kearah berlawanan tersebut, kemudian dia memandang lurus kepada Orang-orang yang sedang bercerita dengannya.
"Bagaimana kabar Non Dian? Apakah sudah baikan?" Tanya Lemon asal memecahkan suasana.
"Eemm.. Iya? Saya sekarang sudah baikan kok! Itu semua berkat bantuan kamu" Jawab Dian dengan melebarkan senyuman manisnya.
Tiba-tiba Dian mengangkat tangannya, dia mengambil sehelai rambut yang ada diJasnya Lemon.
"Maaf Kak, ini kok ada helaian rambut ya diJasmu, pasti kak Lemon tadi buru-buru ya, datang kesini" Dian berkata seolah-olah sudah tidak peduli dengan sekitarnya.
Dian mengangkat tangannya, dia hendak melepas rambut yang ada diJasnya Lemon, namun sebelum tangannya mendarat diJas Lemon, terlebih dahulu Lemon sudah mencegatnya.
"Oh tidak perlu, saya bisa kok sendiri? Terimakasih" Ucap Lemon sambil dia melepas satu helaian rambut yang terdapat diJasnya.
"Oh iya. Maaf" Jawab Dian dengan senyuman lebarnya, dia terlihat sangat bahagia berada didekat Lemon walau hanya terbilang sejenak.
Sementara disudut yang lain, Dewi dengan tatapan Masamnya dia mengepalkan tinju, dengan menggertakan giginya.
"Dasar Wanita Penggoda! Tak tau diri" Ketus Dewi didalam hatinya, dengan matanya yang sudah mulai Memerah karena Cemburu.
Patriak Song dan Patriak Chandra hanya saling memandang, karena mereka mengerti akan perkataan Walikota barusan, namun mereka tidak bisa berkata-kata karena semuanya itu tergantung Lemon.
"Oh... Ternyata Tuan Lemon sudah menyelamatkan anak Pak Walikota?" ucap Valen Song dengan berbasa-basi.
"Hehehe... Iya Patriak Song, semoga saja Tuan Lemon tidak keberatan dengan keberadaan Anak Saya Dian disampingnya" Jawab Pak Walikota dengan memberikan kode lampu Hijaunya.
"Hehehe... Semua itu tergantung Tuan Lemon" Sahut Valen Song dengan jujur sambil dia melirik Restu Chandra yang terlihat kepanasan dengan kata-kata Walikota terkait Lemon.
"Eemm.. Bagaimana kalau kita mulai saja Pak Wali, karena Jam sudah menunjukkan Siang" Restu Chandra angkat bicara untuk memecahkan keheningan.
"Iya.. Tidak masalah.. Silahkan saja" Jawab Walikota dengan tenang, sambil dia terus memperhatikan reaksi antara Lemon dan Dian, namun apalah daya tidak sesuai dengan perkiraan Pak Walikota.
Setelah Acara dimulai oleh pembawa acara, Lemon langsung pamitan kepada mereka semua, untuk pindah tempat duduk, dia memilih bersama dengan Dewi dan beberapa keluarga mereka yang lain.
__ADS_1
Dian tidak bisa berbuat apa-apa, dia juga hanya bisa beranjak dari tempat duduknya, dia kembali bergabung dengan Keluarganya.
"Enak kalia kamu ya!? Ada banyak yang perhatian" Ucap Dewi berbisik setelah Lemon duduk disampingnya.
"Apa-apaan sih? Kamu selalu berpikir Negatif, tadi dia hanya mengingatkanku saja, gak lebih dari itu" Jawan Lemon dengan mencari pembelaan.
"Cuuiihh.. Alasan saja! Bilang saja kalau kamu memang senang berada disamping Ja, lang itu" Sahut Dewi dengan sedikit menaikan nada suaranya.
"Eeehem.. Ayo kita Fokus ikutin acaranya, kalau bisa kalian tenang" Cegat Lili melihat bisikan Lemon dan Dewi semakin panas.
"Iya Nyonya, iya Bu" Jawab Lemon dan Dewi serentak dengan suara Kecil mereka.
"Ya Sudah! Kalian fokuslah, jangan banyak pikiran" Ucap Lili dengan memberi sedikit penekanan.
Lemon dan Dewi hanya bisa mangut-mangut, ketika lili mengingatkan mereka berdua.
Sementara Dian menatap Dewi dan Lemon dengan tatapan dipenuhi rasa cemburu, dia terus memainkan kunci mobilnya yang tergantung dijarinya.
Restu Chandra memberi salam pembuka, dia menjelaskan tentang tujuan acara jamuan makan siang pada hari ini, yaitu untuk mengucap syukur dan terimakasih kepada Lemon karena sudah berhasil menyembuhkan Putrinya Dewi.
Restu Chandra meminta Lemon berdiri sekaligus Dewi, sehingga semua para hadirin menganggukan kepala, mereka semua mengerti terkait kode Lemon dan Dewi bersama-sama berdiri, dan duduk pada satu Meja saja.
2 Jam berlalu, Acara Jamuan makan telah selesai, sehingga Lemon langsung berpamitan kepada Semua orang termasuk kepada Keluarga Chandra.
"Aku mau ikut sama kamu kekampung" Tiba-tiba Dewi berkata sambil berjalan disamping Lemon.
Lemon sudah menduga akan perkataan Dewi seperti itu, sehingga Lemon hanya pasrah dengan keputusan Patriak Chandra dan Istrinya, apakah mereka mengijinkan Dewi pulang kampung bersama Lemon.
"Bagaimana menurut patriak sajalah, saya hanya bisa mengikuti apa yang dikatakan Patriak Chandra, kalau Dewi ikut, maka saya hanya menuruti" Kata Lemon dengan jujur sambil dia memakan buah anggur.
"Tidak apa-apa, asalkan kalian hati-hati, dan ingat! Kalian harus menjaga batas, jangan sampai kalian terhasut akan Hasutan Setan" Kata Restu Chandran mengingatkan.
Setelah mendapatkan titah dari restu chandra, Lemon dan Dewi langsung meninggalkan Hotel Soechi, Lemon mengantarkan Dewi kerumahnya untuk mengambil barang-barang perbekalannya.
__ADS_1
Lemon menelpon Hasrat Naibaho, untuk menyuruh Maret Silalahi menunggu di Vilanya diPuncak Villa Ginting.