PENJAGA KUIL NAGA

PENJAGA KUIL NAGA
Bab 93. Prajurit Bayangan & Linda


__ADS_3

Prajurit bayangan itu menjadi panik, seketika dia membalaskan Lemon dengan pukulan mematikan, namun Lemon tidak menghindar sedikitpun, dia justru menabrak pukulan prajurit bayangan, yang membuat prajurit bayangan seketika terpental kebelakang.


Namun karena di merupakan sosok bayangan, dalam sekejab dia sudah menghilang ketika dia terpental, yang tidak mengakibatkan kerusakan fatal pada tubuhnya.


Kemudian dia tiba-tiba muncul dihadapan Lemon, dengan Suara Gedebuk "Duuaar" suara tabrakan pukulan terdengar, yang membuat seluruh tempat menjadi porak-poranda, dan tempat itu bergemuruh bergetar hebat.


Lemon terpental kebelakang beberapa jarak, namun prajurit bayangan yang mengalami kerugian besar, dia terpental beberapa meter dan kemudian dia terlihat Pucat, karena baru kali ini dia mendapatkan lawan yang seimbang, bahkan pihak lain lebih kuat dari pada dirinya.


Lemon kemudian mendarat ditanah dengan pelan, dengan Pedang Emasbya masih berada digenggamannya, kemudian dia berjalan beberapa langkah, dia kemudian mengernyit dan mengepalkan tinjunya.


Lemon meregangkan jari-jarinya, kemudian Kabut Putih tipis, namun kabut itu terlihat sangat kuat dibandingkan sebelumnya, yang membuat Prajurit bayangan sedikit panik.


Dalam waktu singkat Prajurit bayangan langsung membentuk Formasi Segel seperti sebelumnya, agar dia mampu bertahan dan memberikan perlawanan kepada pihak lain.


Namun Lemon tidak menanggapi Formasi itu dengan serius, dia langsung mengarahkan Seluruh Qi Esensialnya pada kabut putih, kemudian dia menyerbu prajurit bayangan secara brutal.


"Kreekk" suara retakan Formasi terdengar, ketika kabut putih telah sampai diareal Formasi segel yang telah dipasangkan oleh Prajurit bayangan itu.


Wajah Prajurit bayangan menjadi jelek, ketika dia melihat bola formasinya retak dan semakin retak, kemudian dia terus mengeluarkan kekuatannya, dia menambahkan kekuatan Formasi Segelnya, Namun Lemon terlihat mengangkat sudut bibirnya dan mencibir "Aaiiss... Formasi segel yang tidak berguna".


Lemon menambahkan kekuatannya, yang membuat Formasi Segel itu hancur dengan suara "Boom" Formasi hancur yang membuat Prajurit Bayangan kelabakan, dan dalam sekejab Kabut Putih tipis menjadi semakin membesar, Kabut itu langsung membungkus Prajurit Bayangan, dan dalam sekejab prajurit bayangan itu hilang tanpa sepataha kata perpisahan.


Kemudian Kabut Putih kembali meredup dan ditarik oleh Lemon, Kabut Putih disedot oleh Lemon disimpan kedantian, kemudian stabilkan secara perlahan, yang membuat kekuatan Lemon menjadi lebih kuat.


Lemon menghela Nafas Panjang, dan dalam sekejab dia ambruk ketanah, dia berkeringat dingin, kekuatannya telah terkuras habis melawan Prajurit Bayangan itu.

__ADS_1


Lemon masih memegang Pedang Emasnya, yang masih menyala-nyala dengan salakan petirnya, kemudian Lemon mengusap punggung pedangnya, yang seketika pedang itu berubah ukuran menjadi ukuran Pisau, kemudian Pedang itu langsung menghilang ditangan Lemon.


Seluruh Jiwa-jiwa yang berada dipatung itu Akhirnya menghilang, yang membuat seluruh sudut ruangan tempat itu menjadi cerah, bagaikan telah dipasangkan lampu Led.


Di Desa, Ucok bersama orang-orangnya telah sampai, yang seketika seluruh warga berkumpul, dan dengan wajah penasaran menyelimuti setiap orang.


"Kenapa ini? Apa yang terjadi dengannya?" Tanya salah seorang wanita paruh bayah, yang berumur 40 tahunan, wanita itu adalah Linda, ibunya Devi.


Sedangkan Kepala Suku hanya terdiam tanpa kata, ketika dia melihat putrinya sedang tidak baik-baik saja, kemudian bertanya kepada Ucok.


"Ucok! Ikuti saya" Kepala Suku membawa Ucok disamping rumahnya, yang sudah ada tempat duduk, karena disamping Rumahnya kepala suku, merupakan tempat pertemuan para tetua suku dan warga lainnya.


"Coba kamu ceritakan kepada saya, apa yang terjadi! Kenapa Devi menjadi seperti ini?" Tanya Kepala Suku dengan nada rendah.


Ucok kemudian menceritakan apa yang telah dia lihat, mulai dari Nona Devi pergi keatas Gua dibalik Air terjun itu, hingga beberapa saat dia terjatuh dari atas dan tercebur kedasar Air, dan dalam keadaan tak sadarkan diri.


"Heem... Berarti! Para Makhluk itu telah bangkit" kepala Kampung mendengus, sambil dia berdiri dan memandang kearah Air Terjun itu.


"Sepertinya kita harus pergi ke dalam hutan Rahasia, untuk menghindari para makhluk itu, saya takut mereka menemukan keberadaan kita disini" ucap Kepala Kampung dengan wajah serius.


Ucok hanya bisa menghela nafas panjang, ketika dia mendengar perkataan Kepala Kampung, yang membuat dia sedikit ngeri.


"Kapan kita akan berangkat pak Kepala?" Tanya Ucok penasaran.


"Kita tunggu dulu sampai Devi sadar, kita tanyakan apa yang terjadi" Kepala Kampung menjawab sambil dia bergegas pergi.

__ADS_1


Ucok hanya bisa menggelengkan kepalanya, dia kemudian berjalan kembali kedalam rumahnya.


Ditaman Kampus, Marko bersama Vina sedang mencari keberadaan Lemon, namun mereka mutar-mutar keliling kampus, mereka tetap saja tidak menemukan keberadaan Lemon.


Tiba-tiba Marko tertuju kepada Dennis, yang sedang duduk santai bersama teman-temannya, yang membuat Marko menatap Dennis menjadi serakah, karena dia bisa mengetahui keberadaan Lemon dari Dennis.


Marko menggegam tangan Vina ketika mereka berjalan kearah Dennis, kemudian Marko berkata: "Dennis!" Yang seketika mata semua orang berbalik, melihat sumber suara tersebut dan tiba-tiba mata semua orang terkejut, ketika mereka melihat Marko bersama Vina yang sedang berdiri menatap mereka semua.


"Kenapa Masbro? Apa ada sesuatu" Dennis berkata sambil dia membalikan tubuhnya.


"Tidak apa-apa! Saya hanya ingin beetanya? Dimana Lemon sekarang?"


Marko bertanya dengan wajahnya tetap datar melihat keatas, dia tidak melihat wajah Dennis ketika dia melemparkan pertanyaannya.


"Maaf Masbro, saya tidak tahu dimana dia sekarang?" Jawab Dennis datar.


"Dennis.. Kamu jangan membohongiku, saya percaya kamu tau dimana dia sekarang, jangan sampai kamu saya paksa untuk bicara" Ketus Marko dengan nada dingin.


"Marko! Saya lihat kamu masih belum berumur, jadi masih belum pikun, saya harap kamu mampu mencerna apa kata-kataku barusan! Saya bilang!! Saya.. Tidak.. Tau!! Jelas!" Dennis berkata sambil menggertakan giginya.


Marko langsung mencekram kerah baju Dennis, kemudian dia berkata: "Saya bisa saja merobek mulutmu itu yang bau busuk! Tapi aku jijik untuk melakukannya" setelah berkata Marko melepas cenkramannya, sambil mendorong Denis kebelakang.


"Berhenti!" teriak Dewi tepat berada dipojok taman, dia melihat ketika Marko mendorong Dennis, Dewi berjalan menghampiri Marko dia ditemani tentunya teman sohibnya adalah Lea.


Setelah sampai didekat Dennis, Dewi langsung mengangkat jari telunjuknya dan berkata: "Marko! Apakah belum cukup hanya Ayahmu yang masuk penjara? karena melakukan kekerasan, apakah kamu ingin menyusulnya juga!" Gertak Dewi sambil memberikan tatapan tajam kepada Marko.

__ADS_1


"Kau! Dasar wanita j"lang, kamu jangan bawa-bawa nama keluargaku disini, karena kalau sampai kamu mempovokasi keluarga Laiya, kamu dan keluargamu akan musnah dimuka bumi ini" Marko berkata sambil menggertakan giginya, sambil mengangkat tangannya dia mengepalkan tinjunya kearah Dewi.


__ADS_2