
Lemon dan Hasrat Naibaho sedang duduk santai, di taman Hotel dekat Kolam Renang, tiba-tiba seorang wanita cantik yang sangat seksi datang menghampiri mereka berdua.
Gadis itu memiliki penampilan yang sangat menggoda, tingginya berkisar 175 cm, badannya kurus ramping, bagaikan Luna Maya dia memakai pakaian renang, yang membuat bentuk tubuhnya semakin terlihat.
Gadis itu duduk dikursi di samping Lemon, namun Lemon tidak melihatnya dengan Acuh tak acuh.
"Hai Kak".. Gadis itu berkata menyapa, namun Lemon tidak menanggapinya.
"Aiiss.. Dasar Cowok tidak berguna, seharusnya dia tidak pantas berada disini" Gadis itu berkata mencibir.
Kemudian dia menyuruh pengawalnya untuk memanggil Pelayan Hotel tersebut, seketika pelayan Hotel datang menemui gadis itu.
"Ada apa Nyonya... Apa yang bisa saya bantu??" Pelayan itu berkata sambil membungkuk.
"Apakah Hotel ini punya aturan tidak!! Kenapa Hotel ini mengizinkan para Pengemis datang bersenang-senang ditaman Hotel" gadis berteriak dengan mata memerah.
"Mohon maaf Nona.. Siapa yang nona maksud?" Pelayan itu bertanya penasaran.
"Orang ini...kenapa dia bisa masuk ketaman Hotel ini" sambil menunjuk Lemon yang sedang Asyik duduk dan tertidur dikursi Kolam Renang.
"Oohh.. Baik Nona, kami pasti membereskannya" pelayan itu berkata sambil berjalan kearah Lemon.
"Heeii.. Orang yang tidak punya kepentingan dilarang duduk diwilayah Taman Hotel, apalagi pengemis seperti kamu" Pelayan itu berkata marah kepada Lemon.
Melihat pelayan yang datang dengan marah padanya, seketika Lemon terkejut mengernyitkan keningnya.
"Apa Maksudmu??.. Saya tamu dihotel ini, saya sudah memesan kamar" Lemon berkata jujur.
"Heii.. Bocah.. Kami sudah terbiasa dengan kata-kata seperti itu, sudah banyak pengemis yang sok jago berkata seperti yang kamu katakan, tapi pada akhirnya mereka semua pembohong, mereka hanya ingin menikmati suasana Taman Hotel disini" Pelayan itu berkata sambil mengekeh.
Lemon hanya bisa terheran-heran dengan sikap arogan pelayan itu, kemudian dia melirik Hasrat Naibaho, namun Hasrat sudah tidak ada disampingnya, Hasrat sudah kembali kedalam kamarnya.
"Kalau kamu memang Tamu dihotel ini, tunjukkan Kartu Kamarmu" Gadis itu berkata sambil mengangkat sudut bibirnya.
Lemon meraba saku celananya, namun dia tidak menemukan Kartu Kamarnya, termasuk Hpnya tidak bersamanya.
"Maaf Kartu Kamarku tertinggal" Lemon berusaha menjelaskan.
"Heemm.. Kalau penipu ya tetap penipu, jangan banyak alasan" Gadis itu terus menimpali.
Gadis itu melanjutkan "Cepat usir dia dari sini, saya tidak mau pemandangan saya terganggu karena seorang pengemis".
__ADS_1
Gadis itu merasa sangat senang, karena bisa memprovokasi Pelayan Hotel untuk mengusir Lemon.
Gadis itu bernama Tiara Gaho, seorang anak Gadis yang berasal dari Keluarga Kaya dari Provinsi Tera.
"Heii Bocah... Lebih baik Kamu pergi dari sini sekarang juga, kami tidak mau seluruh Tamu Hotel terganggu karena keberadaanmu" Pelayan itu mengusir Lemon.
Lemon masih tidak mau pergi, dia masih duduk dikursi Kolam Renang, melihat dia tidak bergerak sama sekali, pelayan itu langsung mengambil walki talkinya, kemudian menghungi kepala keamanan Hotel.
"Dasar s'mpah.. Tidak pergi.. Apa yang kamu mau" Tiara berkata sambil menyilangkan tangannya didadanya.
Kemudian Tiara mengambil segepok Uang dari Tasnya, lalu dia melemparkan kewajah Lemon yang sedang duduk dikursi.
"Bukankaj itu yang kamu mau, makanya kamu datang ketempat ini, untuk mengemis-ngemis" Tiara Gaho berkata menghina.
Melihat uang yang telah berserakan dilantai, Lemon hanya tersenyum, kemudian berdiri sambil mengumpulkan seluruh uang yang telah berserakan dilantai.
Kemudian Lemon berbalik dan pergi dari tempat itu "Lumayanlah..dapat Uang secara cuma-cuma" Lemon berkata dalam hati.
Namun tidak beberapa langkah, dia teriaki oleh palayan, "Hei Bocah. Kamu dasar B'jingan.. Berhenti!! Tinggalkan uang itu, lalu kamu boleh pergi dari tempat ini" Pelayan itu berkata menggertakan giginya.
Lemon berbalik melihat Pelayan itu, kemudian dia tersenyum dan berkata: "Uang ini sudah ikhlas Nona ini memberikannya untukku" Lemon melirik Tiara.
Dari dalam Hotel terdengar suara langkah kaki yang membuat suasana ditempat itu menjadi hening, burung-burung berkicau mendengar langkah kaki orang banyak.
Kepala keamanan bergegas menghampiri Pelayan yang telah menghubungi mereka lewat walki talkinya.
"Siapa yang berbuat rusuh disini?" Kepala Keamanan itu berkata dengan suara tegas.
"Itu dia!" Pelayan itu menghunjuk Lemon yang sdang berdiri.
Pelayan itu menceritakan seluruh kronologi masalahnya kepada keamanan, sehingga kepala keamanan mengangguk-angguk.
"Oh ternyata.. Hanya seorang bocah ingusan.. Hei Nak! Lebih baik kamu minta maaf kepada Nona ini, dan patahkan salah satu l'nganmu.. Lalu kamu boleh pergi" Kepala keamanan itu menatap tajam pada Lemon.
Lemon menggelengkan kepalanya, setelah mendengar kepala keamanan itu berkata, kemudian dia berkata: "Saya ingin kamu! yang mematahkan Lenganmu sndiri!".
Mendengar Lemon berkata seperti itu, kepala keamanan sangat terprovokasi, dan menggertakan giginya, wajahnya sangat memerah.
"Kau dasar anak b'jingan, ayo kalian semua... Patahkan Kakinya, lalu lempar dia sungai GOMO" Kepala pelayan memerintahkan seluruh bawahannya, yang berjumlah sangat banyak.
Seluruh keamanan Hotel SUKO bergegas menghampiri Lemon, dengan tongkat listrik berada ditangan mereka masing-masing.
__ADS_1
Namun sebelum mereka menyetrum Lemon dengan tongkat Listrik, dengan cepat kilat Lemon meraih seluruh tongkat listrik itu dari tangan mereka, yang membuat mereka sangat terkejut.
Kepala keamanan tidak dapat memercayai dengan apa yang dia lihat, mulutnya terbuka lebar, matanya melotot tidak percaya.
Tiara Gaho dan Pelayan itu juga sangat terkejut, mulut mereka terbuka lebar dapat dimasukan sebutir telur Buaya, tidak terkecuali seluruh anak buah Kepala Keamanan, mereka semua mematung ditempat mereka masing-masing.
Setelah meraih semua tongkat Listrik, Lemon melemparkannya dibawah kaki Kepala Keamanan.
"Ternyata.. Kemampuan kalian hanya seperti itu! Dengan kemampuan kalian ini, Apakah kalian mampu untuk mengusirku dari tempat ini" Lemon berkata berkata mencibir.
Lemon berjalan kearah Pelayan yang memprovokasinya dari tadi, kemudian sebuah tamparan yang sangat keras melayang dipipi kiri pelayan tersebut.
"Preek" suara tamparan terdengar dipipi pelayan itu, kemudian pelayan itu jatuh ketanah dengan suara gedebuk.
"Saya tadi mau pergi, lalu kamu menahanku? Sekarang saya disini.. Apa yang mau kamu lakukan" Lemon berkata dengan suara bergema, bagaikan suara dari Lembah Neraka.
Mendengar suara Lemon yang bergitu Tajam, Kepala Keamanan bergetar ditempatnya, dia bagaikan tersengat Listrik yang berkekuatan tinggi.
Kemudian kepala keamanan itu memberanikan diri untuk berkata: "Saya kepala Keamanan disini, saya yang bertanggung jawab atas keributan yang kamu perbuat, sekarang saya harus membawamu Ke Pos penjagaan".
Sebelum Lemon menjawab, tiba-tiba ada suara seseorang berteriak: "Ada Apa ini?? Apa yang terjadi?" Orang itu adalah HRD Hotel SUKO.
HRD tersebut sedang berjalan keliling Hotel, namun tiba-tiba dia melihat keributan terjadi.
"Maaf Tuan, Bocah ini membuat keributan dihotel kita, kami berusaha untuk mengusirnya, namun dia sangatlah keras kepala" Kepala Keamanan berkata dengan Nada rendah.
"Ia Tuan.. Dia juga mengganggu suasana ditempat ini.. Lihatlah penampilannya, dia itu pengemis dari pinggir jalan, ingin menikmati suasana Hotel" Tiara Gaho juga ikut berkomentar, dia ingin Lemon segera diusir dari Hotel ini.
"Saudaraku.. Lebih kamu pergi, tolong kamu jangan buat lagi keonaran disini, karna nanti saudara dapat berurusan dengan pihak kepolisian" HRD berkata dengan santai kepada Lemon.
"Maaf Tuan.. Bukannya saya tidak mau pergi, namun bagaimana saya pergi sementara saya Tamu di Hotel ini" Lemon menjelaskan kepada HRD.
Mendengar Lemon berkata seperti itu, HRD itu tercengang tak percaya, namun dia segera tersadar dari lamunannya, kemudian di berkata: "Baik... Kalau kamu tamu diHotel ini.. Tunjukan Kartu Kamarmu".
"Maaf Tuan... Kartu saya tertinggal dikamar" Lemon lanjut berkata.
Melihat Lemon tidak bisa menunjukan kartu kamarnya, seketika wajah HRD berubah menjadi Masam.
"Sudah Cukup!.. Kamu jangan banyak alasan lagi, cepat kamu pergi dari tempat ini" HRD meneriaki Lemon, sambil mengangkat tangannya menyuruh Lemon pergi.
"Jangan Sampai saya memanggil Polisi, karna kamu sudah mengganggu kenyamanan di Hotel ini" HRD itu terus meneriaki Lemon.
__ADS_1