
"Terimakasih Ayah, Terimakasih" Marko memeluk Ayahnya, saking dia bahagia karena mendapatkan Uang Jajan dari Ayahnya.
David Laiya hanya bisa tersenyum, dan membalas pelukam anak simata wayangnya itu.
Selesai berpelukan, Marko dan Ayahnya langsung menuju kamar mereka masing-masing, karna jam sudah menunjukan pukul 10 malam.
Dikediaman Keluarga Song, orang-orang sudah mulai terlelap tidur, karena kesibukan pada siang hari, membuat seluruh orang-orang menjadi lelah dan cepat tertidur.
Didepan pintu penjagaan, satu persatu penjaga terjatuh tergeletak ketanah, penjaga yang jatuh itu langsung kehilangan nyawanya.
"Boom" Suara Pintu ketika ditendang, oleh orang-orang yang memakai pakaian serba hitam, hanya mata mereka yang terlihat.
"Siapa kalian! Berani sekali kalian menerobos masuk, dan membuat kekacauan, apakah kalian tidak tahu ini rumah siapa!" Yupiter Kepala pelayan keluarga Song, berteriak keras kepada orang-orang yang menerobos masuk.
Seketika semua orang kaget mendengar teriakan Yupiter, yang masih berada diAula keluarga untuk menahan orang- orang itu.
Valen Song memejamkan matanya, dia masih berada dikamarnya dengan posisi masih duduk bersilah diatas tempat tidur.
"Celaka! Mereka telah melakukan penyerangan secara tiba-tiba" Valen Song berkata dalam hati.
Mendengar keributan diAula utama, para Master Taekwondo dari keluarga Song, tiba-tiba berlari kedalam Aula.
"Heemm.. Kamu tidak perlu tahu siapa kami, yang jelas! Hari ini Keluarga Song harus menghilang dari muka bumi ini!" Seseorang yang berpakaian Hitam berkata, orang itu adalah yang menjadi ketua dari orang-orang berpakaian serba hitam.
__ADS_1
"Dasar B'jingan! Beraninya kau membual disini! Langkahi dulu mayatku! Baru kau berkhayal!" Selesai berkata, Yupiter langsung memasang kuda-kuda bertarungnya.
Ketua orang-orang berpakaian hitam itu adalah Rius, dia sengaja memprovokasi Yupiter agar Yupiter kehilangan kosentrasi bertarung.
Yupiter langsung berlari kearah Rius, dengan pergerakan yang sangat cepat, Yupiter juga adalah Sabuk Terbaik dari Master Taekwondo.
Melihat Yupiter melepaskan serangannya, Seketika Rius mengangkat sudut bibirnya dan dia mencibir "Heemm.. Masih tahap kekuatan seperti itu, tapi sudah merasa hebat" Rius langsung menerjang kearah Yupiter.
Para Master dari Keluarga Song, mereka langsung berhadapan satu persatu dengan orang-orang dibawah Rius, yang menggunakan Pakaian serba hitam.
Yupiter mampu mengimbangi kekuatan Rius, yang membuat Rius mengernyitkan keningnya, karena dia sudah meremehkan kekuatan Yupiter yang sebenarnya.
"Buuk.. Buuk" Pukulan terdengar saling bertabrakan, yang membuat mereka berdua saling terhempas kebelakang sekitar 3 meter.
"Heemm.. Ternyata kekuatanmu memang hebat!" Rius berkata sambil menyeka sudut mulutnya.
"Kekuatanmu juga memang tidak bisa dipandang sebelah mata, saya akui kamu memang hebat" Yupiter berkata sambil melihat darahnya, yang barusan saja dia seka dari sudut bibirnya.
"Tapi sayangnya? Kamu harus berakhir ditanganku malam ini" Rius berkata dengan tatapan tajam, sambil dia memegang gagang pedang samurainya, yang sudah ada di punggungnya.
Melihat pedang samurai yang sangat menantang itu, Yupiter sedikit gemetar, dan dengan cepat dia langsung memasang Kuda-kuda bertarungnya.
Rius dengan kelincahan pedangnya, dia menyerbu kearah Yupiter, Yupiter hanya bisa menghindar selangkah demi selangkah, karena dia masih belum mendapatkan senjata Ampuh untuk melawan samurai pihak lain.
__ADS_1
Para Master yang sedang bertarung, satu persatu ada yang sudah mulai kewalahan, sehingga ada yang terjatuh tak sadarkan diri, yang mengalami kerugian paling besar kali ini adalah, dari Pihak Rius, para Masternya sudah banyak yang tergeletak ditanah, karena kehabisan kekuatan dan terkena pukulan lawan.
"Sleess".. Suara sayatan Pedang dipunggung Yupiter, yang membuat bajunya terbelah menjadi 2 bagian..
"Aarg" Suara Yupiter, ketika punggungnya terkena sayatan pedang samurai, yang membuat dia jatuh kelantai dengan model berlutut satu kaki.
Rius melihat kondisi bawahannya, yang sudah banyak yang jatuh tersungkur, bagaikan udang rebus dirumah makan.
Melihat kondisi para masternya, Rius menggertakan giginya, dia langsung menendang Yupiter, yang membuat Yupiter terlempar kebelakang, kemudian Rius langsung mengarahkan pedang samurainya ke arah Yupiter, namun tiba-tiba sebuah tendangan mendarat dibagian perut Rius, yang membuat dia terlempar jatuh dan terhempas kemeja Marmer keluarga Song.
Dalam sekejab meja marmer tersebut, berubah menjadi puing-puing, yang berserakan dimana-dimana.
"Kurang Ajar! Beraninya memukul dari belakang, dasar pengecut!" Rius berkata mencibir.
"Dalam keadaan seperti ini? Apakah harus perlu mengikuti aturan bertarung? Sementara kalian sudah tidak sopan mengacau dirumah orang lain dimalam hari" Valen Song berkata sambil dia berjalan ke Arah Yupiter, kemudian dia membantu Yupiter untuk berdiri.
"Patriak! Seharusnya Patriak jangan keluar! Biarkan kami saja yang melawan para B'Jingan itu" Yupiter berkata sambil memegangi perutnya.
"Sudah terlambat! Sekarang kamu lebih baik minta pertolongan dikeluarga Chandra, dan kamu bawalah Nona Tiwi ikut bersamamu, biarkan saya menghalangi mereka disini, walaupun saya harus mati" Valen Song berkata tegas.
"Tidak Tuan Patraik! Patriaklah yang harus pergi, biarkan saya yang menghalangi mereka" Yupiter berkata sambil menggertakan giginya, matanya memerah karena sedih, dia tidak sanggup menghadapi kehancuran Keluarga Song, yang sudah membesarkannya selama beberapa tahun.
"Ini Perintah! Segera laksanakan" Valen Song berkata tegas kepada Yupiter.
__ADS_1
"Hahahaaa... Kalian sudah tidak punya kesempatan untuk melarikan diri.