
Lemon sangat tercengang, ketika Ibu Lili sudah berlutut dihadapannya, kemudian dia langsung buru-buru mengangkat Lili ketika dia telah sadar, dari rasa keterkejutannya.
"Maaf Nyonya, tidak harus mesti seperti ini nyonya mengucapakan rasa terimakasihnya" Lemon berkata sambil meraih tangan Lili dan mengangkat Lili untuk berdiri.
Dewi langsung memapah Lili, ketika dia melihat ibunya sudah berdiri, kemudian Lili kembali duduk disofa, disamping Restu Chandra.
Merasa semua sudah beres, Lemon langsung berpamitan kepada Restu Chandra "Mohon maaf Patriak, saya mohon ijin untuk pamit, karena ini sudah larut malam" Lemon berkata dengan ekspresi santai.
"Eemm.. Kenapa Tuan Lemon tidak bermalam disini saja?" Ajak Restu Chandra dengan nada memohon, namun Ekspresi Lemon tidak menyetujui permohonan Restu Chandra.
"Maaf Tuan Patriak, saya besok harus kuliah, karena sudah lama saya tidak masuk kuliah" Lemon berusaha mencari alasan.
"Baiklah! Terserah Tuan Lemon saja" Kata Restu Chandra Pasrah.
"Betul ya! Besok kamu kuliah, karena sudah lama kamu tidak mengikuti mata kuliah" kata Dewi yang masih berdiri disamping ibunya.
"Iya Pasti!" Jawab Lemon singkat, sembari dia melihat kearah Dewi.
Lemon berdiri dari tempat duduknya, kemudian dia berjalan menuju keluar, namun dia ikuti oleh Dewi, setelah Dewi meminta ijin dari sang Ayah dan ibunda.
"Kamu pergi tanpa pamit sama aku!" Dewi berkata setelah mereka sampai diluar dekat parkir.
Lemon kemudian membalikan badannya, kemudian dia berkata: "Kan aku gak enak, kalau harus menyapamu didepan orang tuamu, nanti aki bisa dikatain, tidak menghargai mereka semua".
"Huuft.. Alasan! Pokoknya besok, kamu ajak aku jalan-jalan setelah selesai proses mata kuliah" ucap Dewi tegas.
"Baik Non, saya akan ikutin apa yang non perintahkan" Lemon berkata menggoda, sambil dia mengedipkan kedua matanya..
"Aaiiss.. Kamu pikir aku tergoda" Dewi berkata ketus, sambil dia melemparkaj senyuman manisnya. Kemudian dia berkata lagi "Ya Sudah! Pergi sana, kamu harus hati-hati ya" Dewi berkata kepada Lemon.
Lemon tidak menjawab, melainkan dia hanya menganggukan kepalanya, itu tandanya dia setuju.
__ADS_1
"Oh ya.. Ini Mobil kamu ya" tanya Dewi sambil dia melihat sekilas, Mobil Alpard yang sudah terparkir ditempat parkir.
"Ini.. Ini saya Pinjam" Lemon berkata singkat. "Kamu hati-hati ya" Dewi melambaikan tangannya, ketika Lemon sudah menginjak pedal Gas Mobilnya itu.
Keesokan Paginya, di Lembah Mondrowe pinggiran Kota Gowe, Marko berjalan kedalam ruangan aula yang sangat besar.
Kemudian bertanya kepada salah seorang pelayan, "Maaf.. Apakah saya boleh ketemu dengan Tuan Ki Buyut?".
Pelayan itu hanya bisa mengerutkan keningnya, ketika dia mendengar Nama Senior dikatakan oleh pihak lain.
"Kamu ini siapa? Ada tujuan apa kamu mencari Tuan Ki Buyut?" Tanya Pelayan itu.
"Saya adalah anak dari anak buah beliau" Jawab Marko santai.
"Sepertinya Tuan KiBuyut tidak bisa ganggu, karena beliau, Sedang bersemidi diruang tertutup" kata pelayan itu dengan wajah yang tidak bisa diartikan.
"Baik! Saya akan menunggunya" kata Marko tegas terpancar dari wajahnya.
Diperusahaan Yayasan Kuil Naga, Lemon datang dengan menggunakan Taksi, kemudian dia langsung berjalan masuk kedalam perusahaan.
Para penjaga itu semuanya bertubuh besar dan kekar, jika dibandingkan dengan tubuh Lemon, mereka sama sekali tidak sepadan dengan tubuhnya Lemon.
"Kamu mau kemana?" Seorang penjaga yang bertubuh besar, dan memiliki kumis tipis dan brewok berkata dingin.
"Saya mau melamar pekerjaan diperusahaan ini" jawab Lemon singkat.
"Heeii anak muda, kamu pikir perusahaan ini tempat penampungan Pengemis seperti kamu? Hah! Dengarkan ya, perusahaan ini adalah perusahaan terbesar dikota Gowe, bahkan diprovinsi tera, jadi tidak seenaknya kamu bolak-balik masuk perusahaan ini, apalagi mau cari pekerjaan!" Kata si Brewok dengan tegas.
Lemon menekan lebih dalam Emosinya, ketika dia mendengar arogansi para penjaga itu, dia tidak menyangka kalau par penjaga ini sangat arogansi dan sombong.
"Memangnya, perusahaan ini tidak diperbolehkan orang biasa untuk bekerja?" Tanya Lemon dengan wajah datarnya.
__ADS_1
"Hahaahaa" para Penjaga itu tertawa kegirangan, mereka saling menatap satu sama lain.
"Heiii.. Bocah! Lihatlah dulu dirimu, apakah kamu pantas bekerja disini, kamu itu pantasnya bekerja sebagai tukang gali parit disana" Kata pria botak teman sibrewok, sambil mereka tertawa terbahak-bahak.
"Hei Bocah! Lebih baik sana kamu pergi, sebelum saya melemparkan kamu keluar" Kata Si Brewok dengan bangga, sambil menggerakan seluruh badannya, dan meremas-remaskan jarinya.
"Maaf saudara, saya ingin masuk, saya telah ditunggui oleh seseroang" Lemon berkata jujur.
Tiba-tiba Mata Si brewok dan Si Botak Penjaga, menatap tajam kearah Lemon, sambil sibrewok berkata: "Sialan! Masih berani mencari alasan! Apakah kau pikir saya percaya dengan omong kosongmu itu, Hah!".
"Dasar anak nakal, cepat kamu pergi dari sini" Tegur sibotak sambil menghampiri Lemon dan mendorongnya untuk pergi.
Lemon yang melihat tingkah laku para penjaga itu, sudah sangat diluar batas, Lemon berkata: "Kalian memang sudah sangat keterlaluan! Hanya masuk saja! kalian tidak mengijinkan orang lain untuk bisa masuk, gaya kalian seperti yang punya perusahaan ini" teriak Lemon dengan menggertakan giginya.
Sibrewok dan Si Botak tertawa teebahak-bahak, lalu si brewok berkata dengan santai "Siapa kamu rupanya? Memangnya kalau kami tidak mengijinkanmu untuk masuk, apa yang biaa kamu lakukan" Sibrewok berkata sambil dia mendorong dada Lemon sebelah kiri, yang membuat Lemon mundur selangkah.
"Heeii bocah? Asal kamu tahu ya, apapun yang kami lakukan disini, kami tidak akan pernah berdampak, karena kakak iparku bekerja sebagai Manajer dibagian pemasaran dan keamanan diperusahaan ini" sibotak angkat bicara dan sangat tertawa kegirangan.
"Hahahahaa... Dia kira dengan tampangnya seperri ini, dia mampu bertemu dengan para pejabat diperusahaan ini" Si brewok berkata arogan.
"Baiklah kalau begitu, mari kita lihat siapa yang menangis pada akhirnya" Lemon berkata santai, sambil dia meraih HPnya yang berada didalam sakunya.
"Sialan! Anak kecil berani menggertakku, apakah kamu sudah bosan hidup" sibotak berteriak dengan wajahnya yang kusam menatap Lemon, wajahnya dipenuhi dengan niat membunuh.
Sedangkan beberapa penjaga lain, hanya memilih untuk menonton dan tersenyum, melihat perdebatan sengit antara Lemon dan kedua penjaga itu.
Lemon mengeluarkan Ponselnya, kemudian dia melakukan panggilan, dia menghubungi Hasrat Naibaho.
"Heemm.. Memang Dasar Pembual! Berpura-pura menghubungi seseorang" Si Brewok berkata ketus, sambil mereka saling bertatapan.
"Ya sudah! Cepat suruh orang itu untuk datang kemari" Si Brewok berkata sambil melemparkan Lemon, dengan botol Air Mineral yang ada ditangannya.
__ADS_1
Lemon hanya mengernyitkan keningnya, ketika botol Air Mineral mengenai didadanya, kemudian dia berkata dingin ketika sambungan teleponnya telah dijawab: "Cepat kamu datang didepan Penjagaan, saya menunggu 1 Menit!".
Harat Naibaho berjalan dengan berlari, dia curiga akak terjadi sesuatu diPos penjagaan, karena teriakan Lemon barusan, menandakan tidak akan baik- baik saja.