
Patung Petapa memutar badannya, dia memperhatikan asal dari sinar tersebut, dia terus menatap Ketika dia melihat ada sosok seseorang didalam Sinar tersebut.
Seorang sosok yang sudah terbaring, kemudian terangkat keatas langit dengan dikelilingi sinar cahaya yang sangat menyilaukan.
Sinar yang begitu terang dan sangat menyilaukan mata, sinar tersebut panas bagaikan kobaran api.
Patung petapa berhenti tenang ditempatnya, dia memperhatikan disekitarnya, dia memperhatikan sinar cahaya dengan sangat dalam.
Lemon terangkat keatas langit, kemudian dia turun secara perlahan, dengan terus perlahan diturunkan perlahan sampai kakinya menyentuh tanah.
Patung Petapa menggerakan kakinya, dia memasang perasaan waspada.
Lemon masih dalam keadaan mata tertutup, sehingga setelah dia menyentuh tanah, barulah dia membuka matanya, dengan senyuman terpancar dari wajahnya.
Patung petapa merasa ada keanehan, dia tidak menyangka pihak lain akan mengalami perubahan kekuatan yang begitu cepat.
Lemon menatap Patung petapa dengan sangat tajam, kemudian dia menggerakan jari-jarinya dan dalam sekejab Pedang Emas langsung melesat digenggamannya.
Pedang Emas berdengung hebat, dia berdengung bagaikan bernyanyi ibarat Haji Rhoma Irama.
Tanpa membuang-buang waktu, Lemon langsung melesat kearah patung petapa, dengan cahaya masih menempel ditubuhnya, dia berlari bagaikan Dewa Zeus.
Lemon mengarahkan Pedang Emasnya kearah Patung Petapa, dan dalam sepersekian detika, Lemon menghunuskan Pedang emasnya kebagian dada Patung Petapa.
"Duaarr" suara Ledakan terdengar mengerikan, ketika Pedang Lemon menghantam Patung Petapa, yang membuat patung petapa dalam sekejab langsung hancur berkeping-keping.
Debu berterbangan dimana-mana, sehingga suasana ditempat itu menjadi gelap karena Debu.
Setelah Patung Petapa musnah, Lemon langsung menarik Pedang Emasnya kemudian langsung menyimpannya ditempat penyimpanan.
Namun sebelum Lemon menyimpan Pedang Emasnya dengan sempurna, tiba-tiba dari arah dalam Gua, muncul Sinar Biru yang sangat mengkilau, dengan kecepatan tinggi dia langsung melesat ke Pedang Emas, dia langsung menyatu dengan Pedang Emas Lemon.
"Mohon ampun Tuan! Saya mengaku kalah! Dan mulai hari ini saya bersedia menjadi budakmu dan menyatu didalam Pedang Ini, ijinkan saya untuk menjadi pengikut Tuanku" Terdengar Suara dari Pedang Emas.
Suara itu adalah Suara Sinar Biru yang barusan saja Lemon kalahkan, dia memilih menjadi pengikut Lemon dan bersatu didalam Pedang Emas.
"Eemm.. Baik! Saya ijinkan kamu untuk menjadi pengikutku, tapi Ingat! Kamu jangan pernah untuk menghianatiku, karena kalau kau melakukan hal itu, kau akan kulenyapkan untuk selamanya didunia ini" Jawab Lemon yang langsung disambut baik oleh suara yang berada didalam Pedang Emas.
__ADS_1
Setelah dirasa semuanya beres, Lemon langsung menyimpan Pedang Emasnya didalam Penyimpanan.
Lemon berjalan kembali kearah Pintu Gua, namun dia masih merasakan Aura Energi Spiritual yang sangat besar, sehingga dia memilih untuk duduk dan bersilah diatas sebuah batu besar, dan kemudian dia bermeditasi sepanjang malam.
Lemon berkultivasi sepanjang malam, tanpa dia sadari Seluruh Kekuatan Energi Spritual ditempat itu disedot kedalam dantiannya.
Ratusan ribu cahaya samar dengan berbagai jenis warnanya, masuk kedalam tubuh Lemon dan langsung dihisap kedalam dantian.
Lemon dikelilingi oleh cahaya yang berwarna warni, cahaya itu seperti pelangi, yang membuat Lemon bersinar bagaikan Dewa Kehidupan.
Keesokan harinya, terlihat hembusan embun pagi dari dalam hidung Lemon.
Terang Sudah mulai menguasai Bumi, dan burung-burung sudah mulai berkicau, sehingga Lemon membuka matanya dengan perlahan.
Lemon menghembuskan nafas panjang, kemudian didalam bola matanya terlihat kilatan cahaya yang warna-warni bagaikan pelangi.
Lemon kemudian menggerakkan Lehernya, dan terdengar suara Krek, kemudian dia berdiri dan meregangkan otot-ototnya yang terasa kaku.
Lemon melihat telapak tangannya, kemudian dia menggerak-gerakkan jarinya, Lemon merasakan ada sebuah kekuatan besar disana, sehingga dia langsung melirik batu besar, kemudian dalam hitungan detik "Boom" suara Ledakan terdengar memilukan.
Sebuah Tinju mendarat dibatu besar, dengan diikuti sinar yang bagaikan pelangi, yang membuat batu besar langsung hancur berkeping-keping dalam sekejab mata.
Lemon berdiri menatap Gua, dia menghela nafas lega, karena dia sudah tepat waktu keluar, karena kalau terlambat sedikit saja, dia akan menjadi penghuni Gua untuk selamanya.
Lemon melihat telapak tangannya, dia sedikit menggeleng tidak percaya dengan perubahan kekuatannya saat ini, dia melirik Pohon besar yang berukuran sangat besar.
Lemon berjalan mendekati pohon tersebut, sehingga dia langsung melesatkan satu pukulan, dan dalam sekejab Pohon itu langsung terbelah menjadi 4 bagian, dan langsung tumbang ketanah.
"Aku Sudah memasuki tahap Penempaan Bumi Lapisan Ke-3" Ujar Lemon kecil, sehingga dia tersenyum lebar dan menatap keatas langit.
Dikaki Gunung Maret Silalahi sudah sampai dan sedang duduk menunggu Lemon.
Lemon berjalan dengan santai, Lemon tidak menyangka perjalanan yang berapa Kilo Meter dia bisa tempuh hanya dalam jangka beberapa menit, dia merasa tubuhnya sekarang ringan dan bisa berjalan dengan kecepatan tinggi.
"Tuan! Anda ternyata lebih cepat dari apa yang saya bayangkan" Kata Maret Menyambut kedatangan Lemon.
"Ohh.. Biasalah, saya kebetulan berjalan lebih cepat dari biasanya" Jawab Lemon santai sambil menebar senyuman manisnya.
__ADS_1
Lemon langsung naik mobil, kemudian mereka langsung meninggalkan tempat itu.
Maret Silalahi menyerahkan HPnya Lemon, karena kemarin Lemon tidak membawa HPnya dia memilih meninggalkan HPnya dimobil bersama Maret Silalahi.
Diperjalanan HPnya Lemon tiba-tiba bergetar "diir..diirr...diirrr" Kemudian Lemon langsung mengangkatnya.
"Hallo Tuan" Hasrat Naibaho langsung berkata dengan menyapa Lemon.
"iya.. Kenapa?" Jawab Lemon singkat sambil dia meminum Teh Botol Sosronya.
"Maaf Tuan! Saya baru mendapatkan kabar pagi ini kalau Perusahaan Keluarga Chandra mengalami musibah, beberapa Anggota Gengster yang tidak dikenal telah mengobrak-abrik perusahaan perusahaan mereka" Ucap Hasrat dengan serius.
"Eemm.. Baik! Cona kamu kerahkan kekuatan kita, selidiki siapa dalang semua itu" Sambut Lemon dengan santai, namun memiliki penekanan yang serius.
"Baik Tuan, Saya akan mengerahkan Intel rahasia kita untuk menyelidiki, saya akan menyuruh Roy Hitler bergabung ditim mereka" Jawab Hasrat dengan penuh keyakinan.
"Ua Sudah! Segera laksanakan, saya ingin mendapatkan informasinya dalam waktu setengah jam kedepan" Kata Lemon dengan wajah datarnya, kemudian dia melihat kearah luar Jendela.
Selesai berkata Lemon langsung memutuskan sambungan Teleponnya, kemudian dia menengguk teh botol sosronya dengan santai.
"Antarkan aku langsung ke Villa" Kata Lemon singkat kepada Maret Silalahi, yang langsung diangguki oleh Maret Silalahi.
Maret Silalahi langsung menancapkan Gas Mobilnya, sehingga dalam beberapa menit mereka sudah memasuki Gerbang Villa Ginting.
Setelah Sampai Lemon langsung masuk kedalam Rumahnya, sementara Maret Silalahi duduk didepan rumah yang sudah ada Sofa untuk santai.
Tidak berselang lama, Hasrat Naibaho menelpon Lemon "Hallo Tuan".
"Iya Bagaimana?" Jawab Lemon singkat namun penuh dengan rasa penasaran.
"Tuan! Tima Rahasia kita sudah melacaknya, sesuai dengan hasil penyelidikan, Gangster itu berasal dari Kota Provinsi Tera, sementara tujuan mereka masih belum kita ketahui, Tim Rahasia masih terus melakukan penyelidikan" Jawab Hasrat Naibaho dengan panjang lebar.
"Apakah sudah diketahui dimana markas mereka berada saat ini" Ujar Lemon dengan tatapan tajamnya mengarah kearah Danau Nias.
"Markas mereka sekarang berada diarah timur Kota Gowe, ada sebuah Gedung yang Kosong disana" Jawab Hasrat dengan jujur.
"Baik, kamu atur semua orang-orangmu, kita akan langsung menuju kesana" Titah Lemon dengan dingin.
__ADS_1
"Baik Tuan, saya akan menyiapkan semuanya" Jawab Hasrat singkat, kemudian dia langsung memutuskan sambungan teleponnya.
Lemon duduk sejenak disofa ruang tamu, dia sejenak menghela nafas pelan.