
"Yayasan Kuil Naga?" Kenji mengernyit dan membantin dalam hatinya.
"Ya Sudah! Saya coba cari tahu siapa pemiliknya, kamu kembali bekerja" Kenji berkata memerintahkan Sekretarisnya.
Lemon dan Dennis sedang duduk ditaman Kampus, setelah dia menjemput Dewi dan mereka bersama pergi kekampus.
Tiba-tiba Hp Lemon berdering, lalu dia mengangkat karena yang melakukan panggilan adalah Hasrat Naibaho.
"Kenapa?" Tanya Lemon singkat diujung Telepon.
"Maaf Tuan, dikantor Perusahaan banyak Investor yang ingin bergabung dengan perusahaan kita" Hasrat memberitahukan.
Perusahaan Lemon yang baru saja dia beli, dalam beberapa waktu Perusahaan tersebut langsung mendapatkan keuntungan besar, dan sudah memiliki ratusan anak cabang yang tersebar diberbagai Provinsi dan Daerah Kota, bahkan ada yang ada diluar Negeri.
"Tidak masalah, buat peraturan baru, jika ada yang ingin bergabung maka harus 45% keuntungan wajib disetor kepada kita" Lemon berkata santai.
"Baik Tuan, akan saya utus sekretaris kita mengurusnya" ucap Hasrat hormat.
Selesai berkata, Lemon langsung memutuskan sambungan teleponnya.
"Kamu menelpon sama siapa? Kok ngomong persen-persen?" Tanya Denis penasaran.
"Oh itu? Itu kawan saya yang di Desa, dia ingin mengajak saya gabung dalam bisnis, tapi saya tidak mau" Lemon berkata sambil tersenyum.
Singkat cerita Lemon dan Dennis hendak pergi, namun tiba-tiba mereka terhenti, ketika mereka mendengar Suara yang tidak Asing lagi.
"Heeiii Tampan!!... Kamu mau kemana?" Lemon langsung memutar tubuhnya melihat kearah suara tersebut.
Dengan senyuman hangat dia melihat Dewi, "Aku dan Dennis mau pulang keasrama".
"Ya Sudah, kita bareng saja" Jawab Dewi singkat.
"Tidak apa-apa saya duluan saja, biarkan saya ikut bersama teman-teman yang lain, kebetulan mereka juga tidak ada lagi mata kuliah, jadi mereka juga pulang" Dennis berkata memotong pembicaraan mereka berdua, karena Dennis juga tidak mau mengganggu kebersamaan Lemon dan Dewi.
__ADS_1
"Jangan! Kenapa kalau kita bersama, biarkan kami antarkan kamu keasrama terlebih dahulu, karena aku dan bang ganteng ini mau pergi kesuatu tempat" Dewi berkata tersenyum sembari dia melihat Lemon yang sedang berdiri disebelahnya.
"Iya Den! Gak apa-apa kamu bareng sama kita, ngapain kamu musti sungkan bareng sama kita, kita ini kan teman kampu" Ucap Lemon sambil menatap Bidadari Kampus itu.
Dewi hanya tersenyum senyam bahagia, sambil dia memutar-mutar kunci mobil dijari telunjuknya, setelah itu dia langsung memberikan Kunci Mobil itu kepada Lemon.
Mereka langsung mengantarkan Dennis diAsrama, kemudian mereka melajukan Mobilnya kerumah Dewi.
"Salam Hormat Tuan, Nyonya" Lemon membungkuk memberi Hormat, ketika mereka sampai di dalam Ruang Tamu keluarga Chandra.
"Ah Tuan Lemon jangan Sungkan-Sungkan, saya menjadi salah tingkah" Ujar Restu Chandra bercanda, sambil menyalami Lemon.
Lili yang berada disamping Restu Chandra, dia juga hanya tersenyum bangga dan bahagia,
ketika dia melihat Lemon bersama Anak Simata Wayangnya itu.
Dewi langsung kedapur untuk membuat Minuman untuk Lemon, sementara Lemon menjadi canggung dengan keadaannya sekarang ini, karena kalau dulu sebelum dia dan Dewi belum menjadi sepasang kekasih, Lemon menganggap Restu Chandra sebatas hubungan perkenalan Pekerjaan, namun sekarang ceritanya sudah jauh berbeda.
"Eemm.. Nyonya? Kalau bisa jangan memanggil Saya Tuan, karena dengan umur saya yang sekarang ini, saya merasa tidak pantas dipanggil Tuan, Nyonya bisa memanggil nama saya saja" Kata Lemon serab salah.
"Ya Sudah, kalau itu menurut kamu serba salah, Mulai sekarang Tuan Lemon saya panggil menjadi Nak Lemon" Lili juga sengaja mempertajam ucapannya, Karena mengingat hubungan Lemon dengan Dewi.
Lemon hanya bisa, menggaruk-garuk kepalanya yang tidak terlihat gatal itu, dia sekarang sudah sangat serba salah.
Dewi berjalan dengan membawa Teh, kemudian dia menyuguhkan dihadapan Lemon, sambil berkata: "Tuan! Ini Tehnya, Silahkan diminum" Dewi memonyongkan bibirnya kepada Lemon, karena dia melihat yang semakin terpojok menjadi salah tingkah.
"Kamu harus belajar menjadi istri yanga baik, untuk melayani suamimu dimasa depan" Lili berkata kecil sambil dia melihat kearah pasangan yang baru jadian itu.
Wajah Lemon menjadi semakin panas, ketika dia mendengar sindiran dari pihak lain, Hatinya berdenyut kencang, karena dia tidak menyangka Lili berkata senekat itu.
Dewi hanya tersenyum malu, ketika dia mendengar sindiran dari ibunya, sambil dia berjalan kesamping ibunya, kemudian memeluk ibunya dan berkata: "Ibu!!.. Ibu ini sukanya bercanda terus sih, ibu terus-terusan ngejek aku" rengek Dewi sambil menyandarkan kepalanya di bahu ibunda.
Tiba-tiba Lemon merasakan bayangan hitam gelap melintas diatas kepala Lili, sebagai calon mertuanya.
__ADS_1
Lemon mengernyit lalu bertanya: "Maaf Nyonya? Apakah Nyonya sudah pernah duduk disamping patung yang berada diAula depan?"
Karena Roh Jiwa Prajurit Kerajaan, yang Lemon keluarkan dari tubuh Lili, Lemon segel dipatung tersebut.
"Eemmm" Lili sambil mengingatnya, kemudian dia mengernyit dan menutup matanya, kemudian dia berseru "Ya Ampun!!!.. Maafkan Saya Nak Lemon, saya sudah pernah duduk disamping patung itu, ketika saya menunggu Dewi malam-malam".
Lemon mengusap wajahnya, dengan menghela nafas dia berkata: "Sepertinya Roh Jiwa itu, sudah ada beberapa yang sudah memaksa masuk kedalam tubuhmu, karena Mantra segel didalam tubuh nyonya, sudah mulai melemah dan bisa diterobos oleh roh jiwa itu" Ujar Lemon tegas.
Mendengar hal itu, wajah semua orang tiba-tiba berubah drastis, wajah mereka semua berubah Pucat, tidak terkecuali Restu Chandra dia sangat terkejut, kemudian mereka saling menatap satu dengan yang lain.
"Tuan Lemon! Tolong lakukan yang terbaik untuk Istri saya" Restu Chandra berkata memohon.
Lemon menatap Tajam kearah Lili, kemudian Matanya tiba-tiba berubah menjadi biru, yang membuat Lili menjadi sangat ketakutan, dia bersembunyi dibalik tubuh Dewi bagaikan anak kecil.
Lemon memindai jiwa Lili, dan benar saja dia menemukan Roh Jiwa yang sudah berhasil menerobos masuk kedalam jiwa lili.
Karena keberadaanya sudah diketahui, sontak saja jiwa itu langsung mengamuk dan dia langsung menyatukan jiwanya dengan Lili, sehingga dia menggerakan jiwa dan pikiran Lili.
"To.. Tolong! Tolong usir dia dari sini! Dia mau membunuhku" Ucap Lili yang sedang dibawah pengaruh roh jiwa itu.
"Ibu Kenapa? Kenapa ibu takut padanya, mana mungkin Lemon membunuh ibu?" Tanya Dewi dengan Wajah penasaran.
"Cepat kamu usir dia dari sini, dia ingin membunuhku" Lili berkata tegas, sambil dia mencekeram pundak Dewi.
Dewi menjadi panik kemudian dia melihat Lemon, namun dia sangat terkejut ketika melihat Mata Lemon yang sudah berubah menjadi Biru.
"Lemon! Lemon.. Kenapa kamu menatap ibu seperti itu?" Dewi bertanya panik, dengan dia masih dicengkeram oleh ibunya.
Namun Lemon tidak menjawab apa-apa, dia hanya masih saja terus menatap Lili dengan tatapan dipenuh dengan niat membunuh.
Lemon terus mengirimkan kesadaran ilahinya, dia terus memaksa Roh Jiwa itu untuk keluar, "Kamu keluar dari tubuh orang ini" ucap Lemon kepada Roh Jiwa itu, yang sudah menyatukan jiwanya kepada Lili.
"Hahahaaa... Kamu tidak punya identitas untuk untuk mengusir saya dari tubuh orang ini" Jawab Roh jiwa itu sambil tertawa.
__ADS_1