PENJAGA KUIL NAGA

PENJAGA KUIL NAGA
Bab 37. Lemon Menerobos


__ADS_3

Cahaya Keemasan keluar dari gelang giok, namun ada keanehan pada Cahaya itu, cahaya itu tidak terang dan berkedip-kedip.


Lemon langsung mengerti kenapa cahaya itu tidak terlalu terang, mungkin karena gelang giok yang satunya masih belum diaktifkan.


Kemudian Lemon menggigit lagi jarinya dan meneteskan darahnya, sontak saja gelang giok tersebut, terpancar Cahaya yang sangat terang bagaikan cahaya matahari.


Kedua cahaya melayang keatas langit dan perlahan mulai menyatu.


Cahaya itu berubah menjadi Seekor Naga yang berukuran besar, sekitar 3 Meter tingginya dan Ekornya berkisar 5 Meter.


Melihat Naga yang besar telah berdiri dihadapannya, Lemon sangat terkejut dia merasa ngeri, karna tatapan Naga itu sangatlah menakutkan.


"Wuuar" Naga itu meraung sangat keras, membuat dedaunan pohon-pohon disekitar berjatuhan.


Kemudian Naga itu kembali menatap Lemon dan berkata:


"Ternyata Kamu adalah Titisan Dewa Perang Abadi, Saya adalah Raja Naga dari Kuil Naga, sujud sembah kepada Tuan" selesai berkata Naga itu langsung meringkuk ditanah, bagaikan seekor Kucing yang sedang mengeong.


Lemon hanya bisa merasa bingung, dengan apa yang barusan dilihatnya, dia seakan tidak percaya dengan apa yang terjadi.


Melihat Raja Naga yang sedang meringkuk ditanah, Lemon berjalan mendekati "Kamu tadi mengatakan bahwa saya adalah titisan Dewa Perang Abadi? Kalau begitu kamu tentu tahu siapa orang tua kandung saya!".


Mendengar pertanyaan Lemon, Raja Naga itu hanya bisa menundukkan kepala ditanah "Mohon Maaf Tuanku, saya tidak punya hak untuk mengatakan hal itu, saya hanya ditugaskan oleh Patriak untuk menjadi penjaga Anda!" Tegas Raja Naga.


"Baiklah kalau begitu, apa yang akan kau lakukan selanjutnya?" Lemon hanya berkata pasrah, mendengar perkataan Raja Naga.


"Mohon maaf Tuanku, sebenarnya saya bisa menyatu didalam Tubuhmu, tapi kekuatanmu sekarang masih dibawah kekuatanku, sehingga saya hanya bisa mengawasi Tuanku dari kejauhan" Raja Naga berkata pelan, takut dia menyinggung perasaan Lemon.


"Hemm.. Siapa bilang kekuatanku dibawah kekuatanmu..!! Ayo kita buktikan siapa yang lebih kuat diantara kita!".

__ADS_1


Suara Lemon tegas dan bergema bagaikan suara dari dasar Lembah Neraka.


Raja Naga terkejut mendengar perkataan Tuannya itu.


"Ampun!! Tuanku!!.. Saya tidak berani!".. Raja Naga memohon ampun, karna dia tidak berani melawan Tuannya sendiri.


Apalagi kalau bertarung dia takut Lemon akan terluka, mengingat kekuatan Lemon yang hanya masih di tahap Akhir Pembentukan Pondasi.


"Hahaha.. Tidak Masalah kalau kita bertarung.. Kalau Saya Kalah, maka saya bersedia menjadikan kami sebagai penjagaku, tapi kalau saya menang kamu harus meleburkan dirimu sendiri" Tegas Lemon berbicara.


Raja Naga hanya Pasrah mendengar Lemon berkata, dan mengingat Persyaratannya juga sangat sulit.


"Baiklah Tuanku.. Mungkin ini adalah Jalan yang harus saya tempuh, untuk menjadi penjaga anda!" Raja Naga berkata sedikit bersedih.


Lemon pergi kedalam hutan yang tidak ada pepohonan.


Kemudian Raja Naga hanya pasrah mengikuti Lemon pergi.


"Duaar".. Suara hantaman pukulan Lemon dibagian perut Raja Naga, Lemon terpental kebelakang berkisar 20 meter, sedangkan Raja Naga terpental kebelakang berkisar 15 meter.


Wajah Raja Naga terlihat tidak percaya dengan kekuatan yang dimiliki Lemon.


"Ternyata saya sudah meremehkan kekuatannya" batin Raja Naga didalam hatinya.


Raja Naga mengangkat tubuhnya yang besar, dan menggeleng-gelengkan ekornya yang telah dipenuhi Abu dan lumpur.


Lemon juga berdiri dari tempat dia terjatuh, Lemon tersenyum bangga karna kekuatannya mampu menyaingi kekuatan Raja Naga, walau tingkatan Kultivasinya masih berada ditingkat Akhir Pembentukan Pondasi.


Lemon kembali memasangkan kuda-kuda bertarungnya, Raja Naga meraung dan menyerbu kearah Lemon.

__ADS_1


Raja Naga mengibaskan Ekornya untuk menampar Lemon, namun dengan sekejab Lemon mengarahkan Tinjunya Ke Ekor Raja Naga.


"Kreek!" Suara Nyaring terdengar, Ekor Naga Terjatuh karna Patah.


"Groaar".. Raungan Raja Naga kesakitan, kemudian dia membalikan tubuhnya, Semburan Api yang sangat besar diarahkan kearah Lemon.


Lemon yang melihat semburan Api Naga, dia langsung melompat kesamping.


Semburan Api menghanguskan rumput-rumput yang ada ditempat Lemon semula berdiri.


Melihat Raja Naga yang sedikit lengah, Lemon langsung melompat keatas Kepala Raja Naga.


Kemudian Lemon memusatkan seluruh Kekuatan Energi Spiritualnya ketangan kanan.


"Bruuk".. Suara Pukulan Lemon dibagian kepala Raja Naga, yang membuat Raja Naga menyemburkan Darah dari Mulutnya.


Raja Naga seakan tidak percaya dengan apa yang dilihatnya, ternyata kekuatan Tuannya sangatlah mengerikan.


Raja Naga terjatuh ambruk ketanah dengan suara Gedebuk, debu berserakan dan perlahan-lahan mata Raja Naga tertutup dengan sendirinya, pertanda dia telah Mati.


Namun sebelum Nyawanya sepenuhnya menghilang, Raja Naga meleburkan jiwanya untuk tetap bertahan dan kekuatannya masih bersama-sama dengan Lemon.


Tubuh Raja Naga perlahan melebur menjadi Abu, dan berkumpul menjadi sebuah Cahaya keemasan, kemudian cahaya itu melesat langsung kedalam mulut Lemon.


Seketika Lemon merasa Tubuhnya Panas, seluruh pori-porinya mengeluarkan keringat hitam peka dan bau amis.


Lemon akan menerobos, Awan berubah menjadi gelap, Salakan Petir yang ganas menyerbu tempat itu. Petir yang besar menghantam tubuh Lemon yang kurus kerempeng, mengakibatkan dia terjatuh dan pingsan.


15 Menit kemudian Lemon tersadar dari Pingsannya, Namun Salakan petir masih terus menyerbu.

__ADS_1


2 Hantaman Petir menyerbu Lemon sekaligus, mengakibatkan seluruh pakaiannya hangus terbakar.


Membuat dia terjatuh lagi, namun kali ini dia mampu bertahan dibawah keganasan Sambaran petir yang menggila.


__ADS_2